Anda di halaman 1dari 46

CASE REPORT

Bronkopneumonia

Dosen Pembimbing : Disusun oleh :


dr. Catharina Dian, Sp.A Cindy Herti Sirait
1665050305

KEPANITERAAN KLINIK IKA


PERIODE 09 DESEMBER 2019– 22 FEBRUARI 2020
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
JAKARTA
2020
Pendahuluan
Pneumonia adalah infeksi saluran akut bagian bawah
yang mengenai parenkim paru.

Pneumonia
Bronkopneumonia lebih sering menyerang bayi dan anak
Penyebab terseringnya merupakan Streptococcus pneumoniae
dan Haemophilus influenzae.
Pneumonia Pneumonia
Bronkopneumonia
Lobaris Interstisial
Tujuan

Tujuan laporan kasus ini dibuat agar


mahasiswa dapat melakukan anamnesis dan
pemeriksaan fisik, menegakkan diagnosis,
memberikan terapi mengenai varisela pada
anak serta menganalisis kasus berdasarkan
berbagai tinjauan pustaka.
Identitas

Nama : An. F (No. RM: 00.10.42.76)


Tanggal Lahir : 04 April 2017
Usia : 2 tahun 8 bulan
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pendidikan : Belum sekolah
Alamat : Jl. Cawang III Rt: 04 Rw: 05
Identitas Orang Tua
Ayah Ibu
Nama Lengkap : Tn. S Nama Lengkap : Ny. D
Tanggal Lahir : 5 Januari 1990 Tanggal Lahir : 20 Maret 1992
Suku Bangsa : Jawa Suku Bangsa : Jawa
Alamat : Jl. Cawang III Rt: 04, Alamat : Jl. Cawang III
Rw: 05 Rt: 04, Rw: 05
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Penghasilan : Rp. 4.000.000,-
Penghasilan :-
Riwayat Kehamilan dan Kelahiran
RIWAYAT KEHAMILAN RIWAYAT KELAHIRAN

Perawatan Antenatal: Tempat lahir : Bidan


Praktek
Trimester I 2 kali/bulan di Puskesmas
Kel. Cawang Penolong persalinan: Bidan
Trimester II 2 kali/bulan di Puskesmas Cara persalinan : Spontan
Kel. Cawang
Penyulit : Disangkal
Trimester III 3 kali/bulan di Puskesmas
Kel. Cawang dan Bidan Praktek Masa gestasi : Cukup bulan

Penyakit kehamilan: Disangkal


Keadaan Bayi dan Riwayat Tumbuh Kembang
KEADAAN BAYI RIW. TUMBUH KEMBANG
Berat badan lahir : 3400 gr Gigi pertama : 6 bulan
Panjang badan : 50 cm Tengkurap : 4 bulan
Lingkar kepala : Ibu pasien Duduk : 8 bulan
tidak ingat Berdiri : 9 bulan
Nilai APGAR : ibu tidak Berjalan : 12 bulan
ingat Berbicara : 11 bulan
Saat lahir : langsung Membaca / menulis : belum dapat
menangis, , tidak membaca dan menulis
pucat/biru/ikretik/kejang
Kesan : Tahapan Perkembangan
Kelainan bawaan : Tidak ada sesuai usia menurut Milestones
Riwayat Imunisasi
Vaksin Dasar (Umur) Ulangan (Umur)
BCG 1 bulan - - - - -
DPT 2 bulan 4 bulan 6 bulan - - -
POLIO 2 bulan 4 bulan 6 bulan - - -
Campak 9 bulan - - 18 bulan -
Hepatitis B 0 bulan 1 bulan 6 bulan - - -
MR 15 bulan - - - - -
TIPA - - - - - -

Kesan: Imunisasi tidak lengkap sesuai usia menurut IDAI 2017


Riwayat Makanan
Waktu 0-6 bulan 6-9 bulan 9-12 bulan 12-24 bulan 24 bulan-sekarang

