Anda di halaman 1dari 28

PROPOSAL PENELITIAN

Efektifitas Pemberian Jus Semangka Dan Buah Semangka


Dimakan Langsung Terhadap Tekanan Darah Wanita
Menopause Hipertensi Di Wilayah Puskesmas Basuki
Rahmad Kota Bengkulu Tahun 2019

Oleh :
INCE SINTIA
P05140316016
Latar Belakang
Menurut Institute for Menurut World
Health Metrics and Health
Evaluation (IHME) Organization
tahun 2017 (WHO) tahun 2018

prevalensi
dari 53,3 juta
penderita hipertensi
penyebab kematian
seluruh dunia
didunia prevalensi
sebesar (40%) yang
penderita hipertensi
terus meningkat
sebesar (33,1%).
sampai tahun 2025
Kalimantan
Selatan sebesar
(44,13%)

Menurut Kemenkes Jawa Barat sebesar


RI 2018 prevalensi di (39,60%)
Indonesia yang
melakukan
pengukuran tekanan
darah pada umur ≥18 Bengkulu sebesar
tahun sebesar (28,14%)
(34,11%)
Profil Dinkes Kota 2018
Prevalensi hipertensi wanita
menopause di kota Bengkulu
tahun 2018 sebesar (30%) Survei awal yang telah dilakukan
dari 10 wanita menopause yang
menderita tekanan darah tinggi yang
melakukan pengobatan hipertensi
di wilayah kerja Puskesmas dengan cara farmakologi 40%,
Basuki Rahmad penderita pengobatan nonfarmakologi 30%
hipertensi pada wanita dan tanpa pengobatan 30%.
menopause sebesar (11%) dan di
Puskesmas Sukamerindu sebesar
(9%)

Hasil wawancara yang yang telah


dilakukan bahwa sebesar 4 dari 10
wanita menopause mengetahui
manfaat buah semangka untuk
menurunkan tekanan darah
RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah diatas yang dapat dirumuskan bahwa


tingginya penderita penyakit hipertensi pada wanita menopause di wilayah
Puskesmas Basuki Rahmad Tahun 2019 sebesar (11%). Pertanyaan peneliti
bagaimankah efektifitas jus semangka dan buah semangka dimakan langsung
terhadap penurunan tekanan darah wanita menopause hipertensi di wilayah
Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu Tahun 2019
TUJUAN PENELITIAN

Tujuan Umum
Mengetahui efektifitas pemberian jus semangka dan buah semangka dimakan
langsung terhadap penurunan tekanan darah pada wanita menopause hipertensi di
wilayah Puskesmas Basuki Rahmad.

Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan jus
semangka terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik responden di wilayah
Puskesmas Basuki Rahmad
2. Untuk mengetahui rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan buah
semangka dimakan langsungterhadap tekanan darah sistolik dan diastolik
responden di wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmad
3. Untuk mengetahui efektifitas jus semangka dan buah semangka dimakan
langsung terhadap penurunan rata-rata tekanan darah wanita menopause hipertensi
di wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmad.
MANFAAT PENELITIAN

1. Bagi Peneliti
Hasil dari penelitian ini nantinya akan memberikan masukan dan menambah
pengetahuan, wawasan, dan pengalaman tentang efektifitas pemberian jus semangka dan
buah semangka dimakan langsung pada wanita menopause hipertensi di Puskesmas
Basuki Rahmad sebelum dan setelah pemberian buah semangka.
2. Bagi Puskesmas
Hasil penelitian ini bisa dijadikan bahan masukan bagi Puskesmas dalam penanggulangan
khususnya dari konsumsi jus semangka dan buah semangka dimakan langsung dengan
penurunan tekanan darah pada wanita menopause hipertensi di wilayah Puskesmas
Basuki Rahmad.
3. Bagi Masyarakat
Hasil penelitian ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk pengobatan nonfarmakologi
dengan mengkonsumsi jus semangka dan buah semangka dimakan langsung dalam
menurunkan tekanan darah pada wanita menopause hipertensi.
4. Bagi Institusi Pendidikan
Memberikan informasi dan menambah wawasan tentang terapi nonfarmakogi efektifitas
jus semangka dan buah semangka dimakan langsung yang dapat menurunkan tekanan
darah.
KEASLIAN PENELITIAN

