Anda di halaman 1dari 18

BAB VI

BAGAIMANA PANCASILA MENJADI SISTEM


ETIKA?
DOSEN PEMBIMBING:
MUSPARDI, M.PD.

KELOMPOK 4:
1. Indah Kemala Maharani (19036168)
2. Nur’aini (19029037)
3. Rendy B. Suharsono (19029044)
4. Sohibul Agus Fikri (18087139)
5. Wica Widyanda (19035122)
6. Wulan Nuzuliaa Putri (19031116)
7. Yuliza Ariska (19033071)
MENGGALI SUMBER HISTORIS, SOSIOLOGIS, POLITIS TENTANG PANCASILA
SEBAGAI SISTEM ETIKA

Sumber Historis

Pada zaman Orde Lama, Pancasila belum ditegaskan


ke dalam sistem etika. masih berbentuk sebagai
Philosofische Grondslag atau Weltanschauung.

Pada zaman Orde Baru, Pancasila sebagai sistem


etika disosialisasikan melalui penataran P-4 dan
diinstitusionalkan dalam wadah BP-7

Sumber Historis Pendidikan Pancasila menurut


Paristiyanti Nurwardani, dkk (2016:186-188)
MENGGALI SUMBER HISTORIS, SOSIOLOGIS, POLITIS TENTANG PANCASILA
SEBAGAI SISTEM ETIKA

Cara pengamalan sila-sila Pancasila

Manusia Indonesia percaya dan takwa kepada Tuhan Yang


Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-
masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
Sebagai warga negara dan warga masyarakat mempunyai
kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama dengan
mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan persamaan
kewajiban asasi antar sesama manusia sesuai dengan harkat
dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Mengembangkan perbuatan yang luhur yang
mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan
Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, kegotongroyongan
keselamatan bangsa dan bernegara di atas
kepentingan pribadi atau golongan

Sumber Historis Pendidikan Pancasila menurut


Paristiyanti Nurwardani, dkk (2016:186-188)
MENGGALI SUMBER HISTORIS, SOSIOLOGIS, POLITIS TENTANG PANCASILA
SEBAGAI SISTEM ETIKA

Sumber Historis

Pada era reformasi, Pancasila sebagai sistem


etika tenggelam dalam perebutan kekuasaan
yang menjurus kepada pelanggaraan etika
politik

Sumber Historis Pendidikan Pancasila menurut


Paristiyanti Nurwardani, dkk (2016:186-188)
MENGGALI SUMBER HISTORIS, SOSIOLOGIS, POLITIS TENTANG PANCASILA
SEBAGAI SISTEM ETIKA

Sumber Sosiologis

Di temukan dalam kehidupan masyarakat


berbagai etnik di Indonesia. Misalnya, orang
Minangkabau dalam hal bermusyawarah
memakai prinsip “bulat air oleh pembuluh,
bulat kata oleh mufakat”.

Sumber Historis Pendidikan Pancasila menurut


Paristiyanti Nurwardani, dkk (2016:188)
MENGGALI SUMBER HISTORIS, SOSIOLOGIS, POLITIS TENTANG PANCASILA
SEBAGAI SISTEM ETIKA

Sumber Politis
Hans Kelsen mengatakan bahwa teori hukum itu
suatu norma yang berbentuk piramida

Sumber politis Pancasila sebagai sistem etika Norma yang lebih rendah memperoleh
terdapat dalam norma-norma dasar kekuatannya dari suatu norma yang lebih
(Grundnorm) sebagai sumber penyusunan tinggi. Semakin tinggi suatu norma, akan
berbagai peraturan perundangan-undangan di semakin abstrak sifatnya, dan sebaliknya,
Indonesia semakin rendah kedudukannya, akan semakin
konkrit norma tersebut (Kaelan, 2011: 487)
Pancasila ialah norma tertinggi yg sifatnya abstrak,
dan perundang-undangan di bawah pancasila bersifat
Sumber Historis Pendidikan Pancasila menurut konkrit
Paristiyanti Nurwardani, dkk (2016:189)
MENGGALI SUMBER HISTORIS, SOSIOLOGIS, POLITIS TENTANG PANCASILA
SEBAGAI SISTEM ETIKA

3 Dimensi Etika Politik :


Upaya mencapai kesejahteraan masyarakat
Pencapaian tujuan yang meliputi sistem dan hidup damai yang didasarkan pada
dan prinsip-prinsip dasar pengorga kebebasan dan keadilan
nisasian praktik penyelenggaraan negara
dan yang mendasari institusi-institusi
sosial

Sumber: Haryatmoko, 2003: 26 Berkaitan dengan pelaku pemegang


peran sebagai pihak yang menentukan
rasionalitas politik
Sumber Historis Pendidikan Pancasila menurut
Paristiyanti Nurwardani, dkk (2016:89)
Membangun Argumen tentang Dinamika dan Tantangan
Pancasila sebagai Sistem Etika

Argumen tentang Dinamika Pancasila


sebagai Sistem Etika

Pada zaman Orde Lama, pemilu diselenggarakan


dengan semangat demokrasi yang diikuti banyak
partai politik, tetapi dimenangkan empat partai
politik, yaitu PNI, PARMUSI, PNU, dan (PKI).

