Anda di halaman 1dari 36

Emergency Response

M.S. Prasetyo Budi


prasetyobudi88@yahoo.com

Patrarijaya Consultant
Yogyakarta, Oktober 2012
Beberapa contoh kecelakaan bahan
kimia dalam berita
• Kecelakaan Hazard material pada tahun 80-
an mengundang perhatian betapa
pentingnya perencanaan emergency yang
lebih baik dan perlunya kewaspadaan

• Bhopal, India 1984


– Kebocoran methyl isocyanate
– Ribuan orang tewas dan luka parah

• Pasadena,Texas
– Peledakan awan panas
– 23 meninggal, 130 cedera
Beberapa contoh kecelakaan bahan
kimia dalam berita

• Flixborough, UK
– Terpaparnya 40 ton sikloheksana
– 28 orang meninggal, ratusan rumah penduduk
terbakar
PHILLIPS 66, PASADENA, TX 1989 (KEBOCORAN ISOBUTANE )

(23 meninggal, 130 cedera


1300 dievakuasi)
FLIXBOROUGH, UK (1974) CYCLOHEXANE
vapour cloud explosion
(28 deaths, 104 injured
3000 evacuated)
PENDAHULUAN

•PERKEMBANGAN INDUSTRI YG PESAT

•BLM SIAPNYA INDUSTRI ANTISIPASI BAHAYA INDUSTRI

•K3 MSH DIANGGAP BIAYA TINGGI

•PERLU SAFETY REVIEW TERHADAP INSTALASI BAHAYA


BESAR
PENGERTIAN

EMERGENCY

SUATU KEADAAN DARURAT SEBAGAI AKIBAT INSIDEN


YG TERJADI DLM BATAS UNIT PERUSAHAAN DAN
BERADA DLM BATAS KEMAMPUAN APARAT UNIT
OPERASI SETEMPAT UNTUK MENANGGULANGINYA

DISASTER

BENCANA YG DIAKIBATKAN OLEH INSIDEN YG


BERASAL DR UNIT OPERASI ATAU DR LUAR UNIT OPERA-
SI (BENCANA ALAM) YG BERAKIBAT FATAL THDP ASET
PERUSAHAAN, PEKERJA, MASYARAKAT DAN LINGKU-
NGAN
PENGERTIAN

DISASTER PREPAREDNESS

PROSES PERENCANAAN TERPADU (COMPREHENSIVE


PLANNING PROCESS) YG MELIBATKAN UNSUR TER-
KAIT DENGAN MEMPERTIMBANGKAN STRATEGI JANG-
KA PENDEK DAN JANGKA PANJANG UNTUK MENGURA-
NGI DAMPAK YANG TIMBUL AKIBAT KEJADIAN
DISASTER
DISASTER
NATURAL MAN MADE

•FLOODS •INDUSTRIAL ACCIDENT


•LANDSLIDES •TECHNOLOGICAL FAILURE
•VOLCANOES ERUPTION •ENVIRONMEN DEGRADA-
•TSUNAMI TION
•EARTHQUAKES •ACCIDENTS
•FIRE •SOCIAL CONFLICT
•PLANT DISEASE •SABOTASE
•EPIDEMIC •COLLAPS OF BUILDING
Penanggulangan Kondisi
Darurat atau Bencana
Persyaratan Permenaker 05/MEN/1996
Prosedur Menghadapi Keadaan Darurat atau
Bencana
Perusahaan harus memiliki prosedur untuk
menghadapi keadaan darurat atau bencana, yang diuji
secara berkala untuk mengetahui keandalan pada saat
kejadian yang sebenarnya.
Prosedur Mengahadapi Insiden
untuk mengurangi pengaruh yang mungkin timbul
akibat insiden, perusahaan harus memiliki prosedur
yang meliputi:
1. Penyediaan Fasilitas P3K dengan jumlah yang cukup
dan sesuai sampai mendapatkan pertolongan medis.
2. Proses rawatan lanjutan. 12
Penanggulangan Kondisi
Darurat atau Bencana
Prosedur Rencana Pemulihan Keadaan
Darurat

Perusahaan harus membuat rencana


pemulihan keadaan darurat untuk secara
cepat mengembalikan pada kondisi normal
dan membantu memulihkan tenaga kerja yang
mengalami trauma.

13
EMERGENCY PLAN
• Identfikasi potensial kecelakaan dan kejadian
darurat.
• Identifikasi personel yang melakukan
penanggulangan selama kejadian darurat.
• Tanggung jawab,wewenang dan tugas-tugas
dengan tanggung jawab khusus selama kejadian
darurat.
• Prosedur evakuasi termasuk denah evakuasi.
• Identifikasi dan lokasi material berbahaya dan
tindakan darurat yang dipersyaratkan.
• Hubungan dengan jasa pihak eksternal terkait
dengan kejadian darurat.
14
EMERGENCY PLAN
• Komunikasi dengan badan pemerintah.
• Komunikasi dengan publik.
• Proteksi rekaman dan peralatan penting.
• Informasi yang dibutuhkan selama kejadian darurat
seperti gambar denah lokasi perusahaan, data
material berbahaya, prosedur, instruksi kerja dan
nomor telepon penting.
• Keterlibatan pihak eksternal dalam emergency plan
dan tanggap harus secara jelas diatur dan
didokumentasikan.