1. Muhammad Qoiman Bil Qisti, 2019 dengan judul “Pengaruh Pemberian jus semangka
terhadap penurunan hipertensi pada komunitas senam lansia di kelurahan tandes kota
Surabaya” dengan mnggunakan metode quasy eksperimen dengan desain two group pre test
post test terdiri dari 2 kelompok dengan 7 responden dengan hasil ada perbedaan pengaruh jus
semangka terhadap penurunan tekanan darah pada kelompok eksperimen sistolik 17,33 mmHg
dan diastolik 11,00 mmHg dan pada kelompok control terjadi penurunan sistolik 3,5 mmHg
dan diastolik 3,3 mmHg perbedaan penelitian ini pemberian jus 250 gram semangka setelah
senam lansia dilakukan seminggu 3 kali selama 1,5 bulan
2. Maya Fadlilah, 2016 dengan judul “Pengaruh Pemberian Jus Semangka Terhadap Tekanan
Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Panti Tresna Werdha Teratai Palembang” metode
pra-eksperimen dengan one-grup pretest-postest design dengan hasil ada pengaruh jus
semangka terhadap rata-rata penurunan tekanan darah pretest sistolik 158 dan diastolik 93,4
tekanan darah posttest sistolik 136 dan diastolik 82,8 perbedaan penelitian Selama 5 hari
selama 2 kali sehari 300-350 gr sebanyak 32 responden dapat menurunkan tekanan darah
3. Hermina Roselita Hutasoit, 2018 “Pengaruh Konsumsi Buah Semangka Merah Terhadap
Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Rawat Jalan Di Wilayah Puskesmas
Perumnas 1 Pontianak Barat” dengan hasil ada perbedaan pengaruh pemberian buah semangka
intervensi penurunan tekanan darah sistolik pada kelompok 200 gr sebesar -10,71 dan diastolik
-8,21, kelompok 250 gr sitolik -12,86 dan diastolik -9,29 kelompok 300 gr sistolik -15,71 dan
diastolik -13,57
Pengertian Hipertensi

Menurut WHO hipertensi merupakan suatu kondisi tekanan darah diatas sistolik 140
mmHg dan diastolik diatas 90 mmHg. Hipertensi merupakan suatu gangguan pada
pembuluh darah yang bisa mengakibatkan kebutuhan oksigen dan nutrisi yang
dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkannya.

KLASIFIKASI HIPERTENSI

TD Sistolik
Klasifikasi (mmHg) TD Diastolik (mmHg)

Normal < 120 < 80

Pre hipertensi 120 - 139 80 – 89

Hipertensi derajat I 140 – 159 90 – 100

Hipertensi derajat II > 160 > 100


Faktor Penyebab Hipertensi
a. Usia
Usia seseorang dapat mengakibatkan pengaturan metabolism zat kapur atau
kalsium menjadi terganggu. Hal ini disebabkan banyaknya zat kapur atau kalsium
didalam darah
b. Jenis Kelamin
Hipertensi lebih banyak menderita pada kaum pria dibandingkan wanita hal ini
disebabkan oleh gaya hidup pria yang kurang sehar dibandingkan dengan wanita
c. Ras
Hipertensi lebih banyak terjadi pada orang kulit hitam dari pada orang kulit putih hal
ini belum diketahui secara pasti penyebabnya namun pada orang berkulit ditemukan
kadar renin yang rendah dan sensitivitas terhadap pengeluaran urine lebih besar
d. Gaya Hidup Modern
Gaya hidup modern menyebabkan kurangnya kesempatan atau waktu seseorang
melakukan olahraga serta kegiatan menjaga kesehatan diri
e. Pola Makan Siap Saji
Makanan menggunakan penyedap bumbu, makanan yang mengandung bumbu
penyedap dan garam dapur dalam jumlah yang tinggi dapat meningkatkan tekanan
darah
f. Obesitas
Semakin besar massa tubuh seseorang, maka semakin banyak darah yang
dibutuhkan untuk menyuplai oksigen, dan nutrisi ke otot, serta jaringan lain
Patofisiologi Hipertensi

