Anda di halaman 1dari 22

Nama Kelompok :

1. Fayyadhi Insan Z.
2. Febrian Yoga A.
3. Feren Anggun P.
4. Firaika P.
5. Happy Kesuma A.
Eksposure akuntansi adalah mengukur seberapa
jauh laporan keuangan konsolidasi dari suatu
perusahaan dipengaruhi oleh fluktuasi kurs
valas.

 Perlukah mengukur eksposure akuntansi?


 Pada perusahaan transnasional yang tidak
peduli dengan eksposure akuntansi umumnya
berpendapat bahwa pendapatan yang diperoleh
oleh cabang-cabang perusahaan tidak perlu
dikonversi dalam mata uang perusahaan
induknya. Ini karena mereka tidak yakin
eksposure akuntansi relevan.
 Maka dari itu kita perlu tahu besar kecilnya
eksposure akuntansi tergantung dari :

1.Seberapa jauh peranan cabang-cabang perusahaan


diluar negeri. Semakin besar persentase bisnis
perusahaan yang dilakukan oleh cabang diluar
negeri, semakin besar persentase pos-pos laoran
keuangan yang mudah terpengaruh eksposure
akuntansi.
2.Lokasi cabang-cabang perusahaan diluar negeri. Ini
dikarenakan pos-pos laporan keuangan disetiap
cabang biasanya dinyatakan dalam mata uang lokal
dinegara tersebut.
3.Standar akuntansi yang dipergunakan. Setiap
negara umumnya mempunyai standar akuntansi
yang sudah baku, yang amat bervariasi
antarnegara.
 1. Metode current/noncurrent
 Metode ini merupakan metode tertua diantara
metode konversi mata uang. Dengan metode ini,
semua aset dan kewajiban lancardari cabang-
cabang perusahaan dikonversikan dalam mata
uang negara asal dengan kurs saat ini, yaitu
kurs pada saat neraca disusun. Sedang aset dan
kewajiban yang tidak lancar (noncurrent),
seperti biaya depresiasi, dikonveriskan pada
kurs historis, yaitu kurs pada saat aset diperoleh
ataupun pada saat kewajiban terjadi.
 2. Metode monetary/nonmonetary
 Aset moneter (terutama kas, surat-surat
berharga, piutang, dan piutang jangka panjang)
dan kewajiban moneter (terutama utang lancar
dan utang jangka panjang) dikonversi pada
kurs saat ini. Sedang pos-pos nonmoneter,
seperti stok barang, aset tetap, dan investasi
jangka panjang, dikonversi pada kurs historis.
 3. Metode temporal
 Metode ini merupakan modifikasi dari
metode moneter/nonmoneter. Perbedaannya
dalam metode moneter/nonmoneter,
pesediaan (inventory) selalu dikoncersi
dengan kurs historis. Sedang dalam metode
temporal, persediaan biasanya dikonversi
dengan kurs historis, namun bisa saja
dikonversi dengan kurs saat ini apabila
persediaan tersebut dicatat dalam neraca
dengan nilai pasarnya. Secara teoritis,
metode temporal lebih menekankan pada
evaluasi biaya (historis ataukah pasar).
 3. Metode current rate
 Metode ini merupakan metode yang paling
mudah karena semua pos neraca dan rugi-laba
dikonversi dengan kurs saat ini. Metode ini
direkomendasikan oleh Ikatan Akuntan Inggris,
Skotlandia, dan Wales, dan secara luas digunakan
oleh perusahaan-perusahaan Inggris.
 Dengan metode ini, bila aset yang didenominasi
dalam valas melebihi kewajiban dalam valas,
suatu devaluasi akan menghasilkan kerugian.
Variasi dari metode ini adalah mengkonversi
semua aset dan kewajiban, kecuali aset tetap
bersih yang dinyatakan dengan kurs saat ini.
 Semua negara yang dunia bisnisnya memiliki
perusahaan afiliasi diluar negeri umumnya
memiliki peraturan akuntansi yang menyatakan
apakah operasi perusahaan diluar negeri harus
dikonsolidasikan atau tidak.