15
PERALATAN DARURAT
Peralatan darurat ini harus diuji kelayakannya
dalam waktu yang terencana,antara lain:
• Sistem alarm.
• Lampu dan tenaga listrik darurat.
• Peralatan pemadam kebakaran.
• Fasilitas komunikasi
• Tempat perlindungan.
• Hydrant
• Stasiun pencuci mata.

16
MANAJEMEN KEADAAN DARURAT

EMEGENCY MANAGEMENT SYSTEM

1. KEBIJAKAN
2. IDENTIFIKASI KEADAAN DARURAT 10. INVESTIGASI DAN SYSTEM
3. PERENCANAAN AWAL CALL OUT
PELAPORAN
4. PROSEDUR KEADAAN DARURAT AND
5. ORGANISASI KEADAAN DARURAT
6. PRASARANA KEADAAN DARURAT
RESPONSE
7. PEMBINAAN DAN PELATIHAN
8. KOMUNIKASI
9. INSPEKSI DAN AUDIT

NORMAL PASCA
EMERGENCY
OPERATION EMERGENCY
ELEMEN MANAJEMEN KEADAAN
DARURAT

1. KEBIJAKAN
• PENERAPAN MANAJEMEN KEADAAN DARURAT
DIPERUSAHAAN DIDASARKAN KEBIJAKAN DAN KO-
MITMEN YG TINGGI MANAJEMEN PERUSAHAAN

• KEBIJAKAN MANAJEMEN KEADAAN DARURAT


MERUPAKAN BAGIAN DARI SMK3 YANG DITERAP-
KAN OLEH PERUSAHAAN
ELEMEN MANAJEMEN KEADAAN
DARURAT

2. IDENTIFIKASI
• LANGKAH AWAL PENERAPAN MANAJEMEN
KEADAAN DARURAT
• BERTUJUAN UNTUK MENGIDENTIKASI SEMUA
POTENSI KEADAAN DARURAT YANG MUNGKIN
TIMBUL DALAM OPERASI PERUSAHAAN (RISK
ANALYSIS)
• IDENTIFIKASI TERHADAP KESIAPAN PERUSAHAAN
BAIK SDM, PERALATAN DAN FINANSIAL DALAM
MENGHADAPI SETIAP KEMUNGKINAN KEADAAN
KEADAAN DARURAT
ELEMEN MANAJEMEN KEADAAN
DARURAT

3. PERENCANAAN AWAL
• MENYUSUN STRATEGI DASAR PENGENDALIAN
• MENETAPKAN BESARNYA POTENSI KEADAAN DA-
RURAT YG TERJADI, DAN SIMULASI PENANGGULA-
NGAN DAN PENANGANAN YG PALING EFEKTIF
• INVENTARISASI SUMBER DAYA, SARANA DAN
TEKNOLOGI PENANGGULANGAN YANG DIPERLUKAN
ELEMEN MANAJEMEN KEADAAN
DARURAT

4. PROSEDUR KEADAAN DARURAT

• BERDASARKAN PERENCANAAN DISUSUN PROSEDUR


KEADAAN DARURAT (SOP) SBG LANDASAN OPERA-
SIONAL

• PROSEDUR INI MENENTUKAN JENIS KEADAAN DARU-


RAT YG AKAN DITANGGULANGI, TUGAS DAN TANG-
GUNG JAWAB TIM, SARANA YG DIPERLUKAN DAN
SISTEM KOMUNIKASI

• HRS DAPAT LEGITIMASI DARI MANAJEMEN PERUSA-


HAAN DAN MENGIKAT SEMUA PIHAK TERKAIT
ELEMEN MANAJEMEN KEADAAN
DARURAT

5. ORGANISASI KEADAAN DARURAT

• BERDASARKAN SOP YG ADA, DITETAPKAN SOP KE-


ADAAN DARURAT LENGKAP DENGAN NAMA, TLP
DAN TUGAS SERTA TANGGUNG JAWAB MASING-
MASING INDIVIDU

• ORGANISASI KEADAAN DARURAT HRS MENCANTUM-


KAN DENGAN JELAS GARIS KOMANDO DAN SISTEM
PERTANGGUNGAN JAWAB (AKUNTABILITAS DAN
RESPONSIBILITAS DR SETIAP INDIVIDU)
ELEMEN MANAJEMEN KEADAAN
DARURAT

6. SARANA KEADAAN DARURAT

• HRS DISUSUN DAFTAR KEBUTUHAN SARANA KEA-


DAAN DARURAT YG DIPERLUKAN BAIK YG TERSE-
DIA DLM PERUSAHAAN ATAU DARI LUAR PERUSA-
HAAN

• HRS ADA SISTEM UNTUK MEMELIHARA DAN ME-


MERIKSA SEMUA SARANA KEADAAN DARURAT
AGAR SELALU DLM KONDISI BAIK DAN SIAP DIGU-
NAKAN SETIAP SAAT
ELEMEN MANAJEMEN KEADAAN
DARURAT

