Anda di halaman 1dari 6

RESUME KEPERAWATAN PADA Tn.

”A”
DAN Ny “M” DI DUSUN KARANG
PANDE DESA BANYUMULEK TAHUN
2019

OLEH :
MUHAMMAD ROSYIDI
NPM. 019020964
PENGKAJIAN
KASUS I KASUS II
• Identitas • Identitas
▫ Nama ; Tn .A ▫ Nama ; Ny. M
▫ Umur : 61 tahun ▫ Umur : 67 tahun
▫ Agama : islam
▫ Agama : islam ▫ Pendidikan : Tidak sekolah
▫ Pendidikan : Tidak tamat SD • Alasan Masuk
• Alasan Masuk ▫ Saat Dikaji
▫ Saat Dikaji nyeri lutut dan pinggang
Sesak, kadang batuk, nafas P : nyeri saat dingin atau terlalu
mengeluarkan bunyi, dada banyak aktivitas
terasa berat, tdk pernah Q : nyeri seperti ditusuk
periksa, konsumsi obat R : nyeri pinggang dan lutut
warung S : skala 4 (0-10)
T : hilang timbul nyeri sering saat
▫ Data Fokus pagi
TD : 170/100 mmHg, HR ▫ Data Fokus
89x/menit, SpO2 97 %, TD : 140/80 mmHg, HR
wheezing pada lapang paru. 78x/menit, RR 22 x/menit SpO2
99%. Riwayat Hipertensi dan
Kencing Manis.
DIAGOSA KEPERAWATAN
KASUS I KASUS II

Resiko bersihan jalan nafas Nyeri Kronis berhubungan


inefektif berhubungan dengan pengendapan
dengan bronko spasme krkrista urat di sendi
ditandai dengan klien ditandai dengan klien
mnegeluh nyeri lutut dan
mengeluh sering Sesak, pinggang, nyeri saat dingin
kadang batuk, nafas atau terlalu banyak
mengeluarkan bunyi, dada aktivitas, nyeri seperti
terasa berat, tdk pernah ditusuk, nyeri pinggang dan
periksa, konsumsi obat lutut, skala 4 (0-10), hilang
warung, TD : 170/100 timbul nyeri sering saat pagi
mmHg, HR 89x/menit, RR TD : 140/80 mmHg, HR
24x menit SpO2 97 %, 78x/menit, RR 22 x/menit
wheezing pada lapang paru. SpO2 99%. Riwayat
Hipertensi dan Kencing
Manis.
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KASUS I
Kunjungan Rumah I, senin Kunjungan Rumah II, selasa
16/9/2019 17/9/2019
• Menjelaskan tentang gangguan-
gangguan fungsi pernafasan yang • Menjelaskan ulang tentang gangguan-
dapay terjadi pada lansia gangguan fungsi pernafasan yang
• Memonitoring tanda-tanda vital dapay terjadi pada lansia
• Melatih batuk efektif • Memonitoring tanda-tanda vital
• Menjelaskan pentingnya pemebria • Mengevaluasi kemampuan melakukan
posisi saat sesak batuk efektif
• Memotivasi pemanfaatan Puskesmas • Mefasilitasi pemanfaatan Puskesmas
Terdekat untuk berobat. Terdekat untuk berobat.
• Evaluasi • Evaluasi
S : klien mengatakan masih belum S : klien mengatakan tau tentang
paham tentang gangguan fungsi gangguan fungsi pernafasan yyang
pernafasan ang dapat terjadi pada dapat terjadi pada lansia dan tau
lansia, klien masih batuk dan faktor pencetus terjadinya sesak, tidak
mengaakan mau berobat ke ada keluhan sesak.
Puskesmas O : TD : 150/100 mmHg, HR 80x/menit,
O : TD : 170/100 mmHg, HR 80x/menit, RR 20x/menit, SPO2 97%, klien
RR 24x/menit, SPO2 97%, klien mampu batuk efektif, masih terdengar
mampu batuk efektif, masih terdengar wheezng, irama nafas teratur
wheezng. A : Bersihan jalan nafs inefektif tidak
A : Masalah belum tratasi terjadi
P : Intervensi Lanjut P : Intervensi dihentikan
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KASUS II
Kunjungan Rumah I, Rabu Kunjungan Rumah II, Kamis
18/9/2019 19/9/2019
• Mengkaji karakteristik nyeri
• Mengajarkan kompres hangat • Mengkaji karakteristik nyeri
• Menganjurkan istirahat setelah • Mengajarkan kompres hangat
melakukan aktivitas terus menerus • Menganjurkan istirahat setelah
• Memberikan penkes tentang melakukan aktivitas terus menerus
rematik dan diabetes melitus • Memberikan penkes tentang
• Evaluasi rematik dan diabetes melitus
S : klien mengatkan nyeri lutut dan • Evaluasi
pinggang, nyeri saat dingin atau S : klien mengatakan tadi pagi
terlalu banyak aktivitas, nyeri nyerinya sdikit berkurang dan saat
seperti ditusuk, nyeri pinggang dan evaluasi tidak dirasakan, klien
lutut, skala 4 (0-10), hilang timbul mengerti tentang penkes yang
nyeri sering saat pagi diberikan dan mengatakan akan
O : klien mampu melakukan kompres mengikuti saran yang diberikan,
hangat pada lokasi nyeri, tidak oleh perawat
mampu mnegulang kembali O : Skala 2 (0-10), klien mampu
penjelasan yang diberikan tentang melakukan kompres hangat, kline
rematik dan dm, klien tampak mampu menyebutkan faktor
bingung pncetus nyeri.
A : Masalah belum tratasi A : masalah teratasi
P : Intervensi Lanjut P : Intervensi dihentikan
TERIMAKSI