Anda di halaman 1dari 27

ASUHAN MASA NIFAS

Tim Nifas 2019

LOGO

ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts


Pendahuluan
Definisi nifas/ puerpuerium/ postpartum/
postnatal/ postpartal

Masa lahirnya plasenta dan membran (yang


menandakan berakhirnya periode intrapartum
hingga kembalinya kondisi organ reproduksi
wanita seperti pada wanita yag tidak hamil
( ± 6 mg). (Varney,2004)
Masa Nifas

• Masa kritis : perubahan fisik & psikis karena


kehamilan dan persalinan
• 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi
setelah persalinan
• 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24
jam pertama
• perubahan peran menjadi seorang ibu
Tujuan Pembelajaran
• Asuhan berkelanjutan dari periode antenatal
dan intranatal
• Evaluasi perubahan anatomi dan fisiologi masa
nifas
• Evaluasi perubahan psikologis ibu & keluarga
• Evaluasi tanda vital, perubahan tanda dan
gejala fisik lainnya dari ibu nifas
• Mampu memberikan asuhan yang tepat sesuai
kebutuhan dan mendeteksi secara dini jika
terjadi komplikasi
Prinsip dalam memberikan asuhan masa nifas

• Menyediakan asuhan fisik yang optimum dan nyaman


• Menyediakan dukungan psikologis
• Mendukung kesejahteraan ibu dengan memastikan
mendapatkan nutrisi yang adekuat, istirahat yang cukup
dan dapat melakukan aktifitas secara normal
• Mencegah komplikasi yang mungkin timbul
• Mendeteksi secara dini dan melakukan penanganan
awal segera pada komplikasi yang muncul serta
melakukan rujukan
• Mendukung proses menyusui
• Memberikan edukasi/konseling pada kepada
orang tua tentang perawatan bayi dan
membangun keluarga baru
• Memberikan asuhan dan tuntunan/guidelines
yang diperlukan untuk memastikan bayi tumbuh
dan berkembang secara normal
• Menyediakan kunjungan/follow up yang
diperlukan dan dukungan dari pelayanan
kesehatan bagi ibu dan keluarga yang
membutuhkan
• Menyediakan pelayanan KB
Refocusing Asuhan Kebidanan Pada Masa
Nifas

• Berdasarkan program dan kebijakan teknis


Kemenkes dan organisasi profesi di Indonesia
kunjungan masa nifas dilakukan paling
sedikit empat kali untuk menilai keadaan ibu
dan bayi baru lahir serta untuk mencegah,
mendeteksi dan menangani masalah-masalah
yang mungkin terjadi.
Kunjungan rumah postpartum memiliki keuntungan yang
sangat jelas karena :
• Membuat bidan dapat melihat dan berinteraksi dengan
anggota keluarga di dalam lingkungan yang alami dan
aman.
• Bidan mampu mengkaji kecukupan sumber yang ada di
rumah, demikian pula keamanan di rumah dan di
lingkungan sekitar.
• Kedua data tersebut bermanfaat untuk merencanakan
pengajaran atau konseling kesehatan.
• Kunjungan rumah lebih mudah dilakukan untuk
mengidentifikasi penyesuaian fisik dan psikologis yang
rumit.
Keterbatasan kunjungan rumah postpartum

• Besarnya biaya untuk mengunjungi pasien


yang jaraknya jauh
• Terbatasnya jumlah bidan dalam memberi
pelayanan kebidanan
• Kekhawatiran tentang keamanan untuk
mendatangi pasien di daerah tertentu
Prinsip Asuhan Masa Nifas

