Anda di halaman 1dari 20

Laporan Hasil Penelitian

HUBUNGAN PERILAKU SEHAT DENGAN


KEJADIAN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS TAMBANG TAHUN 2019

Hikma Fadilah
1514201021

Program Studi S1 Keperawatan


Fakultas Ilmu Kesehatan
ANALISA ANALISA
UNIVARIAT BIVARIAT

BAB IV Hasil Penelitian


METODE
PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan tanggal 05 Agustus s/d 08 Agustus

2019, dengan jumlah responden sebanyak 30 kasus dan 30 kontrol

dengan total 60 responden di dua desa yaitu Desa Sei Pinang dan Desa
BAB V
PEMBAHASAN
Kualu Kecamatan Tambang. Data yang diambil pada penelitian ini

yaitu perilaku sehat (variabel independen) yang berhubungan dengan

kejadian Tuberkulosis wilayah kerja Puskesmas Tambang (variabel

BAB VI dependen) yang diukur menggunakan kuisioner.


PENUTUP
ANALISA ANALISA
UNIVARIAT BIVARIAT

Analisa Univariat

Tabel 4.1: Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia di Wilayah


BAB IV
METODE Kerja Puskesmas Tambang Tahun 2019
PENELITIAN

No Usia (Tahun) Frekuensi Persentase (%)

1. 20-29 2 3.3
2. 30-39 9 15
3. 40-49 29 48.3
BAB V
PEMBAHASAN 4. 50-59 19 31.7
5. 60-69 1 1.7
Total 60 100
Sumber: Penyebaran Kuisioner

Dari tabel 4.1 di atas dapat dilihat bahwa responden yang berada di wilayah
BAB VI kerja Puskesmas Tambang sebagian besar pada rentang usia 40-49 tahun
PENUTUP

yaitu 29 orang (48.3%).


ANALISA ANALISA
UNIVARIAT BIVARIAT

Lanjutan....

BAB IV
METODE Tabel 4.2: Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin di
PENELITIAN
Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Tahun 2019

No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)

1. Laki-Laki 32 53.3

2. Perempuan 28 46.7
BAB V
PEMBAHASAN Total 60 100
Sumber: Penyebaran Kuisioner

Dari tabel 4.2 di atas dapat dilihat responden yang ada di wilayah kerja

Puskesmas Tambang sebagian besar berjenis kelamin laki-laki yaitu 32 orang


BAB VI
PENUTUP (53.3%).
ANALISA ANALISA
UNIVARIAT BIVARIAT

Lanjutan....

BAB IV
METODE Tabel 4.3: Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan di
PENELITIAN
Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Tahun 2019

No Pekerjaan Frekuensi Persentase (%)

1. Bekerja 42 70

2. Tidak Bekerja 18 30
BAB V
PEMBAHASAN Total 60 100
Sumber: Penyebaran Kuisioner

Berdasarkan tabel 4.4 di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar responden

yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tambang bekerja dengan jumlah 42


BAB VI orang (70%).
PENUTUP
ANALISA ANALISA
UNIVARIAT BIVARIAT

Lanjutan....

BAB IV
METODE
PENELITIAN Tabel 4.5: Distribusi Frekuensi Perilaku Sehat Responden di Wilayah
Kerja Puskesmas Tambang Tahun 2019

No Perilaku Sehat Frekuensi Persentase (%)


1. Perilaku Tidak Sehat 35 58.3
2. Perilaku Sehat 25 41.7
BAB V Total 60 100
PEMBAHASAN
Sumber: Penyebaran Kuisioner

Dari tabel 4.5 di atas bahwa sebagian besar responden yang berada di wilayah

kerja Puskesmas Tambang tidak berperilaku sehat yaitu dengan jumlah 35

BAB VI orang (58.3%).


PENUTUP
ANALISA ANALISA
UNIVARIAT BIVARIAT

Lanjutan....

BAB IV
METODE
PENELITIAN Tabel 4.6: Distribusi Frekuensi Perilaku Sehat Responden di Wilayah
Kerja Puskesmas Tambang Tahun 2019

No Pekerjaan Frekuensi Persentase (%)

