Anda di halaman 1dari 31

Wawancara Psikiatri

Dr. Amel Yanis SpKJ (K)


Bagian Psikiatri
FK. Univ. Andalas
PSIKIATRI
Adalah cabang ilmu kedokteran yang fokus
kepada
• Pembelajaran pelbagai aspek perilaku manusia
(behavioral sciences) secara komprehensif yang
meliputi:
- Siklus kehidupan perkembangan manusia
- Otak dan perilaku
- Ilmu –ilmu psikososial
- Teori-teori kepribadian dan perkembangan:
Freud, Jung, Adler, Horney, Erikson, Piaget,
Terapi Gestalt, Psikiatri Eksistensial,
- Terapi Perilaku, Terapi Kognitif, Terapi
Keluarga, Terapi Interpersonal
Landasan pendekatan psikiatri
• Eklektik
• Holistik
• Tujuan : meningkatkan kesehatan jiwa dan
kualitas hidup
Secara garis besar fenomena perilaku manusia
bermanifestasi dalam tiga aspek besar, yaitu
perilaku, pikiran, perasaan.
Empat urutan dasar untuk memastikan suatu
gangguan jiwa.

1. O (Observasi): observasi secara deskriptif –


fenomenologis dari gejala atau keluhan pasien
2. I (Interview): Interview (dengan berempati untuk
membina rapport) termasuk observasi yang
sensitif dan mendengar aktif dilakukan secara
interaktif
3. A (Assessment): simpulkan pelbagai data yang
ada untuk evaluasi multi aksial
4. D (Diagnosis): dijabarkan secara Multi Aksial
WAWANCARA PSIKIATRIK
lege artis dan terapeutik
• Merupakan suatu keterampilan klinik,
melakukan anamnesis secara lege artis dan
terapeutik yang digunakan untuk memeriksa
pasien dengan gangguan psikiatri. Proses
tanya jawab antara dokter dan pasien dengan
gangguan psikiatri tidak hanya untuk
melengkapi data sebagai dasar diagnostik
namun juga mesti bersifat terapeutik.
WAWANCARA PSIKIATRIK
lege artis dan terapeutik
Tujuan
1. Mengenal faktor-faktor
• genetik-biologik-fisik-medik
• temperamen – psikologik – perkembangan –
pendidikan
• sosial- budaya yang mempengaruhi pasien dan
penyakitnya
2. Menentukan evaluasi ( multiaksial ) yang tepat

Agar bersama dengan pasien, dapat melakukan terapi ( obat,


manipulasi lingkungan atau psikoterapi ) yang
komprehensif dan efektif
Caranya
Terapis harus menunjukkan : keprihatinan, respek,
empati dan kompetensi
Agar terbina RAPPORT & KEPERCAYAAN, Supaya
pasien dapat berbicara jujur, terbuka dan intim /
pribadi
Terapis harus :
trampil, menguasai tehnik wawancara dan
bersifat fleksibel,
agar
Pasien dapat mendeskripsikan :
gejala gejala , sehingga dapat dikumpulkan
menjadi
sindrom , dan dirumuskan menjadi
diagnosis (evaluasi multi aksial)
JENIS DAN TEKNIK WAWANCARA

Bersifat :
• Umum,
maupun
• Spesifik ( mis. mendalami tiap aspek dari
evaluasi multiaksial,
atau psikodinamik dari suatu psikopatologi
Syarat penting untuk wawancara

 Menjadi pendengar aktif dan bersifat fleksibel


sewaktu mencari data-data tentang pasien
 Mampu berempati dengan kondisi dan perasaan
pasien
 Tidak didorong oleh suatu keharusan untuk
mendapat riwayat penyakit atau status mental secara
berurutan
 Dapat mendeteksi tema yang tidak disadari oleh
pasien atau mendeteksi hal yang tersirat dari
pembicaraan pasien
• Pedomani SKDI untuk diagnosis dg kompetensi
3 dan 4.
• Baca dan pahami PPDGJ III, sehingga bisa
menguasai kriteria diagnostik masing-masing
diagnosis tersebut.
• Diagnosis akurat  medikasi, manipulasi
lingkungan, psikoterapi psikodinamik (SKDI)
pengobatan pasien psikiatrik dg efektif.
• Genetika.
Temperamen.
Biologi.  Diagnosis
Perkembangan.
Sosial.
• Pemeriksaan : observasi
wawancara (auto dan allo )
fisik (internus & neurologikus)
• Wawancara yg lege artis dan terapeutik :
empati membina rapport
rasa hormat  pasien bicara jujur
kemampuan terbuka
Wawancara Psikiatrik
• Wawancara merupakan wadah utama
pemeriksaan psikiatrik.