06:00- ASI eksklusif Susu formula Bubur saring + Nasi + sayur sop Nasi + sayur + telur +
24:00 setiap 2 jam ukuran 180cc (3x sayur + ayam/ + daging/ ayam/ ikan/ daging (3x sehari)
selama ± 15-20 sehari). ikan/ daging ikan (3x sehari). Snack: Kue dan buah-
menit, hisapan (3x sehari). Susu formula buahan.
MP-Asi: Bubur
kuat bergantian Susu formula 180cc dan Susu formula 200cc 1x
payudara kanan saring halus + ukuran 180cc buah-buahan. sebelum tidur.
dan kiri sayur + ayam/ dan sari buah.
ikan

Kesan: Kualitas dan kuantitas makanan kurang sesuai dengan pertumbuhan usia
berdasarkan Kementrian Kesehatan RI
Riwayat Penyakit yang Pernah di Derita
Penyakit Umur Penyakit Umur Penyakit Umur

Alergi - Difteri - Peny. Jantung -

Cacingan - Diare - Peny. Ginjal -

Demam - Kejang - Peny. Darah -


berdarah demam
Demam - Kecelakaan - Radang Paru -
tifoid
Otitis - Morbili - Tuberkulosis -

Parotitis - Operasi - Asma -


Riwayat Keluarga

No Tanggal Jenis Hidup Lahir Abort Mati Keterangan


Lahir Kelamin Mati us (seba Kesehatan
Keterangan Ayah/Wali Ibu/Wali
b)
Perkawinan ke 1 1
1 20/12/2 Perempuan  - - - Sehat (kakak
Umur
013saat menikah 24 tahun 22 tahun perempuan
pasien)

Keadaan kesehatan Sehat Sehat


2 04/04/2 Laki-laki  - - - Sakit (pasien)
017
ANAMNESIS

Keluhan Utama
Demam sejak 3 hari SMRS

Keluhan Tambahan
Batuk berdahak dan pilek

21
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Pasien datang diantar oleh kedua orang tuanya ke


IGD Anak RSU UKI dengan keluhan utama berupa
demam sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit.
Demam yang timbul naik turun dan terus menerus.
Demam pertama kali terukur 39oC oleh ibu pasien
dirumah menggunakan termometer digital dan
ditempelkan di ketiak pasien. Ibu pasien sudah
memberikan obat penurun panas tetapi demam
hanya turun sebentar lalu naik kembali dan terus
menerus dirasakan pasien. Demam juga disertai
dengan batuk berdahak dan pilek.

22
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Menurut ibu pasien batuk pada anaknya mulai dari 1 minggu yang lalu
tetapi hanya sesekali dan hanya terdengar sedikit terdapat lendir tetapi
tidak bisa dikeluarkan oleh pasien, sehingga ibu pasien tidak memberikan
obat saat 1 minggu yang lalu tersebut. Namun 3 hari belakangan batuk
berdahak terjadi terus menerus dan terlihat semakin memburuk. Pasien
belum bisa mengeluarkan dahak. Pasien juga mengalami pilek sejak 3
hari yang lalu bersamaan dengan demam. Pilek anak tersebut cair dan
berwarna bening. Ibu pasien 1 hari yang lalu sudah membawa anaknya
ke klinik untuk berobat namun keluhan tidak berkurang.

23
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Pasien mengaku mual kepada ibunya, tapi tidak sampai muntah. Pasien
juga mengalami BAB cair disertai ampas lebih dari 3 kali dalam sehari. Air
lebih banyak daripada ampas, tidak ada darah dan tidak ada lendir. BAB
cair disertai ampas sudah dialami pasien sejak kemarin. Tetapi belum
diobati apapun oleh ibu pasien.
Keluhan lain berupa keringat malam disangkal, penurunan berat badan
disangkal, riwayat kejang disangkal. BAK baik seperti biasa. Semenjak
sakit napsu makan dan minum berkurang.

23
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

Pasien belum pernah mengalami


keluhan sama seperti ini sebelumnya.
Pasien sudah dibawa ke klinik yang
kemudian diberikan obat batuk dan
penurun demam namun tidak membaik.

24
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Dikeluarga tidak ada yang mempunyai


keluhan yang sama dengan pasien.

