Anda di halaman 1dari 44

RANCANGAN

RENCANA
PEMBANGUNAN
JANGKA MENENGAH
DAERAH DISAMPAIKAN OLEH :

(RPJMD) KEPALA BAPPEDA


PROVINSI LAMPUNG

PROVINSI LAMPUNG
PADA :

MUSRENBANG RPJMD PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2019-2024


TAHUN 2019-2024 B A N D A R L A M P U N G , 0 7 A G U S T U S 2 0 1 9
PROGRES
PENYUSUNAN
RPJMD
PROVINSI LAMPUNG
PROGRES PENYUSUNAN RPJMD PROVINSI LAMPUNG 2019-2024

FGD TEMATIK
1 FGD 17-19 JULI 2019
Persiapan PENYUSUNAN
TEKNOKRATIK 2
Penyusunan RANCANGAN
RPJMD TEKNOKRATIK RPJMD Nov-Des 2018 Rancangan
Awal
RPJMD Nota
Perumusan Strategi, Kesepakatan 23 Juli 2019
arah kebijakan
Penelaahan dan program
RPJPD pembangunan
daerah
Pengolahan
data & KONSULTASI KE
informasi VISI, MISI Kerangka 3 MENTERI 31 Juli 2019
dan Program pendanaan dan Rancangan
KDH program PD
RPJMD
Perumusan 4 SE Kepala
Hasil Penelaahan Penjelasan Kinerja Musrenbang
evaluasi RTRW RTRW Penyelenggaraan Daerah
capaian daerah Penelaahan visi dan misi Pemda RPJMD kepada Ka PD
RPJMD lainnya RPJMN/ RPJMD serta
Provinsi Tujuan dan
Sasaran Rancangan 5
Pelaksanaan 07 Agustus
Forum Akhir RPJMD
2019
Konsultasi
Analisis isu- Publik
Analisis isu strategis
Pembahasan dan
Gambaran 04 JULI persetujuan bersama
umum
kondisi 2019 RANPERDA RPJMD
daerah &
Perumusan Perumusan
gambaran Permasalahan
Pembangunan Evaluasi
keuangan
daerah Daerah RANPERDA Akhir
RPJMD
KLHS Agustus
6 2019
Penetapan
POSISI RPJMD

RPJMD KE SATU

RPJMD KE DUA
RPJMN
2020-2024
RPJMD KE TIGA
(dipedomani)

RPJMD KE EMPAT
(2019-2024)
RPJPD
2005-2025
KLHS

(saling mempedomani)

RTRW
2009-2029 (diacu)
EVALUASI
CAPAIAN
INDIKATOR
MAKRO
PROVINSI LAMPUNG
PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI LAMPUNG
PDRB < 3,0%

3,0% ≤ PDRB < 4,0%


ACEH
4,0% ≤ PDRB < 5,0%
4,61%
PDRB > 5,0% (yoy)

SUMUT
5,18% RIAU
2,34%
KEPRI
4,56%
SUMBAR
5,14%
JAMBI BABEL
4,71% 4,45%

SUMSEL
Provinsi Lampung mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi sebesar BENGKULU 6,04%
5,25%, berada di atas Nasional (5,17%) dan rata-rata Sumatera (4,54%). 4,99%

PDRB BERLAKU PDRB KONSTAN LAMPUNG


5,25%

Pertumbuhan Ekonomi Lampung menempati posisi ke-2


333,68 232,21 terbesar di wilayah Sumatera, setelah Sumatera Selatan.
TRILIUN RUPIAH TRILIUN RUPIAH
Sumber: BPS dan BI
T I N G K AT I N F L A S I
Inflasi Tahun Kalender 2018

2,73%
Lampung

1,64%
2,92% Metro

3,13% Bandar
Lampung
Nasional

KUNCI KEBERHASILAN
*dalam Persen (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik

Inflasi Gabungan di Provinsi Lampung Tahun 2018 terpantau STABIL sebesar 2,73 %, lebih
rendah dibandingkan tingkat inflasi Nasional yang sebesar 3,13 %. Capaian inflasi di akhir tahun
2018 masih terkendali dan berada dalam rentang target 3,5 ± 1%.

LAJU INFLASI MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN 1. Ketersediaan pasokan


2. Kelancaran distribusi
6,04% 4,20% 3,66% 2,97% 2,41% 2,43% 1,05% 3. Keterjangkauan harga
4. Komunikasi
Pendidikan, Makanan Jadi, Sandang Kesehatan Perumahan, Transport, Bahan 5. Koordinasi
Rekreasi & Rokok & Air, Listrik, Gas Komunikasi & Makanan
Olahraga Tembakau & Bahan Bakar Jasa Keuangan
T I N G K AT K E T I M PA N G A N

Indeks Gini Lampung dan Nasional

0.50 0.40 0.39 0.39 0.38


0.40
0.30 0.38
0.20 0.36 0.33 0.32
0.10
0.00
2015 2016 2017 2018
Lampung Nasional

Tingkat Ketimpangan Antar Kelompok Pendapatan Provinsi Lampung semakin menurun


selama 4 tahun terakhir.
T I N G K AT P E N G A N G G U R A N T E R B U K A D A N
JUMLAH PENGANGGUR

Tingkat Pengangguran Terbuka Provinsi Lampung Jumlah Penganggur di Provinsi Lampung


2016-2018 200,000

195,000
196,850
6
5.61 5.5 5.34 190,000

5 190,347
185,000
4
3 4.62 4.33 4.06 180,000
2
1 175,000
0
176,257
170,000
2016 2017 2018
165,000
TPT Lampung TPT Nasional 2015 2016 2017

