Anda di halaman 1dari 26

PEMERIKSAAN PALPASI ABDOMEN

PADA KEHAMILAN

OLEH :
Hj. Erni Setiawati
04/02/20 1
I. PENGERTIAN
PALPASI adalah : Suatu tindakan
pemeriksaan yang dilakukan dengan
perabaan dan penekanan bagian tubuh
dengan menggunakan jari atau tangan

04/02/20 2
II. TUJUAN

Maksud untuk melakukan palpasi adalah untuk :


 Memperkirakan adanya kehamilan.
 Memperkirakan usia kehamilan.
 Presentasi - posisi dan taksiran berat badan
janin.
 Mengikuti proses penurunan kepala pada
persalinan.
 Mencari penyulit kehamilan atau persalinan.

04/02/20 3
10 pertanyaan yang harus
dipastikan sebelum palpasi
1. Berapa tinggi FUT
2. Apa yang ada di FUT
3. Bagaimana letak janin,
memanjang,melintang atau oblik
4. Bagaimana presentasinya
5. Dimana bagian punggung & dimana bagian
kecil

04/02/20 4
6. Dimana tonjolan kepala
7. Apakah engagement sudah terjadi
8. Berapa taksiran berat janin (TBJ), apakah
janin 1 atau ganda
9. Bagaimana kualitas his
10. Apakah ada tanda-tanda patologi

04/02/20 5
III. TEHNIK
A. PERSIAPAN
 Jelaskan maksud dan tujuan serta cara pemeriksaan
palpasi yang akan saudara lakukan pada ibu.
 Ibu dipersilahkan berbaring telentang dengan sendi
lutut semi fleksi untuk mengurangi kontraksi otot
dinding abdomen.
 Leopold I s/d III, pemeriksa melakukan pemeriksaan
dengan berdiri disamping kanan ibu dengan
menghadap kearah muka ibu ; pada pemeriksaan
Leopold IV, pemeriksa berbalik arah sehingga
menghadap kearah kaki ibu.

04/02/20 6
B. PEMERIKSAAN
1. LEOPOLD I :
Untuk menentukan berapa tinggi
FUT & apa yang terdapat pada
FUT
 Kedua telapak tangan
pemeriksa diletakkan pada
puncak fundus uteri.
 Tentukan tinggi fundus uteri
untuk menentukan usia
kehamilan.
 Rasakan bagian janin yang
berada pada bagian fundus
(bokong atau kepala atau
kosong).
04/02/20
Dengan menentuka tinggi FUT 2 hal dapat
dihitung :
1. Umur kehamilan

Tinggi FUT diukur dari simfisis dengan pita


pengukur
rumus McDonald :
TFU (cm)x8 : umur (mg)
7

04/02/20 8
2. TBJ ( rumus Johnson
a. kepala belum masuk =
TFU (cm) – 12 X 155

b. kepala sdh masuk =


TFU (cm) – 11 X 155

04/02/20 9
2.LEOPOLD II :
Menentukan dimana
punggung & bagian kecil
 Kedua telapak tangan
pemeriksa bergeser turun
kebawah sampai disamping
kiri dan kanan umbilikus.
 Tentukan bagian punggung
janin untuk menentukan
lokasi auskultasi denyut
jantung janin nantinya.
 Tentukan bagian-bagian
kecil janin.
04/02/20 10
3. LEOPOLD III :
Menentukan bagian terendah
janin

 Pemeriksaan ini dilakukan


dengan hati-hati oleh
karena dapat menyebabkan
perasaan tak nyaman bagi
pasien.
 Bagian terendah janin
dicekap diantara ibu jari
dan telunjuk tangan kanan.
 Ditentukan apa yang
menjadi bagian terendah
janin dan ditentukan
apakah sudah mengalami
04/02/20 11

engagemen atau belum.


4. LEOPOLD IV :
Menentukan apakah bagian
terendah janin sudah masuk
PAP

 Pemeriksa merubah
posisinya sehingga
menghadap ke arah kaki
pasien.
 Kedua telapak tangan
ditempatkan disisi kiri dan
kanan bagian terendah
janin.
 Digunakan untuk
menentukan sampai
berapa jauh derajat
04/02/20 12

desensus janin.
 Menentukan tinggi
fundus uteri untuk
memperkirakan usia
kehamilan
berdasarkan
parameter tertentu
( umbilikus, prosesus
xyphoideus dan tepi
atas simfisis pubis)

04/02/20 13
Sebelum memulai pemeriksaan abdomen, penting untuk
dilakukan hal– hal sebagai berikut :

 Mintalah ibu untuk mengosongkan kandung kemihnya bila


perlu
bantulah ia untuk santai.

 Letakkan sebuah bantal dibawah kepala dan bahunya.


Fleksikan tangan dan lutut. Jika ia gelisah bantulah ia
untuk santai dengan memintanya menarik nafas panjang.

 Cucilah tangan anda sebelum mulai memeriksa,


keringkan dan usahakan agar tangan pemeriksa cukup
hangat.

