Anda di halaman 1dari 26

PERAWATAN TERHADAP

INDIVIDU DAN
KOMUNITAS YANG
TERKENA BENCANA
OLEH: Toto
Pengertian keperawatan
Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan
profesional, sebagai bagian integral dari
pelayanan kesehatan yang meliputi aspek bio-
psiko-sosio-spiritual yang komprehensif, ditujukan
kepada individu, keluarga dan masyarakat baik
sehat maupun sakitmencakup seluruh kehidupan
manusia (lokakarya keperawatan 1983)
Bencana
• Bencana adalah peristiwa/kejadian pada
suatu daerah yang mengakibatkan
kerusakan ekologi, kerugian kehidupan
manusia serta memburuknya kesehatan
dan pelayanan kesehatan yang bermakna
sehingga memerlukan bantuan luar biasa
dari pihak luar (Depkes RI)
Dampak Bencana Alam
• Dampak bencana alam dirasakan pada individu, keluarga,
atau komunitas yang mengalami paparan baik langsung
maupun tidak langsung
• Fokus pertolongan pertama diberikan pada individu
keluarga yang mengalami bencana alam dan berpotensi
mengalami masalah fisik maupun mental
Individu
• Individu adalah merupakan unit terkecil pembentuk
masyarakat
• Individu adalah merupakan bagian terkecil dari kelompok
masyarakat yang tidak dapat dipisah lagimenjadi kecil.
(contoh....suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak)
Komunitas
• Kelompok sosial yang nyata terdiri dri individu-individu
dengan berbagai latar belakang dan peran yang
mempunyai satu tujuan tertentu
TUJUAN UTAMA
• Tujuan tindakan asuhan keperawatan komunitas pada
bencana ini adalah untuk mencapai kemungkinan tingkat
kesehatan terbaik masyarakat yang terkena bencana
tersebut
Bagaimana peran perawat?
Mengapa harus perawat?
1. kelompok tenaga kesehatan terbesar
2. Mempunyai kepedulian tinggi
3. Memiliki keterampilan managerial, tehnis dan
komunikatif
4. Fleksibilitas tinggi
5. Dekat dengan masyarakat
PERAN PERAWAT KOMUNITAS DALAM
MANAJEMEN KEJADIAN BENCANA
• perawat komunitas dalam asuhan keperawatan
komunitas memiliki tanggung jawab peran dalam
membantu mengatasi ancaman bencana baik selama
tahap preimpact, impact/emergency, dan postimpact
• Peran perawat disini bisa dikatakan multiple;
• sebagai bagian dari penyusun rencana,
• pendidik,
• pemberi asuhan keperawatan
• bagian dari tim pengkajian kejadian bencana.
PERAN PERAWAT
A. Peran dalam Pencegahan Primer
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan perawat dalam masa pra
bencana ini, antara lain:
1. mengenali instruksi ancaman bahaya;
2. mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan saat fase emergency
(makanan, air, obat-obatan, pakaian dan selimut, serta tenda)
3. melatih penanganan pertama korban bencana.
4. Berkoordinasi berbagai dinas pemerintahan, organisasi
lingkungan, palang merah nasional maupun lembaga-lembaga
kemasyarakatan dalam memberikan penyuluhan dan simulasi
persiapan menghadapi ancaman bencana kepada masyarakat
Pendidikan kesehatan diarahkan kepada :
1. usaha pertolongan diri sendiri (pada masyarakat tersebut)
2. pelatihan pertolongan pertama dalam keluarga seperti
menolong anggota keluarga dengan kecurigaan fraktur tulang ,
perdarahan, dan pertolongan pertama luka bakar
3. memberikan beberapa alamat dan nomor telepon darurat
seperti dinas kebakaran, RS dan ambulans.