 Angka pengangguran Lampung periode Agustus 2018 sebesar 4,06 persen. Turun 0,27 poin
dibandingkan angka Agustus 2017 yang sebesar 4,33%
 Kondisi ini lebih baik dari angka pengangguran nasional yang sebesar 5,34 persen.
 Jumlah penganggur cenderung menurun dari tahun ke tahun. Angkanya bahkan turun cukup drastis
pada tahun 2017, dari sekitar 190 ribu orang pada tahun 2016 menjadi 170 ribu orang pada 2017
KEMISKINAN

Tingkat Kemiskinan Provinsi Lampung 2015-2019 Jumlah Penduduk Miskin (ribu orang)
16 14.35 14.29
14
13.69
13.01 12.62
2014-2018
12 11.22 10.86 10.64
9.66 9.41
10
1,143.93
8 1,100.68 1,139.78 1,083.74 1,091.60
6
4
2
0
2015 2016 2017 2018 2019 (Maret) 2014 2015 2016 2017 2018
Tk. Kemiskinan Lampung Tk. Kemiskinan Nasional

 Persentase Penduduk Miskin pada Maret 2019 sebesar 12,62 persen, menurun 1,73
poin dibanding Sept 2015 yang sebesar 14,35 persen
 Jumlah Penduduk Miskin pada Sep 2018 sebesar 1,09 juta jiwa, menurun sekitar 52
ribu orang dibanding Sept 2014 yang sebesar 1,14 juta jiwa
INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA

IPM PROVINSI LAMPUNG DAN NASIONAL


2015-2018
72 71.39
70.81
70.18
70 69.55
69.02
68.25
67.65
68 66.95
66

64
2015 2016 2017 2018
Lampung Nasional

 Selama periode tahun 2015 s.d. 2018 IPM Provinsi Lampung terus mengalami peningkatan
dari 66,95 di tahun 2015 menjadi 69,02 di tahun 2018.
 IPM Provinsi Lampung masih berada di bawah rata-rata IPM Nasional, karena dipengaruhi
oleh Pengeluaran Perkapita Lampung yang jauh berada di bawah pencapaian Nasional
CAPAIAN DAN TARGET INDIKATOR MAKRO

Capaian 2018 Target 2019 Target 2020-2024


Pertumbuhan
5,17 5,4-5,7 5,3-6,0
Ekonomi %

Infasi % 2,73 3,5-4 3,0-3,5

Tingkat 13,10 12 ,36 11,10-9,18


Kemiskinan %

Tingkat 4,06 4 3,85-3,48


Pengangguran %

Pendapatan 39,86 40,56 45,54 -56


Perkapita (juta Rp)

69,02 70 70,23 -72,72


IPM

0,32 0,33 -0,32 0,32 -0,30


Rasio Gini
KERANGKA
PENDANAAN
PEMBANGUNAN
PROVINSI LAMPUNG
P E N D A PATA N D A E R A H D A N P E N E R I M A A N P E M B I AYA A N
NO URAIAN PROYEKSI 2019 PROYEKSI 2020 PROYEKSI 2021 PROYEKSI 2022 PROYEKSI 2023 PROYEKSI 2024
1 2 3 4 5 6 7 8
PENDAPATAN TOTAL (APBD) 7.772.923.449.832 7.817.737.259.761 8.253.378.330.247 8.735.992.319.301 9.254.904.377.541 9.812.677.922.103
I PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) 3.423.635.941.615 3.166.144.125.582 3.291.132.326.040 3.428.565.609.181 3.573.383.181.233 3.725.537.262.449
JUMLAH A+B+C+D
A JUMLAH PAJAK DAERAH 2.910.000.000.000 2.756.282.822.321 2.860.414.732.396 2.976.589.019.016 3.099.092.951.217 3.227.826.266.278
1 Pajak Kendaraan Bermotor 750.000.000.000 814.155.449.414 854.863.221.884 897.606.382.979 942.486.702.128 989.611.037.234
2 Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor 767.000.000.000 718.470.268.769 754.393.782.207 792.113.471.318 831.719.144.883 873.305.102.128
3 Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 640.000.000.000 683.578.104.139 710.921.228.304 746.467.289.720 783.790.654.206 822.980.186.916
4 Pajak Air Permukaan 3.000.000.000 3.150.000.000 3.307.500.000 3.472.875.000 4.167.450.000 5.000.940.000
5 Pajak Rokok 535.470.000.000 536.929.000.000 536.929.000.000 536.929.000.000 536.929.000.000 536.929.000.000
B JUMLAH RETRIBUSI DAERAH 13.049.446.772 13.440.930.175 13.844.158.080 14.259.482.823 14.687.267.308 15.127.885.327
JUMLAH PENGELOLAAN KEKAYAAN
C 31.825.503.773 33.416.778.962 35.087.617.910 36.841.998.805 38.684.098.745 40.618.303.683
DAERAH YANG DIPISAHKAN
D JUMLAH LAIN-LAIN PAD YANG SAH 683.290.991.069 363.003.594.124 381.785.817.654 400.875.108.537 420.918.863.964 441.964.807.162
II DANA PERIMBANGAN 4.290.453.091.700 4.592.751.948.635 4.903.398.046.252 5.248.571.976.368 5.622.659.683.370 6.028.272.364.141
1 DANA BAGI HASIL PAJAK 126.277.707.700 132.591.593.085 139.221.172.739 146.182.231.376 153.491.342.945 161.165.910.092
2 DANA BAGI HASIL BUKAN PAJAK/SDA 20.072.187.000 78.072.187.000 20.072.187.000 20.072.187.000 20.072.187.000 20.072.187.000
3 DANA ALOKASI UMUM (DAU) 1.906.780.297.000 1.952.119.311.850 2.102.225.277.443 2.207.336.541.315 2.317.703.368.380 2.433.588.536.799
4 DANA ALOKASI KHUSUS 2.237.322.900.000 2.429.968.856.700 2.641.879.409.070 2.874.981.016.677 3.131.392.785.045 3.413.445.730.249
- DAK FISIK 310.863.333.000 310.863.333.000 310.863.333.000 310.863.333.000 310.863.333.000 310.863.333.000
- DAK NON FISIK 1.926.459.567.000 2.119.105.523.700 2.331.016.076.070 2.564.117.683.677 2.820.529.452.045 3.102.582.397.249
II LAIN-LAIN PENDAPATAN YG SAH 58.834.416.517 58.841.185.544 58.847.957.955 58.854.733.753 58.861.512.938 58.868.295.513
1 PENDAPATAN HIBAH 13.538.053.517 13.544.822.544 13.551.594.955 13.558.370.753 13.565.149.938 13.571.932.513
2 DANA DARURAT - - - - -
DANA BAGI HASIL PAJAK/BUKAN PAJAK
3 - - - - -
DR PROVINSI &PEMDA LAINNYA
4 DANA PENYESUAIAN & OTONOMI KHUSUS 26.756.363.000 26.756.363.000 26.756.363.000 26.756.363.000 26.756.363.000 26.756.363.000
BANTUAN KEUANGAN DARI PROVINSI
5 18.540.000.000 18.540.000.000 18.540.000.000 18.540.000.000 18.540.000.000 18.540.000.000
ATAU PEMERINTAH DAERAH LAINNYA
PEMBIAYAAN

