Anda di halaman 1dari 24

Mini C-Ex

HERNIA INGUINALIS
Penyusun:
dr Putri Sholih Dewi Irdianti
dr Hassita wenda M
Pembimbing:
dr. ismanoe, Sp.B
IDENTITAS

 Nama : Tn. T
 Umur : 63 tahun
 Jenis kelamin : laki-laki
 Alamat : sumberjo bojonegoro
 Masuk RS : 08 januari 2020
Anamnesis
 Keluhan Utama : terdapat benjolan kanan bawah hilang
timbul sejak -/+ 1 bulan yang lalu
 Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien lak-laki datang ke poli karena terdapat benjolan pada
perut kanan bawah sejak 1 bulan yang lalu. Benjolan
dirasakan semakin membesar dan timbul saat berdiri atau
saat beraktifitas berat dan mengejan, kemudian hilang saat
beristirahat. Pasien mengaku benjolan tidak nyeri. Benjolan
berbentuk bulat dan tidak nyeri jika ditekan. Pasien
merasakan keluhan sejak beberapa hari yang lalu, keluhan
yang dirasakan berupa nyeri pada perut kanan bawah, buang
air besar lancar, buang air kecil lancar. Seringkali pasien
merasa mual namun tidak ada muntah. Pasien tidak
mengeluh demam, nafsu makan pasien juga baik, pasien tidak
memiliki riwayat penyakit batuk yang lama ataupun buang
air besar yang keras.
 Riwayat Penyakit Dahulu
Penyakit diabetes melitus : disangkal
Penyakit asma : disangkal
Penyakit alergi : disangkal
Pasien tidak pernah operasi sebelumnya

 Riwayat Penyakit Keluarga


Pasien menyangkal adanya penyakit DM, jantung,
asma dan lainnya
Kebiasaan, Sosial Ekonomi dan
Lingkungan
Pasien adalah seorang laki- laki dengan status gizi
cukup, tidak merokok dan tidak ada riwayat
menggunakan obat-obatan terlarang. Pasien
mempunyai status ekonomi menengah dan telah
menikah.
Anamnesis Sistem

 Sistem serebrospinal : Demam (-), pusing (-)


 Sistem kardiovaskular : Ndredeg (-), ampeg (-)
 Sistem pernapasan : Sesak napas (-), batuk (-)
 Sistem gastrointestinal : Mual (-), nyeri menelan (-)
 Sistem urogenital : Tidak ada keluhan
 Sistem integumentum : Tidak ada keluhan
 Sistem muskuloskeletal : ROM dbn
PEMERIKSAAN FISIK

Status generalis
• Keadaan umum : tidak tampak sakit
• Kesadaran : Compos mentis
• Tekanan darah : 145/ 98 mmHg
• Nadi : 76 x/menit
• Pernafasan : 20 x/menit
• Suhu : 36,5ºC
• Tinggi badan : 165 cm
• Berat badan : 72 kg
• Cara berbaring dan mobilitas : Aktif
Pemeriksaan Fisik

 Leher : PKGB (-), kaku kuduk (-)


 Kepala :
• Bentuk : Bulat, normosefal
• Rambut : Hitam, tidak mudah dicabut
• Mata : Mata cekung (-/-), konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-)
• Hidung : Nafas cuping hidung (-)
• Telinga : Serumen (-), sekret (-), nyeri tekan tragus (-)
• Mulut : Faring hiperemis (-)
 Thorax :
• Simetris kanan kiri, retraksi dinding dada (-), ketertinggalan gerak (-)
• Cor :
- Palpasi : Ictus cordis kuat angkat
- Perkusi : Tidak ada tanda pembesaran jantung
- Auskultasi : S1 S2 tunggal regular
• Pulmo :
- Palpasi : Fremitus taktil simetris kanan kiri
- Perkusi : Sonor
- Auskultasi : Vesikular

 Abdomen :
• Inspeksi : Perut sejajar dengan dinding dada
• Auskultasi : BU (+)
• Perkusi : Timpani (+)
• Palpasi : Supel, nyeri tekan (-), hepatomegali (-),
splenomegali (-)

 Ekstremitas : akral hangat, Edem (-)


