Anda di halaman 1dari 69

Padang, 7 JANUARI 2020

Sumber : Bahan Paparan FGD Penilik Jalan, 25 Nov 2019

1
OUTLINE

2
LANDASAN HUKUM

 Undang – Undang RI No.38 Tahun 2004 tentang Jalan

 Peraturan Pemerintah No.34 Tahun 2006 tentang Jalan

 Permen PU No.13/PRT/M/2011 Tentang Tata Cara Pemeliharaan


dan Penilikan Jalan

 Manual No. 001-01/M/BM/2011 Tentang Survei Kondisi Jalan


Untuk Pemeliharaan Rutin

 Manual No. 001-02/M/BM/2011 Tentang Perbaikan Standar


Untuk Pemeliharaan Rutin

3
Maksud dan Tujuan :

 Mengevaluasi kinerja penilik jalan dan


manfaatnya terhadap pemeliharaan
jalan.
 Melakukan evaluasi dan penanganan
terhadap permasalahan di lapangan.

4
Sasaran :

 Melaksanakan Survey kondisi Jalan dan


Jembatan antara lain : Mencatat,
mengukur, dokumentasi dan pelaporan.
 Data-data hasil survey dari penilik jalan
dapat dipergunakan sebagai data masukan
untuk perencanaan yang akan datang.
 PPK fisik mempunyai data yang akurat
tentang kerusakan jalan dan jembatan
5
PERSYARATAN JALAN

GOAL
Mantap

Standar

Sepanjang

Segment
6
PENILIKAN JALAN

7
PERATURAN YANG TERKAIT:

UU No. 38 Tahun 2004


Pasal 30
(1) b. penyelenggara jalan wajib memprioritaskan
pemeliharaan, perawatan dan pemeriksaan jalan secara
berkala untuk mempertahankan tingkat pelayanan jalan
sesuai dengan standar pelayanan minimal yang ditetapkan;
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan laik
fungsi, tata cara pemeliharaan, perawatan dan
pemeriksaan secara berkala, dan pembiayaan
pembangunan jalan umum, serta masukan masyarakat
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam
peraturan pemerintah.
8
PP No. 34 Tahun 2006

Pasal 103
Penyelenggara jalan berwenang mengadakan
penilikan jalan dan mengangkat penilik
jalan sesuai dengan kewenangannya.
Pasal 104
Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria
penilik jalan diatur dalam Peraturan Menteri
(Permen PU No.13 Tahun 2011)
9
Pasal 105:
Tugas Penilik Jalan :
 Mengamati pemanfaatan Jalan dan kondisi
(termasuk kerusakan kerusakan ) bagian bagian
Jalan setiap hari.
 Menyampaikan laporan hasil pengamatan secara
tertulis kepada penyelenggara jalan paling
sedikit satu kali setiap bulan; dan
 Menyampaikan usulan tindakan terhadap hasil
pengamatan kepada penyelenggara jalan atau
instansi yang berwenang.

Pasal 106 :
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara
penilikan jalan diatur oleh Peraturan Menteri
10
Permen PU No. 13 Tahun 2011
Pasal 20:
1. Tugas Penilik Jalan :
a. Pengamatan atas pemanfaatan dan kondisi
bagian-bagian jalan dilakukan setiap hari.
b. Pelaporan Atas hasil pengamatan paling
lambat tanggal 10 setiap bulannya.
c. Pengusulan Tindakan yang diperlukan
terhadap hasil pengamatan
d. Menerima keluhan/ masukan/ informasi dari
masyarakat/ pengguna jalan.

2.Penilikan jalan sebagaimana dimaksud pada


butir 1 diatas, dilakukan oleh penilik jalan yang
diangkat oleh penyelenggara jalan atau instansi
berwenang yang ditunjuk oleh penyelenggara
11
jalan.
3. Apabila ada gangguan terhadap keselamatan
pengguna jalan dan keamanan konstruksi jalan,
paling lambat satu hari setelahnya harus :
a.Melaporkan kepada penyelenggara jalan atau
instansi yang berwenang.
b.Memasang rambu peringatan sementara sesuai
pedoman yang berlaku dilokasi adanya gangguan
tersebut.
c.Mengusulkan tindakan yang perlu diambil atas
pelaporan dari hasil pengamatan kepada
penyelenggara jalan atau instansi yang
berwenang. 12
4. Gangguan terhadap keselamatan pengguna jalan dan
keamanan konstruksi jalan sebagaimana dimaksud
pada butir 3 diatas, meliputi :
a. Kerusakan jalan, bangunan pelengkap dan
perlengkapan jalan;
b. Kejadian alam seperti longsoran, pohon tumbang,
kebakaran; dan/atau
c. Kegiatan manusia seperti pendirian bangunan
dan atribut, antara lain tugu, gapura, gardu,
rumah, pasar, tiang, papan reklame, bendera dan
umbul-umbul. 13
Pasal 21
Penilik jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 butir 2
diatas, harus memenuhi persyaratan dan kualifikasi sebagai
berikut:
a. Berpendidikan minimum Sekolah Lanjutan Tingkat Atas
atau yang sederajat;
b. Sehat rohani dan jasmani yang dibuktikan dengan surat
keterangan dokter pemerintah;
c. Mengetahui dengan baik situasi dan kondisi jalan di wilayah
kerjanya; dan
d. Mampu melakukan penilaian kondisi bagian - bagian jalan
termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapan jalan.