1. Perubahan Pembuluh Darah


Penumpukan ateromosa pada pembuluh darah bisa menyebabkan penebalan
pada didinding pembuluh darah dan mengurangi elasititasnya hal ini yang
mengakibatkan lumen pembuluh darah menyempit sehingga terjadi kelainan
aliran darah
2. Renin-Angiotensin
Angiotensin I meningkatkan sekresi hormon anti diuretik atau anti diuretic
hormone (ADH) yang diproduksi oleh hipotalamus dan juga akan
meningkatkan rasa haus
Angiotensin II menstimulasi sekresi aldosterone pada korteks adrenal yang
berperan penting bagi ginjal dalam mereabsorpsi garam dari tubulus ginjal
sehingga mengurangi ekskresi garam hal ini dilakukan untuk mengatur volume
cairan ekstraseluler. Konsentrasi garam yang meningkat akan dicairkan
kembali dengan cara meningkatkan vulome cairan ekstraseluler sehingga
mengakibatkan penaikan volume dan tekanan darah.
3. Perubahan Fungsi Ginjal
Ginjal berfungsi sebagai mengendalikan tekanan darah sehingga
peningkatkan tekanan darah yang dapat terjadi akibat ginjal mengeluarkan
enzim renin yang memicu pembentukan hormon angiotensin II. Peningkatan
tekanan darah juga dapat terjadi disebabkan oleh penyempitan pada arteri
Tanda Dan Gejala Hipertensi
Pada penderita hipertensi jantung berdebar,
penglihatan kabur, sakit kepala disertai rasa berat pada
tengkuk, sukar tidur, mudah marah, telinga
berdengung, berkeringat berlebihan, kejang otot,
sering berkemih, dan denyut jantung cepat. Namun
gejala tersebut kadang tidak muncul. Gejala baru akan
muncul sampai taraf hipertensi yang akut bila tidak
ditangani yang menyebabkan komplikasi
Makanan Untuk Penderita Hipertensi
Coklat
Coklat yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah coklat pekat yang tidak
mengandung zat pemanis atau pewarna yang mengandung flavonoid tinggi.

Tomat
Tomat mengandung potassium, vitamin C dan serat dalam satu mangkuk tomat
mengandung 9 mg sodium

Buah Beri
Satu mangkuk buah beri mengandung 200 mg potassium. Kebutuhan asupan
potassium bagi penderita hipertensi dalam satu hari 4700 mg

Buah Jeruk
Jeruk mengandung mengandung potassium, serat, dan rendah sodium kandungan
potassium

Semangka
Semangka mengandung kaya nutrisi seperti serat, lycopene, vitamin A dan kalium.
Penelitian dari Florida State University menunjukan bahwa asam amino yang
ditemukan pada buah semangka yang disebut L-citrulline yang bisa menurunkan
tekanan darah.
Pengobatan Hipertensi

Diuretik obat yang bekerja untuk ginjal yang berguna membantu tubuh
menghilangkan natrium dan air, serta untuk mengurangi volume darah.
Penyekat beta obat yang berguna untuk mengurangi beban kerja jantung, dan
pembuluh darah yang terbuka, serta membuat kerja jantung lebih lambat
dengan kekuatan yang lebih lemah.
Penyekat saluran kalsium obat yang digunakan untuk mencegah kalsium
memasuki sel pada dinding jamtung dan pembuluh darah sehingga dapat
menurunkan tekanan darah.
Penyekat alfa obat yang berfungsi mengendurkan otot tertentu dan
membantu pembuluh darah kecil tetap terbuka.
Vasodilator obat yang digunakan untuk membuka pembuluh darah.
Kandungan Buah Semangka per 100 gram
Kandungan Nilai Jumlah Gizi
Kalium (mg) 319
Fosfor (mg) 31
Magnesium (mg) 30
Kalsium (mg) 19
Sodium (mg) 2,9
Zat Besi (mg) 0,98
Selenium (mcg) 1,2
Mangan (mg) 0,112
Tembaga (mg) 0,15
Seng (mg) 0,32
Vitamin A (mg) 1630
Tiamin (mg) 0,092
Riboflavin (mg) 0,09
Niasin (mg) 0,521
Folat (mg) 9
Asam Pantotenat (mg) 0,654
Vitamin B6 (mg) 123
Vitamin C (mg) 23,4
Vitamin E (mg) 0,15
Vitamin K (mg) 0,4
Protein (mg) 1,74
Serat (mg) 1,9
Kalori (mg) 85
Kandungan Kulit Semangka per 100 gram

Kandungan Zat Jumlah Nilai Gizi


Air (g) 94,00
Energi (kal) 18,00
Protein (g) 1,60
Lemak (g) 0,10
Karbohidrat (g) 3,20
Abu (g) 0,70
Serat (g) 0,60
Kalsium (mg) 31,00
Fosfor (mg) 11,00
Zat besi (mg) 0,50
Natrium (mg) 1,00
Kalium (mg) 82,00
Mangan (mg) 0,038
Magnesium (mg) 10
Riboflavin (mg) 0,03
Thiamin (mg) 0,03
Niacin (mg) 0,6
Kerangka Teori
Faktor Hipertensi: Hormonal, Usia, Jenis Kelamin, Ras, Gaya Hidup, Pola Makan, Obesitas, Merokok,
Asupan Garam