25
PEMERIKSAAN FISIK

Tanggal : 08 Desember 2019 Jam : 14:00


Pemeriksaan Umum
Keadaan umum : Tampak Sakit Sedang
Kesadaran : Composmentis
GCS : 15 (E4V5M6)
Tanda Vital
Frekuensi nadi : 112x / menit (regular, isi cukup, kuat angkat)
Tekanan darah : 90 / 60 mmHg
Frekuensi nafas : 36 x / menit (cepat)
Suhu : 37,50C (axilla)

26
PEMERIKSAAN FISIK

Data Antropometri

Berat Badan : 10 Kg

Tinggi Badan : 94 Cm

Indeks Massa Tubuh : 11,31

Berdasarkan kurva WHO 2006


 BB/U : -2 SD sampai dengan +2 SD , Interpretasi : Gizi Kurang
 TB/U : -2 SD sampai dengan +2 SD, Interpretasi : Kurang
 BB/PB : -2 SD sampai dengan +2 SD, Interpretasi : Kurang
 BMI/U : -2 SD sampai dengan +2 SD, Interpretasi : Kurang

26
Pemeriksaan Sistem
Kepala
Bentuk : Normocephali
Rambut : Warna hitam, tumbuh merata, tidak mudah dicabut
Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-), mata cekung (-/-)
Telinga : Liang telinga lapang kanan dan kiri, sekret (-/-), serumen (-/-)
Hidung: Pernapasan cuping hidung (-), cavum nasi lapang, septum
deviasi (-), sekret (+/+)
Mulut
Bibir : Sianosis sirkum oral (-), mukosa bibir kering (+)
Gigi : Karies (-)
Lidah : Terletak di tengah, coated tounge (-)
Tonsil : T1 – T1, Hiperemis (-)
Faring : Hiperemis (-)
Pemeriksaan Sistem
Leher
Kelenjar getah bening retroauricula, infraauricula, submandibular, submentalis, coli
anterior et posterior tidak teraba membesar
Thoraks
Dinding thoraks : Diameter laterolateral > anteroposterior
Paru
Inspeksi : Pergerakan dinding thorax simetris, retraksi sela iga (-)
Palpasi : Vocal fremitus simetris kanan dan kiri
Perkusi : Sonor / sonor
Auskultasi : Bunyi nafas dasar vesikuler, ronkhi (+/+),
wheezing (-/-)
Pemeriksaan Sistem
Jantung
Inspeksi : Pulsasi ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Pulsasi ictus cordis teraba pada ICS IV linea midclavicularis sinistra
Perkusi : Batas jantung kanan di linea parasternalis dextra ICS IV, batas jantung kiri di
linea midclavicula sinistra ICS V
Auskultasi : Bunyi jantung I dan II reguler, murmur (-), gallop (-)
Abdomen
Inspeksi : Perut tampak datar
Auskultasi : Bising usus (+), 6 kali/menit
Perkusi : Timpani, nyeri ketok (-)
Palpasi : Supel, nyeri tekan (-), hepar dan limpa tidak teraba membesar (-), turgor
kembali cepat
Anus dan rektum : Tidak ada kelainan
Genitalia : Tidak ada kelainan
Anggota gerak
Atas : Akral hangat, CRT < 2”, edema -/-, normotonus
Bawah : Akral hangat, CRT < 2”, edema -/-, normotonus
Tulang belakang : Lordosis (-), kifosis (-), skoliosis (-)
Kulit : Turgor kembali cepat, warna sawo matang, ikterik (-)
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan
Pemeriksaan Laju Endap Darah 41 mm/jam < 20 mm/jam
Penunjang Hemoglobin 11,4 g/dL 10,5 - 14 g/dl
Leukosit 6,0 ribu/µL 6,0 –14,0 ribu/ µL
Eritrosit 5.1 juta/ml 4-6 juta/ ml
Hematokrit 34.3% 33 -42%
Trombosit 207 x 103/µL 150.000-400.000/ µL
Hitung Jenis Basofil 0% 0-1%
Leukosit Eosinofil 1% 0-3%
Neutrofil batang 1% 2-5%
Neutrofil segmen 53% 50-70%
Limfosit 41% 25-40%
Monosit 4% 2-8%
MCV 75,0/ fl 72-88 fL
MCH 25.9/ pg 24-30 pg
MCHC 34,6 g/dl 32-36 g/dL
Pemeriksaan Radiologis
Pemeriksaan foto rontgen thoraks dilakukan pada 09 Desember
2019, di dapatkan hasil berupa :
CTR < 50%, aorta dan mediastinum tidak melebar
Paru tampak infiltrat paracardial kanan dan kiri
Diafragma dan sinus baik
Kesimpulan : Bronkopneumonia
RESUME

