Anda di halaman 1dari 15

BENCANA BANJIR

Anggota:
Ayuni Atiqah (PO 7120413004)
Chusnudhan (PO 7120413006)
Irma Shilwani (PO 7120413014)
Nadia Sari (PO 7120413025)
Nisa Humaira (PO 7120413026)
Suwandi Pahmi (PO 7120413037)
A. Definisi
• Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia definisi bencana
adalah peristiwa/kejadian pada suatu daerah yang mengakibatkan
kerusakan ekologi, kerugian kehidupan manusia serta memburuknya
kesehatan dan pelayanan kesehatan yang bermakna sehingga
memerlukan bantuan luar biasa dari pihak luar.
Lanjutan…
• Banjir adalah kondisi air yang menenggelamkan atau menggenangi
suatu area atau tempat yang luas akibat dari curah hujan yang tinggi
dengan tidak diimbangi dengan saluran pembuangan air yang
memadai.
• Menurut para ahli, banjir adalah keadaan dimana air hujan yang
mengalir telah melebihi parit,sungai selokan, dan saluran air yang
ada.
B. Jenis-jenis Banjir
Jenis banjir dibedakan menjadi tiga yaitu banjir sungai, banjir
danau, dan banjir laut pasang.

a. Banjir Sungai : Terjadi karena air sungai meluap.

b. Banjir Danau : Terjadi karena air danau meluap atau


bendungannya jebol.

c. Banjir Laut pasang : Terjadi antara lain akibat adanya badai


dan gempa bumi.
C. Penyebab terjadinya banjir
Secara umum, penyebab terjadinya banjir adalah sebagai berikut :
• Penebangan hutan secara liar tanpa disertai reboisasi,
• Pendangkalan sungai,
• Pembuangan sampah yang sembarangan, baik ke aliran sungai
maupun gotong royong,
• Pembuatan saluran air yang tidak memenuhi syarat,
• Pembuatan tanggul yang kurang baik,
• Air laut, sungai, atau danau yang meluap dan menggenangi daratan.
D. Dampak dari banjir
Banjir dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup
berupa:
• Rusaknya areal pemukiman penduduk,
• Sulitnya mendapatkan air bersih,
• Rusaknya sarana dan prasarana penduduk.
• Rusaknya areal pertanian
• Timbulnya penyakit-penyakit
• Menghambat transportasi darat
E. Siklus Bencana Banjir
F. fase-fase Bencana
Menurut Barbara santamaria (1995),ada tiga fase dapat
terjadinya suatu bencana yaitu:
• fase pre impact
• Fase impact
• fase post impact
• Fase Pre Impact merupakan Warning phase, tahap awal dari
bencana. Informasi di dapat dari badan satelit dan meteorology
cuaca. Seharusnya pada fase inilah segala persiapan dilakukan
baik oleh Pemerintah, Lembaga, dan Warga masyarakat.
• Fase Impact merupakan fase terjadinya klimaks dari bencana.
Inilah saat – saat dimana manusia sekuat tenaga untuk
mencoba untuk bertahan hidup (survive). Fase impact ini terus
berlanjut hingga terjadi kerusakan dan bantuan – bantuan
darurat dilakukan.
• Fase Post Impact merupakan saat dimulainya perbaikan dan
penyembuhan dari fase darurat, juga tahap dimana masyarakat
mulai berusaha kembali pada fungsi komunitas normal. Secara
umum dalam fase postimpact ini para korban akan mengalami
tahap respon psikologis mulai penolakan, marah, tawar –
menawar, depresi hingga penerimaan
G. Paradigma Penanggulangan
Bencana
• Konsep penanggulangan bencana telah mengalami pergeseran
paradigma dari konfensional yakni anggapan bahwa bencana
merupakan kejadian yang tak terelakan dan korban harus
segera mendapatkan pertolongan, ke paradigma pendekatan
holistic yakni menampakkan bencana dalam tata rangka
menejerial yang dikenali dari bahaya, kerentanan serta
kemampuan masyarakat.
H. Fungsi dan Tugas Perawat
dalam Situasi Bencana Banjir
1. Fase Pra-bencana :

a) Perawat mengikuti pendidikan dan pelatihan bagi tenaga


kesehatan dalam penanggulangan ancaman bencana untuk
setiap fasenya.
b) Perawat ikut terlibat dalam berbagai dinas pemerintahan,
organisasi lingkungan, palang merah nasional, maupun
lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam memberikan
penyuluhan dan simulasi persiapan menghadapi ancaman
bencana kepada masyarakat.
c) Perawat terlibat dalam program promosi kesehatan untuk
meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi
bencana
2. Fase Bencana :
• Bertindak cepat
• Do not promise. Perawat seharusnya tidak menjanjikan apapun
dengan pasti, dengan maksud memberikan harapan yang besar
pada para korban selamat.
• Berkonsentrasi penuh pada apa yang dilakukan.
• Koordinasi dan menciptakan kepemimpinan.
• Untuk jangka panjang, bersama-sama pihak yang terkait dapat
mendiskusikan dan merancang master plan of revitalizing,
biasanya untuk jangka waktu 30 bulan pertama.
3. Fase Pasca bencana
 Bencana tentu memberikan bekas khusus bagi keadaaan fisik,
sosial, dan psikologis korban.

Stres psikologis yang terjadi dapat terus berkembang hingga


terjadi post-traumatic stress disorder (PTSD) yang merupakan
sindrom dengan tiga kriteria utama. Pertama, gejala trauma
pasti dapat dikenali. Kedua, individu tersebut mengalami
gejala ulang traumanya melalui flashback, mimpi, ataupun
peristiwa-peristiwa yang memacunya. Ketiga, individu akan
menunjukkan gangguan fisik. Selain itu, individu dengan
PTSD dapat mengalami penurunan konsentrasi, perasaan
bersalah, dan gangguan memori.
I. Jenis Kegiatan Siaga Bencana
Kegiatan penanganan siaga bencana memang berbeda
dibandingkan pertolongan medis dalam keadaan normal lainnya.
Ada beberapa hal yang menjadi perhatian penting. Berikut beberapa
tindakan yang bisa dilakukan oleh perawat dalam situasi tanggap
bencana:
1. Pengobatan dan pemulihan kesehatan fisik.
2. Pemberian bantuan
3. Pemulihan kesehatan mental
4. Pemberdayaan masyarakat