Anda di halaman 1dari 9

LABA PELUNASAN

SAHAM PRIORITAS
A. Jumlah uang yang dibayarkan untuk melunasi saham prioritas lebih
besar daripada harga jual saham tersebut.

Misalnya, pada tanggal Januari 2005 PT Risa Fadila menjual saham prioritas,
nominal per lembar Rp10.000,00 dengan harga Rp11.000,00 per lembar. Pada
tanggal 15 Desember 2009, 100 lembar saham prioritas dilunasi dengan harga
Rp12.000,00 per lembar.

Jurnal yang dibuat oleh PT Risa Fadila untuk mencatat pelunasan kembali 100
lembar saham prioritas pada tanggal 15 Desember 2009 adalah sebagai berikut:

Modal saham prioritas Rp1.000.000,00


Agio saham prioritas Rp100.000,00
Laba tidak dibagi Rp100.000,00
Kas Rp1.200.000,00
B. Jumlah uang yang dibayarkan untuk melunasi saham prioritas lebih
kecil daripada harga jual saham tersebut.

Misalnya PT Risa Fadila pada tanggal 5 Januari 2005 menjual saham prioritas,
nominal perlembar Rp10.000,00 dengan harga Rp12.500,00 per lembar. Pada
harga Rp11.000,00 per lembar.

Jurnal yang dibuat oleh PT Risa Fadila untuk mencatat pembelian kembali saham prioritas
tanggal 15 Desember 2009 sebagai berikut:

Modal saham prioritas Rp1.000.000,00


Agio saham prioritas Rp250.000,00
Kas Rp1.100.000,00
Modal disetor dari pelunasan kembali saham prioritas Rp 150.000,00
UANG MUKA

 Uang muka investasi adalah suatu


pembayaran uang kepada pihak yang
mempunyai saham sebagai tanda
bukti kita telah menjadi investor di
perusahaannya sehingga dapat
memperoleh keuntungan dari saham
tersebut.

 Uang muka adalah advance down


payment yaitu pembayaran uang
kepada pihak lain yang belum
memberikan prestasi atau memenuhi
kewajiban
PEMILIKAN
DALAM FIRMA

Persentase Pemilikan Lebih dari 50%

Jika kepemilikan saham investor lebih dari


50% dari seluruh saham beredar, maka
perusahaan investor disebut sebagai
induk perusahaan.
DIVIDEN

Dalam Dalam Dalam


Bentuk Bentuk Bentuk
Uang Aktiva Saham
Dividen dalam Bentuk Uang

PT Eka Karya mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp10.000.000,00


dengan ketentuan 30% merupakan pembagian laba dari 70% pengembalian
modal. Ibu Tara adalah salah seorang pemegang saham dari 10 orang
pemegang saham lainnya di PT Eka Karya, maka Ia mencatat di pembukuannya
sebagai berikut:

Kas Rp1.000.000,00

Penghasilan dividen Rp300.000,00


Investasi dalam Saham PT Eka Karya Rp700.000,00

Dividen dalam Bentuk Aktiva

Ibu Ani menerima pembagian dividen dari PT Makmur Jaya berupa saham PT
Sentosa sebanyak 50 lembar. Pada saat pembagian tersebut, harga pasar per
lembar saham PT Sentosa adalah sebesar RP12.000,00.
Penerimaan dividen ini dicatat oleh pemegang saham dengan jurnal sebagai
berikut:

Investasi dalam saham PT Sentosa Rp600.000,00


Penghasilan Dividen Rp600.000,00
Dividen dalam Bentuk Saham Transaksi-transaksi diatas dicatat dalam buku Tuan
Iwan dengan jurnal sebagai berikut:
Misalnya Tuan Iwan pada bulan Agustus 2005
membeli 100 lembar saham biasa dari PT Agustus 2005 Investasi dalam saham biasa
Bermuda dengan harga Rp900.000,00. Pada Rp900.000,00
bulan Desember 2005 diterima dividen saham Kas
Rp900.000,00
biasa 50%. Pada bulan Januari 2006, dijual 20
lembar saham dengan harga Rp170.000,00.

Desember 2005
Memo: diterima 50 lembar saham biasa sebagai dividen, jumlah saham dan harga pokoknya menjadi: 100 lembar + 50
lembar = 150 lembar
Harga pokok per lembar = Rp900.000,00 : 150 = Rp6.000,00

Januari 2006 Kas Rp170.000,00


Investasi dalam saham biasa Rp120.000,00
Laba penjualan saham Rp50.000,00

Perhitungan :
Harga Jual Rp170.000,00
Harga Pokok = 20 lembar x Rp6.000,00 (Rp120.000,00)
Laba Penjualan Saham Rp 50.000,00
Misalnya Tuan Iwan memiliki 50 lembar saham biasa PT Bermuda, nominal Rp10.000,00 perlembar, dibeli dengan
harga Rp750.000,00. Pada bulan Desember 2005 diterima dividen saham prioritas sebanyak 25 lembar dengan
nilai nominal Rp5.000,00 perlembar. Pada saat penerimaan dividen, harga pasar saham biasa Rp14.000,00
perlembar dan saham prioritas Rp4.000,00 per lembar.

Pembagian harga pokok saham dan pencatatan penerimaan dividen sebagai berikut :
Nilai saham biasa = Rp14.000,00 x 50 = Rp700.000,00
Nilai saham prioritas = Rp 4.000,00 x 25 = Rp100.000,00
Rp800.000,00

Harga pokok saham biasa = Rp700.000,00 : Rp800.000,00 x Rp750.000,00


= Rp656.250,00
Harga pokok saham prioritas = Rp100.000 : Rp800.000,00 x Rp750.000,00
= Rp93.750,00

Maka Jurnalnya:

Investasi dalam saham prioritas Rp93.750,00


Investasi dalam saham biasa Rp93.750,00