Pasien datang diantar oleh kedua orang tuanya ke IGD Anak RSU UKI dengan keluhan utama
berupa demam sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Demam yang timbul naik turun dan
terus menerus. Demam terjadi terus menerus sepanjang hari, dengan suhu tertinggi yang
terukur dengan termometer mencapai 38,5oC. Demam juga disertai dengan batuk berdahak
dan pilek. Menurut ibu pasien batuk pada anaknya mulai dari 1 minggu yang lalu tetapi hanya
sesekali dan hanya terdengar sedikit terdapat lendir tetapi tidak bisa dikeluarkan oleh pasien,
sehingga ibu pasien tidak memberikan obat. Namun 3 hari belakangan batuk berdahak terjadi
terus menerus dan terlihat semakin memburuk.

20
RESUME (2)
Pasien juga mengalami pilek sejak 3 hari yang lalu bersamaan dengan demam. Pilek
anak tersebut cair dan berwarna bening dan belum diobati. Ibu pasien 1 hari yang lalu
sudah membawa anaknya ke klinik untuk berobat namun keluhan tidak berkurang.
Pasien mengaku mual kepada ibunya, tapi tidak sampai muntah. Pasien juga
mengalami BAB cair disertai ampas lebih dari 3 kali dalam sehari. Air lebih banyak
daripada ampas, tidak ada darah dan tidak ada lendir. BAB cair disertai ampas sudah
dialami pasien sejak kemarin. Keluhan lain berupa keringat malam disangkal,
penurunan berat badan disangkal, riwayat kejang disangkal. BAK baik seperti biasa.
Semenjak sakit napsu makan dan minum berkurang. Tetapi belum diobati apapun oleh
ibu pasien. Ayah pasien perokok dan kerap merokok di dalam rumah.
20
DIAGNOSA KERJA

Bronkopneumonia

Diagnosa Banding :
- Bronkhitis
- Bronkiolitis

34
Tatalaksana
Rawat inap

Medikamentosa
• Ceftriaxone 2x500mg (iv)
• Zinc kid 2x1 Cth
Diet : Lunak • Nymico 3x1cc po
• Sanmol Syr 3x1 Cth
• Puyer Batuk 3x1 pulv (
IVFD : KAEN 3A 10 tpm Mucopect 2 1/1 tab,
makro kenacort 2 ½ tab, ryvel
10mg 1 tab, salbutamol
2mg ¾ tab)
Edukasi

