Anda di halaman 1dari 27

“TUMBUH KEMBANG

ANAK”

Oieh: KETUT SUETA,Skep Ns.


TUMBUH KEMBANG ANAK
Tumbuh (pertumbuhan) berkenaan dengan
pertumbuhan ukuran organ tubuh

Kembang (perkembangan) berkenaan dengan


perubahan fungsi organ tubuh
PERTUMBUHAN
Berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah,
ukuran organ individu dan hal ini dapat diukur melalui
ukuran berat, ukuran panjang, besar
lingkaran kepala. Semua hal ini memerlukan proses
pemantauan yang tepat.

PERKEMBANGAN
Adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan
fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur
dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan.
Peristiwa perkembangan ini biasanya berkaitan dengan
masalah psikologis seperti kemampuan gerak kasar dan
halus, intelektual, sosial dan emosional.
“Anak bukanlah miniatur orang
dewasa tetapi mereka adalah
makhluk kecil yang diyakini
memiliki potensi diri untuk
berkembang.”
CIRI-CIRI ANAK
(Maria Monstessori)

1. Semua anak mempunyai ingatan yang mudah


menyerap /cepat belajar
2. Semua anak belajar melalui bermain
belajar ide-ide baru, adaptasi sosial, mengatasi
masalah-masalah emosi
3. Semua anak melalui sejumlah tahap
perkembangan setiap tahap saling berkaitan
4. Semua anak ingin kebebasan dalam
menunjukkan kemampuan/keterampilan yang
dimiliki
Karakteristik AUD
• Suka meniru
• Selalu ingin mencoba
• Spontan
• Riang
• Selalu ingin tahu
• Unik
• Suka bermain
• dll
Usia Dini merupakan MASA
KEEMASAN (GOLDEN AGE).

Pertumbuhan & Perkembangan


yang terjadi semasa usia dini
MASA akan menjadi fondasi bagi anak
di masa dewasa.
TUMBUH DAN
BERKEMBANG
ANAK
Setiap Anak akan tumbuh,
berkembang dan belajar
dengan kecepatan yang
berbeda dengan anak yang
seusianya.
Pentingnya PAUD dikaitkan
dengan Perkembangan Otak:
• Saat lahir bayi memiliki sekitar 100 milyar sel
otak yang belum saling bersambungan.
• Banjir pengalaman indera dari banyaknya
rangsangan yang diterima anak akan
memperkuat dan memperbanyak sambungan
(synaps) antar sel.
• Kerja otak sangat efisien, bagian yang tidak
digunakan akan dimusnahkan (atrophy).
• Banyaknya sambungan akan menjadikan otak
rimbun yang turut menentukan tingkat
kecerdasan anak nantinya.
• 50% perkembangan kecerdasan anak terjadi
pada usia 0-4 tahun, dan 50% sisanya pada
rentang usia 4-18 tahun.
(Osborn, White, Bloom)
Pembentukan Sinaps
 Lahir-3 tahun: banyak dan cepat.
 Usia 3-8 tahun: kepadatan sinaps 2 kali lipat orang
dewasa.
 Usia 8-18 tahun: terjadi pemangkasanpenurunan
kepadatan sinaps.

Sumber: Huttenlocher, 1987; Jernigan, dkk, 1991; Pfefferbaum dkk, 1994; Chugani, 1998; Kolb
et al, 1999; Huttenlocher, 1999)
KEPADATAN SINAPS SEJAK LAHIR SAMPAI 14 TAHUN

03-012

LAHIR 6 Tahun 14 Tahun

51
Sumber: Rima Shore, Rethinking the Brain, Families and Work Institute, 1997.

Sumber: Rima Shore, Rethinking the Brain, Families and Work Institute, 1997 11
SINAPS YANG SUDAH TERBENTUK

Sumber: http//www.willamette.edu/~gorr/classes/cs449/figs/neurons.jpg 12
GIZI
• Gizi amat berperan di dalam proses
pertumbuhan dan perkembangan otak.
• Zat gizi yang diperlukan terdiri dari
1. Zat gizi makro:
Energi, Protein, dan Lemak
2. Zat gizi mikro:
Vitamin dan Mineral

13
DAMPAK KURANG GIZI

Gizi kurang & Gizi cukup & sehat


infeksi

“Otak Kosong” bersifat permanen Anak cerdas


Tak terpulihkan dan produktif

MUTU RENDAH MUTU SDM TINGGI

BEBAN ASET
14
Sumber : FKM UI & Unicef, 2002
STIMULASI PENDIDIKAN
PADA ANAK
• Memahami karakteristik anak
• Didasarkan pada tahap-tahap tumbuh
kembang anak
• Memperhatikan seluruh aspek kecerdasan anak
• Ciptakan suasana yang menyenangkan, tidak
membosankan dan tidak memaksa
Dimensi Kecerdasan Jamak
(Multiple intelligences)

