Anda di halaman 1dari 10

TERAPI OBAT PADA PASIEN GANGGUAN GINJAL

AKX.17.005 AFRIDENOLA WINEKHER


AKX.17.009 ANDINA WAHYUDI NUGRAHA
AKX.17.019 DHEA NOVIANTY
AKX.17.031 HASTIKA MARDERINA
AKX.17.034 I NYOMAN SUDIARTA KUSUMA
AKX.17.035 ILLAFIN SAIDI
AKX.17.065 NUR ADINDA PUSPITA
AKX.17.069 RATNENGSIH
AKX.17.075 REZA MARRIER TRYASSIATAMY
AKX.17.081 SITI SOVA MARWA
AKX.16.150 ZULIYANTI
PENGUKURAN FUNGSI GINJAL

Tujuan utama penentuan indeks fungsi ginjal adalah mengukur GFR (Glomerulus
Filtration Rate) atau laju filtrasi glomerulus. Bermacam–macam metode yang
digunakan untuk mengukur dan memperkirakan fungsi ginjal pada perawatan akut
dan rawat jalan. Memperkirakan GFR sangat penting sebagai awal diagnosis dan
monitoring pasien dengan gagal ginjal kronik. Perkiraan nilai bersihan kreatinin
sangat penting sebagai petunjuk penyesuaian dosis pada penurunan fungsi ginjal
(Dowling, 2008).

Cara yang paling umum digunakan dalam mengukur laju filtrasi glomerulus adalah
dengan mengukur bersihan kreatinin (Bauer, 2006). Kreatinin merupakan hasil
metabolisme otot yang dilepaskan dari otot dengan kecepatan yang hampir konstan
dan dieksresikan dalam urin dengan kecepatan yang sama. Oleh karena itu, kadarnya
dalam serum hampir konstan dan berkisar 0,7 sampai 1,5 mg per 100 mL (nilai ini
pada laki–laki lebih tinggi dari pada perempuan karena massa otot laki–laki lebih
besar).
Laju bersihan kreatinin dapat diukur dengan mengumpulkan urin spesimen dalam
suatu periode waktu dan mengumpulkan sampel darah untuk menentukan kreatinin
serum pada waktu pertengahan waktu pengumpulan urin.
Laju bersihan kreatinin dapat dihitung dengan persamaan :

CrCl(in mL/min) =
dimana UCr adalah konsentrasi kreatinin urin dalam mg/dL, Vurin adalah volume urin yang dikumpulkan
dalam mL, SCr adalah kreatinin serum yang dikumpulkan pada pertengahan waktu pengumpulan urin dalam
mg/dL dan T adalah waktu dalam menit pengumpulan urin.
Karena kebiasaan urinasi yang sangat bervariasi, sebagian nefrolog menggunakan 24 jam sebagai waktu
pengumpulan urin.
Pengukuran yang cepat dapat dilakukan dengan menggunakan kreatinin serum.
Sebagian besar penghitungan pada pasien dengan usia lebih dari 18 tahun
menggunakan rumus

Cockcroft & Gault :

CrClest = untuk laki-laki

0.85 (140-umur) BW 72 x SCr

CrClest = untuk perempuan

dimana CrClest adalah penafsiran bersihan kreatinin dalam mL/min, umur dalam tahun, BW
adalah berat badan dalam kg, SCr adalah kreatinin serum. Nilai 0,85 adalah faktor koreksi untuk
perempuan karena perempuan memiliki massa otot yang lebih kecil dari pada laki-laki.

Metode dengan menggunakan rumus Cockcroft & Gault ini hanya dapat digunakan pada pasien
dengan umur lebih dari 18 tahun, pada pasien yang tidak memiliki kelebihan berat badan dari 30
% berat badan idealnya dan pasien yang memiliki konsentrasi kreatinin serum yang stabil.
Pada pasien dengan nilai kreatinin serum yang tidak stabil, persamaan Cockcroft
& Gault tidak dapat digunakan. Pada situasi ini, digunakan metode alternatif yaitu
rumus Jellife &Jellife. Rumus ini dapat digunakan untuk pasien yang memiliki
konsentrasi kreatinin serum yang tidak stabil. Langkah pertama dilakukan dengan
menghitung penafsiran produksi kreatinin. Rumus ini di tuliskan dalam persamaan

sebagai berikut :
Essmale = IBW[29,3-(0,203 x umur)] atau
Essfemale = IBW[25,1-(0,175 x umur]

