Anda di halaman 1dari 5

EVALUASI PENGAJARAN

Penjas
1. Teori Evaluasi
2. Teori pengajaran
3. Teori Penjas
Teori Evaluasi
Teori Evaluasi menurut para ahli:
• 1. Anne AnastasiMenurut Anne Anastasi (1978), arti evaluasi ialah suatu proses sistematis untuk
menentukan sejauh mana tujuan instruksional tersebut dicapai oleh seseorang. Evaluasi merupakan kegiatan
atau aktivitas untuk menilai sesuatu secara terencana, sistematik, serta juga terarah dengan berdasarkan
tujuan yang jelas.
• 2. Sajekti RusiMenurut Sajekti Rusi (1988), pengertian evaluasimerupakan suatu proses menilai sesuatu,
yang mencakup deskripsi tingkah laku siswa baik itu dengan secara kuantitatif (pengukuran) atau juga
kualitatif (penilaian).
• 3. Suharsimi ArikuntoMenurut Suharsimi Arikunto (2003), arti evaluasi ini merupakan serangkaian kegiatan
atau aktivitas yang bertujuan untuk dapat mengukur tingkat keberhasilan pada suatu program pendidikan.
• 4. A.D RooijakkersMenurut A.D Rooijakkers, pengertian evaluasi ini merupakan suatu usaha atau proses
didalam menentukan nilai-nilai. Secara khusus evaluasi atau penilaian tersebut juga diartikan ialah sebagai
proses pemberian nilai dengan berdasarkan data kuantitatif hasil pengukuran untuk keperluan pengambilan
keputusan.5.
• Norman E. GronlundMenurut Norman E. Gronlund (1976), evaluasi ini ialah suatu proses yang sistematis
untuk dapat menentukan atau juga membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan-tujuan pengajaran itu
sudah dicapai siswa
Teori pengajaran
Teori pengajaran menurut para ahli:
• Menurut Mahani RazaliPengajaran ialah aktivitas-aktivitas yang bertujuan dan memiliki tujuan dimana guru
berbagi informasi dengan mahasiswa untuk memungkinkan mereka menyelesaikan sesuatu tugas yang tidak
bisa diselesaikan sendiri sebelum itu.
• Menurut Sulaiman Masri, Mashudi Bahari, Juliliyana Mohd Junid “2007”Pengajaran merupakan proses
kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai unsur termasuk kualitas pengajaran, kecerdasan, bakat dan minat
siswa serta pengaruh motivasi, lingkungan sekolah, rumah dan dorongan orang tua terhadap siswa.
• Menurut Lydia Harlina Martono, Satya Joewana “2006”Pengajaran merupakan salah satu aspek dari
pendidikan yaitu aspek pengetahuan “kognitif” pengajaran memberikan ketrampilan dan pengetahuan,
sedangkan pendidikan membimbing anak ke arah kehidupan yang baik dan benar.
• Menurut KamarudinPengajaran merupakan suatu proses penanganan urusan untuk memungkinkan siswa
mengetahui atau menyelesaikan sesuatu yang mereka menyelesaikan sesuatu yang mereka tidak dapat
lakukan sendiri sebelum itu.
• Menurut Susan B. BastablePengajaran merupakan intervensi yang disengaja yang mencakup perencanaan
dan penerapan aktivitas dan pengalaman instruksional untuk memenuhi hasil yang ditujukan bagi peserta
didik seperti dalam rencana pengajaran.
Teori penjas
Teori penjas menurut para ahli:
• Menurut Cholik Mutohir (Cholik Mutohir, 1992) Olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang
dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau
anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/ pertandingan, dan kegiatan jasmani yang intensif untuk memperoleh
rekreasi, kemenangan, dan prestasi puncak dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas
berdasarkan Pancasila·
• Nixon and Cozens (1963: 51) mengemukakan bahwa pendidikan jasmani didefinisikan sebagai fase dari seluruh proses pendidikan
yang berhubungan dengan aktivitas dan respons otot yang giat dan berkaitan dengan perubahan yang dihasilkan individu dari
respons tersebut.·
• Dauer dan Pangrazi (1989: 1) mengemukakan bahwa pendidikan jasmani adalah fase dari program pendidikan keseluruhan yang
memberikan kontribusi, terutama melalui pengalaman gerak, untuk pertumbuhan dan perkembangan secara utuh untuk tiap anak.
Pendidikan jasmani didefinisikan sebagai pendidikan dan melalui gerak dan harus dilaksanakan dengan cara-cara yang tepat agar
memiliki makna bagi anak. Pendidikan jasmani merupakan program pembelajaran yang memberikan perhatian yang proporsional
dan memadai pada domain-domain pembelajaran, yaitu psikomotor, kognitif, dan afektif.·
• Bucher, (1979). Mengemukakan pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari suatu proses pendidikan secara keseluruhan,
adalah proses pendidikan melalui kegiatan fisik yang dipilih untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan organik,
neuromuskuler, interperatif, sosial, dan emosional·
• Ateng (1993) mengemukakan; pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan melalui
berbagai kegiatan jasmani yang bertujuan mengembangkan secara organik, neuromuskuler, intelektual dan emosional.
Daftar pustaka :
• Ibeng, parta. 2019. Teori Evaluasi menurut para ahli.
https://pendidikan.co.id/pengertian-evaluasi-tujuan-fungsi-tahapan-dan-menurut-
para-ahli/
(akses 14 September 2019)
• pendidikan, dosen 2. 2019. Teori Evaluasi menurut para ahli.
https://www.dosenpendidikan.co.id/7-pengertian-pengajaran-menurut-para-ahli-
lengkap/
(Akses 14 September 2019)
• Pembelajaran, media. 2013. Teori penjas menurut para ahli
http://anggipratiwi77.blogspot.com/2013/07/pengertian-pendidikan-jasmani-
menurut.html?m=1
(Akses 14 September 2019)