Anda di halaman 1dari 43

MENCIPTAKAN GENERASI BARU

YANG CERDAS MELALUI


ANTE NATAL CARE

Dr. Robert Ridwan, Sp.OG


BAGIAN OBSTETRI DAN
GINEKOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS
MARET/ RSUD Dr. MOEWARDI
SURAKARTA
ANTE NATAL CARE

Definisi :
ANC adalah penilaian pada ibu
dan janin selama masa
kehamilan, untuk mencapai
hasil yang terbaik pada ibu dan
janinnya.
ANTE NATAL CARE

Tujuan :
Promosi kesehatan, pencegahan penyakit, skrining penyakit dan
penanganannya pada ibu hamil :

 Mengurangi komplikasi pada  Mengurangi kematian


kehamilan, kelahiran dan nifas bayi dan kematian
perinatal
 menurunkan AKI

 Melakukan Perawatan terintegrasi selama hamil hingga


persalinan dan nifas
REKOMENDASI ANC
OLEH WHO

• Melibatkan intervensi spesifik


berbasis bukti untuk semua
wanita
• Dilaksanakan pada empat
waktu kritis
• Juga dikenal sebagai model
ANC terfokus: saat kehamilan,
kelahiran, nifas dan perawatan
bayi baru lahir
REKOMENDASI ANC
OLEH WHO

Saat ini rekomendasi WHO untuk ANC: 8 kali kontak


Kontak : hubungan aktif antara Ibu hamil dan Nakes
• Untuk meningkatkan keamanan selama kehamilan:
penilaian ibu dan janin untuk mendeteksi komplikasi
• Untuk meningkatkan komunikasi sistem kesehatan
dan dukungan seputar kehamilan untuk Ibu hamil
dan keluarga
MODEL ANC WHO 2016
PERUBAHAN FISIOLOGI
SELAMA KEHAMILAN
TANDA DAN GEJALA
KEHAMILAN

• Amenorea
Berhentinya menstruasi secara mendadak pada wanita usia subur
• Perubahan Saluran Reproduksi Bawah
Selama kehamilan, mukosa vaginal biasanya tampak merah gelap
kebiruan dan kongesti – tanda Chadwick
• Perubahan Uterin
Ukuran rahim bertambah terutama pada diameter anteroposterior.
• Perubahan Payudara dan Kulit
Perubahan anatomis dari payudara serta peningkatan pigmentasi
dan visual pada stria abdominal
• Pergerakan Janin
Gerakan janin dapat mulai dirasakan 18-25 minggu
PEMERIKSAAN
KEHAMILAN

• Pengukuran hCG
Satu teknik yang sering digunakan adalah
sandwich-type immunoassay, dengan uji ini,
antibodi monoklonal yang akan terikat dengan
subunit beta berikatan dengan bahan pendukung
• Tes Kehamilan di Rumah
Terdapat limit deteksi 12,5 mIU/mL dibutuhkan
untuk mendiagnosis 95% kehamilan pada waktu
telat menstruasi
• Pengenalan Kehamilan dengan
Sonografi
Kantung kehamilan— kumpulan cairan anekoik
kecil didalam kavitas endometrium—merupakan
tanda kehamilan sonografis pertama
PEMERIKSAAN SONOGRAFI
EVALUASI AWAL
KEHAMILAN

Tinggi
Berat Badan Tekanan Darah
Fundus Uteri

Denyut
Pemeriksaan
Jantung
Serviks
Janin
PEMERIKSAAN
FISIK AWAL

Pemeriksaan
Posisi Janin
Pelvic
PEMERIKSAAN
LABORATORIUM

Uji spesifik dapat membantu evaluasi


pada wanita dengan penyakit kronis
tertentu yang idealnya perlu diperiksa
sebelum konsepsi
Tes rutin yang direkomendasikan pada
pertemuan prenatal pertama :
• Tes darah awal meliputi hitung
darah lengkap
• Penentuan golongan darah dengan
status Rh
• Pemeriksaan urinalisis, rubella,
clamidia, hepatitis B
PEMERIKSAAN
LABORATORIUM