• Mengandung tanggung jawab diagnostik dan


terapeutik. Sewaktu wawancara dibina hub
dokter-pasien

• Hubungan dokter-pasien yg optimal data yg


dapat diandalkan.
Wawancara Psikiatrik
• Kepentingan memelihara hubungan
mendahului kepentingan memeroleh data.
• Efektif bila berlangsung “natural” seperti
“percakapan biasa” dan “tidak memburu
gejala”.
• Biarkan pasien bicara dg perkataannya
sendiri,sesuai urutan yg dirasakannya penting.
Wawancara Psi...
• Terdapat perbedaan antara wawancara
psikiatrik dengan wawancara medis.
• Wawancara medis lebih proaktif dan
progresif untuk menemukan gejala
(dokter mengajukan pertanyaan-
pertanyaan untuk memeroleh data yg
rinci dan spesifik).
Wawancara Psi...
• Wawancara psikiatris dokter
mendengar dengan aktif dan sensitif.
(dokter mengajukan pertanyaan
untuk elaborasi “clue” yg
disampaikan pasien, mendorong
menceritakan lebih lanjut, klarifikasi,
menyamankan).
Wawancara Psi...
• Pemeriksaan psikiatrik antara lain
melalui wawancara dimaksudkan
untuk memeroleh gambaran
menyeluruh tentang pasien sebagai
jiwa dan raga yang tak terpisahkan.
Wawancara Psi...
• Pada akhirnya diperoleh :
penampilan umum, emosi-afek,
pikiran-ideasi, motorik-perilaku) 
evaluasi data dalam konteks
keseluruhan pemeriksaan lengkap 
dasar untuk diagnosis  rencana
tatalaksana adekuat.
Wawancara psik....

Yang harus diperhatikan dan sikap pemeriksa:


• Mengerti data apa yg diperlukan untuk
memahami kasus yg dihadapi.
• Melaksanakan pemeriksaan dg
berkesinambungan dan berarah tujuan.
• Hadapi pasien dg ikhlas dan minat menolong.
lanjutan sikap pemeriksa

. Sediakan waktu dan tenaga untuk hubungan


yang baik demi keberhasilan terapi.
. Tidak bersikap menghakimi.
. Berempati
. Mendengar aktif.
Wawancara psik....
Tujuan wawancara
a. Membina rapport.
b. Menilai status mental pasien.
c. Menegakkan diagnosis dan rencana
tatalaksana.
Cara membina rapport

a. Bersikap empati.
b.Terapis dan pasien nyaman. Posisi duduk
berhadapan, setara, dan ada kontak mata.
c.Menemukan keluhan pasien serta
ekspresikan rasa mau membantu.
d .Menilai tilikan pasien, tempatkan diri
sebagai “sekutu”.
Cara membina rapport (lanjutan)
e. Tunjukkan keahlian dan wibawa sebagai
dokter dan ahli terapi.
f. Seimbangkan peranan sebagai pendengar yg
empatik, seorang ahli dan orang yg
berwenang.

Terbinanya rapport yg baik akan


menumbuhkan Trust pasien terhadap dokter.
Fase-fase wawancara

• 1. Pembukaan/memulai wawancara.
• 2. Isi wawancara
• 3. Mengakhiri wawancara.
Komponen Wawancara

• 1.Pendahuluan/pembuka
• 2. penyaringan masalah.
• 3. Follow up kesan I
• 4. konfirmasi riwayat.
• 5. lengkapi data dasar.
• 6. umpan balik.
• 7. Kontrak terapi.
• Memulai wawancara

-. Buka komunikasi dengan menyalami, kenalkan diri


dan tanya nama pasien.
-. Selanjutnya buka dengan pertanyaan “ Apa yg saya
bisa bantu?. Atau “ coba ceritakan masalah yg
sedang anda hadapi”.
-. Sebaiknya pertanyaan terbuka (bila diperlukan bisa
pertanyaan tertutup dg beberapa pilihan).
-. Hindari strong word
-. Dalam runutan pertanyaan pakai teknik free
association.
• Isi wawancara

-. Pada komponen ini dilakukan elaborasi terhadap


permasalahan pasien.
-. Pasien bertanya – terapist menyambut.
( fasilitasi.....; ya....lalu...
hening
klarifikasi
interpretasi
dorongan
reassurance
• Mengakhiri wawancara

-. Pada komponen ini dilakukan umpan balik dan


kontrak terapi.
TERIMAKASIH