14
Inventarisasi Kondisi Jalan
Survey pendataan jenis dan jumlah
kerusakan pada perkerasan jalan, bahu
jalan, drainase, bangunan pelengkap,
Perlengkapan Jalan, dan struktur
jembatan yang dituangkan dalam format
standar.

15
SE BM No. 03/SE/Db/2011 Tanggal 05
Juli 2011
1. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENILIK JALAN
A.MENGAMATI PEMANFAATAN & KONDISI BAGIAN-BAGIAN
JALAN & JEMBATAN SETIAP HARI.

B.MENYAMPAIKAN LAPORAN HASIL PENGAMATAN SECARA


TERTULIS KEPADA PENYELENGGARA JALAN CQ. SUB
MANAJER RUAS PALING SEDIKIT SATU KALI SETIAP BULAN.

C.MENYAMPAIKAN USUL TINDAKAN TURUN TANGAN


TERHADAP HASIL PENGAMATAN KEPADA PENYELENGGARA
JALAN CQ. MANAJER RUAS.

16
Pelaksanaan Penilikan Jalan
2. Persiapan-persiapan (lanjutan)
Persiapan tersebut meliputi :

a. Menyiapkan data kondisi awal ruas atau segmen


yang akan dilakukan penilikan, dimana data tersebut
diperolah dari Satker atau PPK pada ruas atau segmen
yang menjadi tanggung jawabnya.

b. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan penilikan


yaitu :
 Formulir Pencatatan Data Kondisi Jalan

17
Tugas dan Tanggung Jawab Penilik Jalan

3. Pengamatan (Kondisi & Pemanfaatan Ruang)


- Frekuensi Penilikan atas pemanfaatan dan kondisi
bagian-bagian jalan ini dilakukan setiap hari pada
saat sebelum dan sesudah musim hujan. Hal ini
didasarkan atas pertimbangan bahwa kerusakan
kecil akan meningkat dengan cepat menjadi
besar pada saat musim hujan.
- Penilik Jalan melakukan pengamatan terhadap
seluruh daerah pengamatan (damaja, damija,
dawasja), mengadakan pencatatan dengan
menggunakan Formulir Pengamatan yang sudah
disiapkan.
18
Tugas dan Tanggung Jawab Penilik Jalan
(Lanjutan)
- Penilikan dilakukan berdasarkan kerusakan pada
bagian-bagian kondisi jalan secara visual
berdasarkan kategori kerusakan seperti yang
tertuang dalam Manual Survey Kondisi Jalan
untuk Pemeliharaan Rutin. Hal ini dilakukan agar
sejalan dengan program penanganan
pemeliharaan rutin.
- Tujuan penilikan jalan ini untuk mengantisipasi
serta memperoleh data awal kondisi jalan

4. Pengawasan Lapangan.
(Ketentuan mengenai tugas
19 penilik sebagai pengawas
lapangan tidak dipergunakan)
Tugas dan Tanggung Jawab Penilik Jalan
5. Pelaporan (Lanjutan)
Penilik Jalan harus melaporkan :
- Hasil pengamatannya kepada Sub Manajer Ruas
setiap hari;
- Menyampaikan usul tindakan terhadap hasil
pengamatan secara tertulis kepada Sub Manajer
Ruas paling sedikit satu kali setiap bulan
- Untuk keadaan khusus yang berdampak pada
kenyamanan, keamanan, dan keselamatan
pengguna jalan, penilik harus segera melaporkan
kepada PPK agar segera dilakukan penanganan,
dengan melampirkan data hasil penilikan serta
ringkasan singkat mengenai kondisi yang harus
segera dilakukan penanganan.
20
 Pelaksanaan:
 Mengamati rumaja :
Penilikan Perkerasan dan Bahu Jalan;
Penilikan Trotoar;
Penilikan Drainase;
Penilikan Perlengkapan dan Marka Jalan;
Penilikan Lereng pada Galian/Timbunan;
Penilikan Pekerjaan Darurat;
Penilikan Jembatan;
Penilikan Pemanfaatan Bagian-bagian Jalan pada Ruang
Manfaat jalan .

