Anda di halaman 1dari 7

WABAH KEMATIAN TIBA-TIBA BEBEK

PEKING

Theresia Manurung
Sunarti Pakpahan
Lalu Firhan Humairaldi
Syafira Amalia Madjid
Brigita Kurniasari
WHAT..?

 Colera disebakan karena kandang yang basah dan


lembab

 Aflatoksikosis : karena racun aflatoksin (Jamur


Aspergillus flavus) tumbuh didaerah tropis dengan
kelembapan tinggi dan bahan pakan yang tercemar
juga bahan pakan (tempat pakan di flock)

 Sinusitis :tata laksana kandang, manajemen


kandang kurang baik atau kekurangan mineral
WHO..?
Karakteristik ternak yang sakit :
 Colera : sesak nafas, pial bengkak, panas, jalan
sempoyongan, meratap dan mengeluarkan suara
nyaring

 Aflatoksin : lemah, anorexia, bulu kusam,


kelumpuhan dan mati

 Sinusitis : pembengkakan sinus, dari lubang


keluar cairan jernih dan sekresi maka menjadi
berbuih
WHEN & WHERE..?
 Kejadian ini terjadi pertama kali dan terjadi saat
musim hujan, udara dingin dan dengan keadaan
kandang yang lembab.

 Terjadi di Desa Rambaan, Randugading, Malang


dan berada didataran tinggi, curah hujan yang
tinggi, aliran air yang tidak baik dan kualitas air
minum yang buruk.
WHY..?
 Akibat manajemen pemeliharaan yang tidak
sama antara flock
 Kondisi kandang yang tidak baik
 Lingkungan yang mempengaruhi kualitas bahan
pakan
 Jenis bahan pakan yang rentan terkena jamur.
HOW...?
 terjadi secara tiba-tiba pada flok d, menyebabkan
574 ekor mengalami kematian pada pagi hari,
satu jam setelah diberi pakan komersil lengkap.
tidak ad kematian setelah itu, dan tidak ada
kematian serupa pada Flock yang lain
KESIMPULAN
 Kematian bebek pecking secara tiba tiba pada
flock D yang berpopulasi 574 ekor diduga kuat
akibat cuaca yang kurang baik sehingga
timbulnya penyakit colera, aflatoksin, dan
sinusitis.