3.1 PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH 35.000.000.000 35.000.000.000 35.000.000.000,00 35.000.000.000,00 35.000.000.000,00 35.000.000.000,00
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun
3.1.1 35.000.000.000 35.000.000.000 35.000.000.000,00 35.000.000.000,00 35.000.000.000,00 35.000.000.000,00
Anggaran Sebelumnya
TOTAL 7.807.923.449.832 7.852.737.259.761 8.288.378.330.247 8.770.992.319.302 9.289.904.377.541 9.847.677.922.103
B E L A N J A D A E R A H D A N P E N G E L U A R A N P E M B I AYA A N

No URAIAN TARGET 2019 PROYEKSI 2020 PROYEKSI 2021 PROYEKSI 2022 PROYEKSI 2023 PROYEKSI 2024
2 BELANJA 7.657.923.449.832 7.686.557.259.761 8.137.378.330.247,32 8.619.992.319.301,29 9.242.904.377.541,49 9.837.677.922.102,71
2.1 BELANJA TIDAK LANGSUNG 4.666.030.795.632 4.965.266.206.261 4.919.239.133.182,37 5.063.961.590.681,49 5.217.580.787.074,56 5.385.587.728.104,59
2.1.1 Belanja Pegawai 1.915.984.978.632 2.111.784.227.564 2.112.373.438.941,78 2.217.992.110.888,87 2.328.891.716.433,31 2.445.336.302.254,98
2.1.2 Belanja Bunga 37.000.000.000 32.000.000.000 22.000.000.000,00 12.000.000.000,00 2.900.150.394,00 0
2.1.3 Belanja Subsidi 1.852.030.960 - 1.852.030.960,00 1.852.030.960,00 1.852.030.960,00 1.852.030.960,00
2.1.4 Belanja Hibah 1.394.951.211.640 1.364.951.211.640 1.393.274.077.840,00 1.393.274.077.840,00 1.393.274.077.840,00 1.393.274.077.840,00
2.1.5 Belanja Bantuan Sosial 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000,00 2.000.000.000,00 2.000.000.000,00 2.000.000.000,00
Belanja Bagi Hasil kepada
2.1.6 Provinsi/Kabupaten/Kota dan 1.279.429.000.000 1.415.717.192.657 1.357.926.011.040,59 1.407.029.796.592,62 1.458.849.237.047,25 1.513.311.742.649,61
Pemerintah Desa
Belanja Bantuan Keuangan kepada
2.1.7 Provinsi/Kabupaten/Kota dan 19.813.574.400 19.813.574.400 14.813.574.400,00 14.813.574.400,00 14.813.574.400,00 14.813.574.400,00
Pemerintahan Desa
2.1.8 Belanja Tidak Terduga 15.000.000.000 19.000.000.000 15.000.000.000,00 15.000.000.000,00 15.000.000.000,00 15.000.000.000,00
2.2 BELANJA LANGSUNG 2.991.892.654.200 2.721.291.053.500 3.218.139.197.064,95 3.556.030.728.619,81 4.025.323.590.466,93 4.452.090.193.998,12
2.2.1 Belanja Pegawai 159.775.106.000 - 176.284.651.320,00 176.284.651.320,00 176.284.651.320,00 176.284.651.320,00
2.2.2 Belanja Barang dan Jasa 1.489.379.259.405 - 1.425.370.852.918,00 1.425.370.852.918,00 1.425.370.852.918,00 1.425.370.852.918,00
2.2.3 Belanja Modal 1.342.738.288.795 - 1.616.483.692.826,95 1.954.375.224.381,81 2.423.668.086.228,93 2.850.434.689.760,12
3 PEMBIAYAAN DAERAH -115.000.000.000 -131.180.000.000 -116.000.000.000,00 -116.000.000.000,00 -12.000.000.000,00 25.000.000.000,00
3.2 PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH 150.000.000.000 166.180.000.000 151.000.000.000,00 151.000.000.000,00 47.000.000.000,00 10.000.000.000,00
Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah
3.2.2 10.000.000.000 25.000.000.000 10.000.000.000,00 10.000.000.000,00 10.000.000.000,00 10.000.000.000,00
Daerah
3.2.3 Pembayaran Pokok Utang 140.000.000.000 141.180.000.000 141.000.000.000,00 141.000.000.000,00 37.000.000.000,00 0
TOTAL 7.807.923.449.832 7.852.737.259.761 8.288.378.330.247 8.770.992.319.301 9.289.904.377.541 9.847.677.922.103
P E R S E N TA S E P E N I N G K ATA N A P B D , P E N D A PATA N
DAN BELANJA

