Anda di halaman 1dari 20

Agustin

Lbm 4 mars
• Secara filosofi, keselamatan dan kesehatan kerja diartikan sebagai sebuah pemikiran dan
upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan: tenaga kerja dan manusia pada
umumnya (baik jasmani maupun rohani), hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil,
makmur dansejahtera. Sedangkan ditinjau dari keilmuan, keselamatan dan kesehatan kerja
diartikan sebagai suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah
kecelakaan, kebakaran, peledakan, pencemaran, penyakit, dan sebagainya 1. Keselamatan
(safety)

• Keselamatan kerja diartikan sebagai upaya-upaya yang ditujukan untuk melindungi pekerja;
menjaga keselamatan orang lain; melindungi peralatan, tempat kerja dan bahan produksi;
menjaga kelestarian lingkungan hidup dan melancarkan proses produksi. Beberapa hal yang
harus diperhatikan dalam keselamatan (safety). a. Mengendalikan kerugian dari kecelakaan
(control of accident loss) b. Kemampuan untuk mengidentifikasikan dan menghilangkan
resiko yang tidak bisa diterima (the ability to identify and eliminate unacceptable risks) 2.
Kesehatan (health) Kesehatan diartikan sebagai derajat/tingkat keadaan fisik dan psikologi
individu (the degree of physiological and psychological well being of the individual). Secara
umum, pengertian dari kesehatan adalah upaya-upaya yang ditujukan untuk memperoleh
kesehatan yang setinggi-tingginya dengan cara mencegah dan memberantas penyakit yang
diidap oleh pekerja, mencegah kelelahan kerja, dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat.
Apa tujuan dan ruang lingkup dari K3?

SUMBER :
PERATURAN MENTERI
KESEHATAN REPUBLIK
INDONESIA
NOMOR 66 TAHUN 2016
TENTANG
KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA RUMAH
SAKIT
Apa yang dimaksud
akreditasi(tujuan,proses) ?

SUMBER
:PENINGKATAN
MUTUDANKESELA
MATAN
PASIEN(PMKP)
STANDAR
NASIONAL
AKREDITASI
RUMAH SAKIT
edisi 1
Tugas PMKP
Komite/tim PMKP mempunyai tugas sebagai
berikut :
a) sebagai motor penggerak penyusunan program PMKP rumah
sakit
b) melakukan monitoring dan memandu penerapan program
PMKP di unit kerja
c) membantu dan melakukan koordinasi dengan pimpinan unit
pelayanan dalam memilih prioritas perbaikan, pengukuran
mutu/indikator mutu dan menindaklanjuti hasil capaian indikator.
d) melakukan koordinasi dan pengorganisasian pemilihan prioritas
program di tingkat unit kerja serta menggabungkan menjadi
prioritasrumah sakit secara keseluruhan. Prioritas program rumah
sakit ini harus terkoordinasi dengan baik dalam pelaksanaanya.
e) menentukan profil indikator mutu, metode analisis dan validasi
data dari data indikator mutu yang dikumpulkan dari seluruh unit
kerja di rumah sakit.
f) menyusun formulir untuk mengumpulkan data, menentukan
jenis data dan bagaimana alur data dan pelaporan dilaksanakan

SUMBER :PENINGKATAN MUTUDANKESELAMATAN PASIEN(PMKP)


STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT edisi 1

Beri Nilai