Anda di halaman 1dari 31

PKPA di Apotek Hidup Baru

Mohamad Hadi Azmi


Pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan,
dan BMHP
perencanaan

pengadaan

penerimaan

penyimpanan

pemusnahan

Pengendalian

pencatatan dan pelaporan.


Perencanaan
Memperhatikan pola
penyakit, pola
konsumsi, budaya dan
kemampuan
masyarakat.

Memperhatikan
Menggunakan buku
stok obat secara
defekta
fisik maupun sistem
Pengadaan
Bersumber dari Pedagang Besar Farmasi

Menggunakan SP (asli, 2 rangkap)

SP dilengkapi
• ttd, nama, No.SIPA dari APA
• Nama, alamat, stempel apotek
• Nama, bentuk, kekuatan, jumlah sediaan yg dipesan
• Nomor urut, nama kota & tanggal
SP diarsipkan diurutkan, disatukan dengan faktur dan surat penolakan
(Disimoan ninimal 5 tahun)
Pengadaan NAPZA

Surat pesanan dibuat minimal 3 rangkap

1 SP narkotik untuk satu jenis narkotik

SP, faktur dan surat penolakan diarsipkan terpisah (narkotik-


psikotropik-prekursor) disimpan minimal 5 tahun
Penerimaan
Cek faktur/SP

Penerimaan dilakukan o/APA , bisa digantikan o/TTK


atau apoteker lain

Periksa
• Kondisi kemasan
• kesesuaian nama, bentuk, kekuatan sediaan Obat, jumlah
• Nomor bets dan tanggal kedaluwarsa.
Penerimaan
nama, kekuatan sediaan Obat, jumlah atau kondisi
kemasan tidak baik, maka ditolak dan dikembalikan

nomor bets atau tanggal kedaluwarsa yg salah,


dikoreksi fakturnya

Yang menerima, harus memberi ttd faktur


dilengkapi nomor SIPA/SIPTTK dan stempel sarana
Penyimpanan
Harus dalam wadah aslinya, Dikecualikan jika diperluan untuk pelayanan resep

Pada kondisi sesuai rekomen indus

Disimpan rapih, tdk menyentuh lantai, disusun alfabetis, sesuai bentuk sediaan/ kelas
terapi

LASA

FEO/FIFO

Ada kartu stok


Penyimpanan
Obat2
Obat expired
Tertentu harus
dan rusak
disimpan di
dipisahkan di
tempat yang
tmpt tertentu
aman

Stok opname
minimal 6
Investigasi kalo
bulan sekali (1
ada selisih
bulan di hidup
baru)
Penyimpanan CCP
Chiller : 2-8 C

Freezer : -25 - -15 C

Ada termometer

Pemantauan suhu 3x sehari

Ada generator

Produk disimpan tdk padat, ada jarak 1-2 cm


Penyimpanan NAPZA
Narkotika dan psikotropika harus disimpan dalam lemari khusus
terpisah

Lemari punya dua buah kunci yang berbeda, satu kunci dipegang
oleh APA dan satu kunci dipegang oleh TTK/ apoteker lain

prekursor harus disimpan di tempat yang aman

Stok opname minimal 1 bulan sekali


Pemusnahan Obat
 Untuk Obata kadaluarsa/rusak
 Untuk sediaan padat, obat dibuka dari kemasannya kemudian
digerus (untuk tablet) dan dikumpulkan menjadi satu dalam
wadah seperti ember/baskom yang kemudian akan dilarutkan
dengan air dan kemudian dibuang ke lubang tanah.
 Untuk sediaan cair, sediaan dikeluarkan dari wadahnya
dikumpulkan dalam satu wadah kemudian diencerkan dengan air
yang kemudian dibuang ke lubang tanah. Pemusnahan obat
dilakukan oleh apoteker yang disaksikan
 disaksikan oleh pegawai apotek (apoteker lain/TTK) dan dibuat
berita acaranya
Pemusnahan Resep

Resep yg sudah 5 Dibakar/rendam


tahun dgn air

Disaksikan Buat berita


petugas apotek acaranya
Pemusnahan NAPZA
Pemusnahan obat yg kadaluarsa/rusak

Mengundang saksi kepada dinas kesehatan kabupaten/kota

Berita acara 4 rangkap untuk arsip, kepala dinas kesehatan


kabupaten / kota, kepala balai pemeriksaan obat dan
makanan, kepala dinas kesehatan provinsi
Penarikan

Penarikan dilakukan
Penarikan alkes dan
oleh pemilik izin edar
BMHP dilakukan untuk
sendiri (siduruh BPOM
yg izin edarnya dicabut
atau sukarela)
Pengendalian
dilakukan secara
elektronik dengan
menggunakan
program Back Office

Dengan
Stok opname
menginput faktur
Pelaporan

Pelaporan eksternal dilakukan


dengan melakukan pelaporan
Pelaporan internal dilakukan dengan
penggunaan narkotika dan
membuat jurnal kas, laporan laba &
psikotropika melalui sistem SIPNAP
rugi, dan laporan neraca
dan melakukan pelaporan pajak
setiap bulan
Pelayanan Farmasi Klinik
1. pengkajian dan pelayanan Resep;

2. dispensing;

3. Pelayanan Informasi Obat (PIO);

4. konseling;

5. Pelayanan Kefarmasian di rumah (home pharmacy care);

6. Pemantauan Terapi Obat (PTO); dan

7. Monitoring Efek Samping Obat (MESO).


Pengkajian resep
Kegiatan pengkajian Resep meliputi administrasi, kesesuaian farmasetik dan
pertimbangan klinis.