Item 2020 2021 2022 2023 2024

APBD 7.852.737.259.761 8.288.378.330.247 8.770.992.319.301 9.289.904.377.541 9.847.677.922.103

% Peningkatan 5,55% 5,82% 5,92% 6,00%

Pendapatan 7.817.737.259.761 8.253.378.330.247 8.735.992.319.301 9.254.904.377.541 9.812.677.922.103

% Peningkatan 5,57% 5,85% 5,94% 6,03%

Belanja 7.686.557.259.761 8.137.378.330.247 8.619.992.319.301 9.242.904.377.541 9.837.677.922.103

% Peningkatan 5,87% 5,93% 7,23% 6,43%


PENDANAAN PER MISI (BELANJA LANGSUNG)
2020 2021 2022 2023 2024
MISI
Rp Rp Rp Rp Rp

• Misi 1 : Menciptakan 71.196.048.400 84.194.887.474 93.035.008.343 105.312.929.613 116.478.253.410


Kehidupan Yang Religius
(Agamis), Berbudaya, Aman,
Dan Damai
• Misi 2 : Mewujudkan “Good 482.904.824.507 571.072.668.688 631.032.977.063 714.311.017.757 790.042.590.651
Governance” Untuk
Meningkatkan Kualitas Dan
Pemerataan Pelayanan Publik
• Misi 3 : Meningkatkan 1.042.431.379.241,00 1.232.756.517.341,76 1.362.190.939.587,61 1.541.960.613.476,06 1.705.439.965.881,54
Kualitas SDM dan
Mengembangkan Upaya
Perlindungan Anak.
Pemberdayaan Perempuan
dan Kaum Difabel
• Misi 4 : Mengembangkan 940.861.772.552 1.112.642.525.089 1.229.465.466.502 1.391.719.229.573 1.539.269.923.406
Infrastruktur Guna
Meningkatkan Efisiensi
Produksi dan Konektivitas
Wilayah
• Misi 5 : Membangun Kekuatan 128.627.143.200 152.111.642.305 168.082.746.300 190.264.791.130 210.436.749.199
Ekonomi Masyarakat Berbasis
Pertanian dan Wilayah
Pedesaan yang Seimbang
dengan Wilayah Perkotaan
• Misi 6: Mewujudkan 55.269.885.600 65.360.956.167 72.223.590.824 81.755.008.918 90.422.711.450
Pembangunan Daerah yang
Berkelanjutan untuk
Kesejahteraan Bersama
TOTAL 2.721.291.053.500 3.218.139.197.065 3.556.030.728.620 4.025.323.590.467 4.452.090.193.998
PERMASALAHAN
DAN ARAHAN
PEMBANGUNAN
KEWILAYAHAN
PROVINSI LAMPUNG
P E R M A S A L A H A N B I D A N G S O S I A L B U D AYA

SARPRAS pendidikan belum mamadai (Th. 2017 : kondisi baik = 36%)

Belum tercapainya Program Wajib Belajar 9 Tahun (APM < 100)

Kurang Gizi pada Balita (Th. 2018 = 15,94 %)

Masih Tingginya Angka Kematian Ibu (Th. 2018 = 69/100 rb kelahiran)

Belum optimalnya penanganan PMKS (Th. 2018 = 11.249 tertangani)

Masih tingginya angka kemiskinan (Maret 2019 = 12,62)


PERMASALAHAN BIDANG INFSATRUKTUR WILAYAH

Belum optimalnya layanan transportasi


Masih rendahnya akses sanitasi layak (Th 2018 = 52,48%)

Masih rendahnya akses air minum layak (Th 2018 = 56,78%)

Terdapat kawasan pemukiman kumuh (Th 2018 = 1.371,03 Ha)

Tingkat kerusakan Kawasan Hutan tinggi : ± 53,34 %.

Tingkat kemantapan jalan masih jauh dari target (Th 2018 = 77,23 %,
Target 2019 = 85%
PERMASALAHAN BIDANG EKONOMI

Belum optimalnya pengembangan Kawasan Industri di Provinsi


Lampung dan kesiapan menghadapi Revolusi Industri 4.0

Belum optimalnya diversifikasi penganekaragaman konsumsi pangan


yang berbasis pangan lokal

Masih rendahnya kapasitas produksi pertanian

Tingginya Alih fungsi lahan pertanian


ARAH PENGEMBANGAN PROVINSI LAMPUNG

1. Timur :
Kawasan Industri

2. Tengah :
Mandatori Penyangga Ketahanan Pangan Nasional

3. Barat (dan Teluk Lampung) :


Kawasan Pariwisata
2 1
Administrasi Real Estate,
Pemerintahan 2.81 Lainnya, 8.48
, 3.35
Informasi &
3 Komunikasi,
3.90
Perekonomi an
Lampung
Transportasi digerakkan oleh 3
& lapangan usaha
Pergudangan, Pertanian, u t a m a , yaitu:
31.16
4.81 1 . Pe r ta n i a n
Pertambangan
& Penggalian, 2. Industri
Industri
5.71 Pengolahan
Pengolahan,
Konstruksi, 19.43 3. Pariwisata
9.33