 Mengamati rumija
Mengawasi utilitas, dll

 Mengamati ruwasja
Mengamati iklan, dll.

21
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENILIK JALAN
(LANJUTAN)
6. Menerima keluhan / masukan / informasi dari
masyarakat / pengguna jalan
Sebagai seorang penilik jalan disamping melaksanakan
penilikan, juga wajib menerima
keluhan/masukan/informasi dari masyarakat
pengguna jalan berkaitan dengan penyelenggaraan
jalan baik bersifat teknis maupun administrasi.
Mekanisme menerima keluhan dapat disampaikan
melalui SMS pada no telp yang dimiliki penilik atau
melalui surat yang dimasukkan ke dalam kotak pos
yang telah disediakan oleh penilik jalan.

22
PELAKSANAAN

Penilik Jalan (Bisa Pegawai Negeri bisa juga Outsourcing dari


masyarakat setempat yang kita didik cara-cara mengamati
kondisi jalan untuk mengamati 20-25 Km).
Setiap hari melakukan pengamatan jalan dan setiap
melaporkan hasil pengamatannya kepada Pejabat Pembuat
Komitmen yang menanganani ruas tersebut dan tembusannya
disampaikan kepada Ka. Satker dan Ka. Balai, mengenai dan
tidak terbatas pada ;
○ Lokasi retak yang berpotensi menjadi lobang.
○ Lokasi Drainase yang tdk berfungsi sehingga berpotensi
merusak badan jalan
○ Lokasi Lobang yang terjadi di jalan
○ Lokasi masyarakat yang menempati daerah milik jalan

23
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB ATASAN
PENILIK JALAN

Pejabat Pembuat Komitmen


Segera setelah menerima laporan mengambil
langkah langkah minimal :
 Segera melakukan penutupan retak retak untuk
mencegah terjadinya lobang
 Segera menutup lobang supaya tidak membesar.
 Segera memperbaiki drainase sehingga tidak
merusak/memperlemah badan jalan.
 Segera berkoordinasi dengan aparat untuk melarang
masyarakat menggunakan Rumija.
 Melaporkan hasil penanganannya kepada Ka. Satker dan
Ka. Balai. 24
Ka. Satker

 Memantau hasil penanganan yang dilakukan oleh PPK.

 Membantu PPK dalam mengatasi pengananan retak, lubang dan pemanfaat


Rumija yang mengganggu pengguna jalan.
 Berkoordinasi dengan instansi terkait

 Mengevaluasi hasil tidak turun tangan yang dilakukan PPK

 Melaporkan hasil penanganan kerusakan yang telah dilakukan oleh PPK.


Kepada Kepala Balai.
 Membantu PPK dan berkoordinasi dengan aparat yang berwenang untuk
memindahkan, membongkar bangunan bangunan yang ada di Rumija.
 Mengkaji kebutuhan biaya untuk penanganan kerusakan tersebut dan bila
dana yang dimiliki tidak cukup harus segera melaporkan kepada Dirjen Bina
marga.

25
Ka. Balai

 Mengevaluasi hasil laporan penilik jalan dan upaya perbaikan yang


telah dilakukan PPK dan Ka.Satker.
 Membantu Ka. Satker dalam upaya menangani kerusakan dan
gangguan jalan jangan sampai mengarah yang lebih buruk setiap
minggunya.
 Merelokasi segala sumber daya yang dimiliki bila terjadi kondisi
yang mengarah lebih buruk.
 Setiap minggu melaporkan kondisi kesusakan dan upaya yang
telah dilakukan bersama dengan Ka Satker.
 Melakukan Internal Audit terhadap sistem pemeliharaan dan
pembangunan jalan diwilayahnya

26
Direktorat
 Melakukan evaluasi laporan Balai dan kinerja jaringan jalan
seraca keseluruhan diwilayahnya.
 Melakukan pembinaan dan bimbingan teknis kepada Balai,
Satker dan PPK mengenai sistem pemeliharaan yang baik.
 Melakukan Audit Internal terhadap kinerja Balai dan Kasatker
dan PPK.
 Melakukan perbaikan terus-menerus (continuous improvement)
terhadap sistem manajemen pemeliharaan jalan
 Mengatur sumberdaya yang ada untuk mensupport daerah
daerah yang kondisi jalannya mengalami penurunan secara
signifikan.
 Manyampaikan kinerja seluruh jaringan jalan 2 mingguan
kepada Dirjen 27
Direktur Jenderal