• Menyediakan asuhan fisik yang optimum dan nyaman


• Menyediakan dukungan psikologis
• Mendukung kesejahteraan ibu dengan memastikan mendapatkan nutrisi
yang adekuat, istirahat yang cukup dan dapat melakukan
aktifitas secara normal
• Mencegah komplikasi yang mungkin timbul
• Mendeteksi secara dini dan melakukan penanganan awal segera
pada komplikasi yang muncul serta melakukan rujukan
• Mendukung proses menyusui
• Memberikan edukasi/konseling pada kepada orang tua tentang perawat
an bayi dan membangun keluarga baru
• Memberikan asuhan dan tuntunan/guidelines yang diperlukan untuk
memastikan bayi tumbuh dan berkembang secara normal
• Menyediakan kunjungan/follow up yang diperlukan dan dukungan dari
pelayanan kesehatan bagi ibu dan keluarga yang membutuhkan
• Menyediakan pelayanan KB
Tujuan asuhan nifas
• Memastikan kondisi kesejahteran fisik, psikologis, emosional
dan sosial ibu dan bayi dalam keadaan normal
• Membangun hubungan yang baik antara bidan dengan ibu
dan keluarga serta memberikan dukungan
• Membantu membangun hubungan antara ibu dan bayi
yang baik serta penerimaan bayi dalam keluarganya
• Meningkatkan rasa percaya diri ibu dan kemampuannya
dalam menjalankan perannya sebagai ibu
• Membantu mensukseskan proses menyusui, memberikan
konseling/edukasi serta menyediakan pelayanan KB
• Deteksi dini komplikasi, melakukan penanganan awal
segera pada komplikasi yang muncul serta melakukan rujukan
• Memastikan adanya catatan asuhan yang dapat digunakan
untuk menilai kemajuan kondisi ibu dan keberlanjutan
asuhan yang diberikan
Refocusing Asuhan Kebidanan
Pada Masa Nifas

• Kunjungan 1 : 6-8 jam Setelah persalinan


• Kunjungan 2 : 6 hari setelah persalinan
• Kunjungan 3 : 2 minggu setelah persalin
an
• Kunjungan 4 : 6 minggu setelah persalin
an
Recomendasi WHO, 2015
1. Ibu dan bayi harus tinggal da
n mendapatkan perawatan n
ifas minimal 24 jam setelah be
rsalin.
2. Asuhan ibu dan bayi dilakuk
an hari ketiga (48–72 hours),
antara 7–14 hr, dan 6 weeks .
3. Home visit dilakukan minggu
pertama post partum
4. Asuhan komplementer nifas
Rasionalisasi Asuhan??
1. Tanda Vital
2. Kontraksi Uterus
3. Perdarahan
4. Personal hygiene
5. Laserasi jalan lahir
6. BAK
7. Kebutuhan nutrisi
8. Emosional support
9. Depresi/psikosis
Asuhan Pada 2-6 jam selelah persalinan

• Pengkajian/penilaian
• Tekanan darah (Setiap 2 jam)
• Nadi (Setiap 2 jam)
• Suhu (Sekali atau diulang jika ada indikasi)
• TFU dan kontraksi uterus (Setiap jam)
• Kandung kemih (Setiap jam)
• Perdarahan (Setiap jam)
• Menyusui (Kapanpun pada saat bayi ingin meny
usu)
Kunjungan 1 (6-8 jam PP)
• Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
• Mendeteksi dan merawat penyebab, lain perdarahan
serta merujuk apabila perdarahan berlanjut
• Memberikan konseling pada ibu dan anggota keluarga
bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena
atonia uteri
• Pemberian ASI dini
• Mobilisasi dini, eliminasi, pemenuhan nutrisi/hidrasi,
istirahat
• Memfasilitasi hubungan antara ibu dan BBL
• Mencegah hipotermi pada BBL
Cat : Bidan yang menolong persalinan harus tinggal
dengan ibu dan bayi pada 2 jam pertama setelah persalinan atau sampai ibu
dan bayi stabil
Kunjungan 2 (6 hari PP)
• Memastikan proses involusi uterus berjalan normal:
uterus berkontraksi, fundus di bawah umbilicus, tidak ada
perdarahan abnormal, tidak ada bau
• Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau
perdarahan abnormal
• Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan, cairan
dan istirahat.
• Menjelaskan pentingnya latihan otot-otot dan panggul
• Menjelaskan perawatan payudara
• Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak
memperlihatkan tanda-tanda penyulit
• Memberikan konseling pada ibu tentang asuhan pada
bayi
Kunjungan 3 (2 mg PP)
• Memastikan proses involusi uterus berjalan normal:
uterus berkontraksi, fundus di bawah umbilicus, tidak ada
perdarahan abnormal, tidak ada bau
• Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau
perdarahan abnormal
• Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan, cairan
dan istirahat.
• Menjelaskan pentingnya latihan otot-otot dan panggul
• Menjelaskan perawatan payudara
• Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak
memperlihatkan tanda-tanda penyulit
• Mengingatkan ibu mengenai persiapan KB
• Memberikan konseling pada ibu tentang asuhan pada
Kunjungan 4 (6 mg PP)
• Menanyakan pada ibu tentang penyulit-
penyulit yang dialami ibu dan bayi.
• Memberikan konseling untuk KB secara dini,
hubungan seksual, senam nifas dan tanda-
tanda bahaya
• Menganjurkan ibu membawa bayinya ke
posyandu atau puskesmas untuk penimbangan
dan imunisasi
Ongoing supportive care
(kebutuhan asuhan rutin)