- kapan seharusnya laba atau rugi dalam laporan


keuangan diketahui?
-apa perbedaan antara mata uang fungsional dan
pelaporan (functional vs reporting currency)?
-bagaimana menangani perusahaan afiliasi
dinegara yang mengalami inflasi yang begitu
tinggi diatan 100% pertahun (hyperinflation)?
 Metode konversi apapun biasanya mendatangkan
keuntungan maupun kerugian valas apabila kurs
berubah. Laba atau rugi konversi ini
mencerminkan perubahan dalam cara bagaimana
nilai diukur dalam proses akuntansi, dan bukan
mencerminkan laba atau rugi kas yang harus
dikeluarkan dari saku. Pertanyaan akuntansi yang
tetap muncul adalah apakah laba atau rugi
tersebut harus dimasukan dalam laporan
penghasilan saat ini, ditunda hingga periode
pelaporan berikutnya atau langsung dimasukan
dalam laba yang ditahan atau rekening cadangan
saham tanpa melalui laporan penghasilan.
 FAS (Standar Akuntasi Keuangan) untuk pertama
kalinya membedakan antara mata uang fungsional
dan pelaporan. Functional currency (mata uang
fungsional) didefinisikan sebagai mata uang dari
lingkungan ekonomi utama dimana perusahaan
afiliasi beroprasi dan menghasilkan aliran kas.

 Reporting currency (mata uang pelaporan)


merupakan mata uang dimana perusahaan induk
mempersiapkan laporan keuangannya, yang
umumnya mata uang negara asal.

Dengan demikian manajemen harus mengevaluasi


siat dan tujuan operasi internasionalnya untuk
menentukan mana mata uang fungsional yang sesuai
 untuk mengkoreksi segala distorsi yang terjadi
apabila depresiasi pada biaya historis dibandingkan
dengan penerimaan pada harga saat ini.
Mengkonversi depresiasi, pabrik, dan peralatan pada
kurs historisakan menghasilkan niali pelaporan mata
uang yang lebih tinggi dibanding penggunaan kurs
saat ini (depresiasi). Hal ini, pada gilirannya,
membuat laporan rugi-laba dan neraca menjadi
sedikit terdistorsi. Bila kurs saat ini digunakan,
depresiasi akan dinyatakan terlalu rendah dibanding
biaya penggantian, sementara laba dinyatakan
melebihi nilai riilnya, dan nilai buku pabrik dan
peralatan akan nyaris hilang dari neraca secara
perlahan karena menjadi semakin kurang bernilai
dilihat dari mata uang pelaporan.
 Manajemen atas eksposure akuntansi berpusat
pada konsep lindung nilai, yaitu dengan
menerapkan posisioffsetting currency
sedemikian rupa sehingga kerugian ataupun
keuntungan pada mata uang awal yang
digunakan dapat secara tepat dihilangkan
dengan laba/rugi valas pada mata uang yang
digunakan untuk lindung nilai (currency hedge).
 1. Menyesuaikan aliran dana (shapiro, 1992),
yaitu mengubah jumlah atau mata uang (atau
kombinasi keduanya) dari rencana aliran kas
dari perusahaan induk dan atau cabang untuk
mengurangi eksposur akuntansi dalam mata
uang lokal.

 2. Balance sheet hedge, yang memerlukan


sejumlah aset dan kewajiban yang sama pada
neraca konsolidasi perusahaan.
 Sebuah pusat keuangan internasional adalah
sebutan umum yang menunjukkan sebuah
kota sebagai peserta berpengaruh dalam
pasar keuangan internasional untuk
perdagangan aset lintas negara.

 Perbankan internasional terkoneksi di


beberapa kota yang sekaligus juga dikenal
sebagai pusat-pusat keuangan dunia.
London, Tokyo, dan New York adalah pusat
keuangan yang terbesar
 A. Menyediakan dana bagi pelanggan domestik,
dengan peran klasik menjembatani antara
investor/deposan dan peminjam.
 B. Melayani pasar internasional dimana dana
domestik disalurkan kepada langganan di luar
negeri disalurkan untuk langganan domestik.
 C. Melayani pasar offshore, dimana dana luar
negeri disalurkan untuk langganan luar negeri.
 Strategi internasional yang dilakukan oleh
perbankan umumnya bersifat evolusioner.
Tahap evolusi perbankan internasional,
menurut Giddy (1980), adalah:

