Anda di halaman 1dari 19

TABLET

Anggota kelompok :
Hayatunisa
Putri Rajwa Septiani
Tablet
 Tablet adalah sediaan bentuk padat yang mengandung
substansi obat dengan atau tanpa bahan pengisi
Kelebihan tablet
 Lebih mudah disimpan
 Memiliki usia pakai yang lebih panjang dibandingkan obat
bentuk lainnya
 Bentuk obatnya lebih praktis
 Konsentrasi yang bervariasi
 Tablet tidak mengandung alkohol
 Tablet dapat dibuat dalam berbagai dosis
 Tablet paling mudah ditelan serta paling kecil kemungkinan
tertinggal di tenggorokan
 Tablet merupakan bentuk sediaan yang ongkos
pembuatannya paling rendah
Kekurangan Tablet
 Warnanya cenderung memberikan bahaya
 Beberapa obat tidak dapat dikepek menjadi padat dan
kompak
 Orang yang sukar menelan atau meminum obat
 Keinginan konsumen berbeda dengan yang kita buat /
produk
 Tablet dan semua obat harus disimpan diluar jangkauan
anak-anak untuk menjaga kesalahan karena menurut
mereka tablet itu adalah permen
Jenis jenis tablet
 Tablet lepas cepat / Immediated release
Bentuk sediaan yang dirancang untuk melepaskan obatnya
segera setelah digunakan.
contoh: obat yang berfungsi sebagai analgesik (anti nyeri)
contohnya Antalgin, obat asma, dan obat jantung.
 Tablet lepas cepat / Immediated release
Bentuk sediaan yang dirancang untuk melepaskan obatnya
segera setelah digunakan.
contoh: obat yang berfungsi sebagai analgesik (anti nyeri)
contohnya Antalgin, obat asma, dan obat jantung.
 Tablet kunyah / chewble tablet
Tablet yang penggunaannya dapat dikunyah dengan rasa
enak dimulut.
contoh: promag
 Tablet hisap / lozenges tablet
Tablet yang larut perlahan untuk aksi lokal
dimulut/tenggorokan sering dibuat dengan cetakan permen.
contoh: FG troches (obat antibiotik).
 Tablet bukal / bucal tablet
Tablet yang dirancang untuk ditempatkan pada rongga bukal
dimulut untuk aksi cepat (antara gusi dan pipi).
 Tablet bukal / bucal tablet
Tablet yang dirancang untuk ditempatkan pada rongga bukal
dimulut untuk aksi cepat (antara gusi dan pipi).
 Tablet dispersible
Tablet dimasukkan ke dalam air akan membentuk suspensi
yang lebih mudah untuk ditelan.
contoh: Zinc care, Dehap.
 Tablet larut/soluble tablet
Tablet yang dimasukkan ke dalam air akan membentuk
larutan.
 Tablet hancur per oral / oraly disintegrating tablet
Tablet yang dibuat untuk hancur cepat dalam rongga mulut
dan tidak memerlukan dalam
penggunaannya. contoh : adalat, adalat SR, adalat Or. adalat
adalah obat jantung.
 Tablet rektal
Tablet yang digunakan secara rektal/dubur dengan tujuan
untuk kerja lokal atau sistemik.
contoh: stesolid rektal (obat kejang).
Cara pemakaian tablet