Perdagangan,
Rencana
Industri
Pertahanan

Rencana
Industri
Pertahanan
+
PERCEPATAN PEMBANGUNAN
Lintas
Tengah KAWASAN PANTAI BARAT
UNTUK MENGURANGI
DISPARITAS WILAYAH DAN
Lintas PEMBANGUNAN JALAN
Timur PENGHUBUNG LINTAS

1
Lintas
Barat
2

Usulan
3
Penghubung
Lintas

Rencana Trase
Jalan Tol Sumatera
Taufik Kiemas
Airport

25 25
DUKUNGAN INFRASTRUKTUR PELABUHAN PELABUHAN REGIONAL
PROVINSI LAMPUNG MESUJI

PELABUHAN REGIONAL
KUALA TELADAS
PELABUHAN
KUALASTABAS
PELABUHAN LOKAL
WAY SEPUTIH

PELABUHAN REGIONAL
KUALA PENET

PELABUHAN REGIONAL
LABUHAN MARINGGAI

PELABUHAN REGIONAL
SEKAMPUNG

PELABUHAN
INTERNASIONAL
PANJANG
PELABUHAN
BENGKUNAT
Pelabuhan Bakauheni
Dermaga Eksisting sebanyak 6
PELABUHAN NASIONAL PELABUHAN REGIONAL PULAU PELABUHAN BAKAUHENI Dermaga
KOTA AGUNG TABUAN
26 Rencana Pengembangan hingga
10 Dermaga
KAWASAN STRATEGIS PROVINSI LAMPUNG

A. KAWASAN STRATEGIS DARI SUDUT


KEPENTINGAN PERTUMBUHAN
Kawasan EKONOMI:
Metropolitan
Bandar Lampung 1. Kawasan Bandar Lampung dan
sekitarnya;
2. Kawasan Pariwisata Pantai Barat
B. KAWASAN STRATEGIS DARI SUDUT
KEPENTINGAN FUNGSI DAN DAYA
DUKUNG LINGKUNGAN HIDUP:
1. Kawasan Taman Hutan Raya Wan
Abdul Rachman di Kota Bandar
Lampung dan Kabupaten Pesawaran;
2. Kawasan Resapan Air Bendungan
Batutegi di Kabupaten Tanggamus
C. PENGEMBANGAN KAB/KOTA
Kawasan Pariwisata
Pantai Barat Provinsi SESUAI DENGAN ZONASI/KLASTER
Lampung PENGEMBANGAN PROVINSI
LAMPUNG SESUAI PERDA NO.13
TAHUN 2016 TENTANG RENCANA
PEMBANGUNAN INDUSTRI
Kawasan Bendungan
Batutegi PROVINSI (RPIP) LAMPUNG TAHUN
Kawasan
Tamaan Hutan 2016-2035
Raya WAR
VISI MISI
PRIORITAS
DAN AGENDA
PEMBANGUNAN
PROVINSI LAMPUNG
VISI :
(aman, berbudaya, maju dan berdayasaing, sejahtera)

MISI: MENCIPTAKAN KEHIDUPAN YANG RELIGIUS


(AGAMIS), BERBUDAYA, AMAN, DAN DAMAI

MEWUJUDKAN
PEMBANGUNAN DAERAH
YANG BERKELANJUTAN MEWUJUDKAN “GOOD
UNTUK KESEJAHTERAAN GOVERNANCE” UNTUK
BERSAMA MENINGKATKAN KUALITAS DAN
PEMERATAAN PELAYANAN PUBLIK

MEMBANGUN KEKUATAN EKONOMI


MASYARAKAT BERBASIS PERTANIAN DAN
MENINGKATKAN KUALITAS SDM
WILAYAH PEDESAAN YANG SEIMBANG
DAN MENGEMBANGKAN UPAYA
DENGAN WILAYAH PERKOTAAN
PERLINDUNGAN ANAK,
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN,
DAN KAUM DIFABEL
MENGEMBANGKAN INFRASTRUKTUR GUNA
MENINGKATKAN EFISIENSI PRODUKSI DAN
KONEKTIVITAS WILAYAH
MISI DAN AGENDA KERJA GUBERNUR LAMPUNG 2019-2024

1. Lampung Merawat Indonesia: memperkuat kerukunan hidup antar umat beragama dan menjadikan
rumah ibadah dan pondok pesantren sebagai pusat informasi dan pendidikan publik untuk menangkal
MENCIPTAKAN radikalisme serta mengembangkan sikap kebangsaan
KEHIDUPAN 2. Insentif khusus untuk guru agama informasl (bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota)
YANG RELIGIUS
3. Lampung Mengaji: memfasilitasi pengembangan pemahaman dan penghafalan Al-Quran dan mendirikan
(AGAMIS),
BERBUDAYA, Pusat Studi Al-Quran
AMAN, DAN 4. Lampung Kaya Festival : menjadikan budaya dan kekayaan alam Lampung sebagai daya Tarik festival
DAMAI untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif, merawat kebudayaan
lokal dan mengembangkan kesenian serta mendukung meningkatnya kunjungan wisatawan
5. Lampung Menuju Bebas Narkoba

