Anda di halaman 1dari 25

THE PHATOLOGY OF SUDDEN DEATH

http://www.free-powerpoint-templates-design.com
LATAR BELAKANG

SUDDEN DEATH : Kematian yang tidak terduga, dalam kurun


waktu 24 jam dari onset gejala awal (WHO).

Kematian mendadak yang menjadi masalah dalam forensik


apabila tidak ditemukan riwayat penyakit dan tanpa saksi

Tanpa otopsi, dokter salah menentukan penyebab kematian pada


25-50% kasus kematian mendadak di Inggris
 Jenis kematian mendadak:
1. Instantaneous Death (kematian seketika)
2. Unexpected Death (kematian tidak terduga)
3. Unwitness Death (kematian tanpa saksi)
Instantaneous Death
KEMATIAN SEKETIKA

 Kematian terjadi, tdk ada keluhan pasien sebelum kematian.


Misal : Seorang dlm keadaan sehat berjalan, baru berjalan
beberapa meter, kemudian meninggal.
Unexpected Death
KEMATIAN TIDAK TERDUGA

 Kematian terjadi, terdapat keluhan dari pasien sebelum


kematiannya. Misal : Seorang yang mengeluh nyeri dada, dikira
nyeri otot biasa, ia bekerja seperti biasa

meninggal di tempat kerja.


Unwitness Death
KEMATIAN TANPA SAKSI

 Kematian terjadi, tanpa diketahui siapapun. Misal : seorang


hidup sendiri, tanpa teman, di rumah

meninggal di rumah itu, tanpa ada yg tahu


Sistem Kardiovaskular

Sistem Respirasi

Sistem Neurologi

Sistem Gastrointestinal

DLL
Sistem Kardiovaskuler
 Ishaemic heart disease adalah penyebab paling umum kematian mendadak di negara-
negara Barat
 Ishaemic heart disease terdiri dari :
1) coronary atherosclerosis,
2) hypertensive heart disease,
3) aortic valve disease,
4) anomalies of the coronary circulation,
5) cardiomyopathic enlargement,

6) congenital heart disease

7) other coronary artery diseases, seperti polyarteritis,


Sistem Kardiovaskular
 > 50% penyakit kardiovaskular adalah penyakit jantung iskemik
akibat sklerosis koroner.
 Urutan berikutnya adalah :
a) miokarditis,
b) kelainan katup,
c) refleks viserovagal,
d) hipersensitivitas karotid,
e) sinkope vasovagal,
f) ketidakseimbanganasam basa dan elektrolit
A. Penyakit jantung iskemik
• Penyakit arteri koronaria merupakan penyebab paling
banyak kematian mendadak.
• Penyempitan dan oklusi koroner oleh atheroma
merupakan awal dari munculnya berbagai penyakit
kardiovaskular yang dapat menyebabkan kematian.
• Sklerosis ini sering terjadi pada :
a) ramus descendens arteri koronaria sisnistra,
b) lengkung arterikoronaria dekstra, dan pada
c) ramus sirkumfleksa arteri koronaria sisnistra
• Lesi tampak sebagai bercak kuning putih (lipidosis) yang
mula-mula terdapat di intima, kemudian menyebar keluar
lapisan yang lebih dalam.
• Kadang-kadang dijumpai perdarahan subintima / ke dlm
lumen
• Adanya sklerosis dengan lumen menyempit hingga pin
point sudah cukup untuk menegakkan diagnosis iskemik,
karena pada kenyataannya tidak semua kematian koroner
disertai kelainan otot jantung
 Kemungkinan kelanjutan dari sumbatan pembuluh
darah koroner adalah :
a) Mati mendadak yang dapat terjadi sesaat dengan
sumbatan arteri atau setiap saat sesudah terjadi.
b) Fibrilasi ventrikel yang disebabkan oleh kerusakan
jaringan nodus atau kerusakan sistem konduksi.
c) Komplikasi-komplikasi lain
B. Infark miokard

Infark miokard adalah nekrosis jaringan otot jantung akibat


insufisiensi aliran darah.

