Anda di halaman 1dari 26

dr.

Kemaladewi
DEFINISI
• Anemia adalah suatu kondisi
tubuh dimana kadar
hemoglobin (Hb) dalam
darah lebih rendah dari
normal.
• Hemoglobin adalah salah
satu komponen dalam sel
darah merah/eritrosit yang
berfungsi untuk mengikat
oksigen dan mengalirkannya
ke seleluruh sel jaringan
tubuh.
Lanjutan..
• Oksigen diperlukan oleh jaringan tubuh
• Kekurangan oksigen dalam jaringan otak dan
otot akan mengakibatkan kurang kosntrasi dan
kurang bugar nya dalam melakukan aktifitas
sehari-hari.
• Hemoglobin dibentuk dari gabungan protein
dan zat besi dan membentuk sel darah
merah/eritrosit.
SIAPA SAJA YANG BISA
TERKENA ANEMIA ?
• Anemia merupakan salah satu masalah
kesehatan di Indonesia yang dapat dialami
oleh semua kelompok umur, mulai dari balita
sampai usia lanjut.
• Remaja putri 10-19 tahun kehilangan darah
pada saat menstruasi. (Remaja putri yang
terkena anemia beresiko mengalami anemia
saat hamil).
SIAPA SAJA YANG BISA
TERKENA ANEMIA ?
1. Remaja putri yang memasuki masa pubertas
mengalami pertumbuhan pesat sehingga
kebutuhan zat besi juga meningkat untuk
meningkatkan pertumbuhannya.
2. Remaja putri melakukan diet yang keliru yang
bertujuan untuk menurunkan berat badan,
diantaranya mengurangi asupan protein
hewani yang dibutuhkan untuk pembentukan
hemoglobin darah.
SIAPA SAJA YANG
BISA
TERKENA ANEMIA ?
• Ketika hamil akan
berdampak negatif
pada perkembangan
dan pertumbuhan janin.
• Komplikasi kehamilan
dan akan
mengakibatkan Angka
Kematian Ibu (AKI).
PENYEBAB
ANEMIA
1. Defisiensi zat gizi
 Rendahnya asupan zat gizi baik
hewani dan nabati.
 Hewani : hati, daging (sapi dan
kambing), unggas ( ayam,
bebek,) dan ikan. Dapat diserap
oleh tubuh 20-3%.
 Nabati : (tumbuh-tumbuhan)
bayam, singkong, kangkung dan
kelompok kacang-kacangan
(tempe, tahu, kacang merah).
PENYEBAB
ANEMIA
2. Perdarahan (Loss of blood
volume)
 Perdarahan karena trauma/ luka
yang mengakibatkan kadar Hb
menurun.
 Perdarahan karena menstruasi
yang lama dan berlebihan.
3. Hemolitik
 Pada penderita Thalasemia,
kelainan darah terjadi secara
genetik yang menyebabkan anemia
karena sel darah merah/eritrosit
cepat pecah.
GEJALA ANEMIA
1.Lemah
2.Lesu
3.Lelah
4.Letih
5.Lunglai
 Secara umum : Mata berkunang-
kunang, mudah mengantuk, cepat
cape serta sulit konsentrasi.
 Secara klinis : pucat pada wajah,
kelopak mata, bibir, kulit, kuku
dan telapak tangan.
ANEMIA DEFISIENSI BESI
FAKTOR RESIKO
1. Hamil Kembar
2. Jarak antara kehamilan sangat pendek
3. Sering muntah akibat Morning sicnes
4. Usia ibu terlalu muda
5. Kurang asupan gizi terutama zat besi biasanya
terjadi pada remaja putri yang sedang
melakukan diet dengan pola makan yang salah.
DAMPAK ANEMIA
DAMPAK ANEMIA
 Dampak anemia akan terbawa hingga
menjadi ibu hamil anemia, akan
mengakibatkan :
1. Meningkatkan resiko apertumbuhan
janin Terhambat, prematur, BBLR, dan
gangguan tumbuh kembang
diantaranya stunting dan
neurokognitif.
2. Perdarahan sebelum dan saat
melahirkan yang dapat mengancam
keselamatan ibu dan bayi.
3. Bayi lahir dengan cadangan zat besi
(Fe) yang rendah akan berlanjut
anemia pada bayi dan usia dini.
MENURUT WHO
•Laki dewasa Hb < 13 g/ dl
• Wanita dewasa tidak Hb < 12 g/dl
hamil
• Wanita Hamil Hb < 11 g/dl
• Anak umur 6-14 Hb < 12 g/dl
tahun
• Anak umur 6 bulan – Hb < 11 g/dl
6 tahun
KLASIFIKASI
KLASIFIKASI ANEMIA

1. Anemai Ringan 9,0 – 10,0 gr/dl

2. Anemia Sedang 7,0 – 8,9 gr/dl

3. Anemia Berat < 7,0 gr/dl


KLASIFIKASI
1. Anemia Defisiensi Besi
Anemia yang diakibatkan kekurangan zat besi
komponen penting dalam pembentukan sel darah.
2. Anemia Megaloblast
Vit B 12 dan Folat (Vit B 9) untuk membuat sel darah merah
baru.
3. Anemia Aplastik
Kondisi tubuh berhenti memproduksi sel darah baru, karena
adanya kerusakan sumsum tulang.
4. Anemia Hemolitik
Suatu kondisi ketika jumlah sel darah merah tidak cukup, karena
hancur atau mati lebih cepat dari waktu yang seharusnya.
Normalnya sel darah merah akan dihancurkan dalam waktu 120
hari setelah di produksi.
PENATALAKSANAAN
o Rekomendasi global menganjurkan untuk daerah
prevalensi anemia >40% pemberian TTD pada
Remaja putri dan Wanita usia lanut terdiri dari
30-60 mg elemental iron dan diberikan setiap
hari, selama 3 bulan berturut-turut dalam 1
tahun.
o Sedangkan prevalensi anemia >20%, suplemtasi
terdiri dari 60 mg elemental iron dan 2800 asam
folat, diberikan 1x seminggu dalam 3 bulan
diberikan (on) dan 3 bulannya off( tidak
dibeikan).
EFEK SAMPING

1. Nyeri/ perih di ulu


hati
2. Mual dan muntah
3. Tinja berwarna
hitam
 Untuk meningkatkan penyerapan
zat besi sebaiknya TTD bersama
dengan
 Buah- buahan sumber vitamin C
(Jeruk, pepaya, mangga, jambu biji)
untuk membantu penyerapan zat
besi.
X. Hindari mengonsumsi TTD
bersamaan dengan
X. Teh, susu dan kopi karena dapat
menurunkan penyerapan zat besi
dalam tubuh, sehingga maanfat
nya jadi berkurang
X. Obat sakit maag yang berfungsi
melapisi permukaan lambung
sehingga penyerapan zat besi
terhambat.
KAPAN HARUS DILAKUKAN
TRANSFUSI?
• Transfusi darah : anemia defisiensi besi jarang
memerlukan transfusi darah.
• Indikasi pemberian transfusi darah pada Anemia
Defisiensi Besi :
 Adanya penyakit jantung.
 Anemia yang simptomatik, misalnya anemia
dengan gejala pusing yang sangat mencolok.
 Akhir kehamila trismster akhir atau preoprasi.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Anemia Defisiensi Besi : serum iron TIBC (total
iron binding kapasiti) satu rasiperim, peritim
serum.
2. Anemia Megaloblastik : Polat serum, Vit 12
serum.
3. Anemia Hemolitik : bilirubin serum, tes
coomb, elektro foresis hemoglobin.
4. Anemia Aplastik : sumsum tulang.