Penapisan aneuploidi : usia kehamilan 11- 14 minggu dan/atau


15 - 20 minggu
Penapisan serum untuk defek tabung saraf (neural tube defect)
pada usia kehamilan 15 – 20 minggu
Pemeriksaan hemoglobin atau hematokrit, serologi sifilis jika
prevalensi tinggi, harus diulang pada minggu ke-28 dan 32.
Untuk wanita yang berisiko tinggi tertular HIV, pengulangan
pemeriksaan direkomendasikan pada trimester ketiga, terutama
sebelum usia kehamilan 36 minggu
Wanita dengan Rh negatif dan tidak tersensitisasi harus diuji
penapisan antibodi berulang pada 28 sampai 29 minggu, dengan
pemberian immunoglobulin anti-D jika tetap tidak tersensitisasi
PEMERIKSAAN
ULTRASONOGRAFI

 Usia gestasi dideteksi dengan baik


saat awal kehamilan
 CRL diukur (Crown-Rump Lenght
pada usia kehamilan 9-13 minggu)
 Perkiraan hari kelahiran dapat
diperkirakan dengan baik pada usg
awal kehamilan
PEMERIKSAAN
ULTRASONOGRAFI

1. Skrining untuk Sindrom Down.


Translusensi nuchal pada usia
kehamilan 11-14 minggu. Tes darah
biokimia secara terpisah pada 15-20
minggu.
2. Skrining untuk defek tuba neural
(neural tube defect) . Kadar alfa-
fetoprotein serum ibu pada usia
kehamilan 15-20 minggu.
3. Skrining untuk kelainan kongenital
struktural dengan pemeriksaan USG
pada usia kehamilan 18-20 minggu.
SKRINING
PSIKOSOSIAL

Isu psikososial dapat mempengaruhi kesejahteraan mental dan fisik


Penapisan tersebut mencari :
• Rintangan dalam menerima perawatan
• Rintangan komunikasi
• Status nutrisi
• Keinginan untuk hamil
• Masalah keamanan (kekerasan pasangan, depresi, stres, dan
penggunaan bahan terlarang seperti tembakau, alkohol, dan
obat-obatan terlarang)
Penapisan harus dilakukan secara reguler paling tidak sekali dalam
satu trimester
EVALUASI APAKAH ADA RISIKO KEHAMILAN :
PAPARAN ALKOHOL, NARKOTIKA, ROKOK,
KEKERASAN RUMAH TANGGA DAN INFEKSI
SERVIKS

• Gangguan spektrum alkohol janin :


• (1) sindrom alkohol janin
• (2) sindrom alkohol janin parsial
• (3) cacat lahir terkait alkohol
• (4) gangguan perkembangan saraf
terkait alkohol
• (5) gangguan neurobehavioral
terkait dengan paparan alkohol
prenatal
RISIKO KEHAMILAN :
NARKOTIKA DAN ROKOK

Cegah risiko janin terkait


narkotika : memeriksa
riwayat konsumsi
narkotika; Skrining dengan
kuesioner (TACE)
Kebiasaan merokok secara
rutin dikaitkan dengan
hasil kehamilan yang
buruk : abortus spontan,
kematian janin, anomali
janin, risiko asma, kolik
infantile, obesitas anak
KEKERASAN RUMAH
TANGGA

Kekerasan dalam rumah tangga: luka


fisik, pelecehan psikologis, kekerasan
seksual, perampasan, intimidasi, dan
paksaan reproduksi
Kekerasan oleh pasangan terbukti
dapat meningkatkan risiko komplikasi
kehamilan :
• Hipertensi
• Perdarahan per vaginam
1 dari 8 perempuan hamil
• Hiperemesis
menderita kekerasan rumah
• Persalinan preterm tangga

• Berat bayi lahir rendah


INFEKSI PADA
SERVIKS

Chlamydia trachomatis diisolasi dari


serviks
Faktor risiko :
• Perubahan pasangan seksual baru
• Berusia di bawah 25 tahun
• Riwayat/ adanya penyakit
menular seksual lainnya
• Kurangnya perawatan prenatal
Tes dilakukan kembali pada
kehamilan 3 sampai 4 minggu setelah
pengobatan selesai
PENILAIAN RISIKO
KEHAMILAN LAINNYA :

Penyakit Jantung
Diabetes Melitus
Hemoglobinopati
Hipertensi Kronis
Gangguan Ginjal
HIV
Gangguan Paru
Epilepsi