35
Tanggal 08/12/2019 ; PH: 1 ; PP: 4
S O A P
 Keadaan umum: Tampak Sakit Sedang
Ibu pasien mengatakan  Bronkopneum Diet: Lunak
bahwa pasien masih batuk  Kesadaran: Composmentis onia IVFD: RL 500cc 4 jam,
berdahak, disertai sesak  Vital sign: kemudian KAEN 3A 10 tpm
dan demam yang naik Tekanan darah : 90/60 mmhg makro
turun, sehingga pasien Frekuensi nadi : 112 x /menit (isi cukup, kuat angkat, reguler) Mm:
rewel dan sulit tidur. Makan Frekuensi nafas : 36 x /menit
Suhu : 37,5oC (aksilla)
 Ceftriaxone 2x500mg (iv)
dan minum masih kurang.  Kepala: Normocephali  Zinc kid 2x1 Cth
 Mata: CA (-/-), SI (-/-), mata cekung (-/-)
 Nymico 3x1cc po
 Hidung: Pernapasan cuping hidung (-), Cavum nasi lapang,
Sekret (+/+)  Sanmol Syr 3x1 Cth
 Faring: Hiperemis (-)  Puyer Batuk 3x1 pulv (
 Leher: KGB tidak teraba membesar Mucopect 2 1/1 tab,
 Thorax: kenacort 2 ½ tab, ryvel
I : Pergerakan dinding dada simetris, retraksi (-) 10mg 1 tab, salbutamol
P : Vocal fremitus simetris 2mg ¾ tab)
P : Sonor/sonor
A : BND bronkovesikuler, rhonki +/+, wheezing -/-
 Abdomen:
I: perut tampak datar
A: BU (+) 6x/ menit
P: Timpani, NK (-)
P: Supel, NT (-), turgor kulit kembali lambat
 Ekstremitas: akral hangat, CRT < 2 detik, edema (-)
 Kulit : Turgor kembali cepat
Tanggal 09/12/2019 ; PH: 2 ; PP: 5
S O A P
 Keadaan umum: Tampak Sakit Sedang
Ibu pasien mengatakan  Bronkopneum Diet: Lunak
bahwa pasien masih  Kesadaran: Composmentis onia IVFD: KAEN 3A 10 tpm
demam naik turun. BAB  Vital sign: makro
cair, ampas (-) darah (-) Tekanan darah: 90/60 mmhg Mm:
lendir (-). Batuk dan pilek Frekuensi nadi: 120 x /menit (isi cukup, kuat angkat, reguler)
Frekuensi nafas: 33 x /menit  Ceftriaxone 2x500mg
masih. Muntah (-). Makan Suhu: 37,2oC (aksilla)
dan minum sedikit.  Kepala: Normocephali
(iv)
 Mata: CA (-/-), SI (-/-), mata cekung (-/-)  Zinc kid 2x1 Cth
 Hidung: Pernapasan cuping hidung (-), Cavum nasi lapang,
Sekret (+/+)
 Nymico 3x1cc po
 Faring: Hiperemis (-)  Sanmol Syr 3x1 Cth
 Leher: KGB tidak teraba membesar  Puyer Batuk 3x1 pulv (
 Thorax: Mucopect 2 1/1 tab,
I : Pergerakan dinding dada simetris, retraksi (-) kenacort 2 ½ tab, ryvel
P : Vocal fremitus simetris
P : Sonor/sonor 10mg 1 tab, salbutamol
A : BND bronkovesikuler, rhonki +/+, wheezing -/- 2mg ¾ tab)
 Abdomen:
I: perut tampak datar
A: BU (+) 5x/ menit
P: Timpani, NK (-)
P: Supel, NT (-), turgor kulit kembali lambat
 Ekstremitas: akral hangat, CRT < 2 detik, edema (-)
 Kulit : Turgor kembali cepat
Tanggal 10/12/2019 ; PH: 3 ; PP: 6
S O A P
Ibu pasien mengatakan  Keadaan umum: Tampak Sakit Sedang  Bronkopneumon Diet: Lunak
bahwa pasien masih ada  Kesadaran: Composmentis ia IVFD: KAEN 3A 10 tpm makro
demam tapi tidak terlalu  Vital sign: Mm:
tinggi. Batuk dan pilek Tekanan darah: 90/60 mmhg  Ceftriaxone 2x500mg (iv)
masih ada. BAB cair 1x Frekuensi nadi: 120 x /menit (isi cukup, kuat angkat, reguler)
 Zinc kid 2x1 Cth
Frekuensi nafas: 31 x /menit
ampas (+). Mual muntah Suhu:36,2oC (aksilla)
disangkal. Makan dan  Kepala: Normocephali  Nymico 3x1cc po
minum sudah mulai  Mata: CA (-/-), SI (-/-), mata cekung (-/-)  Paracetamol Syr 3x1 Cth
membaik.  Hidung: Pernapasan cuping hidung (-), Cavum nasi lapang,  Puyer Batuk 3x1 pulv (
Sekret (+/+)
Mucopect 2 1/1 tab,
 Faring: Hiperemis (-) kenacort 2 ½ tab, ryvel
 Leher: KGB tidak teraba membesar 10mg 1 tab, salbutamol
 Thorax: 2mg ¾ tab)
I : Pergerakan dinding dada simetris, retraksi (-)
P : Vocal fremitus simetris
P : Sonor/sonor
A: BND bronkovesikuler, rhonki +/+, wheezing -/-
 Abdomen:
I: perut tampak datar
A: BU (+) 4x/ menit
P: Timpani, NK (-)
P: Supel, NT (-), turgor kulit kembali lambat
 Ekstremitas: akral hangat, CRT < 2 detik, edema (-)
 Kulit : Turgor kembali cepat
Tanggal 11/12/2019 ; PH: 4 ; PP: 7
S O A P
Ibu pasien mengatakan Keadaan umum: Tampak Sakit Ringan  Bronkopneumon Diet: Nasi tim
bahwa pasien sudah tidak Kesadaran: Composmentis ia IVFD: AFF
demam. BAB konsistensi Vital sign: Rencana pulang
biasa, air (-) ampas (+). Tekanan darah: 90/60 mmhg Mm:
Mual muntah disangkal. Frekuensi nadi: 112 x /menit (isi cukup, kuat  Cefixime 2x50mg
Makan dan minum angkat, reguler)  Zink 1x20mg
membaik. Batuk dan pilek Frekuensi nafas: 24 x /menit
masih ada tapi sudah Suhu: 36,8oC (aksilla)  Sanmol Syr 3x120mg
berkurang. Kepala: Normocephali  Puyer batuk 3x1 pulv
Mata: CA (-/-), SI (-/-), mata cekung (-/-)
Hidung: Pernapasan cuping hidung (-), Cavum nasi
lapang, Sekret (-/-)
Faring: Hiperemis (-)
Leher: KGB tidak teraba membesar
Thorax:
I : Pergerakan dinding dada simetris, retraksi (+)
P : Vocal fremitus simetris
P : Sonor/sonor
A:BND vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-
Abdomen:
I: perut tampak datar
A: BU (+) 4x/ menit
Prognosis