 Lihatlah bentuk pembesaran perut (melintang,


memanjang, asimetris) adakah linea alba nigra, adakah
striae gravidarum, adakah bekas luka operasi, adakah
tampak gerakan janin, rasakan juga dengan pemeriksaan
raba adanya pergerakan janin.

04/02/20 14
 Tentukan apakah pembesaran perut sesuai dengan
umur kehamilannya. Pertumbuhan janin dinilai dari
tingginya fundus uteri. Semakin tua umur kehamilan,
maka semakin tinggi fundus uteri. Namun pada umur
kehamilan 9 bulan fundus uteri akan turun kembali
karena kepala telah turun atau masuk ke panggul.
Pada kehamilan 12 minggu, tinggi fundus uteri
biasanya sedikit diatas tulang panggul. Pada
kehamilan 24 minggu fundus berada di pusat. Secara
kasar dapat dipakai pegangan bahwa setiap bulannya
fundus naik 2 jari tetapi perhitungan tersebut sering
kurang tepat karena ukuran jari pemeriksa sangat
bervariasi.

04/02/20 15
 Agar lebih tepat dianjurkan memakai ukuran tinggi fundus uteri dari
simfisis pubis dalam sentimeter dengan pedoman sebagai berikut:
Umur kehamilan Tinggi fundus uteri

 20 minggu -/+ 20 cm
24 minggu -/+ 24 cm
28 minggu -/+ 28 cm
32 minggu -/+ 32 cm
36 minggu -/+ 34 - 46 cm

04/02/20 16
 Jelaskan pada ibu bahwa perutnya akan
semakin membesar karena pertumbuhan
janin. Pada kunjungan pertama, tingginya
fundus dicocokkan dengan perhitungan
umur kehamilan hanya dapat diperkirakan
dari hari pertama haid (HPHT). Bila HPHT
tidak diketahui maka umur kehamilan
hanya dapat diperkirakan dari tingginya
fundus uteri. Pada setiap kunjungan,
tingginya fundus uteri perlu diperiksa
untuk melihat pertumbuhan janin normal,
terlalu kecil atau terlalu besar.
04/02/20 17
AUSKULTASI
Pemeriksaan dengan mendengarkan bunyi
yang terbentuk dalam organ tubuh
Pemeriksaan :
1. Frekuensi : menghitung jumlah getaran
permenit
2. Durasi : lama bunyi yang terdengar
3. Intensitas : ukuran kuat/lemahnya suara

4. Kualitas : warna nada/variasi


04/02/20 18
 Pemeriksa harus mengenal berbagai tipe
bunyi normal yang terdengar pada organ
yang berbeda

 Alat yang digunakan : steteskop →


menghantarkan, mengumpulkan & memilih
frekuensi suara

04/02/20 19
 Auskultasi DJJ → 15 mnt pada kala I
→ 3-5 mnt kala II
 Alat : steteskop biaural, steteskop monoral
(laenec), fetal heart detector (dopler),CTG (cardio
tocho graphy) = mencatat terus menerus

 Manfaat : keadaan umum janin dlam kandungan,


presentasi serta posisi janin

04/02/20 20
Keadaan umum janin
1. Adanya DJJ → janin masih hidup
2. Frekuensi normal 120 – 160 X/mnt, DJJ menjadi
lambat pada puncak kontraksi & normal bila his
menurun
DJJ diatas 120 – 160 → fetal distres
3. Iramanya

04/02/20 21
4. Kerasnya suara tidak mencerminkan
kekuatan janin melainkan tergantung pada :

• Letak punggung terhadap dinding abdomen ibu


pada posisi anterior → terdengar dekat &
keras,posisi posterior → lemah & jauh
• Ibu gemuk, sukar didengar
• Hidramnion terdengar lemah

04/02/20 22
5. Bunyi lain yang didengar :
bising yang singkron dengan DJJ → darah
yang mengalir dalam arteri umbilikus
bising yang sesuai atau singkron dengan DJJ →
darah mengalir dalam pembuluh darah uterus

04/02/20 23
PERKUSI

Pemeriksaan dengan mendengarkan bunyi
getaran/gelombang suara melalui pengetukan →
derajat bunyi disebut resonansi

Ujung-ujung jari pada bagian tubuh

Ukuran, batasan , konsistensi organ-organ
tubuh,menentukan cairan dalam rongga
tubuh
04/02/20 24

Ukuran, batasan , konsistensi organ-organ
tubuh,menentukan cairan dalam rongga
tubuh

Sifat gelombang suara : semakin banyak
jaringan semakin lemah hantarannya &
udara/gas paling resonan

04/02/20 25
 Lakukan pemeriksaan pada ekstremitas
bawah

 Tungkai dalam keadaan fleksi → ketuk pada


tendon muskulus kuadriseps femoris, dibawah
atau diatas patella, biasanya dibawah patella, bila
ada kontraksi → reflek patella baik

04/02/20 26