Kehamilan sebelumnya
Rhesus
Kelainan kromosom
Fetal therapy
Infeksi
Kehamilan kembar
Kelainan pada jumlah cairan
ketuban
PENILAIAN RISIKO
KEHAMILAN LAINNYA :

Pre-eklampsia dan persalinan


prematur
 Semua Ibu hamil harus
diskrining pada setiap kunjungan
ANC untuk preeklampsia
dengan mengukur tekanan darah
dan urinalisis untuk protein

 Kunjungan antenatal tambahan


akan diindikasikan untuk wanita
dengan faktor risiko
KONSELING NUTRISI

Rekomendasi peningkatan berat badan selama kehamilan


adalah 9 kg
Pada 1970-an, wanita didorong untuk meningkatkan berat
badan antara 11 sampai 12 kg untuk mencegah persalinan
perterm dan pertumbuhan janin terhambat

Kategori BMI Total kenaikan Kenaikan berat badan


BB dalam trimester 2 dan 3
Underweight (BMI < 18.5) 10-18.2 kg 0.45 kg/minggu
Normoweight (BMI 18.5-24.9) 11.3-15.8 kg 0.45 kg/minggu
Overweight (BMI 25-29.9) 6.8 – 11.8 kg 0.27 kg/minggu
Obesitas (BMI ≥ 30.0) 4.9-9.0 kg 0.2 kg/minggu
REKOMENDASI DIET
DAN NUTRISI

Kalori
- Selama kehamilan
memerlukan 80.000 kkal
- Peningkatan kalori 300 kkal
per hari

Protein
Kebutuhan 5 sampai 6 g/hari
Mineral
REKOMENDASI DIET
DAN NUTRISI

 Zat Besi dan Asam Folat


30 mg hingga 60 mg unsur
besi dan 400 μg (0,4 mg)
asam folat untuk mencegah
anemia ibu, sepsis nifas, berat
badan lahir rendah, kecacatan
janin dan kelahiran prematur
REKOMENDASI DIET
DAN NUTRISI

Kalsium
1,5-2,0 g kalsium
dianjurkan bagi wanita
hamil untuk mengurangi
risiko pre-eklampsia.
REKOMENDASI DIET
DAN NUTRISI

DHA/ Asam docosahexaenoic

• Asam docosahexaenoic (DHA, 22:


6, n-3) untuk pertumbuhan otak,
visual, saraf dan perkembangan
motorik serta kognitif

• Suplemen makanan laut adalah


sumber makanan utama DHA.

• Otak mengalami percepatan


pertumbuhan yang cepat selama
trimester terakhir kehamilan dan
tahun-tahun pertama kehidupan
REKOMENDASI DIET
DAN NUTRISI
PERHATIAN KHUSUS

BEKERJA SAAT HAMIL


 Beberapa jenis pekerjaan
dapat meningkatkan risiko
komplikasi kehamilan
 Dengan pekerjaan yang
menuntut secara fisik, wanita
memiliki peningkatan risiko
kelahiran prematur 20 sampai
60 persen, keterbatasan
pertumbuhan janin, atau
hipertensi gestasional
PERHATIAN KHUSUS

OLAHRAGA SAAT HAMIL  Wanita hamil dapat melanjutkan


latihan fisik selama kehamilan.
 Olahraga tidak terlalu lelah
 Hindari posisi supinasi,
kegiatan yang memerlukan
keseimbangan tubuh, dan
kondisi cuaca ekstrim
 Latihan terdiri dari treadmill
running, step aerobik, atau stair
stepper gunakan selama 20
menit tiga sampai lima kali/
minggu, pada wanita hamil
normal
PERHATIAN KHUSUS

Olahraga saat hamil tidak


diperbolehkan pada:
 Kelainan jantung
hemodinamik tidak stabil
 Penyakit paru restriktif
 Inkompetensi Serviks
 Plasenta previa > 26 mgg
 Riwayat kelahiran preterm
sebelumnya
 Preeklampsia
 Hamil kembar
PERHATIAN KHUSUS
KONSUMSI SEAFOOD
SAAT Ikan adalah sumber protein yang
HAMIL
sangat baik, rendah lemak jenuh,
dan mengandung asam lemak
omega-3
Beberapa ikan dan kerang
mengandung merkuri tinggi,
hindari ikan hiu, ikan todak/ikan
pedang (Swordfish), sarden
makarel (King Mackarel), ikan
genteng (Tilefish)
Konsumsi terbatas tuna : tidak
lebih dari 12 ons perminggu, tuna
putih : 6 ons perminggu
PERHATIAN KHUSUS