 Kecerdasan Spiritual
 Kecerdasan linguistik (Merangkai kalimat, bercerita)
 Kecerdasan logika dan matematika (cerdas angka dan
rasional, pemecahan masalah)
 Kecerdasan spasial (cerdas ruang/tempat/gambar)
 Kecerdasan kinestetika-raga (cerdas raga, olah tubuh)
 Kecerdasan musik (nada, irama, lagu, musik)
 Kecerdasan interpersonal (memahami dan menyesuaikan diri
dengan oranglain)
 Kecerdasan intrapersonal (memahami dan kontrol diri sendiri)
 Kecerdasan naturalis (menikmati dan memanfaatkan alam
untuk kebaikan lingkungan)
MANFAAT BERMAIN UNTUK ANAK
• Bermain adalah salahsatu cara untuk membentuk
kepribadian dan kecerdasan anak.
• Dalam melakukan aktivitas bermain, anak tidak
menyadari kalau dirinya juga belajar. Mereka bermain
dengan perasaan senang, lucu, spontan, dan tidak ada
unsur paksaan.
• Anak yang selalu gembira akan memiliki pertumbuhan
badan dan perkembangan jiwa yang baik.
“Permainan Anak itulah Pendidikan”
(Ki Hadjar Dewantara)
ANAK BELAJAR MELALUI SELURUH INDERA YANG
DIMILIKI DENGAN CARA BERMAIN DAN
KEGIATAN LAIN YANG MENYENANGKAN UNTUK
MENGEKSPLORASI LINGKUNGANNYA
Pendekatan pada Anak yang
dapat dilakukan Pendidik

• Otoriter
• Permisive
• Demokratis
Otoriter
• Adalah cara mendidik yang bersifat keras, tegas
dan harus dilakukan oleh anak setelah diperintah
pendidik. Tujuannya agar anak menurut,
disiplin, tertib dan tidak banyak kemauan atau
melawan.
• Kelebihannya: sekolah atau keluarga terlihat
aman, tertib tidak ada masalah, disiplin, tenang
dan semua anak menurut.
• Kekurangannya: Anak tidak memiliki kreativitas,
penakut, rendah diri, tidak ada kemauan untuk
mencoba atau menciptakan hal-hal baru.
Permisive
• Pendekatan ini lebih banyak memberikan
kebebasan pada anak untuk bertindak, berbuat
atau berkreasi. Pendidik lebih banyak
membiarkan, memantau dan mengawasi
seandainya anak menghadapi bahaya.
• Kelebihannya: tidak banyak resiko, dan tugas
pendidik terasa ringan.
• Kekurangannya: tidak mempunyai tujuan
pendidikan yang jelas dan terencana
Demokratis
• Cara pendekatan ini memberikan kesempatan
kepada anak untuk menampilkan kreativitasnya,
tetapi dengan penuh bimbingan pendidik.
• Anak dapat bebas tetapi masih di bawah
pengawasan dan pemantauan pendidik. Dalam
mendidik anak tidak dikekang malah diberi
peluang untuk berbicara, berpendapat,
mengemukakan pandangan dan berargumentasi.
PENDIDIKAN ANAK USIA
REMAJA

• Setelah melewati masa kanak-kanak, maka


seorang manusia akan masuk ke masa peralihan
menuju dewasa. Masa tersebut dinamakan
masa remaja.
• Ditandai dengan perubahan fisik, kognisi,
kepribadian, dan sosial.
• Perubahan fisik ditandai dengan mulai berfungsinya
organ reproduksi karena kematangan seksual telah
tercapai. Secara fisik, remaja tak mau lagi dianggap
sebagai anak kecil yang bisa disuruh atau dilarang.
Mereka berani protes, dan dilakukan secara terang-
terangan maupun secara diam-diam.

• Perubahan kognisi meliputi perubahan proses berpikir


masa kanak-kanak yang berorientasi konkrit menjadi
proses berpikir abstrak.

• Perubahan kepribadian dan sosial ditunjukkan dengan


adanya kebutuhan yang lebih besar untuk terlibat dalam
lingkungan, khususnya kelompok seusianya.
Menjalin komunikasi dengan remaja harus
dilakukan dengan hati-hati dan lemah lembut.

Cara yang dapat dilakukan orangtua dan pendidik


terhadap remaja, antara lain:

• Jadikan remaja sebagai teman bicara, bukan lawan


bicara seolah-olah mereka kita tuding sebagai
permasalahan
• Jadilah orangtua yang bijak dengan mengajak remaja
untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya dan
bersama-sama mengatasi permasalahan yang ada.
• Hargailah pendapat remaja
• Bimbing dan arahkan