 Memberi arahan kepada Direktorat dan Balai


mengenai kinerja jalan yang ingin dicapai
sebagaimana sesuai dengan arahan Menteri
 Malaporkan kinerja jaringan seluruh jaringan
Nasional dan jalan strategis Nasional kepada
Menteri PUPR selaku penyelenggara jalan
Nasional.
28
PENILIK JALAN :

1. STRUKTUR ORGANISASI, TUGAS & TANGGUNG JAWAB


PENILIK JALAN
2. PEMAHAMAN TERHADAP BAGIAN-BAGIAN JALAN
(KHUSUS UNTUK PENILIK JALAN)
3. PEMAHAMAN TERHADAP JENIS KERUSAKAN DAN JENIS
PENANGANAN PENGUKURAN
4. TATA CARA PELAPORAN DAN KOORDINASI PENILIK
DENGAN PENANGGUNG JAWAB UPR
5. TINDAK LANJUT HASIL PELAPORAN YANG DILAKUKAN
OLEH PENILIK JALAN. 29
1. STRUKTUR ORGANISASI, TUGAS & TANGGUNG JAWAB PENILIK

SATKER PENANGANAN JALAN NASIONAL / SKPD

Manajer Area KASATKER UNIT PROD.


BAHAN &
PERALATAN

Manajer
PPK
Ruas

PENILIK WASLAP KONTRAKTOR

KOMANDO
MANDOR UNIT PROD. BAHAN & PERALATAN

KOORDINASI

PELAPOR
PEKERJA

30
ORGANISASI

PPK SATKER

1. PPK 1. SATKER PELAKSANAAN


2. WASLAP/KOORDINATOR UPR 2. ASISTEN
3. PENILIK 3. UNIT PERALATAN DAN BAHAN
4. PEMBANTU WASLAP (ASISTEN PERALATAN)
5. MANDOR A. BAHU JALAN DAN
6. PEKERJA SALURAN
(Outsourcing)
B. PERKERASAN
C. STRUKTUR
7. UNIT PERALATAN DAN BAHAN
A. UPR
B. ALAT2 UNTUK PEKERJAAN ASPAL (AMP, RECYCLER, FINISHER, STONE
CRUSHER, ASPAL SPRAYER, COLD MILLING, TIRE ROLLER)

31
Kegiatan Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin
(Penilikan Jalan)

KEGIATAN PENCATATAN KERUSAKAN


1.Perkerasan
2.Bahu Jalan • Penilik Jalan
3.Bangunan Pelengkap (Khususnya Drainase)
4.Perlengkapan jalan

PENANGANAN SWAKELOLA/TERKONTRAK
(LONG SEGMENT)
KEGIATAN HARIAN • Mandor
1. Perbaikan & Pembersihan Drainase Jalan • Pekerja
2. Pemeliharaan Ruang Milik Jalan
3. Perbaikan & Pembersihan Bahu Jalan

PENANGANAN SWAKELOLA/TERKONTRAK • Waslap


(LONG SEGMENT) • Pelaksana
KEGIATAN PERBAIKAN JALAN • Unit Prod, Bahan &
1. Perbaikan Perkerasan Peralatan
2. Perbaikan Drainase • Dibantu Mandor &
3. Perbaikan Bahu, Trotoar dan Median
4. Perbaikan Bangunan Pengaman & Pekerja
Pelengkap 32
33
ORGANISASI

PENILIK PPK SATKER

1. PENILIK 1. PPK 1. SATKER PRESERVASI


2. PEMBANTU 2. WASLAP 2. ASISTEN TEKNIK
PENILIK 3. PEMBANTU WASLAP 3. UNIT PERALATAN DAN
4. MANDOR A. BAHU JALAN DAN BAHAN (ASISTEN
5. PEKERJA SALURAN PERALATAN)
(Outsourcing)
B. PERKERASAN
C. STRUKTUR
6. UNIT PERALATAN DAN BAHAN
A. UPR
B. ALAT2 UNTUK PEKERJAAN ASPAL (AMP, RECYCLER, FINISHER,
STONE CRUSHER, ASPAL SPRAYER, COLD MILLING, TIRE
ROLLER)

2. FASILITAS 1. RODA 3
2. SERAGAM
3. PERLENGKAPAN
4. FORMULIR
5. KOTAK POS
6. HONOR 34
7. OPERASIONAL
MEKANISME KERJA
PENILIK PPK SATKER BALAI

Survey Laporan SATKER


Harian
KOTAK PEMBANTU UNIT PERALATAN BID.
LAPORAN
POS WASLAP DAN BAHAN PENGUJIAN
DAN
PPK PERALATAN

SURVEY VOLUME DAN Tools SATKER


WASLAP
JENIS PEKERJAAN Software PERALATAN

PEMBANTU WASLAP
UTK PELAKSANAAN

MANDOR

PEKERJA
4. PELAPORAN
Laporan Harian Laporan Ke Satker Laporan Ke Balai Laporan Ke Dirjen
tiap Minggu tiap 1 Minggu tiap 2 Minggu
1. Kompilasi Laporan Penilik
35
2. Laporan Program Kerja
2. PEMAHAMAN TERHADAP BAGIAN-BAGIAN JALAN

