Anda di halaman 1dari 10

TUGAS MIKROBIOLOGI

Oleh:

deslina setria mita

1601057
PENGERTIAN
Kit radiofarmasi Merupakan bentuk sediaan setengah jadi yang belum mengandung
unsur radioaktif yang terdiri dari suatu senyawa dan pereaksi dalam jumlah terukur
dengan pelarut ( kit basah ) atau tanpa pelarut ( kit kering ) yang telah diformulasi
sedemikian rupa
 Aspek penting dari kit
 1. sederhana, hanya dengan 1 step prosedur
 2. kesalahan dan kontaminasi kecil
 3. waktu kadaluarsa panjang ( lyophylize)
 4. efisiensi penandaan tinggi ( besar dr 95 %)
Proses pembuatan Ada 2 bentuk kit radiofarmasi,
yaitu kit basah dan kit kering. Prosedur pembuatan
antara ke dua kit tidak jauh berbeda dengan
pembuatan sediaan steril biasa. Untuk kit kering (
lyophilize kit )di formulasi dan dikeringkan dengan
proses freeze drying atau pengeringan beku
PRINSIP FREEZE DRYING
 Prinsip freeze drying

Prinsip freeze drying Adalah proses pengeringan melalui tahap pembekuan dan sublimasi
dalam keadaan vakum. Pada keadaan ini air yang terdapat dalam bahan yang dikeringkan akan menjadi
uap air tanpa melalui fase cair.

 Tiga tahapan proses freeze drying


• Tahap pembekuan, seluruh zat benar-benar sudah membeku, zat organik dan anorganik akan
mengalami pembekuan yang berbeda.
• Tahap pemvakuman tekanan diusahakan mencapai 5-25 mmHg, tujuan untuk menghilangkan
seluruh gas yang tidak dapat terkondensasi
• Tahap pemanasan, Merupakan tahap akhir untuk mengusir air yang terkandung dalam zat
yang dikeringkan, kenaikan temperatur harus dikontrol agar tidak terjadi kenaikan suhu dari
zat yang dikeringkan, zat yang kering harus segera ditutup, untuk mencegah masuknya
kembali uap air.
TA H A P - TA H A P P RO D U K S I K I T
R A D I O FA R M A S I
1. Tahap persiapan

 Formulasi, Penimbangan harus teliti, berhubungan dengan dosis

 Pengaturan pH Pengaturan temperatur Penambahan bahan aditif, pengawet


dll

 Peralatan, Peralatan dan ruangan harus steril, obat suntik

 Personil, Harus menggunakan perlengkapan-perlengkapan steril


 Tahap produksi Pembuatan ligand

 Pengisian ke dalam wadah/vial

 Pengeringan/freeze drying

 Penutupan wadah/vial setelah dialiri gas nitrogen

 Pengepakan

 Penyimpanan
 Tahap pemeriksaan mutu

 Pemeriksaan fisika

 Pemeriksaan kimia

 Pemeriksaan biologis

 Pemeriksaan farmakologis
CONTOH-CONTOH KIT
RADIOFARMSI
 DTPA ( dietilen triamin penta acetic acid )

 Tiap flakon 10 ml mengandung DTPA 10 mg Timah (2) klorida 0,2 mg.
Indikasi Penyidik fungsi ginjal, ukuran ginjal, lokasi dan anatomi Evaluasi
semikuantitatif fungsi ginjal Untuk pasien yang sensitif dgn iodium Informasi anatomi
ginjal pasien dgn kadar N tinggi dlm drh

 HEDSPA ( hydroksi ethilidene penta acetic acid )

HEDSPA 25 mg, timah klorida 10 mg . Indikasi: Penyidik tulang terutama


patologis pembentukan tulang , Sintigrafi utk penyidik metatase pada karsinoma
 HIDA ( hydroxy imino di acetat )

R/ HIDA 120 mg, timah klorida 8 mg

Indikasi : Penyidik sistem hepatobiliar

 Fitat

R/ Na Fitat setara dengan asam fitat 10 mg, timah klorida 8,005 mg

Indikasi : Penyidik sistem retikuloendotelial, Menggambarkan luas sel


retikuloendotelial

 MAA

 MDP ( metilen diposfonat )

 Pirofosfat

 Sulfur koloid

 Tripolifosfat
DAFTAR PUSTAKA

Duyeh,Setiawan,M.T.2010. Radiokimia Teori Dasar Aplikasi Teknik


Nuklir..Cet.pertama.Bandung: Widya Padjadjaran.