Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN KASUS

SEORANG PEREMPUAN 22
TAHUN DENGAN MATA KANAN
DAN KIRI MIOPIA RINGAN

Disusun oleh:
Na’ila Amira Salsabila
22010118220054

Penguji
dr Arnila Novitasari Saubig, Sp.M
Pembimbing
dr. Sandi Muslim
PENDAHULUAN

Rabun jauh, atau secara medis disebut Di Indonesia, setiap tahun


miopia, adalah suatu kondisi prevalensi miopia terus
penglihatan di mana orang dapat meningkat. Usia awal
melihat benda-benda yang dekat seseorang mengalami miopia
dengan jelas, tetapi benda-benda yang menjadi semakin muda
lebih jauh tampak buram.

Berdasarkan data dari Hal ini menunjukkan


WHO disebutkan
bahwa miopia dan 27% pentingnya
penanganan dan
miopia tinggi koreksi refraksi untuk
diperkirakan menghindari akibat
mempengaruhi 27% yang tidak diinginkan.
2,8%populasi dunia, 2,8%
http://www.free-powerpoint-templates-design.com

LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN

Your Text Here


NAMA USIA
GS 22 Mahasiswa
tahun CM 005275

N
ANAMNESIS
Rabu 13 November 2019 pukul 09.00 WIB di Poli Mata
Rumah Sakit Nasional Diponegoro Semarang.

Keluhan Utama : Penglihatan


kedua mata kabur
Riwayat Penyakit Sekarang :
Sejak 11 bulan yang lalu, pasien
mengeluhkan penglihatan kedua mata
kabur terus menerus. Pandangan kabur
dirasakan terutama pada saat melihat
jauh. Pasien masih bisa membaca tulisan
dalam jarak dekat. Pasien adalah
mahasiswa dan kegiatannya di depan
komputer selama minimal 8 jam per
harinya. Pasien juga mengaku sering
melihat gadget hingga berjam-jam dalam
gelap sebelum tidur dan sering dalam
posisi tiduran.
ANAMNESIS
Rabu 13 November 2019 pukul 09.00 WIB di Poli Mata
Rumah Sakit Nasional Diponegoro Semarang.

Pandangan kabur seperti tertutup


kabut (-), melihat kilatan cahaya
(-), melihat bintik-bintik hitam (-),
mata merah (-), nyeri/cekot-cekot
(-), pusing (-), nrocos (-), silau (-),
kotoran mata (-), bengkak (-).
Riwayat trauma disangkal. Pasien
belum pernah memeriksakan
mata dan menggunakan
kacamata sebelumnya. Pasien
datang sendiri ke RSND
Semarang untuk memeriksakan
mata.
RIWAYAT
PASIEN
RIWAYAT

• Riwayat penyakit mata 1 tahun terakhir disangkal


• Riwayat trauma disangkal
• Riwayat operasi pada mata disangkal
• Riwayat alergi disangkal
• Riwayat menggunakan kacamata atau softlens disangkal

Penyakit Dahulu

Penyakit Keluarga
Sosial Ekonomi
Riwayat Ibu pasien menggunakan • Pasien merupakan mahasiswa. Pasien adalah anak
macamata minus pertama dari 2 bersaudara. Pasien masih tinggal
bersama kedua orangtuanya.
• Biaya pengobatan ditanggung BPJS non PBI. Kesan
ekonomi cukup.
PEMERIKSAAN
FISIK
Dilakukan pada Rabu 13 November 2019 pukul 09.10
WIB di RSND Semarang.
STATUS PREASENS
Keadaan Umum :Baik
Thorax : Dalam batas
Kesadaran :Komposmentis
normal

Tanda Vital :
TD : 110/80 mmHg
RR : 18x/menit
Abdomen : Dalam batas
Nadi : 83x/menit
normal
Suhu : 36,7oC