• Ad vitam : Bonam

• Ad functionam : Bonam

• Ad sanationam : Dubia ad bonam

36
Analisa Kasus
Usia
Berdasarkan identitas dan Pneumonia hingga saat ini
anamnesis  pasien An. F, laki- masih tercatat sebagai masalah
laki berumur 2 tahun 8 bulan kesehatan utama pada anak di
datang dengan keluhan demam nengara berkembang.
disertai batuk dan pilek sejak 3 Pneumonia merupakan
hari sebelum masuk rumah penyebab utama morbiditas
sakit. dan mortalitas anak berusia di
bawah 5 tahun (balita)
Gejala (Anamnesis)
• Demam naik turun dan terus Buku Pedoman Diagnosis dan Terapi
menerus sejak 3 hari. Ilmu Kesehatan Anak :
• Napas pasien cepat. • Gejala infeksi umum : demam, sakit
kepala, gelisah, malasie, penurunan
• Batuk berdahak bersamaan dengan
demam. nafsu makan dan minum, keluhan
gastrointestinal berupa mual dan
• Napsu makan dan minum pasien muntah atau diare, kadang ditemukan
berkurang. adanya gejala ekstrapulmoner
• BAB cair >3x sehari. • Gejala gangguan respiratori : batuk,
• Pasien mengalami mual. sesak napas, retraksi dada, takipnea,
napas cuping hidung, merintih hingga
sianosis.4
Faktor Resiko
• Pasien tinggal di lingkungan Buku Ajar Respirologi Anak :
padat penduduk yang kurang Faktor resiko
akan ventilasi,  sirkulasi di
rumah kurang baik • Terjadi pada masa bayi
• Berat badan lahir rendah
• Ayah pasien perokok dan juga • Tidak mendapat imunisasi
merokok di dalam rumah.
• Tidak mendapat ASI yang
adekuat
• Malnutrisi
• Defisiensi vitamin A
• Pajanan terhadap polusi udara
• kepadatan hunian
Tanda-tanda Vital
• Suhu : 37,50 C (pasien WHO guidlines on detecting
sempat demam 390 C pneumonia in children :
sebelum dibawa ke klinik dan • Demam  merupakan salah
RS) satu gejala adanya tanda
infeksi umum
Gejala (Pemeriksaan Fisik)
Paru : Menurut Buku Ajar Respirologi Anak
Dinding thoraks : Diameter laterolateral > dikatakan bahwa dapat ditemukan :
anteroposterior • normal atau pekak perkusi, suara
Inspeksi : Pergerakan dinding thorax
napas melemah, rhonki. Pada
simetris, retraksi sela iga (-)
neonatus dan bayi gejala pneumonia
Palpasi : Vocal fremitus simetris kanan
dan kiri tidak selalu jelas terlihat.
Perkusi : Sonor / sonor • Umumnya tidak ditemukan adanya
Auskultasi : Bunyi napas dasar vesikuler, kelaianan pada perkusi dan
ronkhi (+/+), wheezing (-/-) auskultasi paru.
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan
Laju Endap Darah 40 mm/jam < 20 mm/jam Hasil Laboratorium
Hemoglobin 11,4 g/dL 11,5 – 14.5 g/dl
Leukosit 6,0 ribu/µL 6,0 –10 ribu/ µL
Eritrosit 5.1 juta/ml 4.5-5.5 juta/ ml
Hematokrit 34.3% 40 -48%
Trombosit 207 x 103/µL 150.000-400.000/ µL

