Anda di halaman 1dari 13

SKRINING RESEP

Syamsinar
Syarif Al Qadri
Ulil Azmi Hasyim
Uswatun Hasanah

POLTEKKES KEMENKES
MAKASSAR
A. SKRINING ADMINISTRASI

No Komponen Resep Keterangan Untuk Resep


Ada Tidak Ada
INSCRIPTIO
1. Nama Dokter -
2. Alamat Dokter V -
3. Nomor Telepon V -
4. Tanggal Penulisan Resep V -
INVOCATIO -
5. Tanda Resep diawal (R/) V -
PRESCRIPTIO
6. Nama Obat V -
7. Jumlah Obat V -
8. Kekuatan Obat V -
SIGNATURA
9 Aturan Pakai V -
10 Nama Pasien V -
11 Umur Pasien V -
B. SKRINING
FARMASETIKA

• Bentuk sediaan : sesuai ( Tablet )


• Dosis
a. BERDASARKAN RESEP
 Glimepirid 2 mg ( 1x sehari 1 tablet )
 Metformin 500 mg ( 3 x sehari 1 tablet )
 Amlodipin 5 mg ( 1 x sehari 1 tablet )
 Valsartan 80 mg ( 1 x sehari 1 tablet )
b. BERDASARKAN LITERATUR

1. Glimepirid 2 mg : awalnya 1 mg perhari , disesuaikan


dengan respon pada interval 1 – 2 minggu : max 4 mg
( jika perlu hingga 6 mg / hari dapat digunakan ).
Diminum sesaat sebelum atau dgn makanan ( BNF ed
67 hal 459
 Kesimpulan : Dosis Sesuai
2. metformin 500 mg
Untuk DM : dewasa dan anak > 10 thun awalnya 500 mg
dgn sarapan selama 1 minggu kemudian dinaikkan 2 x
500 mg pda pagi dan malam hari setidaknya selama 1
minggu, kemudian dinaikkan menjadi 3 x sehari 500
mg pada pagi , siang , dan malam hari.max. 2 gr
dalam dosis terbagi ( BNF ed. 67 hal 460 )
 Kesimpulan : dosis sesuai
3. Amlodipin 5 mg : hipertensi dan angina ; awalnya 5 mg
sehari , maksimal 10 mg sehari. ( BNF ed. 67 hal 132 )
 Kesimpulan : dosis sesuai

4. Valsartan 80 mg

o Hipertensi : biasanya 80 mg 1 x sehari. ( awalnya 40 mg


sehari untuk pengurangan volume intravaskular jika perlu
ditingkatkan dalam interval 4 minggu maksimal 320 mg
oGagal jantung : awalnya 40 mg 2 x sehari di tingkatkan
dalam interval 2 minggu maksimal 160 mg 2 x sehari.
o Infrak miokard : awalnya 20 mg 2 x sehari dinaikkan selama
beberapa minggu hingga 160 mg 2 x sehari jika ditoleransi.
Kesimpulan : Dosis sesuai
C. SKRINING FARMASI KLINIK

1. GLIMEPIRID
a. Indikasi :NIDDM ringan – sedang , Diabetes melitus Tipe 2
b. Kontra indikasi : ketoasidosis diabetes dengan atau tanpa koma , DM tipe
1 , kehamilan , dan laktasi
c. Farmakokinetik : t ½ 9 jam . Sekitar 60 % dari dosis dieliminasi dalam urin
dan 40 % dalam kotoran , untuk mencapai kadar optimal diplasma
sulfonilurea sebaiknya lebih efektif diminum 30 menit sebelum makan.
d. Efek Samping : hipoglikemia , gangguan penglihatan sementara ,
leukopenia , kerusakan fungsi hati , gatal, urtikaria, ruam
e. Penyimpanan : simpan pada suhu yang tidak melebihi 25 0 c
f. Interaksi obat – obat
 efek hipoglemik meningkat jika diberikan dengan insulin, antidiabetik
oral lain , ACEI , allupurinol , kloram fenikol, turunan kumarin , MAOI ,
mikonazol , fenilbutazon , sulfonamid, diuretik, , kuinolon, salisilat
Efek hipoglemik diturunkan : Barbiturat , kortikosteroid , diuretik, efinefrin
, pencahar , asam nikotinat , fenitoin, rifampisin
Efek meningkat dan menurun : Antagonis reseptor H2, klonidin , reserpin ,
derivat kumarin
2. METFORMIN

a. Indikasi: antidabetik golongan biguanide untuk pengobatan DM tipe


2 dan merupakan obat pilihan pertama pada pasien kelebihan berat
badan
b. Kontra indikasi : gangguan fungsi ginjal atau hati, prediposisi
asidosis laktat , gagal jantung, wanita hamil, ketoasidosis, wanita
hamil
c. Farmakokinetik: meformin secara perlahan tidak sempurna diserap
oleh saluran cerna ,, t 1/ 2 2 - 7,6 jam , bioavabilitas sekitar 50 – 60
% , melintasi plasenta dan ASI dalam jumlah kecil.
d. Efek samping : mual, muntah, anoreksia, diare, asidosis laktat,
eritemia, gangguan saluran cerna, kerusakan ginjal.
e. Interaksi obat – obat : dapat menyebabkan hipoglikemik dengan
sulfonilurea, alkohol dan media kontras iodium dapat menyebabkan
asidosis laktat. alkohol, furosemid dan nipedipine dapat
meningkatkan kadar serum metformin , cimetidine mengurangi
sekresi tubular dari metformin dan bisa meningkat konsentrasi serum
puncak 60 %.
3. AMLODIPINE

a. Indikasi : golongan CCB ( calcium chanel bloker ) golongan


Dihidropiridin yang digunakan untuk mengobati hipertensi,
angina pectoris ( angina stabil kronis dan angina
varian/prinzmetal.
b. Kontra indikasi : gangguan hati , dan ginjal, gagal jantung
kongestif , ibu hamil dan menyusui, lansia
c. Efek Samping : sakit kepala , edema, lelah , mual, pusing.
d. Farmakokinetik : memiliki bioavabilitas 60 % , dan terikat
pada protein plasma sebesar 95 % dan t 1/2 35 – 50 jam dan
dieksresikan 60 % lewat kemih sebagai terutama metabolit
yang non aktif
e. Interaksi Obat :amlodipin aman digunakan bersama dengan
diuretik thiazid , Beta bloker, ACEI , preparat nitrat dengan
kerja panjang, nitrogliserin sublingual , anti inflamasi non
steroid , antibiotika dan obat antidiabetik oral lainya.
4. VALSARTAN

a. Indikasi : hipertensi , gagal jantung kongestif,


infrak miokard
b. Kontra indikasi : gagal hati berat , sirosis hati ,
obstruksi sel empedu , hamil dan menyusui
c. Efek samping : sakit kepala, pusing , lelah,
hipokalemia, hiperperusemia, hipotensi postural ,
peningkatan kadar lemak dalam darah.
d. Interaksi obat : penggunan bersamaa sama
dgn diur
etik hemat kalium dan suplemen K atau pengganti
garam yang mengandu
ng kalium dapat menyebabkan peningkatan pada
kalium serum. Jika pelu digunakan secara
bersama sama maka harus hati hati.
TERAPI NON FARMAKOLOGI

1. KURANGI KONSUMSI NATRIUM, DIET


GLUKOSA
2. HINDARI MINUMAN BERALKOHOL,
KAFEIN , DAN ALKOHOL
3. OLAHRAGA YANG TERATUR
4. ISTIRAHAT YANG CUKUP