MEWUJUDKAN
“GOOD 1. Meningkatkan efektivitas pemerintahan, melalui sistem penjenjangan karir berbasis kinerja dan
GOVERNANCE” kompetensi (job fit assessment) dan meningkatkan kualitas pelayanan publik
UNTUK 2. APBD Rakyat Berjaya, melalui peningkatan PAD dan mendayagunakan APBD untuk program
MENINGKATKAN pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat
KUALITAS DAN 3. Smart Village : meningkatkan literasi internet dan layanan perpustakaan desa, digitalisasi,
PEMERATAAN administrasi desa dan e-participation
PELAYANAN
4. Pendampingan Program Pembangunan Desa
PUBLIK
MISI DAN JANJI KERJA GUBERNUR LAMPUNG 2019-2024

MENINGKAT 1. Perempuan Berjaya : memandirikan perempuan secara ekonomi, pengarusutamaan gender dan
KAN KUALITAS pendampingan hokum perempuan
SDM DAN 2. Lampung Ramah Perempuan dan Anak : mengembangkan fasilitas dan ruang public ramah perempuan dan
MENGEM anak, menurunkan tingkat kematian ibu dan anak (bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota)
BANGKAN 3. Anak Muda Berjaya : mendorong kompetensi dan festival seni/olahraga, gerakan malu menganggur,
UPAYA mencetak wirausaha muda, pendirian gelanggang remaja
PERLINDU 4. Mengembalikan Kejayaan Lampung dalam Dunia Olahraga, memperbaiki dan memperbanyak fasilitas-
NGAN ANAK, fasilitas olahraga, meningkatkan kualitas pembinaan atlet dan memberikan insentif bagi atlet berprestasi
PEMBERDA serta memperbaiki tata kelola organisasi olahraga
YAAN 5. Lampung Sehat : Gerakan MAsyarakat Sehat (GERMAS), perbaikan kualitas layanan kesehatan, Puskesmas
PEREMPUAN, dan Rumah Sakit (bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota)
DAN KAUM 6. Smart School : pemanfaatan IT untuk meningkatkan kalitas pendidikan
DIFABEL 7. Revitalisasi SMK :mengintegrasikan SMK ke dunia kerja (kurikulum magang)

MENGEMBANG
KAN 1. Infrastruktur Lampung Berjaya : konektivitas antar kabupaten/kota untuk mengembangkan pusat
INFRASTRUKTUR pertumbuhan baru, infrastruktur untuk kawasan wisata, infrastruktur pertanian, pelabuhan dan
GUNA
infrastruktur telekomunikasi
MENINGKATKAN
EFISIENSI 2. Unit Reaksi Cepat (URC) Perbaikan Infrastruktur: berbasis peran serta warga dan pemanfaatan
PRODUKSI DAN IT
KONEKTIVITAS 3. Lampung Terang Berjaya: swasembada sumber energi listrik
WILAYAH
MISI DAN JANJI KERJA GUBERNUR LAMPUNG 2019-2024

1. Kartu Petani Berjaya (KPB): memberikan jaminan kepada para petani untuk mendapatkan bibit,
pupuk, pasar, modal dan beasiswa bagi anak petani (pertanian secara luas)
2. Beasiswa Mahasiswa Pertanian : mendorong minat generasi muda pada pertanian
3. Mencegah dan memberantas peradaran pupuk palsu
4. Revitalisasi Lada (Lampung Black Pepper)
MEMBANGUN 5. Meningkatkan daya saing Kopi, KAkao dan komoditas unggulan lainnya (jagung, singkong, udang)
KEKUATAN melalui penerapan teknologi produksi, pengembangan industri hilir serta perluasan pasar dalam
EKONOMI negeri
MASYARAKAT 6. Nelayan Berkaya : untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, mendorong tumbuhnya usaha
BERBASIS budidaya perikanan, memberikan pendampingan pemasaran, pengembangan industri pengolahan
PERTANIAN perikanan, jaminan social, beasiswa pendidikan tinggi bagi anak-anak nelayan, SPBU untuk
DAN WILAYAH nelayan
PEDESAAN 7. Lampung sebagai salah satu tujuan utama wisata (mengembangkan destinasi wisata unggulan,
YANG pusat agrowisata dan ekowisata, infrastruktur mendukung pariwisata, percepatan Bandara Taufik
SEIMBANG Kiemas)
DENGAN 8. Memfungsikan BUMD untuk menangani komoditi strategis bidang pertanian (bersinergi dengan
WILAYAH pemerintah kabupaten/kota)
9. Mengembangkan industri pengolahan sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
PERKOTAAN
10. Mengembangkan ekonomi kreatif, UMKM dan koperasi
11. Lampung Ramah usaha : menata regulasi dan kebijakan pengembangan dunia usaha
12. Memfasilitasi percepatan terwujudnya Lampung sebagai Pusat Industri Pertahanan Indonesia
(bersinergi dengan Kementerian Pertahanan)
13. Lampung sebagai Lumbung Ternak
MISI DAN JANJI KERJA GUBERNUR LAMPUNG 2019-2024

MEWUJUDKAN
PEMBANGUNAN
DAERAH YANG
BERKELANJU
1. Mengelola Lingkungan Hidup untuk kesejahteraan rakyat
TAN UNTUK 2. Lampung sebagai Pusat Inkubasi Tanaman Nusantara
KESEJAHTERA
AN BERSAMA
SASARAN MISI 1 RPJMD PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2019-2024

Meningkatkan Meningkatkan
harmoni sosial
dan kerukunan MISI kualitas
demokrasi
masyarakat
antar umat
beragama 1