(KHUSUS UNTUK PENILIK JALAN)


RUMIJA

RUMAJA

5m

Badan Jalan

d b a b d
c c
1,5 m

RUWASJA

Catatan :
a = jalur lalu lintas
= Ruang manfaat jalan (Rumaja) = Ruang pengawasan jalan (Ruwasja) b = bahu jalan
c = saluran tepi
= Ruang milik jalan (Rumija) = Bangunan d = ambang pengaman
3. PEMAHAMAN TERHADAP JENIS KERUSAKAN DAN JENIS
PENANGANANNYA

Dapat dilihat di :

 Manual No. 001-01/M/BM/2011


TentangSurvei Kondisi Jalan Untuk
Pemeliharaan Rutin

 Manual No. 001-02/M/BM/2011 Tentang


Perbaikan Standar Untuk Pemeliharaan
Rutin

Ada Beberapa contoh yang


ditampilkan : 37
KERUSAKAN PADA PERKERASAN DAN BAHU JALAN

38
KERUSAKAN PADA PERLENGKAPAN JALAN
PERLENGKAPAN
JALAN KERUSKAN F1 F2 F3 F4 F5 F7 F8 F9

Perbaikan Penggantian Pemindahan Pelurusan Pembersihan Penegakan Pemberian Pemindahan


PATOK KM, HM Patok patok Penghalang Rambu Rambu Patok Rambu Garis Marka Garis Marka
Patok

511 Patok rusak X


512 Patok hilang x
513 Terhalang X
RAMBU
521 Perubahan letak x

522 Cacat x
523 Rusak
524 Hilang x
525 Tiang x x
hilang/bengkok

MARKA JALAN
531 Marka pudar x
532 Posisi marka X
jalan salah

39
KERUSAKAN DAN METODE UNTUK JEMBATAN DAN GORONG-
GORONG

40
CONTOH PENGISIAN FORM RM - 1

SURVEY PEMELIHARAAN RUTIN JALAN


CATATAN KONDISI DAN HASIL PENGUKURAN

PROPINSI : SUMATERA UTARA TANGGAL SURVEY : 17 Desember 1994


BALAI BESAR/BALAI : BALAI 1 Medan CUACA : Berawan
SATKER : STATUS JALAN :
PPK : SEGMEN JALAN : Km : 00+00 - Km : 5+00
NOMOR RUAS JALAN :
NAMA RUAS JALAN

POSISI UKURAN
NO. STA KATEGORI
(km) KETERANGAN
KERUSAKAN
KIRI KANAN P (m1) L (m1) D (m1) A (m1) V (m3) J (Buah)

