Anda di halaman 1dari 23

DODDY.

RUSLI
 Tablet adalah bentuk sediaan yang paling
banyak beredar karena secara fisik stabil,
mudah dibuat, lebih menjamin kestabilan
bahan aktif dibandingkan bentuk cair, mudah
dikemas, praktis, mudah digunakan,
homogen, dan reprodusibel.
 Massa tablet harus mengalir dengan lancar
agar dapat menjamin homogenitas dan
reprodusibilitas Sediaan dan harus dapat
terkompresi dengan baik agar diperoleh
tablet yang kuat, kompak, dan stabil selama
penyimpanan dan distribusi.
 Metode granulasi banyak dipilih dengan
tujuan memperbaiki sifat alir dan
kompresibilitas massa tablet.
 Granulasi adalah pembentukan partikel-
partikel besar dengan mekanisme pengikatan
tertentu.
 Granul dapat diproses lebih lanjut menjadi
bentuk sediaan granul terbagi, kapsul,
maupun tablet.
 Berbagai proses granulasi telah
dikembangkan, dari metode konvensional
seperti slugging dan granulasi dengan bahan
pengikat musilago amili hingga pembentukan
granul dengan peralatan terkini seperti spray
dry dan freeze dry.
 Pada pengujian granul parameter yang
diamati adalah :uji homogenitas, uji sifat
alir, uji kompresibilitas granul, dan uji
distribusi ukuran granul.
 Untuk meningkatkan granulasi secara efisien,
tujuan granulasi benar-benar dipahami.
 Alasan granulasi yang paling umum adalah :
1. Agar bahan memiliki sifat alir yang baik
sehingga mesin tablet dan alat pengisi kapsul
terisi dengan baik dan dapat dipertahankan
bobot tablet atau kapsul yang seragam.
2. Agar kepadatan serbuk meningkat dan,
3. Agar penyebaran ukuran pertikel berubah,
sehingga daya ikat pada pemampatan dapat
diperbaiki.
 Alat-alat tertentu ternyata lebih sesuai
daripada yang lainnya untuk membantu
mengembangkan sifat-sifat yang diinginkan
dari granulasi yang sudah jadi.
 Menurut kebiasaan, granulasi basah dilakukan
dengan menggunakan mixer pisau sigma atau
berputar dengan kekuatan besar.
 Mesin produksi Janis ini dilengkapi dengan
motor besar dengan kekuatan 7 sampai 10
tenaga kuda, dan dapat dikerjakan 100
sampai 200 kg bahan.
 Mixer yang dapat menggunting dengan kuat
seringkali lebih efektif untuk memampatkan
serbuk-serbuk ringan, tetapi memerlukan
energy dalam jumlah besar dan mempunyai
ukuran muatan yang terbatas.
 Bahan-bahan pengikat digunakan pada formulasi
tablet untuk membuat serbuk-serbuk menjadi
lebih mudah ditekan dan membuat tablet yang
lebih tahan pecah selama penanganan.
 Beberapa ditambahkan dalam keadaan kering
dan memberikan sifat-sifat pengikatnya pada
waktu kontak dengan cairan penggranulasi.
 Lainnya dilarutkan atau didispersi dalam cairan
formulasi.
 Dalam beberapa hal bahan pengikat memberikan
viskositas yang besar pada larutan penggranulasi,
sehingga pemindahan cairan dengan memompa
atau menuang menjadi sulit. (Lachman,1989)
 Sifat alir serbuk
Suatu bulk serbuk ada analoginnya dengan
cairan non-Newton yang memperlihatkan
aliran plastis dan kadang-kadang aliran
dilatan, pertikel-partikelnya dipengaruhi
oleh gaya tarik menarik sampai derajat
bermacam-macam.
Oleh karena itu serbuk dapat mengalir bebas
atau mampat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi sifat alir
dari serbuk, terutama yang jelas adalah
ukuran partikel, bentuk,
porositas, kerepatan dan pola permukaan.
Serbuk-serbuk yang mengalir bebas
dikarakteristikkan dengan dustibility
kebalikan dari stickness.
Lycopodium menunjukkan dustibility yang
besar, dinyatakan dustibilitinya 100%, talk
mempunyai 37%, amylum solani 27%, arang
halus 23%, dan calomel yang diserbuk halus
mempunyai dustibility relative 0,7%.
Nilai-nilai ini ada hubungannya dengan
keseragaman penyebaran dari serbuk-serbuk
halus ( dusting powders ) jika digunakan
untuk kulit, dan stickness, suatu ukuran
kohesi partikel dari suatu serbuk yang
kompak mempunyai sifat yang perlu
diperhatikan dalam aliran serbuk melalui
mesin pengisi kapsul otomatik.
Serbuk atau granulat yang mengalir lemah
menimbulkan banyak kesukaran pada industri
farmasi.
Unit-unit pentabletan diketahui tergantung
dari beberapa sifat granul.(Moechtar,1990)
 Sifat alir
Sifat aliran serbuk dapat diperbandingkan
dengan cairan bukan Newton, yang dipengaruhi
oleh bentuk dan ukuran partikel, memalui gaya
kohesi antara pertikel dan oleh pembentukan
lapisan tipis permukaan (misalnya air) dan
faktor-faktor lainnya.
Daya lekat atau daya ikat serbuk didasari atas
gaya Van der walls antar permukaan padat,
perbandingan muatan elektrostatik atau gaya
diantara lapisan terabsorbsi.
Sifat alir bubuk dan granulat dapat diperbaiki
melalui penambahan bahan pelican yang
mampu menurunkan gesekan antar partikel.
Granulasi, artinya pembesaran partikel
secara sintetis, yang umumnya menyebabkan
peningkatan daya mengalir atau daya luncur
serbuk. (Voight,1984)
 Faktor yang mempengaruhi sifat alir, yaitu:
1. Ukuran partikel dan distribusi ukuran partikel.
Ukuran partikel mempengaruhi gaya yang
bekerja, partikel halus dengan ukuran kecil dari
100 µm dipengaruhi oleh gaya listrik dan gaya
kohesi.
Sedangkan ukuran yang besar dari 1000 µm
dipengaruhi gaya gravitasi.
Partikel dengan ukuran kecil, laju aliran mungkin
tertahan akibat gaya kohesi antar partikel.
Jika ukuran partikel diperbesar, gaya gravitasi
besar sehingga serbuk mudah mengalir.
2. Bentuk dan morfologi permukaan
Semakin tidak teratur bentuk partikel maka
daya alirnya makin jelek.
3. Kelembaban
Kelembaban akan mempengaruhi aliran
serbuk secara signifikan yang dapat diamati
dengan peningkatan daya rentang (tensil
strength) serbuk melalui pembentukan
jembatan cair.
Kemampuan mengalir yang berporos dan
kohesif tidak dipengaruhi kelembaban karena
akan berpenetrasi kedalam partikel tersebut.
4. Gaya Kohesi
Yaitu gaya tarik menarik antara partikel
sejenis. Jika gaya kohesi besar, maka daya
alir makin jelek.
5. Temperatur
Penurunan suhu akan menyebabkan
penurunan daya rentang, kecepatan alir
meningkat.
6. Penambahan Glindant
Untuk memperbaiki kemampuan alir serbuk,
sering ditambahkan glindant dalam bentuk
fine partikel seperti silika, dioksida koloidal,
talcum, dan amylum.
Gaya yang bekerja pada partikel :
 Gaya friksi
 Gaya tegangan
 Gaya mekanik
 Gaya elektrostatik
 Gaya kohesi / vander walls.
Metoda penentuan sifat alir:
 Kecepatan aliran Hoppler
Dipakai sebagai metoda untuk dapat
menetapkan kemampuan mengalir.
Aliran bahan yang keluar dari
Hoppler kedalam alat timbangan dipantau
terus-menerus.
Alatnya sederhana dan hasilnya mudah
diinterpretasikan.
metoda ini sangat fragmatis.
 Pada beberapa bidang teknologi farmasi seperti
persoalan-persoalan percampuran, penghalusan,
pengayakan dan pencetakan tablet sangat
memerlukan sifat aliran.
1. Teori aliran
" Bila suatu material padat dengan gaya normal N
yang mengarah pada dasar diberi gaya tangensial
S, maka material tersebut akan tetap diam
selama S kecil dari (k.N)"
S = k.N
2. Faktor yang mempengaruhi aliran
a. Bentuk partikel
b. Sifat-sifat permukaan
c. Porositas
d. Luas permukaan spesifik
e. Humdity
3. Bentuk aliran
a. Aliran masa
Pada aliran masa gaya gesekan partikel
dan dinding, dan gaya gesekan antar sesama
partikel cukup kecil sehingga seluruh massa
pulva dapat bergerak turun secara merata segera
setelah corong dibuka.

