Anda di halaman 1dari 11

KONSEP TEORI

KEBUTUHAN
ELIMINASI FEKAL
Richa Jannet Ferdisa
G3A019133
Definisi

Eliminasi adalah proses pembuangan sisa


metabolisme tubuh baik berupa urin atau
feses. Eliminasi fekal adalah proses
pembuangan atau pengeluaran sisa
metabolisme berupa feses yang berasal
dari saluran pencernaan melalui anus.
Anatomi dan Fisiologi
• Mulut : proses memotong makanan menjadi bagian yang lebih kecil
• Faring : penghubung antara mulut dan esofagus
• Esofagus : saluran berotot yang mendorong makanan masuk ke lambung
• Lambung : proses makanan dihaluskan dan dicampurkan menjadi cairan
kental yang selanjutnya akan disalurkan ke usus halus sesuai dengan
kapasitas usus halus
• Usus halus : tempat penyerapan berlangsung
• Usus besar : menyerap air dari feses dan penyimpan feses sebelum defekasi
• Rektum : tempat penyimpanan feses sementara dan terdapat lipatan-lipatan
yang membantu menahan feses didalam rektum
• Anus : saluran untuk mengeluarkan feses
Etiologi
1. Perkembangan
2. Diet
3. Cairan
4. Aktivitas
5. Faktor psikologis
6. Kebiasaan defekasi
7. Obat-obatan
8. Proses diagnostik
Tanda dan Gejala
1. Konstipasi : defekasi kurang dari 3x dalam 1 minggu
2. Impaksi fekal : pengumpulan feses yang keras didalam
lipatan rektum
3. Diare : pengeluaran feses encer dan terjadi peningkatan
frekuensi defekasi. Biasanya lebih dari 3x.
4. Inkontinensia Alvi : hilangnya kemampuan volunter untuk
mengontrol pengeluaran fekal dan gas dari spingter.
Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
a. Biodata Pasien
b. Keluhan Utama
c. Riwayat Kesehatan
d. Pemeriksaan Fisik
Mulut, Abdomen (Inspeksi, Auskultasi, Palpasi, Perkusi), Rektum
e. Pola Kebiasaan Sehari-hari
f. Analisa Data
Pengkajian objektif mencakup inspeksi feses terhadap warna, bau,
konsistensi, ukuran, bentuk, dan komponen. Abdomen diauskultasi
terhadap adanya bising usus dan karakternya. Distensi abdomen
diperhatikan. Area peritonial diinspeksi terhadap adanya hemoroid, fisura,
dan iritasi kulit.
2. Diagnosa Keperawatan Eliminasi Fekal
a. Risiko konstipasi berhubungan dengan penurunan
motilitas gastrointestinal
b. Konstipasi berhubungan dengan ketidakcukupan asupan
serat
c. Inkontinensia fekal berhubungan dengan diare kronis
Intervensi Keperawatan
1. Manajemen eliminasi fekal
a. Identifikasi masalah usus dan penggunaan obat pencahar
b. Monitor BAB
c. Monitor tanda dan gejala diare, konstipasi, atau impaksi
d. Anjurkan meningkatkan asupan cairan
e. Anjurkan mengkonsumsi makanan tinggi serat
f. Jelaskan jenis makanan yang membantu meningkatkan
keteraturan peristaltik usus
g. Kolaborasi pemberian obat supositoria anal, jika perlu
Implemestasi
Keberhasilan intervensi keperawatan bergantung pada
upaya meningkatkanpemahaman klien dan keluarganya
tentang eliminasi fekal. Di rumah, di rumah sakit, atau di
fasilitas perawatan jangka panjang, klien yang mampu
belajar dapat diajarkan tentang kebiasaan defekasi yang
efektif. Perawat harus mengajarkan klien dan keluarga
tentang diet yang benar, asupan cairan yang adekuat, dan
faktorfaktor yang menstimulasi atau memperlambat
peristaltik, seperti stres emosional.
Resume Pasien Dengan Gangguan
Kebutuhan Eliminasi Fekal
TERIMAKASIH