Anda di halaman 1dari 13

Tingtur adalah sediaan cair yang dibuat dengan

cara maserasi atau perkolasi simplisia nabati


atau hewani atau dengan cara melarutkan
senyawa kimia dalam pelarut yang tertera
pada masing-masing monografi (FI III,FI
II),kecuali dinyatakan lain,tingtur dibuat
menggunakan 20% zat berkhasiat dan 10%
untuk zat berkhasiat keras.
Cara Pembuatan Tingtur :
1. Maserasi
2. Perkolasi
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup rapat,terlindung dari
cahaya,ditempat sejuk
 Macam-Macam cairan penyari:
1. Air
2. Etanol
3. Gliserin
4. Eter
5. Solven hexane
6. Aceton
7. Chloroform
 Cara menentukan cairan penarik :
1. Kelarutan zat-zat dalam mestrum
2. Tidak menyebabkan nantinya zat-zat
berkhasiat tersebut rusak
3. Harga murah
Pembagian Tingtur
1. Menurut Cara Pembuatan
a. Tingtur Asli
Adalah tingtur yang dibuat secara maserasi
atau perkolasi.
* Contoh dibuat secara maserasi:
Opii Tinctura,Valeriane Tinctura,Capsici
Tinctura,Myrrhae Tinctura,Opii Aromatica
Tinctura,Polygalae Tinctura dan lain-lain
*Contoh dibuat secara perkolasi :
Belladonae Tinctura,Cinnamomi
Tinctura,Digitalis Tinctura,Lobeliae
Tinctura,Strycnini Tinctura,Ipecacuanhae
Tinctura dan lain-lain
b. Tingtur Tidak Asli atau Palsu
Adalah tingtur yang dibuat dengan cara
melarutkan bahan dasar atau bahan kimia
dalam cairan pelarut tertentu
* Contoh: Iodii Tinctura,Secalis Cornuti
Tinctura
2. Menurut Kekerasan (Perbandingan Bahan
Dasar dengan Cairan Penyari)
a. Tingtur Keras
Adalah tingtur yang dibuat menggunakan 10%
simplisia yang berkhasiat keras.
Contoh: Belladonae Tinctura,Digitalis
Tinctura,Opii Tinctura,Lobeliae
Tinctura,Stramonii Tinctura,Stychnin
Tinctura,Ipecacuanhae Tinctura
b. Tingtur Lemah
Adalah tingtur yang dibuat menggunakan 20%
simplisia yang tidak berkhasit keras.
Contoh: Cinnamomi Tinctura,Valerianae
Tinctura,Polygalae Tinctura,Myrrhae Tinctura
3. Berdasarkan Cara Penariknya
a. Tinctura Aethere,jika cairan penariknya adalah
aether atau campuran aether dengan
aethanol,contoh: Tingtura Valerianae Aetherea
b. Tinctura Vinosa,jika cairan yang dipakai sebagai
cairan penarik campuran anggur dengan
aethanol contoh: Tinctura Rhei Vinosa
c. Tinctura Acida,jika ke dalam aethanol yang
dipakai sebagai cairan penarik ditambahkan
suatu asam sulfat,Contoh: Tinctura Acida
Aromatica
d. Tinctura Aquosa,jika kedalam cairan penarik
dipakai air,contoh: Tinctura Rhei Aquosa
1.Tingtur Ipeka (Ipecacuanhea Tinctura)
Cara pembuatan : perkolat 10 bagian serbuk (18/34) akar ipeka
dengan etanol encer, hingga diperoleh 100 bagian tingtur.
2. Tingtur Strichni (Strichni Tinctura)
Cara pembuatan : perkolasi 10 bagian serbuk (24/34) biji strichni
yang telah dihilangkan lemaknya dengan eter minyak tanah, yang
menggunakan pelarut penyari etanol 70% hingga diperoleh 100
bagian tingtur. Tetapkan kadar strichninya, jika perlu dengan
etanol 70% secukupnya sehingga memenuhi persyaratan kadar.
3. Tingtur Beladon (Belladonnae Tinctura)
Cara pembuatan : perkolasi 10 bagian serbuk beladon dengan
etanol encer, hingga diperoleh 100 bagian tingtur. Tetapkan
kadar alkaloida, atur kadar dengan penambahan etanol encer
hingga memenuhi syarat, biarkan selama tidak kurang dari 24
jam, saring
Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari
cahaya, ditempat sejuk. Tidak boleh disimpan lebih dari 1 tahun
sejak tanggal pembuatan.
Trima kasih