Resep Obat dengan permintaan iter dilarang diserahkan sekaligus

Resep harus mampu ditelusuri

Resep di arsipkan

Pengkajian resep Didokumentasikan


Pengkajian resep NAPZA
Apotek dilarang mengulangi penyerahan obat atas dasar resep yang diulang (iter) apabila resep
aslinya mengandung narkotika

dilarang menyerahkan narkotika berdasarkan salinan resep yang baru dilayani sebagian atau
belum dilayani sama sekali apabila tidak menyimpan resep asli.

Apotek hanya dapat menyerahkan narkotika berdasarkan resep yang ditulis oleh dokter yang
berpraktek di provinsi yang sama dengan apotek tersebut, kecuali resep tersebut telah
mendapat persetujuan dari dinas kesehatan kabupaten/ kota tempat apotek yang akan melayani resep
tersebut.

Penyerahan Prekursor golongan obat bebas terbatas harus memperhatikan kewajaran dan kerasionalan
jumlah yang diserahkan
Dispensing

penyeraha
penyiapan
n
Penyiapan
mengambil Obat yang
dibutuhkan pada rak
menghitung kebutuhan penyimpanan dengan
jumlah Obat sesuai memperhatikan nama
dengan Resep Obat, tanggal
kadaluwarsa dan
keadaan fisik Obat.

Peracikan Etiket
Penyerahan

Memanggil
Periksa
nama dan
kembali hasil
nomor tunggu
penyiapan
pasien;

Memeriksa Membuat
ulang identitas catatan
dan alamat pengobatan
pasien; pasien (PMR)
Penyerahan

Tanggung jawab APA

Penyerahan Obat Golongan Obat Keras kepada pasien


hanya dapat dilakukan berdasarkan resep dokter

Penyerahan Obat hanya dapat dilakukan dalam bentuk


obat jadi, termasuk dalam bentuk racikan obat
Swamedikasi
Pembelian obat bebas dan bebas terbatas

Tanya keluhan

Untuk siapa?

Sejarah pemakaian obat

Menggai lenih dalam

Pilih obat/berikan pilihan


Konseling
 Pasien kondisi khusus (pediatri, geriatri, gangguan fungsi hati dan/atau ginjal, ibu hamil
dan menyusui)
 Pasien dengan terapi jangka panjang/ penyakit kronis (misalnya TB, DM, AIDS, dan
epilepsi)
 Pasien yang menggunakan obat dengan instruksi khusus
 Pasien yang menggunakan obat dengan indeks terapi sempit (digoksin, fenitoin, teofilin)
 Pasien dengan polifarmasi, pasien menerima beberapa obat untuk indikasi penyakit yang
sama. Dalam kelompok ini juga termasuk pemberian lebih dari satu obat untuk penyakit
yang diketahui dapat disembukan dengan satu jenis obat
 Pasien dengan tingkat kepatuhan rendah
Konseling

Memberikan
penjelasan
Membuka kepada pasien
Menggali
komunikasi Three Prime untuk
informasi verifikasi akhir Dokumentasi
antara Questions menyelesaikan
lebih lanjut
Apoteker masalah
penggunaan
Obat
home pharmacy care
1.Penilaian/pencarian (assessment) masalah

2. Identifikasi Kepatuhan pasien

3. Pendampingan pengelolaan Obat dan/atau alat kesehatan

4. Konsultasi

5. Monitoring

6. dokumentasi
PTO

Anak-anak dan lanjut usia, ibu hamil dan menyusui.

Menerima Obat lebih dari 5 (lima) jenis.

Adanya multidiagnosis.

Pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau hati.

Menerima Obat dengan indeks terapi sempit.

Menerima Obat yang sering diketahui menyebabkan reaksi Obat ang merugikan.
PTO

Hasil
identifikasi
identifikasi
Ambil data didiskusikan
Pilih pasien masalah Rekomendasi dokumentasi
(riwayat2) dgn tenaga
terkait Obat.
kesehatan
lain
MESO

Mengidentifikasi
Mengisi formulir Melaporkan ke Pusat
Obat dan pasien yang
Monitoring Efek Monitoring Efek
mempunyai resiko
Samping Obat Samping Obat
tinggi mengalami efek
(MESO) Nasional
samping Obat.