1 0 + 050 v 111 0.50 0.50 0.05 0.25 0.01


2 0 + 140 V 117 1.70 0.90 0.03 1.53
3 1 + 000 V 252 0.40 0.20 0.08

4 2 + 200 V 512 6

5 3 + 000 531 60.50 0.12 3.63


6 3 + 900 V 523 7

7 4 + 200 V V 840 Expantion joint lepas

8 4 + 700 V V 311 2.60 1.50 0.05 3.90


CATATAN: Petugas Survey
TTD

( Moch Supriyadi)
NIP. 110037080

41
KATEGORI KERUSAKAN JALAN
100 - Perkerasan 300 - Trotoar 500 - Perlengkapan Jalan 700 - Keadaan Darurat

110 Dengan Lapis Penutup 310 Dengan Lapis Penutup 510 Patok KM, HM 511 Rusak 710 Longsor
111 Lubang-lubang 311 Retak/Kehilangan Permukaan 512 Patok Hilang 711 Jalan tertutup
112 Keriting 513 Terhalang
113 Alur 330 Tanpa Lapis Penutup 720 Kecelakaan lalu lintas 721 Umum
114 Amblas 331 Lubang/Amblas 520 Rambu-rambu Jalan
115 Jembul 521 Perubahan Letak 730 Kerusakan pondasi
116 Kerusakan Tepi 350 Blok/Ubin 522 Rambu Terhalang 731 Umum
117 Retak Buaya 351 Perbedaan Ketinggian 523 Rambu rusak
118 Retak Garis 524 Rambu hilang 740 Lain-lain
119 Kegemukan aspal 370 Beton 525 Tiang hilang/Bengkok
120 Terkelupas 371 Pecah
530 Marka Jalan
130 Tanpa Lapis Penutup 390 Kereb 531 Marka pudar
131 Lubang-lubang 391 Inlet Rusak 532 Marka salah
132 Keriting 392 Inlet tersumbat
133 Alur
134 Amblas 395 Lain-lain 800 - Struktur
135 Permukaan Tergerus
810 Jembatan
150 Kaku 600 - Talud 811 Timbunan kotoran
151 Kerusakan pengisi celah sambungan
812 Pagar/Rail pudar
400 - Drainase 610 Kerikil 813 Oprit jalan turun
152 Penurunan slab disambungan
153 Slab pecahretak disambungan 611 Erosi
410 Tanpa Lapis Penutup 612 Tergerus 820 Gorong-gorong >3 m
160 Lain-lain 411 Pendangkalan 821 Timbunan kotoran
412 Kerusakan saluran 620 Pasangan Batu 822 Pagar/Rail pudar
413 Ditumbuhi tanaman 823 Oprit jalan turun
621 Retak-retak
622 Melendut 840 Lain-lain
430 Dengan Lapis Penutup
431 Pendangkalan 630 Rumput
432 Kerusakan saluran 631 Rumput panjang
200 – Bahu 470 Gorong-gorong 640 Bongkahan Batu
471 Tersumbat 641 Kehilangan batuan
210 Dengan Lapis Penutup 472 Kerusakan konstruksi
211 Lubang-lubang 473 Kerusakan kepala gorong-gorong 650 Lain-lain
212 Keriting
J213 embul 490 Saluran Air
214 Retak Buaya 491 Sampah/Runtuhan
215 Kegemukan aspal 492 Pendangkalan
216 Terkelupas 493 Tergerus

230 Tanpa Lapis Penutup 495 Lain-lain


231 Retak stempat
232 Amblas/Alur Catatan:
') Untuk kerusakan yang belum tercakup dalam kategori dimasukkan dalam kategori lain-lain
250 Tanah dan diisi dalam kolo
251 Retak setempat
252 Kehilangan permukaan
253 Rumput panjang

260 Lain-lain

42
FORM RM 2 SURVAI PEMELIHARAAN RUTIN JALAN TANGGAL SURVAI
…...../……...…./……...

PROPINSI :
BALAI : NO. RUAS JALAN : RUAS JALAN
SATKER : LEBAR JALAN : Dari Km : ………………
PPK :
Ke Km : ………………
MATERIAL PERMUKAAN PERKERASAN
JUMLAH PANJANG
TANAH KERIKIL TELFORD ST PENMAC AC SST LASBTO

Kategori Sub-Kategori Kerusakan Pengukuran Unit Kuantitas Catatan Perbaikan

130 131 TIDAK ADA


TANPA LAPIS PENUTUP LUBANG-LUBANG KEDALAMAN < TANAH DASAR KEDALAMAN > M2 M2 U2 < PONDASI U2 > PONDASI
TANAH DASAR

132 TIDAK ADA


BERGELOMBANG/ KERITING DANGKAL 1 - 5 CM M2 M2 U2 1 - 5 CM U3 > 5 CM
DALAM > 5 CM

133 TIDAK ADA


ALUR DANGKAL 1 - 5 CM M2 M2 U2 1 - 5 CM U3 > 5 CM
DALAM > 5 CM

134 TIDAK ADA


JEMBUL DANGKAL < 10 CM M2 M2 U2 < 10 CM U1 > 10 CM
DALAM > 10 CM

135 TIDAK ADA


PERMUKAAN TERGERUS KEDALAMAN < TANAH DASAR KEDALAMAN > M2 M2 U3 < PONDASI U1 > PONDASI
TANAH DASAR

150 151 TIDAK ADA BEBERAPA M K1


KAKU KERUSAKAN PENGISI CELAH
SAMBUNGAN

152 TIDAK ADA BEBERAPA M K2


PENURUNAN SLAB PADA
SAMBUNGAN

153 TIDAK ADA BEBERAPA M K3


SLAB PECAH/ MENGELUPAS PADA
SAMBUNGAN

43
5.4.1. Peralatan
Peralatan yang dibutuhkan untuk mengukur
kerusakan berupa lubang adalah sebagai
berikut:
 Rambu lalu lintas sementara
 Mistar 1.2 meter
 Pita ukur (2 meter)

5.4.2. Kriteria Pengukuran:


 111: Lubang pada perkerasan jalan beraspal
 211: Lubang pada bahu jalan beraspal
 Bila kedalaman dibawah mistar 1.2 meter
< 50 mm maka kedalaman dan luas daerah ini
Kerusakan Lubang Pada Permukaan harus dicatat. (S=Shallow)
Jalan Beraspal  Bila kedalaman dibawah mistar 1.2 meter >
50 mm maka kedalaman dan luas daerah ini
harus dicatat. (D=Deep)
 Semua tempat dimana lapisan agregat terlihat
oleh lalu-lintas maka harus dicatat.

