Anda di halaman 1dari 16

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

PADA PASIEN MENJELANG AJAL

OLEH : Renny Endang Kafiar, S.Kep., Ns., M.Kep


PENGERTIAN KEADAAN TERMINAL
Kondisi terminal adalah suatu proses yang progresif
menuju kematian berjalan melalui suatu tahapan
proses penurunan fisik, psikososial dan spiritual bagi
individu (Kubler-Rosa, 1969).

Jadi keadaan terminal adalah suatu keadaan sakit


dimana menurut akal sehat tidak ada harapan lagi
bagi yang sakit untuk sembuh. Keadaan sakit itu
dapat disebabkan oleh suatu penyakit atau suatu
kecelakaan.
JENIS-JENIS PENYAKIT TERMINAL
1. Penyakit-penyakit kanker.
2. Penyakit-penyakit infeksi.
3. Congestif Renal Falure (CRF).
4. Stroke Multiple Sklerosis.
5. Akibat kecelakaan fatal.
6. AIDS.
MANISFESTASI KLINIS PASIEN
TERMINAL
Mendekati kematian
1. Penurunan tonus otot
2. Sirkulasi melemah
3. Kegagalan fungsi sensorik
4. Penurunan/kegagalan fungsi pernafasan
Saat Kematian
Terhentinya pernafasan, nadi, tekanan darah, dan
fungsi otak (tidak berfungsinya paru,jantung dan
otak), hilangnya respon terhadap stimulasi eksternal,
hilangnya control atas sfingter kandung kemih dan
rectum (inkontinensia) akibat peredaran darah yang
terhambat, kaki dan ujung hidung menjadi dingin,
hilangnya kemampuan panca indera, hanya indera
pendengaran yang paling lama dapat berfungsi,
adanya garis datar pada mesin elektroensefalografi
menunjukkan terhentinya aktivitas listrik otak untuk
penilaian pasti suatu kematian.
TAHAPAN BERDUKA
1. Denial ( Pengingkaran )
2. Anger ( Marah )
3. Bergaining ( Tawar-menawar )
4. Depretion ( Depresi )
5. Acceptance ( Penerimaan)
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
PADA PASIEN MENJELANG AJAL
PENGKAJIAN
 Riwayat kesehatan sekarang
 Riwayat kesehatan dahulu
 Riwayat kesehatan keluarga
 Data fokus pengkajian
Perubahan fisik saat kematian mendekat:
1. Pasien kurang rensponsif
2. Fungsi tubuh melamban
3. Pasien berkemih dan defekasi secara tidak sengaja
4. Rahang cendrung jatuh
5. Pernafasan tidak teratur dan dangkal
6. Sirkulasi melambat dan ektremitas dingin, nadi cepat
dan melemah.
7. Kulit pucat
8. Mata memelalak dan tidak ada respon terhadap cahaya
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ansietas/ketakutan (individu, keluarga) berhubungan
dengan situasi yang tidak dikenal, sifat dan kondisi yang
tidak dapat diperkirakan takut akan kematian dan efek
negatif pada pada gaya hidup
2. Berduka yang behubungan dengan penyakit terminal
dan kematian yang dihadapi, penurunan fungsi
perubahan konsep diri dan menarik diri dari orang lain
3. Perubahan proses keluarga yang berhubungan dengan
gangguan kehidupan keluarga, takut akan hasil
(kematian) dengan lingkungnnya penuh dengan stres
(tempat perawatan)
4. Resiko terhadap distres spiritual yang berhubungan
dengan perpisahan dari sistem pendukung keagamaan,
kurang privasi atau ketidak mampuan diri dalam
menghadapi ancaman kematian
INTERVENSI KEPERAWATAN
1. Ansietas/ketakutan (individu, keluarga)
berhubungan dengan situasi yang tidak
dikenal, sifat dan kondisi yang tidak dapat
diperkirakan takut akan kematian dan efek
negatif pada pada gaya hidup
Intervensi
1. Bantu klien untuk mengurangi ansietasnya
2. Kaji tingkat ansietas klien
3. Dorong keluarga dan teman untuk
mengungkapkan ketakutan-ketakutan mereka
4. Berikan klien dan keluarga kesempatan dan
penguatan koping positif
2. Berduka yang behubungan dengan penyakit terminal
dan kematian yang dihadapi, penurunan fungsi
perubahan konsep diri dan menarik diri dari orang
lain
intervensi :
1. Berikan kesempatan pada klien dan keluarga untuk
mengungkapkan perasaan
2. Berikan dorongan penggunaan strategi koping positif
yang terbukti yang memberikan keberhasilan pada masa
lalu
3. Bantu klien mengatakan dan menerima kematian yang
akan terjadi, jawab semua pertanyaan dengan jujur
4. Tingkatkan harapan dengan perawatan penuh perhatian,
menghilangkan ketidak nyamanan dan dukungan
3. Perubahan proses keluarga yang berhubungan
dengan gangguan kehidupan keluarga, takut
akan hasil (kematian) dengan lingkungnnya
penuh dengan stres (tempat perawatan)
Intervensi :
1. Luangkan waktu bersama keluarga atau orang
terdekat klien dan tunjukkan pengertian yang
empati
2. Izinkan keluarga klien atau orang terdekat untuk
mengekspresikan perasaan, ketakutan dan
kekawatiran
3. Anjurkan untuk sering berkunjung dan
berpartisipasi dalam tindakan keperawatan
4. Resiko terhadap distres spiritual yang
berhubungan dengan perpisahan dari sistem
pendukung keagamaan, kurang privasi atau
ketidak mampuan diri dalam menghadapi
ancaman kematian
Intervensi :
1. Gali apakah klien menginginkan untuk
melaksanakan praktek atau ritual keagamaan atau
spiritual yang diinginkan bila memberi kesempatan
pada klien untuk melakukannya
2. Ekspesikan pengertian dan penerimaan tentang
pentingnya keyakinan dan praktik religius atau
spiritual klien
3. Berikan privasi dan ketenangan untuk ritual
spiritual sesuai kebutuhan klien
4. Tawarkan untuk berdoa bersama klien lainnya atau
membaca buku keagamaan
IMPLEMENTASI
EVALUASI
Evaluasi keperawatan mungukur keberhasilan
dari rencana dan pelaksanaan tindakan
keperawatan yang dilakukan dalam memenuhi
kebutuhan klien
 S (Subjective)

 O (Objective)

 A (Analisis)

 P (Planning)
TERIMA KASIH