Anda di halaman 1dari 21

MENGHITUNG

HARGA JUAL
DAN BREAK
EVENT POINT
(BEP)
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik mampu menguraikan prosedur
menghitung harga jual busana anak secara
mandiri
2. Peserta didik dapat menentukan alat dan
bahan untuk menghitung harga jual busana
anak secara mandiri
3. Peserta didik dapat menyiapkan tempat,
alat dan bahan untuk menentukan BEP
penjualan busana anak dengan teliti
4. Peserta didik dapat menghitung BEP busana
anak dengan teliti
5. Peserta didik dapat menghitung harga jual
busana anak dengan teliti
Prosedur menghitung Harga
jual
PENGERTIAN HARGA JUAL
 besarnya harga yang akan dibebankan
kepada konsumen yang diperoleh atau
dihitungdari biaya produksi ditambah
biaya non produksi dan laba yang
diharapkan
Cara menghitung harga jual
DUA PENDEKATAN :

1. PENDEKATAN BIAYA
2. PENDEKATAN PASAR ATAU PERSAINGAN
MENGHITUNG HARGA JUAL
DENGAN PENDEKATAN BIAYA
1. Penetapan harga biaya plus
2. Penetapan Harga Mark Up
(mark Up Pricing Method)
3. Penetapan Harga break-even
Penetapan harga biaya plus

 Penetapan harga biaya plus dihitung


dengan menentukan jumlah seluruh
biaya per unit ditambah jumlah tertentu
untuk menutup laba yang dikehendaki
pada unit tersebut. Perhitungan
menggunakan rumus :
Harga jual= Biaya Total + Marjin
Contoh :
Konveksi Reza mendapatkan order baju anak 50
potong. Biaya yang dikeluarkan untuk baju anak
tersebut adalah sebagai berikut :
- Biaya bahan Rp 2.500.000
- Biaya tenaga kerja Rp 1.500.000
- Biaya operasional seperti penyusutan mesin dan
biaya listrik dll Rp 500.000
ika menginginkan laba sebesar 15 % dari biaya total,
maka harga total = Biaya total + laba = Rp 4.500.000 +
(15% x Rp 4.500.000,-)
= Rp 4.500.000 + Rp 675.000
= Rp 5.175.000,00
Harga jual per potong baju = Rp 103.500,00
Penetapan Harga Mark Up
(mark Up Pricing Method)
 Caranya lebih sederhana. Perusahaan
perdagangan membeli barang
dagangan kemudian harga jualnya
ditentukan setelah menambahkan harga
beli dengan sejumlah mark- up dengan
rumus :
Harga Jual =Harga beli + Mark Up
Contoh
Toko sepatu rena membeli sepatu
adventure merk X seharga Rp 300.000.
Keuntungan yang diinginkan Rp 50.000,00.
Jadi sepatu dijual dengan harga Rp
350.000,00. Harga ditambah Rp 50.000.
Keuntungan yang didapat hanya sebagian
mark up karena dikurangi dengan biaya
transport untuk pembelian sepatu.
Penetapan Harga break-even
Break Even Point (BEP) adalah sebuah titik
dimana biaya atau pengeluaran dan
pendapatan adalah seimbang sehingga
tidak terdapat kerugian atau keuntungan.

penjualannya
benar-benar
menutupi
pengeluarannya
Menghitung BEP
Perlu mengetahui nilai dari tiga variabel:
1. Biaya tetap: Biaya yang tidak tergantung
pada volume penjualan, seperti sewa
2. Biaya Variabel: Biaya yang tergantung
pada volume penjualan, seperti biaya
pembuatan produk
3. Harga jual produk.
Rumus Break even point dalam unit.

titik impas sama dengan


total biaya tetap dibagi
dengan selisih antara harga
satuan dan biaya variabel

Keterangan rumus :
 BEP : Break Even Point (titik Impas)
 FC : Fixed Cost (Biaya Tetap)
 VC : Variabel Cost (Biaya variabel)
 P : Price per unit (Harga per unit)
 Break even point dalam rupiah