Catatan :
Kolom keterangan pada Form RM1 harus
menerangkan tentang kerusakan itu dalam (D)
atau dangkal (S).
44
5.14.1. Peralatan
Peralatan yang dibutuhkan untuk mengukur
kerusakan berupa retak kulit buaya adalah
sebagai berikut:
 Rambu lalu lintas sementara
 Pita ukur (2 meter)
 Pengukur retak 2 mm (paling tinggi)

5.14.2. Kriteria Pengukuran:


 117: Retak buaya pada perkerasan yang
beraspal
 214: Retak buaya pada bahu jalan yang
Kerusakan Retak Buayak Pada beraspal
Permukaan Jalan Beraspal
 Bila mayoritas 2 arah retak diukur kurang dari
2 mm, yang harus dicatat adalah luas daerah ini
(m2), kedalaman (mm), dan dicatat sebagai
kerusakan dalam.
 Bila mayoritas 2 arah retak diukur lebih dari 2
mm, yang harus dicatat adalah luas daerah ini
(m2), kedalaman (mm), dan dicatat sebagai
kerusakan dalam.

45
5.16.1. Peralatan
Peralatan yang dibutuhkan untuk
mengukur kerusakan berupa
kegemukan aspal adalah sebagai
berikut:
 Rambu lalu lintas sementara
 Pita ukur (2 meter)

5.16.2. Kriteria Pengukuran:


 119: Kegemukan aspal pada
Kegemukan Aspal Pada perkerasan yang beraspal
 215: Kegemukan aspal pada
Permukaan Jalan Beraspal
bahu jalan yang beraspal

 Kegemukan aspal dapat diartikan


sebagai pergerakan ke atas dari
bitumen yang berlebihan di bawah
permukaan jalan lalu-lintas.
 Petugas Survey harus mengukur
luas daerah kerusakan dalam m2.

46
5.17.1. Peralatan
Peralatan yang dibutuhkan untuk
mengukur kerusakan berupa
pengelupasan adalah sebagai berikut:
 Rambu lalu lintas sementara
 Pita ukur (2 meter)

5.17.2. Kriteria Pengukuran:


 120: Pengelupasan pada perkerasan
yang beraspal
 214: Pengelupasan pada bahu jalan
Kerusakan Terkelupas Pada
yang beraspal
Permukaan Jalan Beraspal
31

 Pengelupasan dapat diartikan sebagai


kehilangan agregat dari lapisan
permukaan sehingga terjadi kekurangan
dalam ikatan
 Petugas Survey harus mengukur luas
daerah kerusakan dalam m2.
47
5.24.1. Peralatan
Peralatan yang dibutuhkan untuk
mengukur gangguan akibat rumput yang
tinggi/panjang adalah sebagai berikut:
 Rambu lalu lintas sementara
 Pita ukur (2 meter)

5.24.2. Kriteria Pengukuran:


 253: Rumput yang panjang di bahu jalan
Rumput yang Panjang Pada dari tanah
Perkersan Jalan Tidak Beraspal
 Bila rumput atau pohon kecil
menghalangi pemakai bahu jalan atau
menutupi jarak pandang pemakai lalu-
lintas
 Petugas Survey harus mengukur luas
daerah gangguan itu

48
Peralatan
Peralatan yang dibutuhkan untuk
mengukur pendangkalan pada saluran
terbuka adalah sebagai berikut:
 Pita Ukur (2 meter)

7.4.2. Kriteria Pengukuran:


 411: Pendangkalan pada drainase
terbuka yang tidak diperkeras
 431: Pendangkalan pada drainase
terbuka yang diperkeras
 492: Pendangkalan pada saluran
terbuka
Pendangkalan pada Drainase Saluran  Jika drainase atau saluran terbuka
Terbuka tidak efektif fungsinya maka lumpur
dan pasir pada dasar saluran harus
diangkat. Pendangkalan
mengakibatkan luas saluran (m2)
berkurang sehingga mengurangi
kapasitas drainase.
 Petugas Survey harus mengukur
luas pendangkalan (m2) dan
49 memperkirakan kedalaman lumpur
yang berda di atas batas normal.
8.4.1. Peralatan
Tidak diperlukan peralatan
untuk mengukur kerusakan
pada patok KM, HM.
Petugas Survey harus
memperkirakan kerusakan
secara visual saja.

8.4.2. Kriteria Pengukuran:


 511: Kerusakan pada patok
Kerusakan Patok KM, HM. KM, HM

 Bila beton pada patok KM,


HM telah rusak atau hancur
sehingga fungsinya terganggu

50
Peralatan
Tidak diperlukan peralatan
untuk mengukur patok KM,
HM yang terhalang.
Petugas Survey harus
memperkirakan kerusakan
secara visual saja.