 Tablet bukal
Adalah tablet yang digunakan diantara gusi dan pipi
 Tablet/Kapsul/Pil
Obat bentuk sediaan tablet/kapsul/pil ini harus langsung
ditelan ya, jangan lupa dengan menggunakan air puti
 Tablet kunyah
Sesuai dengan namanya, bentuk sediaan obat ini dikunyah
terlebih dahulu baru kemudian ditelan. Nah kemudian minum
air putih untuk memastikan seluruh obat tadi telah tertelan
seluruhnya.
 Tablet salut
Tablet yang dilapisi bahan seperti salut gula dan salut selaput
ini juga harus langsung ditelan secara utuh, tanpa dibagi
menjadi dua apalagi digerus atau dihancurkan.
 Tablet effervescent
Obat bentuk sediaan tablet effervescent ini harus dilarutkan
dalam air minum terlebih dahulu baru kemudian diminum
hingga habis.
 Tablet sublingual
Penggunaan tablet sublingual tidak jauh berbeda dengan
tablet bukal . Jika tablet bukal diletakkan diantara pipi dan gusi
bawah, maka tablet sublingual diletakkan dibawah lidah.
 Tablet hisap
Sesuai dengan namanya tablet hisap. Tablet hisap adalah
tablet yang digunakan dengan cara dihisap didalam mulut
sampai habis.
Cara pembuatan tablet
 Granulasi basah
Granulasi Basah yaitu memproses campuran partikel zat aktif
dan eksipien menjadi partikel yang lebih besar dengan
menambahkan cairan pengikat dalam jumlah yang tepat
sehingga terjadi massa lembab yang dapat digranulasi.
Granulasi basah digunakan untuk zat aktif yang tahan
terhadap lembab dan panas. Prinsip dari metode ini adalah
membasahi massa atau campuran zat aktif dan eksipien
dengan larutan pengikat tertentu sampai diperoleh tingkat
kebasahan tertentu pula.
 Granulasi kering
Granulasi kering sering disebut juga dengan slugging, yaitu
memproses partikel zat aktif dan eksipien dengan mengempa
campuran bahan kering menjadi massa padat yang
selanjutnya dipecah lagi untuk menghasilkan partikel yang
berukuran lebih besar dari serbuk semula (granul). Metode ini
digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan terhadap panas dan
kelembaban. Prinsip metode ini adalah membuat granul
secara mekanis, tanpa bantuan bahan pengikat dan pelarut,
ikatannya didapat melalui gaya.
 Kempa langsung
Metode Kempa Langsung yaitu pembuatan tablet dengan
mengempa langsung campuran zat aktif dan
eksipien kering.tanpa melalui perlakuan awal terlebih dahulu.
Metode ini merupakan metode yang paling mudah, praktis,
dan cepat pengerjaannya, namun hanya dapat digunakan
pada kondisi zat aktif yang kecil dosisnya, serta zat aktif
tersebut tidak tahan terhadap panas dan lembab. Secara
umum sifat zat aktif yang cocok untuk metode kempa langsung
adalah zat aktif yang sifat alirnya baik, kompresibilitasnya baik,
bentuknya kristal, dan mampu menciptakan adhesifitas dan
kohesifitas dalam massa tablet. Prinsip metode kempa
langsung yaitu mencampur zat aktif dengan eksipien yang
memiliki aliran dan kompresibilitas yang baik kemudian
dicetak.
Evaluasi tablet
 Evaluasi tablet termasuk uji kuantitatif serta penetepan sifat
(kimia, fisika dan bioavailabilitas) tablet. evaluasi ini berguna
untuk mendesain tablet serta memantau kualitas produk obat
kedepannya. evaluasi tablet meliputi:
1. Penampilan umum
sebagai identitas visual dan desainnya dapat diterima
konsumen.
penampilan umum meliputi:
- ukuran tablet
- bentuk tablet
- warna tablet
- ada/ tidaknya bau
- rasa
- bentuk permukaan tablet
- konsistensi
- kecacatan fisik
 Uji Keseragaman Ukuran
diameter tablet = (1/3 < d < 3) tebal tablet
alat: jangka sorong
 Uji Keseragaman Bobot
cara untuk menguji keseragaman bobot:
ditimbang 20 tablet (hitung bobot rata-rata tablet)
ditimbang satu persatu jika menggunakan ketetapan kolom A,
boleh 2 tablet yang menyimpang dari bobot rata-rata jika
menggunakan ketetapan kolom B, tidak boleh ada tablet yang
menyimpang dari bobot rata-rata
apabila menggunakan 10 tablet, tidak boleh ada satupun tablet
yang menyimpang dari bobot rata-rata pada ketetapan kolom A
maupun kolom B
alat: timbangan analitik
 Uji Kekerasan Tablet
Kekuatan/ kekerasan tertentu dari tablet agar dapat bertahan
terhadap berbagai guncangan mekanik (ketika proses
pembuatan, pengepakan dan pengapalan), dengan cara:
- diujikan pada 20 tablet (pengukuran berdasarkan Luas
permukaan tablet dengan menggunakan beban yang
dinyatakan dalam kg (satuan kekerasan: kg/cm^2))
- dihitung kekerasan rata-rata dan standar deviasinya
- pada umumnya, kekerasan tablet yang diterima adalah
antara (4-10) kg/cm^2, tetapi hal ini juga bergantung
pada hasil uji waktu hancur tablet
- alat: Hardness Tester (manual atau automatic)
 Uji Kerapuhan Tablet
- alat: Friabilator → untuk menetapkan friabilitas tablet (dengan cara
melepaskan tablet, berputar dan jatuh dalam alat penggulir berputar)
- tablet ditimbang (sebelum dan setelah) sekian kali putaran, dihitung
berat yang hilang
- apabila tablet ini dapat bertahan dari kehilangan bobotnya selama
berputar, menandakan bahwa tablet tersebut mampu untuk bertahan
terhadap goresan ringan, kerusakan dalam penanganan, kerusakan
dalam pengemasan dan kerusakan dalam pengapalan
- cara kerja:
a) dibersihkan debu yang ada dari alat
b) diambil tablet sebanyak 20 tablet
c) kemudian ditimbang (Wo)
d) alat dinyalakan selama 4 menit
e) dibersihkan tablet dan ditimbang (Wt)
f) dimasukkan tablet ke dalam alat friabilator
- friabilitas dihitung dengan menggunakan rumus
f = [( Wo - Wt ) / Wo] x 100%
- kriteria tablet yang baik memiliki nilai friabilitas = <1%
 Uji Waktu Hancur
disintegrasi adalah proses pecahnya tablet menjadi partikel-partikel
kecil atau granul
- alat: Desintegration Tester
- deskripsi alat Desintegration Tester:
> Tabung gelas panjang (80-100)mm
> diameter dalam ± 28 mm
> dimeter luar (30-31)mm
> ujung bawah dilengkapi dengan kasa kawat tahan karat
(dengan lubang yang sesuai pengayak nomor 4)
> berbentuk keranjang
- cara pengujian:
> dimasukkan sebanyak 6 tablet ke masing-masing tube dalam
keranjang
> naik-turunkan keranjang sebanyak 30 kali secara teratur setiap
menit
> tablet dinyatakan hancur jika tidak ada bagian tablet yang
tertinggal di atas kasa (kecuali fragmen yang berasal dari zat penyalut)
- waktu yang diperlukan untuk menghancurkan semua tablet
> tablet tidak bersalut = <15 menit
> tablet bersalut gula ataupun selaput = <60 menit
 Uji Disolusi
Karakteristik disolusi merupakan evaluasi yang penting dari
suatu produksi obat ,gunanya untuk mendapatkan hasil yang
memuaskan. Cara pengujian disolusi tablet dan kapsul telah
dinyatakan dalam masing-masing monografi obat pada USP.
Pengujian yang dilakukan merupakan alat yang objektif
dalam menetapkan sifat disolusi suatu obat (sediaan padat).
Kemampuan obat terabsorpsi dalam tubuh, sebagian besar
bergantung pada sifat kelarutannya.
SEKIAN & TERIMA KASIH