Status Lokalis
• Inspeksi
• dengan mengedan atau batuk tampak
benjolan dengan ukuran sebesar 8x5 cm
didaerah inguinal dextra, berbentuk bulat,
warnanya seperti kulit di sekitarnya, dan tidak
terdapat tanda-tanda radang
• Palpasi
• Tidak teraba massa di regio inguinal dextra,
tidak nyeri tekan, Finger tip test dilakukan dan
dan tidak teraba adanya massa.
• Auskultasi
• Tidak terdengar bunyi peristaltik usus
Diagnosis

 Diagnosis Kerja:
Hernia Inguinalis medialis
tatalaksana
• A. Operatif
Operatif : Herniorapi
• B.Medikamentosa
Pengobatan umum
Inf RL 20 tpm
Inj cefazoline 1gr
• Prognosis

• Ad vitam : ad bonam
• Ad sanatioanm : ad bonam
• Ad fungsionam : ad bonam
Pembahsan
Wednesday, January 22, proposal tesis 15
2020
Definisi
• Hernia merupakan protrusi atau
penonjolan isi suatu rongga melalui defek
atau bagian lemah dari dinding rongga
yang bersangkutan.
• Hernia terdiri atas cincin, kantong, dan isi
dari hernia tersebut

Wednesday, January 22, 16


2020
Klasifikasi
• Hernia diklasifikasikan menurut berbagai
dasar:
• Klasifikasi hernia berdasarkan
terjadinya:
• Hernia kongenital, merupakan
hernia bawaan yang terjadi pada
saat bayi berada dalam kandungan
dan menetap sampai bayi lahir.
• Hernia akuisita, merupakan hernia
dapatan, yang umumnya terjadi
akibat faktor peningkatan tekanan
Wednesday, January 22, 17
2020 intra abdomen.
Klasifikasi hernia berdasarkan letaknya:
• Hernia diafragma
• Hernia inguinalis
• Hernia medialis
• Hernia umbilikalis
• Hernia femoralis

Wednesday, January 22, 18


2020
Klasifikasi hernia berdasarkan sifatnya:
• Hernia reponibel, bila isi kantong hernia
dapat keluar masuk ke dalam rongga.
• Hernia irreponibel, bila isi kantong hernia
tidak dapat dikembalikan lagi ke dalam
rongga.
• Hernia akreta, bila terjadi perlekatan
antara isi kantong pada peritoneum
kantong hernia dan tidak disertai nyeri
ataupun tanda sumbatan usus.

Wednesday, January 22, 19


2020
• Hernia inkarserata, bila isi kantong hernia
terjepit oleh cincin hernia, sehingga tidak
dapat dikembalikan lagi, akibatnya terjadi
gangguan pasase dan tanda-tanda
sumbatan usus.
• Hernia strangulata, bila terjadi gangguan
vaskularisasi dari mulai bendungan
sampai nekrosis, pada saat isi hernia
terjepit oleh cincinnya.

Wednesday, January 22, 20


2020
Anatomi pintu canalis inguinalis

Wednesday, January 22, 21


2020
Anatomi Regio Inguinalis

• Kanalis inguinalis dibatasi di kraniolateral


oleh anulus inguinalis internus yang
merupakan bagian terbuka dari fasia
transversalis dan aponeurosis m.
tranversus abdominis.
• Di medial bawah, di atas tuberkulum
pubicum, kanal ini dibatasi oleh anulus
inguinalis eksternus, bagian terbuka dari
aponeurosis MOE.
• Atapnya ialah aponeurosis MOE, dan
dasarnya ialah ligamentum inguinale.
• Kanal berisi funikulus spermatikus pada
Wednesday, January 22,
2020
pria, dan ligamentum rotundum pada 22
• Hernia inguinalis dapat dibedakan menjadi
direk dan indirek
• Hernia inguinalis direk, disebut juga
hernia inguinalis medialis, isi hernia
menonjol langsung melalui trigonum
Hesselbach .
• Hernia inguinalis indirek atau hernia
inguinalis lateralis, isi hernia keluar dari
rongga peritoneum melalui anulus
inguinalis internus. Dari anulus
inguinalis internus, hernia masuk ke
kanalis inguinalis, dan jika berlanjut
Wednesday, January 22, dapat keluar ke anulus inguinalis 23
2020
eksternus.
Etiologi

• Faktor yang dianggap berperan kausal


adalah adanya prosesus vaginalis yang
terbuka, peningkatan tekanan intra
abdomen, dan kelemahan dinding perut
akibat usia.

Wednesday, January 22, 24


2020