Hitung Jenis Basofil 0% 0-1%


Leukosit Eosinofil 1% 0-3% • Pneumonia Viral : Hitung jenis
Neutrofil batang 1% 2-5% leukosit normal ataupun sedikit
Neutrofil segmen 53% 50-70% meningkat, dengan limfosit
Limfosit 41% 25-40% predominan
Monosit 4% 2-8% • Pneumonia Bakterial : Hitung jenis
leukosit mengalami peningkatan >
MCV 67,2/ fl 82-92 fL 20ribu/µL dengan predominan
MCH 22.3/ pg 27-31 pg neutrofil.
MCHC 33,2 g/dl 32-36 g/dL
Foto Rontgen Thoraks

Pemeriksaan foto rontgen thoraks dilakukan


pada 01 Maret 2019, di dapatkan hasil Bronkopneumonia : bercak infiltrat difus
berupa : merata pada kedua paru disertai dengan
CTR < 50%, aorta dan mediastinum tidak
peningkatan corakan peribronkial.
melebar
Paru tampak infiltrat paracardial kanan dan
kiri
Diafragma dan sinus baik
Kesimpulan : Bronkopneumonia
Rawat Inap

Indikasi Rawat Inap :


• Usia kurang dari 5 tahun
• Batuk produktif
• Kekurangan asupan makan dan minum -> intake sulit
• BAB cair >3x sehari
• Orang tua yang tidak komplians
Medikamentosa
Mukolitik dapat diberikan
untuk mengontrol batuk
Ceftriaxone 2x500mg (iv) Amoksisilin (Gol Beta Laktam
Zinc kid 2x1 Cth  Lini pertama untuk terapi
Nymico 3x1cc po Bronkopneumonia
Sanmol Syr 3x1 Cth Alternatif : co-amoxiclav,
Puyer Batuk 3x1 pulv ( cefaclor, eritromisin, dan
azitromisin. Antibiotik
Mucopect 2 1/1 tab, kenacort intravena dapat Antibiotik
2 ½ tab, ryvel 10mg 1 tab, intravena  ampisilin dan
salbutamol 2mg ¾ tab) kloramfenikol, co-amoxiclav,
ceftriaxone, dan cefotaxime.
Daftar Pustaka
Marcdante KJ, Kliegan RM, Jenson HB. Nelson Ilmu Kesehatan Anak Esensial. Edisi VI. Jakarta:
Badan Penerbit IDAI ; 2011
Tanto C, Liwang F. Kapita Selekta Kedokteran. Jilid I Edisi IV. Jakarta : Media Aesculapius, 2014.
Said M. Pneumonia: Rahajoe NN, Supriyatno B. Buku ajar respirologi anak. Edisi I cetakan 2.
Jakarta: Badan Penerbit IDAI; 2010
Garna H, Nataprawira HM, penyunting. Pedoman Diagnosis dan Terapi Ilmu Kesehatan Anak
Edisi 4 cetakan 1. Jakarta : Badan Penerbit IDAI; 2012
Pudjiaji AH, Hegar B, Hardyastuti S, Idris NS, penyunting. Pedoman Pelayanan Medis Ikatan
Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta: Badan Penerbit IDAI ; 2011
Icksan AG, Luhur R. Radiologi Toraks Tuberkulosis Paru dan Pneumonia. Jakarta: 2008
Terimakasih