7. PEMBINAAN DAN PELATIHAN

• SEMUA UNSUR YG TERLIBAT DLM KEADAAN DARU-


RAT BAIK BERKAITAN DG PENCEGAHAN, PENGENDA-
LIAN ATAU PENANGGULANGAN HRS DILATIH DAN
DIBINA

• SECARA BERKALA DILAKUKAN SIMULASI KEADAAN


DARURAT SESUAI DENGAN SEKENARIO YG TELAH
DISUSUN
ELEMEN MANAJEMEN KEADAAN
DARURAT

8. KOMUNIKASI

• KOMUNIKASI MEMEGANG PERANAN PENTING


DALAM PENANGANAN KEADAAN DARURAT

• KOMUNIKASI ANTARTIM, KOMUNIKASI INTERNAL


PERUSAHAAN, KOMUNIKASI EKSTERNAL

• HRS DIBUAT PROSEDUR DAN SISTEM KOMUNIKASI


YG BAIK TERMASUK DENGAN MASYARAKAT
DAN LINGKUNGAN SEKITARNYA
ELEMEN MANAJEMEN KEADAAN
DARURAT

9. INSPEKSI DAN AUDIT

• DILAKUKAN INSPEKSI BERKALA DAN AUDIT UNTUK


MEMASTIKAN BAHWA SEMUA PERALATAN, SUMBER
DAYA DAN SISTEM PENANGANAN KEADAAN DARU-
RAT TELAH BERJALAN BAIK

• AUDIT KEADAAN DARURAT SEBAGAI BAGIAN DARI


AUDIT KESELAMATAN KERJA
ELEMEN MANAJEMEN KEADAAN
DARURAT

10. INVESTIGASI DAN PELAPORAN

SETIAP KEJADIAN KEADAAN DARURAT HARUS


DITINDAKLANJUTI DENGAN MELAKUKAN IN-
VESTIGASI UNTUK MENGETAHUI :
a. PENYEBAB KEJADIAN
b. EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PENANGGULA-
NGAN
c. EFEKTIFITAS SISTEM KEADAAN DARURAT
YANG BERLAKU
KETENTUAN
EMERGENCY EXIT
• Setiap personel yang terlibat dalam organisasi
harus memahami lokasi , dan rute emergency
exit.
• Memiliki minimum dua rute darurat yang
digunakan untuk menjadi jalan untuk ke
tempat evakuasi personel.
• Rute ini harus berada pada lokasi yang
permanen dan sepanjang rute tidak terdapat
bahan/peralatan yang mudah terbakar.

28
KETENTUAN
EMERGENCY EXIT
• Rute ini harus menuju daerah yang mudah di
akses dari luar perusahaan seperti jalan raya,
tempat evakuasi atau tempat terbuka.
• Rute ini harus menyediakan tanda yang dapat
menyala sepanjang rute sebagai panduan bagi
personel bila keadaan gelap.
• Rute ini harus selalu dipelihara untuk
memastikan kelayakannya.

29
Fasilitas Planning

• Dirancang Pendekatan Bahan Kimia


berbahaya dan beracun (B3)
• Merencanakan nilai ambang batas dan nilai
plaporan untuk B3
• Termasuk pencatatan kebutuhan fasilitas
untuk nilai ambang batas tersebut
9 Elemen Perencanaan
1. Identifikasi fasilitas dan rute tansport B3
di lingkungan sekitar industri

2. Gambarkan prosedur emergency respon,


baik onsite maupun offsite

3. Bentuk koordinator emergency dan


koordinator fasilitas

4. Petunjuk prosedur emergency response


9 Elemen Perencanaan
5. Metode untuk menentukan pemaparan B3
yang terlepas, dan area yang
dipengaruhinya
6. Gambarkan peralatan emergency dan
personelnya.
7. Rancang sisem evakuasi
8. Program pelatihan untuk emergency
responders
9. Metode dan jadwal evaluasi emergency
plan
Pelaporan Emergency Release

• Sediakan fasilitas pelaporan emergency releases


yang sesuai

– Segera catat kondisi awal


– Catat lagi kondisi berikutnya
Pencatatan Keadaan Awal
• Pencatatan kondisi awal terdiri dari:
– Nama kimia
– Termasuk B3 atau tidak
– Prediksi jumlah yang dilepaskan
– Waktu dan lama pelepasan
– Medium pelepasan (tanah, air, atau udara)
– Resiko akut/kronis bahan yang diepaskan terhadap
kesehatan
– Tindakan pencegahan harus yang sesuai harus dilakukan
Pemberitahuan (evakuasi/shelterdi tempat tersebut)
– Nama dan nomor telepon orang yang dapat dihubungi
Pencatatan ulang

• Harus dilakukan 2 minggu setelah pelepasan


• Update informasi pencatatan awal
• Sebagai tambahan :
– Tindakan yang dilakukan untuk menanggapi pelepasan B3
– Antisipasi terhadap bahaya akut/kronis dari bahan yang
dilepaskan
– Perlu perhatian medis untuk individu yang terpapar