1. Kasus (Penderita) 30 50
2. Kontrol (Tidak Menderita) 30 50
BAB V Total 60 100
PEMBAHASAN

Sumber: Penyebaran Kuisioner

Dari tabel 4.6 di atas diketahui bahwa responden dengan kelompok kasus yaitu

30 orang (50%) dan responden dengan kelompok kontrol yaitu 30 orang


BAB VI
PENUTUP (50%).
ANALISA
UNIVARIAT

Analisa Bivariat

Tabel 4.7: Hasil Analisa Hubungan Perilaku Sehat Dengan Kejadian Tuberkulosis
BAB IV di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Tahun 2019
METODE
PENELITIAN Kejadian Tuberkulosis
Tidak
Penderita Total
No Perilaku Sehat Menderita P Value OR
(Kasus)
(Kontrol)
N % N % N %
1 Perilaku Tidak Sehat 25 83.3 10 33.3 35 58.3
0.000 10.0
2 Perilaku Sehat 5 16.7 20 66.7 25 41.7
Total 30 100 30 100 55 100
BAB V
PEMBAHASAN
Dari tabel 4.7 di atas diketahui hasil tabulasi silang (crosstabs) antara perilaku sehat

dengan kejadian Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Tambang menunjukkan bahwa responden

yang berperilaku tidak sehat pada kelompok kasus (menderita TB) sebenyak 25 responden (83.3%)

lebih besar dibandingkan dengan responden yang berperilaku sehat yaitu sebanyak 5 orang (16.7%).

Sedangkan responden yang berperilaku tidak sehat pada kelompok kontrol (tidak menderita TB)
BAB VI
PENUTUP
sebanyak 10 responden (33.3%) lebih kecil dibandingkan responden yang berperilaku sehat yaitu

sebanyak 25 responden (83.3%).


Latar Rumusan
Tujuan Manfaat
Belakang Masalah

Manfaat

BAB I 1. Aspek Teoritis (Keilmuan)


PENDAHULUAN
Menambah bahan bacaan dan wawasan terutama bagi mahasiswa
Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai untuk penelitian
selanjutnya dengan metode penelitian dan variabel yang berbeda.
Hasil penelitian ini dapat digunakan menambah wawasan dan
pengetahuan referensi yang berkaitan denga Tuberkulosis.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA

2. Aspek Teoritis (Kegunaan)


Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan bagi
tenaga kesehatan untuk meningkatkan pelayanan pada penderita
Tuberkulosis dalam upaya mengatasi dan menurunkan angak
kejadian Tuberkulosis.
BAB III Member masukan kepada Puskesmas Tambang dan Khususnya
METODE
PENELITIAN
petugas kesehatan untuk meningkatn\kan informasi mengenai
perilaku sehat kepada masyarakat dan penderita.
Tinjauan Kerangka Kerangka
Teoritis Teori Konsep Hipotesis

TUBERKULOSIS

BAB I
PENDAHULUAN
1. Definisi Tuberkulosis
Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular langsung
yang disebabkan oleh Myobacterium Tuberculosis yang sebagian
besar menyerang paru-paru melalui droplet atau percikan dahak
penderiita (Padila, 2013).
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
2. Manifestasi Tuberkulosis
Malaise, anoreksia, berat badan menurun, keringat malam, demam
tingggi seperti flu, menggigil, sesak nafas, dan sianosis, Batuk lama
lebih dari 2 minggu, nyeri dada, batuk darah.

BAB III
METODE
PENELITIAN
Tinjauan Kerangka Kerangka
Hipotesis
Teoritis Teori Konsep

TUBERKULOSIS

BAB I 1. Cara Penularan Tuberkulosis


PENDAHULUAN
Pada waktu batuk atau bersin, penderita menyebar kuman ke
udara dalam bentuk percikan dahak (droplet nuclei / percik renik).
Sekali batuk dapat menghasilkan sekitar 3000 percikan dahak.

2. Pencegahan Penularan Tuberkulosis


Pemeriksaan kontak, yaitu pemeriksaan terhadap individu yang
BAB II bergaul erat dengan penderita tuberkulosis BTA positif.
TINJAUAN
PUSTAKA Vaksinasi BCG
Komunikasi, informasi, edukasi (penyuluhan kesehatan) tentang
penyakit tuberkulosis kepada masyarakat di tingkat puskesmas
maupun rumah sakit oleh petugas kesehatan.
Perilaku yang sehat

BAB III 3. Komplikasi


METODE Kerusakan tulang dan sendi, kerusakan otak, kerusakan
PENELITIAN
ginjal, kerusakan jantung, gangguan mata, kerusakan hati, dan
kematian.
Tinjauan Kerangka Kerangka
Hipotesis
Teoritis Teori Konsep

Perilaku Sehat

BAB I 1. Definisi Perilaku Sehat


PENDAHULUAN Perilaku sehat adalah semua perilaku kesehatan yang
dilakukan berdasarkan kesadaran keluarga dan anggota keluarga
untuk menolong agar penyakit yang dapat menyerang dirinya
sendiri dengan berperan aktif dalam mempraktikkan perilaku
hidup sehat.