Kepala : Pembesaran limfonodi


Ekstremitas :
preaurikuler -/-
Dalam batas normal
STATUS OFTAMOLOGI
PEMERIKSAAN OFTAMOLOGI
DIAGNOSIS
BANDING

MIOPIA HIPERMETROPIA ASTIGMATISME

Diagnosa Kerja:
ODS miopia ringan
TERAPI
EDUKASI
Menjelaskan kepada pasien bahwa pasien
menderita rabun jauh
Menjelaskan pentingnya
memakai kacamata
koreksi dan komplikasi

kontrol 1 bulan setelah memakai


kacamata.

sebaiknya
melakukan twenty –
twenty – twenty rule
pasien untuk kontrol
pemeriksaan mata
minimal setiap 6 bulan
sekali
PROGNOSIS
ANALISIS
KASUS
ANAMNESIS
Rabu 13 November 2019 pukul 09.00 WIB di Poli Mata
Rumah Sakit Nasional Diponegoro Semarang.

Keluhan Utama : Penglihatan


kedua mata kabur
Riwayat Penyakit Sekarang :
Sejak 11 bulan yang lalu, pasien
mengeluhkan penglihatan kedua mata
kabur terus menerus. Pandangan kabur
dirasakan terutama pada saat melihat
jauh. Pasien masih bisa membaca tulisan
dalam jarak dekat. Pasien adalah
mahasiswa dan kegiatannya di depan
komputer selama minimal 8 jam per
harinya. Pasien juga mengaku sering
melihat gadget hingga berjam-jam dalam
gelap sebelum tidur dan sering dalam
posisi tiduran.
RIWAYAT

• Riwayat penyakit mata 1 tahun terakhir disangkal


• Riwayat trauma disangkal
• Riwayat operasi pada mata disangkal
• Riwayat alergi disangkal
• Riwayat menggunakan kacamata atau softlens disangkal

Penyakit Dahulu

Penyakit Keluarga
Sosial Ekonomi
Riwayat Ibu pasien menggunakan • Pasien merupakan mahasiswa. Pasien adalah anak
kacamata negatif pertama dari 2 bersaudara. Pasien masih tinggal
bersama kedua orangtuanya.
• Biaya pengobatan ditanggung BPJS non PBI. Kesan
ekonomi cukup.
KELUHAN UTAMA

• Kabur bila melihat jauh


• Membaca atau melihat benda kecil harus
dari jarak dekat
• Menyipitkan mata bila melihat jauh (squinting
/ narrowing lids)
Penggunaan smartphone dalam
8x waktu yang lama meningkatkan
resiko miopia

Seseorang dengan orang tua dengan


3x miopia memiliki resiko lebih besar
untuk menderita miopia
PEMERIKSAAN
OFTAMOLOGI
Diagnosa Kerja:
Mata kanan dan kiri miopia ringan
KELUHAN UTAMA
. Pandangan kabur dirasakan terutama pada saat
melihat jauh.

Riwayat Ibu pasien


penderita miopia Pemeriksaan segmen anterior
dan posterior dalam batas
normal
Berkegiatan di depan
komputer selama minimal 8 Visus awal OD 6/7,5 dan OS
jam per harinya. Melihat 6/7,5. Setelah dilakukan
gadget hingga berjam-jam koreksi visus OD dengan
dalam gelap sebelum tidur lensa sferis -0,75D dan OS
dan sering dalam posisi dengan lensa sferis -0,75D,
tiduran. visus kedua mata menjadi 6/6
PENATALAKSANAAN
Menjelaskan kepada pasien bahwa pasien
menderita rabun jauh
Menjelaskan pentingnya
memakai kacamata
koreksi dan komplikasi

Kontrol 1 bulan setelah


memakai kacamata.

Sebaiknya
melakukan twenty –
twenty – twenty rule
Pasien untuk kontrol
pemeriksaan mata
minimal setiap 6 bulan
sekali
TERIMAKASIH