Tudingan dari pihak Orde Baru bahwa pemilihan


umum pada zaman Orde Lama dianggap terlalu
liberal karena pemerintahan Soekarno menganut
sistem demokrasi terpimpin, yang cenderung
otoriter.
Sumber Historis Pendidikan Pancasila menurut
Paristiyanti Nurwardani, dkk (2016:190-191)
Membangun Argumen tentang Dinamika dan Tantangan
Pancasila sebagai Sistem Etika
Argumen tentang Dinamika Pancasila
sebagai Sistem Etika

Zaman Orde Baru sistem etika Pancasila


diletakkan dalam bentuk penataran P-4
Konsep manusia Indonesia seutuhnya sebagai
cerminan manusia yang berperilaku dan berakhlak
mulia sesuai dengan nilai-nilai Pancasila
Manusia Indonesia seutuhnya dalam pandangan
Orde Baru, artinya manusia sebagai makhluk
ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang secara kodrati
bersifat monodualistik, yaitu makhluk rohani
sekaligus makhluk jasmani, dan makhluk individu
sekaligus makhluk sosial
Sumber Historis Pendidikan Pancasila menurut
Paristiyanti Nurwardani, dkk (2016:190-191)
Membangun Argumen tentang Dinamika dan Tantangan
Pancasila sebagai Sistem Etika

Argumen tentang Dinamika Pancasila


sebagai Sistem Etika

Manusia Indonesia seutuhnya (adalah makhluk


mono-pluralis.

Kedudukan kodrat: makhluk Tuhan


Susunan kodrat: jiwa dan raga
dan makhluk berdiri

Kedudukan kodrat: makhluk Tuhan


dan makhluk berdiri

Sumber Historis Pendidikan Pancasila menurut


Paristiyanti Nurwardani, dkk (2016:190-191)
Membangun Argumen tentang Dinamika dan Tantangan
Pancasila sebagai Sistem Etika

Argumen tentang Dinamika Pancasila


sebagai Sistem Etika

Sistem etika Pancasila pada era reformasi


tenggelam dalam eforia demokrasi.

Demokrasi tanpa dilandasi sistem etika politik


akan menjurus pada penyalahgunaan kekuasaan,
serta machiavelisme

Sumber Historis Pendidikan Pancasila menurut


Paristiyanti Nurwardani, dkk (2016:190-191)
Membangun Argumen tentang Dinamika dan Tantangan
Pancasila sebagai Sistem Etika

Argumen tentang Tantangan Pancasila


sebagai Sistem Etika

Zaman Orde Lama berupa sikap otoriter dalam Zaman Orde Baru terkait dengan masalah NKK
pemerintahan sebagaimana yaitu pelaksaanaan (Nepotisme, Kolusi, dan Korupsi) yang tidak
demokrasi terpimpin yang tidak sesuai dengan sesuai dengan sila keadilan sosial sehingga
semangat musyawarah mufakat. merugikan penyelenggaraan negara

Era Reformasi berupa eforia kebebasan berpolitik


sehingga mengabaikan norma-norma moral. Misalnya,
munculnya anarkisme yang memaksakan kehendak
dengan mengatasnamakan kebebasan berdemokrasi.

Sumber Historis Pendidikan Pancasila menurut


Paristiyanti Nurwardani, dkk (2016:192)
Mendeskripsikan Esensi dan Urgensi Pancasila sebagai Sistem
Etika

Esensi Pancasila sebagai Sistem Etika/


Hakikat Pancasila sebagai sistem etika

Keyakinan bangsa Indonesia bahwa Tuhan sebagai Actus humanus, yaitu tindakan manusia yang
mengandung implikasi dan konsekuensi moral
penjamin prinsip-prinsip moral. Setiap perilaku
diungkapkan dengan cara dan sikap yang adil dan beradab
warga negara harus didasarkan atas nilai-nilai sehingga menjamin tata pergaulan yang didasari nilai
moral yang bersumber pada norma agama. kemanusiaan pancasila

Kesediaan untuk hidup bersama sebagai warga bangsa


yang mementingkan masalah bangsa di atas kepentingan
individu atau kelompok yang berlandaskan pada
semangat kebersamaan, solidaritas sosial akan melahirkan
kekuatan persatuan

Sumber Historis Pendidikan Pancasila menurut


Paristiyanti Nurwardani, dkk (2016:192-193)
Mendskripsikan Esensi dan Urgensi Pancasila sebagai Sistem
Etika

Esensi Pancasila sebagai Sistem Etika/


Hakikat Pancasila sebagai sistem etika

Perwujudan dari sistem etika yang tidak


Prinsip musyawarah untuk mufakat, menekankan pada kewajiban semata (deontologis)
menghargai diri dan menghargai orang atau menekankan pada tujuan belaka (teleologis),
lain. tetapi lebih menonjolkan keutamaan (virtue ethics)
yang terkandung dalam nilai keadilan itu sendiri.

Sumber Historis Pendidikan Pancasila menurut


Paristiyanti Nurwardani, dkk (2016:192-193)
Mendeskripsikan Esensi dan Urgensi Pancasila sebagai Sistem
Etika

Urgensi Pancasila sebagai Sistem Etika

Guidance bagi setiap warga negara sehingga


Menempatkan Pancasila sebagai sumber moral
memiliki orientasi yang jelas dalam tata pergaulan
dan inspirasi bagi penentu sikap, tindakan, dan
baik lokal, nasional, regional, maupun
keputusan yang diambil setiap warga negara.
internasional.

Dasar analisis bagi berbagai kebijakan yang dibuat Filter untuk menyaring pluralitas nilai yang
oleh penyelenggara negara sehingga tidak keluar berkembang dalam kehidupan masyarakat sebagai
dari semangat negara kebangsaan yang berjiwa dampak globalisasi yang memengaruhi pemikiran
Pancasilais warga negara.

Sumber Historis Pendidikan Pancasila menurut


Paristiyanti Nurwardani, dkk (2016:193-194)