Pengobatan Hipertensi

Nonfarmakologi Farmakologi

1. Makan Buah 4. Makan Sayur 1. Penyeka Beta 4. Diuretik


2. Olahraga teratur 5. Diet 2. Penyeka Kalsium 5. Vasolidator
3. Berhenti Merokok 3. Penyeka Alfa

Buah Semangka Dimakan Langsung Jus Semangka

60% Kalium 40% Citruline 60% Citruline 40% Kalium

Meningkatkan Angiotensin Sedikit Argarine Banyak Argarine Angiotensin

Meningkatkan ADH Nitrie Oxide


Nitrie Oxide Meningkatkan ADH

Urine Sedikit dan Rasa Haus Urine meningkat


Urine
Urine Sedikit dan Rasa Haus
Meningkat
Pelebaran
Renin menjadi Renin-Angiotensin
Pembuluh Darah Pelebaran Renin Menjadi Renin-
(Vasolidilasi) Pembuluh Darah Angiotensin
Urine Meningkat (Vasolidilasi)
Pengeluaran Natrium
Urine Meningkat Pengeluaran
Natrium Sedikit
Tekanan Darah
Kerangka Konsep

Farmakologi
o Diuretik
o Penyeka beta
o Penyeka kalsium
o Penyeka alfa
o Vasodilator Tekanan Darah
Nonfarmakologi
o Jus Semangka
o Buah Semangka
dimakan
langsung
o Sayur
o Berhenti merokok
o Olahraga
o Diet garam
Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini adalah :
Ha : Ada pengaruh penurunan tekanan darah dalam
pemberian jus semangka dan buah semangka dimakan
langsung sebelum dan sesudah diberikan pada wanita
menopause hipertensi.
DESAIN PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, rancangan penelitian


menggunakan Quasy Exsperimen dengan Two Group Pre-Test Post-Test yaitu
dengan cara melakukan satu kali pengukuran (pretest) sebelum ada perlakuan,
dilakukan perlakuan (eksperimental treatment) dan setelah itu dilakukan
pengukuran akhir (posttest)

Pretest Posttest
Keterangan :
A1
X A1 : Tekanan darah kelompok
A2
intervensi sebelum diberikan jus
Pretest Posttest semangka
Y
B1 B2 A2 : Tekanan darah kelompok
intervensi setelah diberikan jus
semangka

B1 : Tekanan darah kelompok pembanding sebelum diberi buah semangka langsung.


B2 : Tekanan darah kelompok pembanding setelah diberi buah semangka langsung.
X : Kelompok di berikan jus semangka
Y : Kelompok diberikan buah semangka langsung
VARIABEL PENELITIAN

Variabel Independen Variabel Dependen

- Pemberian jus semangka


Tekanan darah
- Pemberian buah
semangka langsung
dimakan
DEFINISI OPERASIONAL

NO Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur Skala
penelitian Ukur
1. Tekanan darah Nilai tekanan darah pada wanita Spygnomano Tekanan darah Tekanan darah Rasio
awal responden menopause penderita hipertensi meter jarum responden sistol dan
sebelum dan setelah diberikan dan diukur secara diastol dalam
jus semangka dan buah stetoscope langsung satuan mmHg
semangka langsung

2. Pemberian jus Jus semangka terbuat dari Timbangan Pemberian jus


semangka bagian merah dan bagian putih semangka
kulit semangka sebanyak 250
gram selama 7
hari setelah 2-3
jam

3. Pemberian buah Buah semangka segar dimakan Timbangan Pemberian


semangka langsung buah
dimakan langsung semangka
dimakan
langsung
selama 7 hari
setelah 2-3 jam

4. Tekanan darah Nilai tekanan darah pada wanita Spygnomano Tekanan darah Tekanan darah rasio
akhir responden menopause penderita hipertensi meter jarum responden sistol dan
setelah diberikan jus semangka dan diukur secara diastol dalam
dan buah semangka dimakan stetoscope langsung satuan mmHg
langsung
Populasi dan Sample

Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah wanita menopause usia 45–54 tahun di
wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmat Kota Bengkulu tahun 2019 yang aktif
mengikuti senam lansia di posyandu.