TARGET CAPAIAN
Meningkatnya INDIKATOR SASARAN 2020 2021 2022 2023 2024
Seni, Budaya, • Indeks Kerukunan
dan Pariwisata 69 70 71 72 73
Umat Beragama
(Maju Seni,
Budaya, dan • Indeks Demokrasi
65,25 66,9 68,5 70,2 71,85
Pariwisata) Indonesia
SASARAN MISI 2 RPJMD PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2019-2024

Meningkatnya
rata-rata Meningkatnya TARGET CAPAIAN
kepuasan kualitas INDIKATOR SASARAN 2020 2021 2022 2023 2024
masyarakat implementasi
• Nilai Reformasi
terhadap OPD reformasi B B B B B
Birokrasi (Nilai)
pelayanan
MISI birokrasi
• Opini BPK WTP WTP WTP WTP WTP
• Indeks Kepuasan
2 •
Masyarakat
Nilai sistem
B B B A A

Meningkatnya pemerintahan
kinerja keuangan Meningkatnya berbasis
berdasarkan hasil komitmen elektronik (SPBE)/ 2,2 3 3,5 4 4,5
pemeriksanaan pemerintah Pemeringkatan e-
BPK terhadap daerah dalam Government
Laporan Keuangan pemberantasan Indonesia (PeGI)
Pemerintah korupsi
Daerah
SASARAN MISI 3 RPJMD PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2019-2024
TARGET CAPAIAN
INDIKATOR
SASARAN 2020 2021 2022 2023 2024
Meningkatnya
• Angka Harapan
derajat 72,1 72,19 72,29 72,39 72,48
Hidup (Tahun)
kesehatan
masyarakat • Harapan Lama
Terpenuhinya Meningkatnya 12,64 12,71 12,78 12,85 12,92
Sekolah (Tahun)
kebutuhan aksesibilitas
• Rata-rata Lama
dasar dan kualitas 7,8 7,9 8 8,1 8,2
Sekolah (Tahun)
penyandang pendidikan
• Indeks
disabilitas menengah
Pembangunan 90,78 91,07 91,36 91,65 91,94
Gender
• Indeks
MISI Pemberdayaan
Gender
64,13 64,67 65,2 65,73 66,27


3 Jumlah Kab/Kota
Layak Anak
11 12 13 14 15
• Persentase
peningkatan
Meningkatnya jumlah pemuda 40 60 80 100 120
peran serta berprestasi
Meningkatnya
pemuda dalam tingkat Nasional
pengarusutama
pembangunan dan an gender dan • Persentase
berprestasi di perlindungan peningkatan
bidang olahraga anak penyandang 2,18 2,6 3,12 3,74 4,49
nasional disabilitas yang
mandiri
SASARAN MISI 4 RPJMD PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2019-2024

TARGET CAPAIAN
Mengembangkan
INDIKATOR SASARAN 2020 2021 2022 2023 2024
Sarana Prasarana dan • Tingkat kemantapan
Jaringan Perhubungan 81 82 83 84 85
jalan provinsi (%)
(Darat. Laut. Udara dan • Jumlah simpul
Kereta Api) dalam transportasi
Rangka Peningkatan (Terminal dan
Keselamatan dan Pelabuhan Regional) 2 4 5 7 8
Meningkatnya Akses Pelayanan Pergerakan kewenangan provinsi
Masyarakat terhadap Orang. Barang. dan yang memenuhi
perumahan dan Jasa) standar pelayanan
Terwujudnya Tata • Persentase kondisi
kawasan permukiman Ruang Wilayah jaringan irigasi dan
yang Layak. Sehat. sesuai Arah infrastruktur Sumber 86 87 88 89 90
Nyaman dan Dokumen Tata Daya Air lainnya
Terjangkau dengan Ruang Nasional, (Persen)
• Rasio Elektrifikasi
didukung oleh
Prasarana. Sarana dan MISI Provinsi dan
Kabupaten/Kota
Rumah Tangga (%)
• Persentase Rumah
94 95 96 97 98

Utilitas Umum (PSU) Tangga yang

4 Memiliki Akses Dasar


terhadap Air Minum
Layak (Persen)
77 79 82 85 89

Menyediakan • Persentase rumah


Terwujudnya sumber daya air tangga yang memiliki
akses dasar terhadap 78 79 81 83 85
ketahanan dan yang handal dan sanitasi layak
kemandirian berkualitas untuk (Persen)
energy menuju memenuhi • Persentase
Lampung penurunan Luasan 0,52 0,44 0,35 0,26 0,2
kebutuhan Kawasan Kumuh
Terang Berjaya rumah tangga • Persentase Rumah
3,9 2,92 1,82 0,83 0
dan pertanian tidak Layak huni
SASARAN MISI 5 RPJMD PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2019-2024

Meningkatkan
pertumbuhan
ekonomi
berbasis TARGET CAPAIAN
pertanian) INDIKATOR
SASARAN 2020 2021 2022 2023 2024
• Pertumbuhan
5,3 -5,6 5,4 -5,7 5,5 - 5,8 5,6 - 5,9 5,7 - 6,0
Ekonomi
• Nilai Tukar Petani
106,98 107,48 107,98 108,48 108,98
Menjaga MISI Mengurangi
(NTP)
• Indeks Williamson 0,24 0,24 0,24 0,23 0,23
stabilitas ketimpangan
harga 5 antar wilayah • Inflasi
• Angka
3,0 - 3,5 3,0 - 3,5 3,0 - 3,5 3,0 - 3,5 3,0 - 3,5