• Didampingi oleh bidan dan memberikan informasi atas pertanyaan ibu


dan keluarganya serta membantu ibu untuk mengungkapkan persaannya
• Mengajarkan ibu dan keluarganya untuk mendeteksi perdarahan dan
melakukan massase uterus
• Memastikan hubungan (bonding) antara ibu dan bayi berlangsung dengan
baik serta mendukung pemberian asi dini dan ekslusif
• Memastikan ibu dan lingkungannya dalam keadaan bersih dan nyaman
• Memastikan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang adekuat
• Membantu ibu untuk memenuhi kebutuhan eliminasi serta memastikan
tercukupinya cairan serta makanan yang membantu mencegah konstipasi
• Memenuhi kebutuhan hygiene/kebersihan dan pencegahan infeksi
• Parenting support
2-6 hari dan 2-6 minggu setelah persalinan
Penggalian riwayat :
• Identitas ibu dan keluarga (nama, umur, no telp,
pendapatan, alamat dan kemudahan transportasi untuk persiapan
kegawatdaruratan (first visite)
• Apa yang dirasakan ibu/keluhan atau pertanyaan maupun masalah
yang ingin ibu ketahui (baik fisik maupun psikologis)
• Apakah ada perdarahan yang banyak setelah persalinan
• Apa warna cairan yang keluar dari vagina saat ini dan berapa banyak/
berapa kali ganti pembalut dan bagaimana baunya.
• Apakah ibu sudah BA/BAB dan apakah ada masalah dengan BAK/BAB
? (kesulitan BAK, BAK/BAB keluar lewat vagina, BAK terasa panas,
ketidakmampuan berkemih)
• Obat yang dikonsumsi termasuk zat besi atau
obat lain atau jamu
• Mengambil riwayat diet (apa yang sudah
dimakan, frekuensi, jumlah minum, pantangan)
• Mengkaji istirahat ibu, apakah bisa tidur,
kelelahan
• Apakah sudah menyusui bayinya,
frekuensi, lamanya, masalah menyusui
• Bagaimana perasaan ibu dalam
merawat bayinya, kemampuan merawat
dan menyusui bayinya.
• Riwayat obstetri yang lalu (first visite) :
kehamilan, persalinan, nifas yg lalu, bayi, anak
hidup
• Riwayat kehamilan dan persalinan saat ini:
umur kehamilan, cara persalinan, Penolong,
tempat persalinan, komplikasi kehamilan,
persalinan dan nifas
• Adanya Komplikasi yang mungkin terjadi
(tanda bahaya)
• Riwayat kesehatan seperti riwayat penyakit,
pengobatan dan imunisasi (first visite)
• Asuhan yang telah diberikan
Aktivitas sehari-hari (pola kebiasaan)
• Tinggal dengan siapa saja (jumlah anggota keluarga
tinggal serumah)
• Kebiasaan yang mengganggu kesehatan seperti
(first visite): merokok, obat-obatan atau alkohol
• Beban pekerjaan rumah atau yang terkait dengan
pekerjaan ibu.
• Rencana hubungan seksual kembali
• Rencana KB yang akan digunakan (jumlah anak yang
diinginkan)
• Pola istirahat dan tidur (first visite)
• Rencana penggunaan metoda kontrasepsi
Pemeriksaan Fisik
• Penilaian kesejahteraan dan keadaan umum :
Cara berjalan, pergerakan, Ekspresi muka,
kebersihan
• Pemeriksaan tanda-tanda vital
• Pemeriksaan muka : mata, oedem
• Pemeriksaan payudara (pengeluaran ASI)
• Pemeriksaan abdomen (involusi, kandung kemih,
diastasis recti)
• Pemeriksaan ekstremitas (atas-bawah)
• Pemeriksan anogenitalia (kebersihan, lochea warna
jumlah bau, jahitan trmsk tanda infeksi, anus)
• Pemeriksaan laboratorium : Hb atau sesuai kebutuhan
Kebutuhan asuhan rutin
• Perawatan payudara dan menyusui
• Support for mother-Baby-Family Relationships
• Pemenuhan kebutuhan nutrisi
• Mobilisasi
• Eliminasi
• Vulva hygiene, perawatan luka jahitan
• Pencegahan infeksi dan kebersihan
• Kebutuhan istirahat dan tidur
• Hubungan seksual
• KB
• Informasi tanda-tanda bahaya dan persiapan
kegawatdaruratan
• Imunisasi dan suplementasi
ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts