Anda di halaman 1dari 16

SERLY TASIA PUTRI (06101381722053)

ALFAN THORIQ (06101381722054)


• Di Indonesia ini terdapat banyak sampah ampas limbah kopi yang
tidak terkelola dengan baik. Hal ini menimbulkan pencemaran
lingkungan dan nantinya akan menggangu kesehatan karena
dampak dari pembuangan ampas kopi. Untuk mengatasi
permasalahan limbah ampas kopi tersebut maka kami mempunyai
ide agar ampas kopi dimanfaatkan dan di daur ulang supaya
menghasilkan pupuk organik yang berinovasi tinggi.

• Ampas kopi sebagai limbah minuman biasanya dibuang begitu saja.


Kalau keadaan ini dibiarkan begitu saja akan menimbulkan
penumpukan sampah ampas kopi. Keadaan ini sebenarnya dapat
diubah, karena potensi limbah ampas kopi sangat bermanfaat bagi
tanaman hias mereka. Hal ini dapat dilakukan dengan
mengusahakan limbah ampas kopi untuk memupuk tanah dalam pot
mereka. Sehingga tanaman hias dalam pot dapat tumbuh lebih subur
dan dan terhindar dari kerusakan akibat serangan hama tanaman.
• Kecamatan Sungailiat merupakan salah satu Kabupaten Bangka
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Di kecamatan Sungailiat ini
banyak masyarakatnya yang senang minum kopi. Di sisi lain
masyarakatnya banyak yang memelihara tanaman hias yang ada di
dalam pot sebagai penghias pinggiran pagar mereka.

• Maka dari itu, kami ingin memadukan dua kesenangan tersebut agar
lingkungan yang ditanami dengan tanaman hias dalam pot dapat
menjadi subur. Mengingat manfaat limbah ampas kopi dapat
dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman hias, maka
perlu diadakan penyuluhan tentang Pemanfaatan Limbah Ampas
Kopi untuk Tanaman Hias dalam pot di Kecamatan Sungailiat.
• Jalan Melati, Kecamatan Sungailiat RT 001 RW 008 Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung Kabupaten Bangka.
• Ampas kopi mampu menambah asupan Nitrogen, Fosfor, dan
Potassium (NPK) yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga
tanaman tumbuh dengan sehat. Kandungan unsur ini adalah
Nitrogen sebesar 2,28%, Fosfor sebesar 0,006 % dan Potasium
sebsesar 0,6 %. Selain itu ampas kopi mengandung magnesium,
sulfur, dan kalsium yang berguna bagi pertumbuhan tanaman.
Peranan utama nitrogen (N) bagi tanaman adalah untuk
merangsang pertumbuhan secara keseluruhan, khususnya
batang, cabang, dan daun. Selain itu, nitrogen pun berperan
penting dalam pembentukan hijau daun yang sangat berguna
dalam proses fotosintesis. Fungsi lainnya ialah membentuk
protein, lemak, dan berbagai persenyawaan organik lainnya.
• Unsur fosfor (P) bagi tanaman berguna untuk merangsang
pertumbuhan akar, khususnya akar benih dan tanaman muda.
Selain itu, fosfor berfungsi sebagai bahan mentah untuk
pembentukan sejumlah protein tertentu; membantu asimilasi dan
pernapasan; serta mempercepat pembungaan, perangsangan
biji, dan buah. Fungsi utama Kalium (K) ialah membantu
pembentukan protein dan karbohidrat. Kalium pun berperan
dalam memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga, dan
buah tidak mudah gugur. Yang tidak bisa dilupakan ialah
Kalium pun merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam
menghadapi kekeringan dan penyakit
• Disamping itu, kafein yang dikandungnya membantu akar
tanaman menjadi lebih sehat dan asam yang dikandungnya
dapat larut dalam air). Menambahkan ampas kopi ke dalam
tanah tidak hanya meningkatkan nilai nutrisi, tetapi juga
memperbaiki tekstur dan kesuburan tanah dan membantu
dalam menarik cacing tanah. Ampas kopi dapat dimanfaatkan
sebagai pupuk organik karena mengandung mineral,
karbohidrat, membantu terlepasnya nitrogen sebagai nutrisi
tanaman, dan ampas kopi bersifat asam sehingga menurunkan
pH tanah. Kandungan ampas kopi yang begitu banyak
mempunyai manfaat dan fungsi tersendiri bagi pertumbuhan
tanaman.
Metode yang akan digunakan pada program ini adalah membuat
suatu pelatihan kepada masyarakat di sekitaran Kecamatan Sungailiat
tentang “Pemanfaatan Limbah Ampas Kopi yang dijadikan Pupuk
Organik”.
Desain model pupuk organik ramah lingkungan:
1. PUSAKA (Pupuk Sampah Ampas Kopi Alami)
Tema besar dalam pelatihan ini mengenai “Pengenalan Manfaat
Limbah Ampas Kopi”.

Materi-materi yang akan disampaikan adalah:


1. Pengenalan tentang Limbah Ampas Kopi.
2. Dampak Limbah Ampas Kopi
3. Pemanfaatan Limbah Ampas Kopi.
4. Peluang Ekonomi Limbah Ampas Kopi
• Cara Membuat Pupuk Organik dari Ampas Kopi
• Persiapan Membuat Pupuk Organik dari Ampas Kopi
• Langkah awal yang harus di lakukan terlebih dahulu yaitu
mempersiapkan alat, bahan, serta jenis tanaman apa saja yang bias
diberikan pupuk dengan pupuk ampas kopi. Dalam cara membuat
pupuk organik dari ampas kopi yang harus disediakan :
• Pertama, untuk peralatan yang di gunakan sangat mudah dicari dan
pasti ada di dapur yaitu panci, sendok, dan gelas.
• Gelas bisa diganti dengan wadah lain jika ingin membuat banyak
pupuk organik, mungkin bisa menggantinya dengan termos.
• Jangan lupa untuk menyediakan gula sebagai tambahan jika ingin
minum kopi tetapi tidak untuk dicampurkan ke dalam pupuk.
• Sediakan air bersih sebagai bahan pendamping, ini sangat
penting untuk menghilangan kandungan asam dan kafein
berlebih pada kopi.
• Untuk jenis tanaman sebenarnya semua jenis tanaman dapat
dipupuk dengan pupuk ampas kopi, namun usahakan tanaman
yang anda pupuk merupakan jenis tanaman dengan kadar
asam rendah atau sekitar 5 hingga 6.
• Jika ingin memupuk tanaman dengan kadar asam tinggi,
sebaiknya menggunakan sedikit saja pupuk ampas kopi atau
membuat kadar tanah menjadi basa.
• Adapun beberapa tanaman yang sangat cocok jika dipupuk
dengan pupuk ampas kopi seperti tomat, cabe, dan wortel.
• Menyiapkan Ampas Kopi
• Setelah alat dan bahan siap, dalam cara membuat pupuk organik
dari ampas kopi juga harus mempersiapkan bahan utama yang
berkualitas. Caranya yaitu :
• Untuk cara pertama yaitu bisa memperolehnya dari bubuk kopi asli
bukan bubuk kopi kemasan. Secara kualitas sebenarnya akan lebih
baik jika anda menggunakan bubuk kopi asli dengan menyangrai biji
kopi sendiri dan memilih biji kopi yang baik.
• Untuk cara ke dua yaitu dengan membeli bubuk kopi kemasan,
walaupun kualitasnya tidak sebaik bubuk kopi hasil menyangrai dan
menumbuk sendiri namun cara ini terbilang lebih praktis.
• Setelah memperoleh bubuk kopi, pastikan warna bubuk kopi benar-
benar coklat kehitaman atau coklat tua dan tanpa ada campuran
apapun.
• Jangan memilih bubuk kopi dengan campuran atau bubuk kopi
dengan warna coklat muda karena kualitasnya kurang baik dan
tidak bisa dijadikan sebagai pupuk nantinya.
• Setelah itu letakkan panci berisi air di atas kompor dan tunggu
hingga mendidih, setelah mendidih matikan kompor dan masukkan
semua bubuk kopi.
• Untuk bubuk kopi dan air, perbandingannya sama seperti
ketika membuat kopi pada umumnya.
• Namun, berbeda dengan membuat kopi pada umumnya tidak
perlu menambahkan bahan apapun termasuk gula ke dalam
air kopi.
• Setelah itu aduk kopi dengan sendok dalam panci dan tunggu
hingga dingin, bisa jadi sekitar 10 hingga 20 menit tergantung
dari banyaknya kopi.
• Setelah dingin, tunggulah sekitar 2 hingga 5 menit agar ampas
kopi mengendap. Ini akan mempermudah memisahkan air kopi
dan ampasnya.
• Perlahan masukkan air kopi ke dalam gelas, atau termos, atau
bisa memasukkannya ke dalam panci dan merebusnya kembali
dengan menambahkan gula.
• Dengan begitu selain mendapatkan pupuk, juga bisa menikmati
kopi sepuasnya.
• Setelah dipisahkan dari airnya, saatnya mengeringkan ampas
kopi. Letakkan ampas kopi ke dalam nampan dan jemur hingga
kering.
• Setelah kering, abisa lengsung menggunakannya begitu saja
ataupun menyimpannya.
• Jika ingin menyimpan, bisa memasukkannya ke dalam wadah
botol plastik bekas dan jangan lupa untuk meletakkannya di
tempat kering
Pemakaian Pupuk Ampas Kopi

• Dalam cara membuat pupuk organik dari ampas kopi, harus tau
bagaimana cara menggunakan pupuk dengan baik agar tanaman
mendapatkan manfaatnya. Untuk pemakaian pupuk ampas kopi
caranya yaitu :
• Hanya perlu menaburkan pupuk organik ampas kopi pada
permukaan media tanam tanaman.
• Cara berikutnya yaitu dengan mencampurnya ke dalam air, akan
lebih baik jika menggunakan air bekas cucian beras.
• Hal ini karena dengan mencampur pupuk organik ampas kopi ke
dalam air campuran beras maka kandungan nutrisi pada pupuk jadi
lebih lengkap.
• Pemupukan dilakukan setiap 2 hingga 3 hari sekali tergantung dari
jenis tanaman yang anda tanam.
Material Kuantitas Harga Satuan (Rp) Keterangan Jastifikasi

Baskom 10 Buah Rp.10.000,00 Rp 100.000,00 Menampung Ampas


Kopi

Saringan 10 Buah Rp. 5.000,00 Rp.50.000,00 Menyaring Ampas


Kopi
100

Plastik 100 Rp. 1.000,00 Rp. 100.000,00 Sebagai wadah


pupuk
Lembar

Total Keseluruhan Rp. .250.000,00


• Adikasari, R. 2012. Pemanfaatan Ampas Teh Dan Ampas Kopi
Sebagai Penambah Nutrisi Pada Pertumbuhan Tanaman Tomat
(Solanum Lycopersicum) Dengan Media Hidroponik. Jurnal
FMIPA. Vol 10. No.3.
• Sartono, J. 2014. Pemanfaatan Limbah Ampas Kopi Untuk
Tanaman Hias Dalam Pot. Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman. Vol 1.
No.2.