Anda di halaman 1dari 12

Pengukuran efisiensi

Kelompok 5 :
Renaldy Fabiani
Achmad Rizal Mulyono
Ahmad Fauzi
Pengertian efisiensi
Efisiensi ekonomi dinyatakan bila sumber daya yang digunakan sebaik
mungkin untuk memaksimumkan tujuan tertentu. Dalam pasar
persaingan sempurna maksimasi profit membutuhkan bahwa setiap
input digunakan sampai pada titik dimana nilai marginal produktivitas
(value of marginal productivity – VMP) dari setiap input sebagai respek
terhadap output sama dengan harga input. Dengan lain dapat
dinyatakan bahwa tingkat substitusi teknik marginal (marginal rate of
technical substitution – MRTS) antara pasangan input sama dengan
rasio harganya.
Fungsi produksi dan efisiensi input
Secara umum fungsi produksi dapat ditulis sebagai : Y = f(𝑋1, 𝑋2 , ..., 𝑋𝑛 ), bahwa
produksi adalah fungsi atau dipengaruhi oleh sejumlah jasa faktor dalam
proses produksi.
Fungsi produksi Spillman : Y = m - a𝑟 𝑥 .
Fungsi produksi Cobb-Douglas : Y = aX1bX2cX3d ...Xnea
Dimana untuk fungsi produksi spillman :
Y = total output
M = maksimal total
a = penambahan total yang dapat dicapai dengan penambahan X.
r = konstanta yang menunjukkan rasio penambahan bertingkat dari produk total
sebelumnya.
Untuk fungsi Cobb –Douglass :
Y = variabel yang dijelaskan
X = variabel yang menjelaskan
a,b = besaran yang akan diduga
e = kesalahan (disturbance)
Ukuran orientasi input
Pengukuran berorientasi input menunjukkan sejumlah input dapat dikurangi
secara proporsional tanpa mengubah jumlah output yang dihasilkan. Farrel
memberi ilustrasi dengan melibatkan perusahaan-perusahaan yang
menggunakan dua input (X1 dan X2) untuk memproduksi satu output dengan
asumsi constant return to scale.
Sebuah perusahaan menggunakan dua input yaitu X1 dan X2 untuk dapat
memproduksi output sebesar Y (asumsi constant return to scale). Isoquant SS`
menggambarkan kombinasi input untuk menghasilkan tingkat output yang
sama (efisiensi secara teknis). Isocost CC` menggambarkan kombinasi input
yang dapat dibeli oleh produsen dengan tingkat biaya yang sama (efisien
secara alokatif). Garis OM menunjukkan kombinasi input yang dapat digunakan
oleh suatu perusahaan. Titik Q` menunjukkan efisien secara teknikal dan
alokatif. Titik M menunjukkan ketidakefisienan karena tidak berada pada
isocost dan isoquant. Titik N efisien secara alokatif, sedangkan titik Q efisien
secara teknis. Efisien secara teknis diperoleh dari rasio TE = OQ/OM. Efisien
secara alokatif diperoleh dari rasio AE = ON/OQ, selama NQ
merepresentasikan bahwa pengurangan biaya produksi akan terjadi jika
produksi secara teknis maupun alokatif efisien pada titik Q`, sehingga total
efisiensi sama dengan ON/OM, NM adalah pengurangan biaya produksi.
Efisiensi teknis diukur dengan T𝐸𝑖 = OQ/OP. Nilai efisiensi teknis terletak
antara 0 – 1.
Efisiensi alokatif dihitung dengan formula A𝐸𝑖 = OR/ O𝑄𝑖 , selagi jarak RQ
menunjukkan pengurangan dalam biaya produksi, jika produksi terjadi pada
titik 𝑄 ′ pada saat mana tercapai efisiensi alokatif, maka pada titik Q tersebut
efisiensi tercapai secara teknis, tetapi inefisensi secara alokatif. Total efisiensi
ekonomi (EE) didefinisikan sebagai berikut : 𝐸𝐸𝑖 = OQ/OP, dimana jarak RP
dapat diinterpretasikan sebagai suatu pengurangan biaya. Catatan bahwa
produk dari efisiensi teknis dan efisiensi alokatif menyediakan ukuran bagi
efisiensi ekonomis menyeluruh.
𝑇𝐸𝑖 x A𝐸𝑖 = OQ/OPxOP/OQ=OR/OP = E𝐸𝑖
Catatan juga bahwa nilai ketiga ukuran efisiensi tersebut akan terletak antara
nol dan satu
Orientasi pengukuran output

