Anda di halaman 1dari 9

TEKNOLOGI SEDIAN SOLID

PREFORMULASI BAHAN TAMBAHAN DALAM


PEMBUATAN TABLET

• Kelompok : 2 ANDIKA DANDI PRATAMA (184840105)


JUMANA (184840117)
NADIA NOVITA RUSDIAN (184840121)
NUR WISNI RAHMANINGSIH(184840122)
VENNY NUR OKTAVIANI (184840139)
Studi preformulasi adalah
tahap pertama dalam
pembentukan tablet atau
aktivitas formulasi dengan •Pengertian
pertimbangan yang hati-hati
dari data preformulasi.

Preformulasi dapat dideskripsikan sebagai


tahap perkembangan yang mana ahli
farmasi mengkatagorikan sifat fisika kimia
dari bahan obat dalam pertanyaan yang
mana dianggap penting dalam formulasi
yang stabil, efektif dan bentuk yang aman.
adalah untuk menyiapkan dasar rasional
untuk metode preformulasi, untuk
memaksimalkan kesempatan dalam
mengoptimalkan sebuah produk obat dan
penampilannya.
1. Ukuran dari dosis atau
7. Metode dari granulasi.
kuantias dari bahan aktif.
8. Karakter dari granulasi.
2. Stabilitas dari bahan aktif.
9. Kempa tablet, tipe,
3. Kelarutan dari bahan aktif.
ukuran, dan kapasitas.
4. Kerapatan dari bahan
10. Kondisi lingkungan
aktif.
(kontaminasi dan control
5. Kemampuan pengampaan
kelembaban).
dari bahan aktif.
11. Stabilitas dari produk
6. Penyeleksian bahan
obat.
tambahan.
12. Ketersediaan.
 1. Dekstrosa
 Struktur kimia :
 Khasiat : Sebagai sumber kalori dan zat pengisotonis
 Osmolaritas : 5,51% w/v larutan air sudah isotonis dengan serum
 Stabilitas : Stabil dalam bentuk larutan, dekstrosa stabil dalam keadaan
penyimpanan yang kering, dengan pemanasan tinggi dapat menyebabkan
reduksi pH dan karamelisasi dalam larutan
 ( martindale 28 hal: 21)
 Karakteristik : Hablur tidak berwarna, serbuk hablur atau serbuk granul
putih; tidak berbau; rasa manis.
 pH : PH : 3,5 – 6,5 (dalam 20%w/v larutan air
 konsentrasi : 7,5- 9,5 %
 kelarutan : Mudah larut dalam air, sangat mudah larut dalam air
mendidih, larut dalam etanol mendidih, sedikit larut dalam alkohol
 Sterilisasi : autoklaf
2. Sorbitol

 Struktur kimia :

 Khasiat : Sebagai humektan, pemanis, pengisi tablet atau kapsul

 Osmolaritas : 5,51% w/v larutan air sudah isotonis dengan serum

 Stabilitas : Relatif inert


dankompatibeldengansebagianbesarbahantambahan; stabil di udara.

 Karakteristik : serbuk, butiran atau kepingan putih, rasa manis,


higroskopik, berbau lemah

 pH : 4,5-7,0

 konsentrasi : 3-15 %

 kelarutan : sangat mudah larutdalam air, sukar larut dalam etanol


(95%) P, dalam methanol P dan dalama samasetat P

 Sterilisasi : autoklaf
3. Manitol
 Struktur kimia:
 Khasiat : Zatpengisi dan pemanis
 Osmolaritas :
 Stabilitas : Manitol stabil dalam keadaan kering dan dalam larutan
air. Solusi dapat disterilkan dengan filtrasi atau autoklaf dan jika
diperlukan dapat diautoklaf berulang tanpafisik yang merugikan atau
efek kimia
 Karakteristik :Serbuk hablur atau granul mengalir bebas, putih, tidak
berbau dan rasa manis
 pH : 6,3
 konsentrasi : 20-90%
 kelarutan : Mudah larut dalam air, larut dalam basah, sangat sukar
laru tdalam etanol, praktis dan tidak larut dalam eter
 Sterilisasi :
4. Kalsium Fosfat
 Struktur kimia:

 Khasiat : tablet dan kapsul diluent

 Osmolaritas :

 Stabilitas : stabil secara kimiawi higroskopis dan mungkin


terbentuk cake pada penyimpanan.

 Karakteristik :putih, tidak berbau, hambar atau bubuk kristal padat.

 pH : 7,4

 konsentrasi : 19-23 %

 kelarutan : praktis tidak larut dalam etanol, eter, dan air, larut
dalam asam encer.

 Sterilisasi :
5. Natrium Fosfat
 Struktur kimia :
 Khasiat : sebagai zat tambahan
 Osmolaritas :
 Stabilitas :
 Karakteristik :
 pH :
 konsentrasi :
 kelarutan : larut dalam 5 bagian air ; sukar larut dalam etanol
(95%) p
 Sterilisasi :