8.6.2. Kriteria
Pengukuran:
 513: Patok KM, HM yang
Patok KM, HM Yang Terhalang. terhalang

 Bila terdapat rumput, pohon


kecil dan lainnya yang
menghalangi pandangan
pengemudi untuk melihat
patok KM, HM.

51
8.12.1. Peralatan
Peralatan yang diperlukan
untuk mengukur marka jalan
yang memudar adalah sebagai
berikut:
 Rambu lalu-lintas sementara
 Pita Ukur (2 meter) 76

8.12.2. Kriteria Pengukuran:


Marka Jalan Yang Pudar  531: Marka jalan yang pudar
atau tidak terlihat

 Bila marka jalan telah


memudar atau tidak terlihat
oleh pengguna lalu-lintas
karena telah hilang kemampuan
refleksinya

52
11.4.1. Peralatan
Peralatan yang diperlukan untuk
mengukur kotoran pada lantai
kendaraan dan gorong-gorong
adalah sebagai berikut:
 Rambu lalu-lintas sementara
 Pita Ukur ( 2 meter )

11.4.2. Kriteria Pengukuran


 811: Kotoran pada lantai
kendaraan jembatan.
 821: Kotoran pada lantai
Kotoran Pada Lantai Kendaraan
kendaraan gorong-gorong.

 Bila sampah atau lumpur


menumpuk di bawah jembatan
maka akan menutup aliran air.

Petugas Survey harus mengukur


luas daerah terkena.

53
Peralatan
Peralatan yang diperlukan
untuk mengukur pagar/railing
yang memudar adalah
sebagai berikut:
 Rambu lalu-lintas sementara
 Pita Ukur ( 2 meter )

11.5.2. Kriteria
Pengukuran
 812: Pagar/Railing jembatan
Pagar/Railing yang Memudar yang memudar.
 822: Pagar/Railing gorong-
gorong yang memudar.
97

 Bila cat yang digunakan


pada pagar/railing telah
memudar atau rusak karena
sinar matahari. Petugas
Survey harus mengukur
panjang pagar/railing yang
54
terkena kerusakan.
Peralatan
Tidak diperlukan peralatan untuk
mengukur kerusakan kepala
gorong-gorong.
Petugas Survey harus
memperkirakan berdasarkan pada
perkiraan secara visual saja.

7.9.2. Metode Pengukuran:


 472: Kerusakan kepala gorong-
gorong
Kerusakan Pada Kepala Gorong-Gorong
 Bila tulangan beton pada kepala
gorong-gorong dan penahan
perkerasan jalan menjadi retak
atau pecah
 Bila ada kerusakan kepala
gorong-gorong

55
4. TATA CARA PELAPORAN DAN KOORDINASI PENILIK DENGAN
PENANGGUNG JAWAB UPR

Format-Format Laporan :
1. Format Pengamatan Penilikan Jalan
2. Laporan dari Penilik Jalan kepada Manajer Ruas (PPK) – setiap
hari
3. Laporan dari Manajer Ruas (PPK) kepada Manajer Area (Ka.
Satker ) – setiap minggu
4. Laporan dari Manajer Area (Ka.Satker ) kepada Kepala Balai –
setiap minggu
5. Laporan dari Kepala Balai kepada Direktorat Reservasi – setiap
bulan. 56
57
5. Bagan Alur Pelaporan
5. TINDAK LANJUT HASIL PELAPORAN YANG DILAKUKAN OLEH
PENILIK JALAN.

LAPORAN HARIAN PPK


PENILIK Setiap Hari
Laporan Mingguan
SATKER
Laporan Mingguan

BALAI
Laporan Bulanan

Direktorat Preservasi

58
CONTOH FORMAT

59
Form Penilik Jalan

60
LAPORAN DARI PENILIK JALAN KEPADA MANAJER RUAS (PPK)

61
62
LAPORAN DARI MANAJER RUAS (PPK) KEPADA MANAJER AREA (KA. SATKER)

63
LAPORAN DARI MANAJER RUAS (PPK) KEPADA MANAJER AREA (KA. SATKER)

64
LAPORAN DARI MANAJER AREA (KA. SATKER) KEPADA KEPALA BALAI

65
LAPORAN DARI MANAJER AREA (KA. SATKER) KEPADA KEPALA BALAI

66
LAPORAN DARI KEPALA BALAI KEPADA DIREKTORAT PRESERVASI

67
LAPORAN DARI KEPALA BALAI KEPADA DIREKTORAT PRESERVASI

68
TERIMA KASIH

69