Orientasi output mengukur apabila sejumlah output dapat ditingkatkan secara proporsional
tanpa mengubah jumlah output yang digunakan.
titik A dan B` menggambarkan skala efisiensi yang dihasilkan oleh perusahaan A dan B`.
Kurva ZZ` adalah kurva kemungkinan produksi (production possibility curve) yang
menunjukkan efisien secara teknis. Kurva DD1 menggambarkan kurva isorevenue (efisien
secara alokatif). Titik B dan B’ menggambarkan efisien secara teknikal karena terletak pada
isoquant. CB` efisien secara alokatif karena terletak pada
isorevenue DD`. B` efisien secara teknis dan alokatif.
Titik OE menunjukkan kombinasi output yang dihasilkan oleh perusahaan.Titik A merupakan
titik inefisiensi secara teknis maupun alokatif karena tidak terletak pada ZZ` dan DD`. AB
merupakan inefisiensi secara teknis yang berarti bahwa output bisa ditingkatkan menjadi B
tanpa adanya tambahan input. Penghitungan efisiensi teknis dengan pendekatan output
adalah rasio dari OA/OB. Isorevenue adalah garis yang menggambarkan kombinasi output
yang dihasilkan oleh perusahaan dengan tingkat pendapatan yang sama. Efisiensi alokatif
diperoleh melalui rasio OB/OC. Jika digabungkan, maka menjadi efisiensi ekonomi OA/OB x
OB/OC = OA/OC.
Metode DEA (Data Envelopment
Analysis)
Data Envelopment Analysis (DEA) adalah sebuah teknik pemrograman
matematis yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi relatif dari sebuah
kumpulan unit-unit pembuat keputusan atau Decision Making Units (DMU)
dalam mengelola sumber daya (input) dengan jenis yang sama sehingga
menjadi hasil (output) dengan jenis yang sama pula, dimana hubungan bentuk
fungsi dari input ke output tidak perlu diketahui.
DEA meliputi penggunaan linear programming dalam menghitungkan efisiensi
Efisiensi - Stochastic Frontier
Stochastic frontier analysis merupakan salah satu metode yang digunakan
dalam mengestimasi batas produksi (frontier) dan juga mengukur tingkat
efisiensi produksi. Analisis ini menggunakan pendekatan parametrik dan
meliputi penggunaan metode ekonometrika dalam menghitung efisiensi.
Model stochastic frontier analysis ini memperbolehkan estimasi dari standar
error dan pengujian hipotesis dengan menggunakan metode maximum
likelihood, yang tidak mungkin dilakukan pada model deterministik.
Contoh soal
 Diketahui :
 Persamaan : Q = 4 K1/2 L1/4
 Harga Input K ( Modal ) :$8
 Harga Input L ( Tenaga Kerja ) :$1
C / I : $ 48
Ditanyakan :
A. Input K dan L agar biaya terendah
B. Jumlah Output yang dihasilkan pada kondisi least cost combination
C. Tentukan persentase perubahan output jika Input modal ( K )
ditambah 8 %, sedangkan input L dan teknologi tetap
D. Tentukan persentase perubahan output jika Input tenaga kerja ( L )
ditambah 10 %, sedangkan input Modal ( K ) dan teknologi tetap
E. Tentukan prosentase perubahan output jika Input modal ( K ) dan
tenaga kerja ( L ) ditambah 10 %, sedangkan teknologi tetap
F. Tentukan skala produksi proses produksi tersebut
G. Bandingkan tingkat penggunaan input k dan input l dalam proses
Jawab
A. I = MPk / Pk = MPl / Pl
MPk = 4 . 1/2 K-1/2 L1/4 = 2 K-1/2 L1/4
MPl = ¼. 4 K1/2 L-3/4 = K1/2 L-3/4
2 K-1/2 L1/4 / 8 = K1/2 L-3/4 / 1
2 K-1/2 / 8 K1/2 = L-3/4 / L1/4
K-1 / 4 = L-1
1/ 4K = 1 / L
L = 4K
Pk K + Pl L = C
8K + 1 (4K) = 48
12K = 48
K = 4 ( Modal )
L = 4 ( 4 ) = 16 ( Tenaga Kerja )

B. MRTSLK = Q ‘ = ½ K-1/2 L-3/4


= ½ ( 4 ) -1/2 ( 16 ) -3/4 = ½ ( 2 )-1 ( 2 )-3 = 2-3 = 1/8 = 0,125
C. K = 4 + 0,08 = 4,08
Q2 = 4 ( 4,08 ) 1/2 ( 16 ) 1/4 = 4 . 2,02 .2 = 16,16
Q1 = 4 ( 4 ) 1/2 ( 16 ) 1/4 =4.2.2 = 16
Persentasenya = ( Q2 – Q1 ) . 100 % = ( 16,16 – 16 ) . 100 % = 0,16 . 100 % = 16 %

D. L = 16 + 0,1 = 16,1
Q2 = 4 ( 4 ) 1/2 ( 16,1 ) 1/4 = 4 . 2 . 2,003 = 16,024
Q1 = 4 ( 4 ) 1/2 ( 16 ) 1/4 = 4 . 2 . 2 = 16
Prosentasenya = ( Q2 – Q1 ) . 100 % = ( 16,024 – 16 ) . 100 % = 0,024 . 100 % = 2,4 %

E. K = 4 + 0,1 = 4,1
L = 16 + 0,1 = 16,1
Q2 = 4 ( 4,1 ) 1/2 ( 16,1 ) 1/4 = 4 . 2,025 . 2,003 = 16,224
Q1 = 4 ( 4 ) 1/2 ( 16 ) 1/4 =4.2.2 = 16
Persentasenya = ( Q2 – Q1 ) . 100 % = ( 16,224 – 16 ) . 100 % = 0,224 . 100 % = 22,4
%

F. Skala Produksi : a + b = 1/2 + 1/4 = 3/4 = 0,75


0,75 < 1 : Decreasing return to scale

G. a = ½ = 0,5
b = ¼ = 0,25
a > b = 0,5 > 0,25 , hal ini menunjukan bahwa a > b ( Capital Intensive )
TERIMA KASIH