b. Aliran inti
Bila gaya gesekan partikel dan dinding
corok lebih besar dari gaya gesekan antar
partekel atau sudut corong terlalu datar bisa
terjadi aliran yang tidak homogen.
Dalam hal ini material bergerak turun hanya
pada daerah tengah saja, sedangkan pada bagian
pinggir akan membentuk suatu lapisan.
 Kerugianaliran inti :
Adanya kecenderungan material menjadi
tidak homogen.
Adanya aliran yang tidak teratur.
Tertahannya sebagian material cukup lama
pada daerah dinding corong.
4. Penentuan sifat aliran
Untuk menentukan sifat aliran serbuk
dapat dipergunakan parameter sebagai
berikut :
a. Sudut istirahat
b. Sudut gerak
5. Penentuan kecepatan aliran
a. Diukur waktu yang dibutuhkan vulva
(biasanya 100 g) untuk dapat mengalir
melewati suatu corong tertentu.
b. Diukur jumlah pulva yang dapat melewati
corong dalam waktu yang ditetapkan
Cara kerja menentukan aliran serbuk:
1.Timbang serbuk (24 g), masukkan ke dalam
corong yang bagian bawahnya ditutup dengan
jari.
2. Pada saat yang bersamaan buka tutup
corong dan hidupkan stopwatch.
3. Pada saat serbuk tepat mengalir semuanya,
matikan stopwatch.
4. Catat waktu yang dibutuhkan serbuk untuk
mengalir.
5. Hitung berapa kecepatan aliran serbuk.
Alat Uji Alir Serbuk