4. Memberikan informasi tentang perlengkapan yang dapat
dibawa (misal pakaian seperlunya, portable radio, senter,
baterai)
5. Memberikan informasi tempat-tempat alternatif penampungan
atau posko-posko bencana
AKTIFITAS PERAWAT PADA PASE PRA
INFACT
• Berpartisivasi dalam penyusunan rencana
penanggulangan resiko bencana
• Berpartisipasi dalam pengkajian resiko bencana: (anasisa
bahaya, pembuatan peta bahaya, analisis kerentanan)
• Menginisiasi upaya pencegahan
• Melakukan simulasi
• Mengidentifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan bagi
perawat
• Pengembangan data base keperawatan bencana
• Mengembangkan evaluasi terhadap perencanaan yang
meliputi semua aspek bencana
Domain komptensi perawat disaster
• Pengurangan resiko, pencegahan penyakit dan promosi
kesehatan
• Pengembangan kebijakan dan perencanaan
• Komunikasi dan penyebaran informasi
• Pendidikan dan kesiap siagaan
• Bertindak etik, legal dan tanggung jawab
• Memberikan pelayanan kepada masyarakat
• Memberikan pelayanan kepada individu dan keluarga
• Perawatan psikologis
• Pelayana kelompok rentan
• Pemulihan jangka panjang terhadap individu, keluarga
dan masyarakat
Komptensi: dalam pengurangan resiko
dan pencegahan penyakit
• Menggunakan data evidemiologi untuk mengevaluasi
resiko dan dampak bencana
• Berkolaborasi dengan nakes lain (ormas, pemerintah,
tokoh masyarakat) untuk mengembangkan tindakan
pengurangan resiko
• Berpartisivasi dalam perencanaan dalam pemenuhan
pelayanan kesehatan pada saat bencana
• Mengidentifikasi kelompok rentan dan mengkoordinir
kegiatan untuk mengurangi resiko
Peran Perawat dalam Keadaan Darurat
(Impact Phase)
• Biasanya pertolongan pertama pada korban bencana
dilakukan tepat setelah keadaan stabil.
• Setelah bencana mulai stabil, masing-masing bidang tim
survey mulai melakukan pengkajian cepat terhadap
kerusakan-kerusakan, begitu juga perawat sebagai
bagian dari tim kesehatan.
• Perawat harus melakukan pengkajian secara cepat
untuk memutuskan tindakan pertolongan pertama.
• Ada saat dimana ”seleksi” pasien untuk penanganan
segera (emergency) akan lebih efektif. (Triase )
TRIASE
• Merah --- paling penting, prioritas utama.
keadaan yang mengancam kehidupan sebagian besar
pasien mengalami hipoksia, syok, trauma dada,
perdarahan internal, trauma kepala dengan kehilangan
kesadaran, luka bakar derajat I-II
• Kuning --- penting, prioritas kedua
Prioritas kedua meliputi injury dengan efek sistemik
namun belum jatuh ke keadaan syok karena dalam
keadaan ini sebenarnya pasien masih dapat bertahan
selama 30-60 menit. Injury tersebut antara lain fraktur
tulang multipel, fraktur terbuka, cedera medulla spinalis,
laserasi, luka bakar derajat II
• Hijau --- prioritas ketiga
Yang termasuk kategori ini adalah fraktur tertutup, luka
bakar minor, minor laserasi, kontusio, abrasio, dan
dislokasi
• Hitam --- meninggal
Ini adalah korban bencana yang tidak dapat selamat dari
bencana, ditemukan sudah dalam keadaan meninggal
Peran perawat di dalam posko pengungsian dan posko
bencana
1. Memfasilitasi jadwal kunjungan konsultasi medis dan
cek kesehatan sehari-hari
2. Tetap menyusun rencana prioritas asuhan keperawatan
harian
3. Merencanakan dan memfasilitasi transfer pasien yang
memerlukan penanganan kesehatan di RS
4. Mengevaluasi kebutuhan kesehatan harian
5. Memeriksa dan mengatur persediaan obat, makanan,
makanan khusus bayi, peralatan kesehatan
Membantu penanganan dan penempatan pasien dengan
penyakit menular maupun kondisi kejiwaan labil hingga
membahayakan diri dan lingkungannya berkoordinasi dengan
perawat jiwa
7. Mengidentifikasi reaksi psikologis yang muncul pada korban
(ansietas, depresi yang ditunjukkan dengan seringnya
menangis dan mengisolasi diri) maupun reaksi psikosomatik
(hilang nafsu makan, insomnia, fatigue, mual muntah, dan
kelemahan otot)
8. Membantu terapi kejiwaan korban khususnya anak-anak,
dapat dilakukan dengan memodifikasi lingkungan misal
dengan terapi bermain.