BAB II 2. Manfaat Perilaku Sehat


TINJAUAN Manfaat perilaku sehat adalah terciptanya masyarakat
PUSTAKA
yang sadar atas kesehatan diri, memiliki bekal pengetahuan dan
kesadaran akan kesehatan, memenuhi standar kesehatan agar
dapat meningkatkan kesehatan serta terhindar dari penyakit
(Atikah, 2012).

3. Macam-Macam Perilaku Sehat


BAB III
METODE Olahraga yang teratur,istirahat yang cukup, makan
PENELITIAN makanan yang bergizi, mengonsumsi susu, membersihkan kamar
dan mencuci pakaian sampai bersih, membuka jendela setiap hari,
mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.
Tinjauan Kerangka Kerangka
Hipotesis
Teoritis Teori Konsep

Kerangka Teori

BAB I
PENDAHULUAN
Macam-macam perilaku sehat :

1. Olahraga yang teratur.


2. Istirahat yang cukup.
3. Makan makanan yang bergizi.
4. Mengonsumsi susu.
Kejadian
5. Membersihkan kamar dan mencuci
Tuberkulosis
BAB II pakaian sampai bersih.
TINJAUAN 6. Membuka jendela setiap hari.
PUSTAKA
Sumber : CIMSA (2016)

BAB III
METODE
PENELITIAN
Tinjauan Kerangka Kerangka
Hipotesis
Teoritis Teori Konsep

Kerangka Konsep

BAB I
PENDAHULUAN
Variabel Variabel
Independen Dependen
Kejadian
Perilaku Sehat
Tuberkulosis

BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA

Hipotesis

Ha : Ada hubungan antara perilaku sehat dengan kejadian


BAB III Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Tahun 2019.
METODE
PENELITIAN
Alat
Desain Lokasi & Populasi
Pengumpulan
Penelitian Waktu & Sampel Data

Desain Penelitian

BAB I Desain penelitian ini menggunakan rancangan penelitian


PENDAHULUAN
Case Control dengan menggunakan pendekatan Restrospective
untuk melihat adanya hubungan perilaku sehat dengan kejadian
Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Tahun 2019.

Rancangan Penelitian Penelitian mulai dari


sini
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
Perilaku
Kasus dengan
positif
penyakit (Masyarakat
Perilaku Sehat yang menderita
Perilaku Tuberkulosis)
negatif

BAB III Perilaku


METODE positif
Kontrol yang tidak
PENELITIAN
Perilaku Sehat menderita penyakit
Perilaku Tuberkulosis
negatif
Alat
Desain Lokasi & Populasi
Pengumpulan
Penelitian Waktu & Sampel Data

Alur Penelitian

BAB I Wilayah Kerja Puskesmas Tambang


PENDAHULUAN

Sampel Kasus Sampel Kontrol


(Menderita (Tidak menderita
Tuberkulosis) Tuberkulosis)

(n=30)
BAB II (n=30)
TINJAUAN
PUSTAKA
Perilaku sehat Perilaku sehat

Pengolahan Data

Analisa Data
BAB III
METODE
PENELITIAN
Hasil
Alat
Desain Lokasi & Populasi
Pengumpulan
Penelitian Waktu & Sampel Data

Lokasi & Waktu

BAB I Penelitian ini akan dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas


PENDAHULUAN
Tambang dan akan dilakukan pada tanggal 30 Juli- 3 Agustus 2019.

Populasi & Sampel

BAB II Populasi dalam penelitian ini adalah 60 orang. Dan


TINJAUAN
PUSTAKA
dengan sampel 30 orang sebagai kontrol yang tidak menderita TB
dan 30 orang sebagai kasus yang menderita TB.

Alat Pengumpulan Data

Alat dalam pengumpulan data ini menggunakan kuesioner


BAB III untuk mengukur perilaku sehat menggunakan Skala Likert dengan
METODE
PENELITIAN indikator 20 pertanyaan. Kuesioner memiliki 5 alternatif jawaban
yaitu Selalu (S), Sering (SR), Kadang-kadang (KK), Jarang (J), Tidak
Pernah (TP).
Teknik Definisi
Pengolahan Data Operasional

Teknik Pengolahan Data

BAB I 1. Editing (Pengeditan data)


PENDAHULUAN 2. Coding (Mengkode data)
3. Entri data
4. Melakukan teknik analisis

BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA

BAB III
METODE
PENELITIAN
Teknik Definisi
Pengolahan Data Operasional

Definisi Operasional

BAB I
PENDAHULUAN

BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA

BAB III
METODE
PENELITIAN