SKRINING TIMBAL

• Paparan timbal :
 kelainan pertumbuhan
janin
 keterlambatan
perkembangan anak
 kelainan perilaku anak
• Menurut CDC (2010), tidak ada
tingkat paparan timbal yang
dianggap aman dalam kehamilan
• Sumber paparan diantaranya
emisi kendaraan, limbah cat,
pipa, limbah industri, rokok
PERHATIAN KHUSUS

BERKENDARA
Secara umum, perjalanan udara
DENGAN PESAWAT
dalam pesawat bertekanan tidak
memiliki efek berbahaya pada
kehamilan
Wanita hamil dapat dengan aman
terbang sampai usia kehamilan 36
minggu
Gunakan sabuk pengaman saat
duduk
Lakukan gerakan ekstremitas bawah
yang periodik dan ambulasi per-jam
untuk menurunkan risiko
tromboemboli vena
PERHATIAN KHUSUS

Hubungan Seksual

 Pada wanita hamil yang sehat, hubungan seksual biasanya


tidak membahayakan.
 Jika terdapat ancaman keguguran, placenta previa, atau
preterm, sebaiknya hubungan seksual dihindari.
 Hubungan hubungan seksual di akhir kehamilan secara
khusus belum terbukti berbahaya
PERHATIAN KHUSUS

PERAWATAN GIGI

 Pemeriksaan gigi
harus disertakan
dalam ANC
 Kebersihan gigi
sangat dianjurkan
 Karies gigi tidak
diperparah dengan
kehamilan
PERHATIAN KHUSUS

Konsumsi Kopi
 Asupan kopi yang berat setiap
hari - sekitar lima cangkir atau
500 mg kafein meningkatkan
risiko abortus
 The American Dietetic
Association (2008)
merekomendasikan asupan
kafein selama kehamilan
dibatasi kurang dari 300 mg
setiap hari, atau sekitar tiga
cangkir kopi
PERHATIAN KHUSUS

IMUNISASI

Semua wanita yang akan hamil selama musim influenza harus


ditawarkan vaksinasi, berapapun usia kehamilannya
Imunisasi wajib adalah tetanus, difteria dan pertusis

Imunisasi yang dilarang :


MMR
(campak, cacar, rubella)
Varicella

Imunisasi yang dapat diberikan


dengan indikasi :
Hepatitis B, hepatitis A, thypoid,
pneumococus, meningococus,
PERHATIAN KHUSUS

Hemoroid
Hemoroid adalah varises vena rektum mungkin muncul pertama
kali selama kehamilan karena tekanan vena pelvis meningkat
Nyeri dan pembengkakan biasanya hilang dengan anestesi yang
dioleskan secara topikal, sabun hangat, dan zat pelunak tinja

Pica
 Keinginan wanita hamil untuk makanan aneh disebut pica
 Pica adalah kecenderungan seseorang untuk mengonsumsi es, tanah
liat, debu dan benda bukan makanan lainnya
 Hal ini dapat menandakan kekurangan zat besi
 Berikan asupan tinggi gizi untuk menghindari pica
PERHATIAN KHUSUS

KELELAHAN DAN
TIDUR SAAT HAMIL
Pada masa awal kehamilan,
banyak wanita mengalami
kelelahan dan membutuhkan
peningkatan jumlah tidur
yang disebabkan efek
progesteron dan mual
muntah kehamilan
Kebanyakan wanita
mengalami beberapa tingkat
gangguan tidur pada
trimester ketiga
PERHATIAN KHUSUS

LEUKOREA Wanita hamil umumnya


mengalami peningkatan
cairan vagina sehingga dalam
banyak kasus tidak patologis
atau masih dalam batas
normal
Peningkatan sekresi lendir
oleh kelenjar serviks sebagai
respons terhadap
hiperestropin
Leukorea yang mengganggu
adalah hasil infeksi
vulvovaginal
TERIMAKASIH