9. Memfasilitasi konseling dan terapi kejiwaan lainnya oleh
para psikolog dan psikiater
10. Konsultasikan bersama supervisi setempat mengenai
pemeriksaan kesehatan dan kebutuhan masyarakat yang
tidak mengungsi
Peran perawat dalam fase postimpact

• Bencana tentu memberikan bekas khusus bagi keadaan


fisik, sosial, dan psikologis korban.
• Selama masa perbaikan perawat membantu masyarakat
untuk kembali pada kehidupan normal.
• Beberapa penyakit dan kondisi fisik mungkin
memerlukan jangka waktu yang lama untuk normal
kembali bahkan terdapat keadaan dimana kecacatan
terjadi.
Diagnosa keperawatan yang mungkin
muncul
• Defisit kesehatan komunitas
• Hambatan pemeliharaan rumah
• Kontaminasi
• Ketidak efektifan koping komunitas pemeliharaan rumah
• Resiko cidra termal
• Resiko keterlambatan perkembangan
• Resiko distres spiritual
• Resiko pertumbuhan tidak proporsional
• Wandering
• Risiko trauma
1. Defisit kesehatan komunitas
NOK NIK
Status Pengembangan kesehaatan komunitas:
kesehatan - Identifikasi bersama komunitas mengenai masalah,
komunitas : kekuatan, dan prioritas kesehatan
(buruk,cukup - Berikan kesempatan berpartisivasi bagi semua segmen
baik, komunitas
baik,sangat - bantu anggota komunitas untuk meningkatkan kesadaran
baik, dan memberikan perhatian mengenai
sempurna/1-2-3- masalah-masalah kesehatan
4-5) - Lakukan dialog untuk menentukan masalah masalah
kesehatan komunitas dan mengembangkan rencana
tindakan
- Tingkatkan triger mengenai dukungan komunitas:
Pengembangan program:
- Bantu kelompok atau masyarakat dalam mengidentifikasi
kebutuhan ataumasalah kesehatan yg signifikan
Perlindungan lingkungan yang beresiko
2. Hambatan pemeliharaan rumah
NOK NIK
1. Perawatan Diri: Bantuan pemeliharaan rumah:
Instrumental Aktivitas - Tentukan kebutuhan pemenuhan rumah pasien
Sehari-hari (Sangat - Libatkan pasien/keluarga dalam memutuskan
terganggu,banyak kebutuhan pemeliharaan rumah
terganggu, cukup - Sarankan perubahan struktur yang diperlukan untuk
terganggu, tidak membuat rumah lebih mudah diakses
terganggu/1,2,3,4,5) - Anjurkan untuk menghilangkan bau yang tidak enak
- Asilitasi untuk membersihkan cucian kotor
2. Keamanan
lingkungan rumah:
-(tidak adekuat, sedikit
adekuat, cukup
adekuat, sebagian
besar adekuat,
sepenuhnya
adekuat/1,2,3,4,5,)
3. Risiko trauma
NOK NIK
1. Integritas jaringan: Pengajaran keselamatan bay 0-3 bulani:
kulit dan membran - Berikan orang tua materi-materi tertulis yg sesuai
mukosa dengan kebutuhan pengetahuan yg telah
2. Penyembuhan luka: diidentifikasi
primer - Instruksikan orang tua/pengasuh untuk memonitor
3. Penyembuhan luka: penyedian perawatan anak yg
sekunder berpengalaman/terlatih
4. Penyembuhan - Instruksikan orang tua/pengasuh bagaimana
tulang mencegah jatuh
5. Penyembuhan luka: Pengajaran keselamatan bay 4-6 bulani:
bakar Pengajaran keselamatan bay 7-9 bulani:
6. Pemulihan luka Pengajaran keselamatan bay 10-12 bulani:
bakar Pengajaran keselamatan bay 25-36 bulani:
7. Kejadian jatuh Manajemen lingkungan keselamatan
8. Keparahan cidra Pencegahan jatuh
fisik Peningkatan keselamatan berkendara:
Daftar pustaka
Community Health Nursing Theory&Practice.1995
2. Turkanto.2006. Splinting & Bandaging. Kuliah
Keperawatan Kritis PSIK Universitas Airlangga, Surabaya.
Sekian
Terima kasih