Keterangan rumus :
BEP : Break Even Point (titik Impas)
FC : Fixed Cost (Biaya Tetap)
VC : Variabel Cost (Biaya variabel)
P : Price per unit (Harga per unit)
S : Sales Volume (total Penjualan
Contoh menghitung BEP
Diketahui PT. Mataram Tunggal Garmen
memiliki usaha di bidang produksi pakaian
jadi dengan data sebagai berikut :
 Kapasitas produksi Celana pendek anak
adalah 100.000 potong
 Harga jual persatuan diperkirakan Rp.
5000,- per potong
 Total biaya tetap sebesar Rp.
150.000.000,- dan total biaya variabel
sebesar Rp.250.000.000,-
Perincian masing-masing biaya adalah sebagai
berikut :
Fixed Cost(Biaya Tetap)
 Overhead Pabrik : Rp. 60.000.000,-
 Biaya disribusi : Rp. 65.000.000,-
 Biaya administrasi : Rp. 25.000.000,-
Total FC : Rp.150.000.000,-

Variable Cost (Biaya Variabel)


 Biaya bahan : Rp. 70.000.000,-
 Biaya tenaga kerja : Rp. 85.000.000,-
 Overhead pabrik : Rp. 20.000.000,-
 Biaya distribusi : Rp. 45.000.000,-
 Biaya administrasi : Rp. 30.000.000,-
Total VC : Rp.250.000.000,-
Penyelesaian untuk mendapatkan BEP dalam
unit maupun rupiah.

Penyelesaian :
 Kapasitas produksi 100.000 potong
 Harga jual per potong Rp. 5000,-
 Total Penjualan 100.000 potong x Rp 5000,- = Rp.
500.000.000,-
mencari BEP dalam unit
BEP = Biaya Tetap
(Harga jual – Biaya Variabel )

Jadi perusahaan harus menjual 60.000


potong celana anak agar BEP.
mencari BEP dalam rupiah

perusahaan harus mendapatkan omset sebesar


Rp. 300.000.000,- agar terjadi BEP.

Untuk membuktikan kedua hasil tersebut dengan :


BEP = BEP per potong x harga jual per potong
BEP = 60.000 potong x Rp.5000 = Rp.300.000.000,-.
Rumus Harga Jual
Harga jual = HPP + (Provit x HPP)
HPP + (20 % X HPP)
HPP = Harga Pokok Produksi (Biaya total)
Terdiri dari :
1.Biaya bahan (Bahan pokok + Bahan
penunjang)
2. BOP : Biaya Operasional Produksi
(Penyusutan mesin dan Biaya Listrik)
3. Biaya Tenaga kerja (Langsung dan tidak
Langsung)
Menghitung harga jual
busana anak

Konveksi Ayu memproduksi 30 potong bebe


anak dengan rincian sebagai berikut :
1. Biaya bahan 60 m @ Rp 30.000,-
2. Biaya listrik Rp 150.000,-
3. Biaya penyusutan mesin Rp 150.000,-
4. Biaya tenaga kerja Rp1.500.000,-
Laba yang diinginkan 20 %. Berapa harga
jual tiap potong bebe anak ?
Jawab
HPP =
Biaya Bahan 60 m @ Rp 30.000,- = Rp 1.800.000,-
Biaya Listrik = Rp 150.000,-
Biaya penyusutan mesin = Rp 150.000,-
Biaya Biaya tenaga kerja = Rp 1.500.000,-
HPP = Rp 3.600.000,-
HJ = HPP + 20% x HPP
= Rp 3.600.000 + 20%x Rp 3.600.000
= Rp 3.600.000 + Rp 720.000,
= Rp 4.320.000
Harga jual per potong = Rp 144.000,00