Insufisiensi terjadi karena spasme atau sumbatan akibat


sklerosis dan thrombosis

Pada infark yang bersifat dini akan bermanifestasi sebagai daerah


yang berwarna merah gelap atau hemoragik, sedangkan infark
yang lama tampak berwarna abu-abu
C. Penyakit Katup Jantung

• Penyakit katup jantung biasanya mempunyai riwayat


yang Panjang

• Lesi katup sering ditemukan pada kasus-kasus kematian


mendadak dan tampak pada banyak kasus dapat
ditoleransi dengan baik hingga akhir hidup.
• Penyakit katup jantung biasanya mempunyai riwayat
yang panjang.
• Kematian mendadak dapat terjadi akibat ruptur valvula.
• Kematian mendadak dapat juga terjadi pada stenosis
aorta kalsifikasi (calcific aortal stenosis),
D. Miokarditis
• Miokarditis : merupakan radang pada miokardium yang
ditandai oleh proses eksudasi.
• Diagnosis miokarditis pada kematian mendadak hanya
dapat ditegaskan dengan pemeriksaan histopatologi,
pada kondisi ini akan tampak peradangan pada
interstisial atau parenkim, edema, perlemakan, nekrosis
dan degenerasi otot hingga miolisis
Hypertensive Heart Disease

Pembesaran ventrikel kiri jantung dengan


peningkatan ketebalan dinding otot yang Sehingga, pecahnya pembuluh darah sering terlihat di
menyertainya akan mengakibatkan peningkatan hadapan hipertensi - peningkatan tekanan darah,
tekanan darah, seringkali hingga tingkat dua kali lebih misalnya: pecahnya arteri serebral., example: rupture of
tinggi dari normal. a cerebral artery.

 Pembesaran jantung hampir terbatas pada ventrikel kiri, ketiganya tersisa


biasanya dalam ukuran normal.
SISTEM RESPIRASI
• The main causes are:

Pulmonary
Embolism

massive
asthma haemorrhage
in the air
passages

pneumothorax

18
Pulmonary Embolism
• Pulmonary embolism (PE) adalah penyumbatan arteri utama paru-
paru atau salah satu cabangnya oleh zat yang telah melakukan
perjalanan dari tempat lain di tubuh melalui aliran darah (emboli)
terutama dari deep vein thrombosis (DVT).

• Biasanya terjadi setelah imobilisasi yang berkepanjangan,


kehamilan, obesitas, kateterisasi (cedera endotel).
Perdarahan Saluran Napas
• Kematian dapat terjadi disebabkan karena perdarahan yang
masuk ke dalam saluran pernapasan, misalnya akibat pecahnya
pembuluh vena, tuberkulosis, neoplasma bronkus,
bronkiektasis, atau abses paru-paru
• Perdarahan dapat muncul dari lesi inflamasi pada daerah
nasopharing, arteri carotis, carcinoma di daerah esophagus /
jar. Lainnya, dan neurisma aorta juga dapat juga ruptur ke arah
bronkus atau esophagus
Asthma

This may due to


In the case, the obstruction in the
Asthma is the
The bronchospasm death is due to airways, restriction
sudden and in the ability to
prolonged spasm causes sever respiratory failure
constriction of the expand the lungs,
of the smooth in the exchange of
allergic
muscles in the air passages. oxygen and carbon neuromuscular
walls of dioxide within the problems and
bronchioles. lungs. ventilation
abnormalities.

21
CENTRAL NERVOUSSYSTEM

• Nearly always caused by


hemorrhage
which may occur either
within:
– the brain
– the meninges

22
Cerebral Haemorrhage

The massive bleed usually


This is often referred to as occurs either within the May also occur in other sites
cerebrovascular accident, basal ganglia or more The hemorrhage is such as pons or the cerebellum
associated with raised blood but they are much less
although the word distally in the internal
pressure frequently seen.
accident is amisnomer. capsule.

23
Epilepsi

 Penderita epilepsi dapat meninggal selama kejang tunggal yang


berkepanjangan atau lebih sering selama serangkaian kejang
berulang yang disebut status epilepticus
 Kematian disebabkan oleh asfiksia jika epileptik berhenti
bernapas atau menghirup muntah yang dimuntahkan, atau
memiliki jalan napas terhambat oleh lidah.
Thank you