-Arm’s length international banking


 Perpanjangan tangan dari jaringan
perbankan internasional terjadi bila bank
domestik meneruskan misi perbankan
internasional dari negara asalnya, yaitu
menerima deposito dalam valas dan
menyalurkan pinjaman internasional.
Langganan utamanya adalah importer,
eksportir, turis, dan bank-bank asing.
◦ -Offshore banking
 Dalam tahap ini, bank menerima deposito,
menyalurkan pinjaman dan menerima
investasi dariEuro Currency. Bank jenis offshore
aktif dalam membeli dan menyalurkan dana-
dana jangaka pendek, pinjaman sindikasi dan
perdagangan valas. Deposan dan kreditur
umumnya berada di negara di luar negeri asal
bank tersebut.
◦ -Host country banking (multinational banking)
 Pada tahap ini bank menawarkan segala jasa
pelayanan di negara lain lewat cabang dari
bank induknya. Bank ini bersaing dengan
bank-bank local dalam menarik deposito dan
menyalurkan kredit dalam mata uang local
suatu negara.
 Bank Internasional yang memiliki jaringan global dapat
digolongkan menjadi :
 A. Bank Koresponden (Correspondent Banks) Bank yang berlokasi
di negara lain dan memberikan jasa kepada bank lain secara
“koresponden”, yaitu lewat fax, telex, surat, dan hubungan mutual
deposit.
 B. Kantor Perwakilan (Resprensentative Offices) Kantor kecil yang
dibuka untuk memberikan jasa konsultasi kepada bank, langganan,
serta bank koresponden. Tujuan bank mendirikan kantor
perwakilan di negara lain terutama untuk membantu langganan
bank induk apabila melakukan bisnis di negara tersebut / negara
tetangga
 C. Kantor Cabang (Branch Banks) Kantor cabang di luar negeri
merupakan bagian operasi dari bank induk dengan dukungan
sumber daya sepenuhnya dari bank induk
 D. Banking Subsidiaries merupakan bank yang terpisah namun
dimiliki seluruh atau sebagian besar sahamnya oleh bank induk
(asing).

 E. Bank Afiliasi (Affiliates) Bank yang secara lokal terpisah dan


dimiliki sebagian, namun tidak selalu dikontrol oleh bank
asing.Keuntungan bank afiliasi adalah hubungan patungan
antarberbagai kewarganegaraan. Kerugiannya adalah beberapa
pemilik mungkin tidak setuju terhadap suatu kebijakan
1. Sistem Transfer Giro
 Jaringan transfer uang, yang biasanya dijalankan oleh kantor
pos, yang ditujukan untuk mempermudah transfer. Rekening
giro tidak mendapatkan bunga.

2. Menghitung Biaya Bunga


 Biaya bunga lokal dapat dihitung dalam berbagai cara.
Peminjam hanya membayar bunga atas dana yang digunakan.

 3. jasa-jasa yang ditawarkan Bank yang beroperasi secara


global melayani berbagai macam jasa sebagaimana bank
lokal.
 Memperkirakan risiko pinjaman internasional biasanya lebih
kompleks dibanding pinjaman dalam negeri, terutama karena
perbankan internasional dilakukan dalam lingkungan hukum,
sosial, politik, dan ekonomi yang berbeda. Risiko yang dihadapi
oleh pinjaman internasional dapat digolongkan menjadi:

 A. Risiko komersial (commercial risk) Berkaitan dengan kemungkinan


perkiraan bahwa langganan internasional tidak mampu membayar
utang-utangnya karena alasan bisnis.

 B. Risiko negara (country risk) Risiko yang menunjukkan


kemungkinan bahwa peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan di
sutu negara akan mempengaruhi kemampuan
perusahaan/pemerintah, yang menjadi langganan bank, dalam
melunasi pinjamannya. Risiko negara dibedakan menajdi 2, yaitu:
sovereign/political risk dan foreign currency
 bahwa Eksposur akuntansi ( accounting/translation
exposure) adalah mengukur seberapa jauh laporan
keuangan konsolidasi dari suatu perusahaan dipengaruhi
oleh fluktuasi kurs valas. Metode konversi kurs valas yaitu
metode current/noncurrent, metode
monetary/nonmonetary, metode temporal, metode current
rate. Pusat keuangan adalah sebuah kota global yang
menjadi hubungan perusahaan dan bisnis serta tempat
bagi sejumlah bank dan/atau bursa saham terkenal di
dunia. Jenis perbankan internasional ada 5 yaitu, Bank
Koresponden (Correspondent Banks) Kantor Perwakilan
(Resprensentative Offices) Kantor Cabang (Branch Banks
Banking Subsidiaries Bank Afiliasi (Affiliates). Risiko
pinjaman internasional kepada NSB digolongkan menjadi 2
yaitu Risiko komersial (commercial risk), Risiko negara
(country risk)