dimana Ess adalah nilai eksresi kreatinin, IBW adalah berat badan ideal dalam kg dan umur dalam
tahun.
Setelah didapatkan nilai penafsiran eksresi kreatinin, maka tahap selanjutnya dilakukan perhitungan
terhadap nilai koreksi produksi kreatinin dengan rumus :
Esscorrected = Ess[1,035 – (0,0337 x Scrave)]
E = Esscorrected –
CrCl (in mL/min/1.73m2) = E/(14,4 x Scrave)

dimana Scrave nilai rata-rata dua kreatinin serum yang ditentukan dalam mg/dL, Scr1adalahkreatinin
serum pertama dan Scr2 adalah kreatinin serum kedua, keduanya dalam mg/dL, dan ∆t selisih waktu
antara pengukuran Scr1 dan Scr2 dalam menit.
Pasien yang memiliki kelebihan berat badan lebih dari 30% dari berat badan
idealnya, menggunakan pengukuran bersihan kreatinin dengan metode yang lain
yaitu dapat diukur dengan menggunakan persamaan Salazar & Corcoran sebagai
berikut :
CrClest(males) =

CrClest(females) =
dengan umur dalam tahun, wt adalah berat badan dalam kg, Ht tinggi dalam meter,
dan SCradalah kreatinin serum dalam mg/dL.
Metode yang dapat digunakan untuk pasien anak–anak dan remaja dapat dihitung
dengan persamaan berikut (Bauer, 2006):

CrClest = (ml/min/1,73 m2) = (0,45 x Ht)/ SCr umur 0-1 tahun


CrClest = (ml/min/1,73 m2) = (0,55 x Ht)/ SCr umur 1-20 tahun.
PENYESUAIAN DOSIS PADA PASIEN GAGAL GINJAL.

Penyesuaian dosis pada pasien yang mengalami penurunan fungsi ginjal harus dibuat
berdasarkan perubahan farmakodinamik dan farmakokinetik dari obat pada tiap
individu pasien. Metabolit aktif obat mungkin terbentuk dan harus memperhatikan
efek farmakologi yang muncul ketika dilakukan penyesuaian dosis. Metode berikut
digunakan untuk menafsirkan regimen dosis pertama dan dosis pemeliharaan
(Shargel, et al, 2005).
1. Metode Nomogram

Nomogram ini dibuat berdasarkan konsentrasi kreatinin serum, data pasien (tinggi,
berat, umur dan jenis kelamin), dan farmakokinetik obat. Setiap nomogram memiliki
kelemahan asumsi dan database obat.
Kebanyakan metode untuk penyesuaian dosis pada penyakit ginjal diasumsikan bahwa
pada eliminasi nonrenal obat tidak berpengaruh terhadap penurunan fungsi ginjal dan
jumlah konstanta kecepatan eksresi ginjal pada pasien uremia adalah sebanding dengan
konstanta produk dan bersihan kreatinin.

Metode fraksi eksresi obat dalam bentuk tidak


berubah.

Pada kebanyakan obat, fraksi obat yang dieksresikan dalam bentuk tidak berubah ()telah
ada dalam literatur. Tabel IV menunjukkan daftar obat dengan nilai dan waktu paruh
eliminasi. Metode dalam menghitung penyesuaian regimen dosis pada pasien uremia
secara umum telah digunakan pada banyak obat yang telah diketahui nilai nya.
Metode Giusti-Hayton (1973) mengasumsikan bahwa efek dari penurunan fungsi
ginjal pada porsi konstanta laju eliminasi ginjal dapat diperkirakan dari perbandingan
bersihan kreatinin pasien uremia, terhadap bersihan kreatinin normal, :
Dimana adalah konstanta laju eksresi obat pada pasien uremia dan adalah laju
eksresi ginjal normal.

Karena keseluruhan konstanta eliminasi pasien uremia, adalah jumlah eliminasi


melalui ginjal dan bukan ginjal,

Bila fe = k N r/k N = fraksi obat yang dieksresika dalam bentuk bebas melalui urin dan
1 – fe = k unr/k N = fraksi obat yang dieksresikan bukan melalui ginjal. Disubtitusikan
kedalam persamaan diatas sehingga diperoleh persamaan Giusti – Hayton. Dimana G
adalah faktor Giusti – Hayton yang dapat dihitung dari fe dan rasio pada pasien
uremia terhadapbersihan normal.