11,1 10,62 10,14 9,66 9,18


Kemiskinan
• Tingkat
Pengangguran 3,85 3,76 3,66 3,57 3,48
Terbuka (TPT)
SASARAN MISI 6 RPJMD PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2019-2024

Meningkatnya
ketangguhan terhadap
bencana
TARGET CAPAIAN
INDIKATOR
SASARAN 2020 2021 2022 2023 2024

MISI • Indeks Kualitas


Lingkungan 59,63 61,15 61,92 62,57 63,32

6 Hidup (IKLH)

• Indeks Resiko
144,7 144,3 143,9 143,5 143,1
Bencana

Meningkatnya Indeks Kualitas


Lingkungan Hidup (IKLH) Provinsi
Lampung untuk kualitas air. kualitas
udara serta meningkatnya kualitas
tutupan lahan
Terimakasih
KESELARASAN INDIKATOR RPJMD DENGAN INDIKATOR SDGs

NO TUJUAN SDGs INDIKATOR RPJMD


1 Menjamin kehidupan yang sehat dan Angka Harapan Hidup
meningkatkan kesejahteraan seluruh
penduduk semua usia
2 Menghilangkan kelaparan, mencapai  Penurunan Angka Stunting
ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta  Produktifitas Tanaman Pangan (Indikator
meningkatkan pertanian berkelanjutan Sasaran Renstra OPD Tanaman Pangan)
3 Mengakhiri segala bentuk kemiskinan di Penurunan Angka Kemiskinan
mana pun
4 Membangun infrastruktur yang tangguh,  Tingkat Kemantapan Jalan Provinsi (%)
meningkatkan industri inklusif dan  Kapasitas dan Jangkauan Jaringan Internet
berkelanjutan, serta mendorong inovasi  Jumlah Simpul Transportasi (Terminal dan
Pelabuhan Regional) Kewenangan Provinsi
yang Memenuhi Standar Pelayanan
 Persentase Kondisi Jaringan Irigasi dan
Infstratruktur SDA Lainnya (%)
KESELARASAN INDIKATOR RPJMD DENGAN INDIKATOR SDGs

NO TUJUAN SDGs INDIKATOR RPJMD


5 Menjamin ketersediaan serta pengelolaan  Persentase Rumah Tangga yang Memiliki
air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan Ases Dasar terhadap Air Minum Layak (%)
untuk semua.  Persentase Rumah Tangga yang Memiliki
Akses Terhadap Sanitasi Layak
6 Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang  Pertumbuhan Ekonomi
inklusif dan berkelanjutan, kesempatan  Inflasi
kerja yang produktif dan menyeluruh, serta  Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
pekerjaan yang layak untuk semua  Persentase Pemuda Berwirausaha/ Bekerja
7 Menjamin akses energi yang terjangkau, Rasio Elektrifikasi Rumah Tangga (%)
andal, berkelanjutan, dan modern untuk
semua
8 Menjamin kualitas pendidikan yang inklusif  Harapan Lama Sekolah (Tahun)
dan merata serta meningkatkan kesempatan  Rata-rata Lama Sekoah (Tahun)
belajar sepanjang hayat untuk semua
KESELARASAN INDIKATOR RPJMD DENGAN INDIKATOR SDGs

NO TUJUAN SDGs INDIKATOR RPJMD


9 Menjadikan kota dan permukiman inklusif,  Persentase Penurunan Luasan Kawasan
aman, tangguh, dan berkelanjutan Kumuh (Ha)
 Persentase Rumah Tidak Layak Huni (Unit)
10 Mencapai kesetaraan gender dan  Indeks Pembangunan Gender (IPG) (Angka)
memberdayakan kaum perempuan  Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) (Angka)
 Jumlah Kab/Kota Layak Anak
11 Menguatkan masyarakat yang inklusif dan  Indeks Demokrasi Indonesia (Indeks)
damai untuk pembangunan berkelanjutan,  Indeks Reformasi Birokrasi (Nilai)
menyediakan akses keadilan untuk semua,  Indeks Persepsi Korupsi
dan membangun kelembagaan yang efektif,  Opini BPK
akuntabel, dan inklusif di semua tingkatan.  Nilai Sistem Pemerintahan Berbasis
Elektronik (SPBE)/Pemeringkatan e-
Government Indonesia (PeGI)
12 Mengambil tindakan cepat untuk mengatasi Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH)
perubahan iklim dan dampaknya
13 Mengurangi kesenjangan intra dan Indeks Williamson
antarnegara
KESELARASAN INDIKATOR RPJMD DENGAN INDIKATOR SDGs

NO TUJUAN SDGs INDIKATOR RPJMD


14 Menjamin pola produksi dan konsumsi yang Pengelolaan Sampah (Indikator Sasaran Renstra
berkelanjutan OPD Lingkungan Hidup)
15 Melestarikan dan memanfaatkan secara Terwujudnya Kawasan Konservasi Laut
berkelanjutan sumber daya kelautan dan (Indikator Sasaran Renstra OPD Kelautan dan
samudera untuk pembangunan Perikanan)
berkelanjutan
16 Menguatkan sarana pelaksanaan dan Indikator kemitraan terdapat pada Sasaran
merevitalisasi kemitraan global untuk Renstra OPD terkait
pembangunan berkelanjutan
17 Melindungi, merestorasi, dan meningkatkan Persentase Penurunan Kerusakan Kawasan
pemanfaatan berkelanjutan ekosistem Hutan (Indikator Sasaran Renstra OPD
daratan, mengelola hutan secara lestari, Kehutanan)
menghentikan penggurunan, memulihkan
degradasi lahan, serta menghentikan
kehilangan keanekaragaman hayati