Sampel Penelitian
Sampel dalam penelitian ini adalah wanita menopause usia 45–54 tahun di wilayah
kerja Puskesmas Basuki Rahmat Kota Bengkulu. Teknik pengambilan sampel
menggunakan accidental sampling yaitu wanita menopause aktif yang mengikuti
senam lansia di posyandu. Perhitungan sampel menggunakan rumus (Dahlan, 2014).

Keterangan rumus :
n1=n2=2 ( )² n2 = n2 =Jumlah subjek setiap kelompok
Z⍺ = Kesalahan tipe 1=5%, hipotesis dua arah maka =1,96
Z𝛽 = Kesalahan tipe II= 20% maka =0,84
x1-x2 = Selisih minimal yang dianggap bermakna = 14
(Kementerian and Padang 2018)
S = Standar deviasi dari penelitian terdahulu = 15,708
Perhitungan sampel :
n1=n2=2

= 15,73 (dibulatkan menjadi 16)


= 16 responden + drop out
= 16 responden + 20%
=20 responden
n1 = 20 responden
n2 = 20 responden
Maka jumlah sampel pada penelitian ini adalah 40 orang yang

Kriteria inklusi sampel pada penelitian ini :


1. Bersedia menjadi responden Kriteria eksklusi pada penelitian ini :
2. Usia 45–54 tahun 1. Mengkonsumsi obat hipertensi
3. Wanita menopause yang aktif mengikuti 2. Wanita menopause mengkonsumsi
senam lansia di posyandu alkohol dan merokok
4. Wanita hipertensi tanpa komplikasi
5. Wanita menopause berdomisili di Kota
Bengkulu
Rencana Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian ini akan direncanakan di wilayah Puskesmas Basuki Rahmad Kota
Bengkulu dengan responden wanita menopause hipertensi yang diberikan
intervensi jus semangka dan buah semangka dimakan langsung. Waktu penelitian
dilaksanankan pada bulan Febuari 2020.

Metode Pengumpulan Data


1. Tahap Persiapan
a. Mengurus surat pengantar perizinan pra penelitian kepada institusi
Poltekkes Kemenkes Kota Bengkulu
b. Mengajukan surat rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu
c. Mengajukan surat di wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmad Kota
Bengkulu
d. Menyiapkan instrument penelitian serta segala kebutuhan dan
kelengkapan yang diperlukan seperti perlengkapan lengkap untuk
pembuatan jus semangka dan memotong buah semangka dimakan
langsung serta pengecekan alat untuk mengukur tekanan darah
2. Tahap Pelaksanaan
a. Mencari responden tekanan darah tinggi wanita menopause di posyandu lansia
wilayah Puskesmas Basuki Rahmad sesuai kriteria dibagi 2 kelompok
b. Kontrak panduan kepada responden
c. Menjelaskan jalannya penelitiaan yang akan dilakukan kepada responden
d. Melakukan persetujuan (informed consent) kepada semua responden yang akan
menjadi sampel
e. Mengukur tekanan awal responden
f. Memberikan terapi jus semangka sebanyak 250 gram selama 7 hari setelah
makan 2–3 jam secara berturut–turut (kelompok intervensi)
g. Memberikan buah semangka dimakan langsung sebanyak 250 gram selama 7
hari setelah 2–3 jam makan secara berturut–turut (kelompok pembanding).

3. Tahap Akhir
Tahap akhir penelitian melakukan pemeriksaan tekanan darah pada wanita
menopause yang menderita hipertensi setelah 30 menit diberikan jus semangka dan
buah semangka dimakan langsung
Pengolahan Data

a. Editing
b. Coding
c. Prosesing Analisis Data
d. Cleaning 1. Analisis Univariat
Untuk melihat tekanan darah sebelum dan sesudah
diberikan terapi jus semangka dan buah semangka
dimakan langsung.

2. Analisis Bivariat
Analisa bivariat dalam penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian jus
semangka dan buah semangka dimakan langsung terhadap penurunan tekanan darah
wanita menopause hipertensi diawali dengan uji normalitas berguna untuk
menentukan data yang telah dikumpulkan distribusi normal atau diambil dari populasi
normal. Uji normalitas data menggunakan tabel F, dengan hasil normal jika Pvalue
≥0,05. Jika data normal mengunakan parametrik dengan uji T-test dependen dan uji T-
test independen. Jika data tidak normal menggunakan uji non parametrik dengan uji
Mann-whitney dan uji Wilcoxson
TERIMA KASIH