Anda di halaman 1dari 21

Demam

Baina Safira Naldi


16.071
A1
Demam
• Demam adalah peningkatan suhu tubuh diatas normal 37C yg
merupaka respon fisiologis tubuh terhadap penyakit yang
diperantarai oleh sitokin dan ditanda dgn peningkatan suhu pusat
tubuh serta aktifitas sistem imun
- Suhu oral : 35,5 – 37,5
- Suhu aksila : 34,7 – 37,3
- Suhu rektal : 36,6 – 37,9
- Suhu infrared tympanic : 35,7 – 37,5
Tipe Demam
• Demam septik : suhu badan naik ke tingkat tinggi sekali pada malam hari dan
turun kembali ke tingkat diatas normal pada pagihari
• Demam remiten : suhu tubuh turun setiap hari tapi tidak pernah mencapai batas
normal
• Demam intermiten : suhu kembali normal setiap hari pada pagi hari dan
puncaknya pada siang hari
• Demam kontinu : peningkatan suhu tubuh yg menetap dg fluktuasi maksimal 0,4C
slm 24jam
• Demam quotidian : demam yang memiliki 2titik tetinggi kemudian turun dalam
siklus 12jam
• Demam relapsing : demam tingi secar mendadakan, berlangsung slm 3-6hari
• Dema rekuren : demam yang timbul kembal stlh periode bebas dgn interval yg
tdk teratur pd satu penyakit yg melibatkan organ yg sama
Malaria
Baina Safira Naldi
161.071
A1
Definisi
• Malaria adalah penyakit infeksi yg disebabkan oleh parasit
plasmodium yg hidup dan berkembang biak dlm sel darah manusia
• Penyakit ini secara alami ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles
perempuan
Epidemiologi
• Paling banyak di papua dan NTT
• Bagian timur Indonesia malaria tertinggi
• Kalimantan, sulawesi, dan sumatra malaria sedang
• Jawa-bali malaria rendah
• Malaria umumnya terjadi di daerah yang memungkinkan penyebaran
penyakit dalam vektor.
• P. falciparum ditemukan di daerah tropic, terutama di Afrika dan Asia
Tenggara. Di Indonesia parasit ini tersebar di seluruh kepulauan.
Etiologi
• Plasmodium falciparum • Kingdom : Animalia
• Plasmodium vivax • Phylum : Arthropoda
• Plasmodium malarie • Class : insecta
• Plasmodium ovale • Ordo : diptera
• family : culiadae
• Subfamili : anophelinae
• Genus : Anopheles
• Spesies : Anopheles sp
Cara penularan
1. Malaria bawaan
Melalui gigitan nyamuk
2. Secara mekanik
anopheles betina yang
3. Secara oral
infektif
Faktor-faktor yang mempengaruhi infeksi
plasmodium
1. Faktor nutrisi
2. Faktor lingkungan
Trasmisi dipengaruhi oleh iklim :
- Paling baik pd suhu 20-30
- Kelembapan udara yang lebih dari 60%
- Musim hujan
Jenis Malaria
1. Malaria Falciparum : p.falciparum. Gejala demam timbul intermitten dan
dapat kontinu. Paling sering mjd malaria berat yg menyebabkan
kematian
2. Malaria vivax : p.vivax. Gejala demm berulang dg interval bebas demam
2 hari
3. Malaria ovale : p.ovale. Manifestasi klinis biasan bersifat rigan. Pola
demam spt malaria vivax
4. Malaria malariae : p.malariae. Gejala demam berulang dg interval bebas
demam 3hari
5. Malaria knowlesi : p.knowlesi. Gejala demam menyerupai mlaria
falciparum
Vektor malaria
• Jawa dan Bali : Anopheles sundaicus dan Anopheles aconitus
• Irian Jaya : Anopheles farauti dan Anopheles punctulatus
• Kalimantan : Anopheles balabacensis
• Sumatra : Anopheles barbirostris
Patologi dan Gejala klinis
• Stadium menggigil : kedinginan sampai menggigil. Nadi cepat tapi
lemah, bibir dan jari bir. Kulit kering dan pucat. Berlangsung 15menit
– 1jam
• Stadium puncak demam : kedinginan berubah menjadi panas sekali..
Muka kemerahan, kulit kering dan panas spt terbakar, sakit kepala
makin hebat, mual dan munta, nadi berdenyut keras. Berlangsung 2-
6jam
• Stadium berkeringat : berkeringat sampai basah, subu turun drastis.
Berlangsung 2-4jam
Diagnosis

ANAMNESIS PEMERIKSAAN FISIK


• keluhan : demam, menggigil, • Suhu tubuh aksila > 37,5 C
berkeringat dan dapat di sertai • Konjungtiva atau telapak tangan
sakit kepala, mual, muntah, diare pucat
dan nyeri otot.
• Sklera ikterik
• Riwayat sakit malaria dan riwayat
minum obat malaria • Pembesaran limpa (splenomegali)
• Riwayat berkunjung ke daerah • Pembesaran hati (hepatomegali)
endemis malaria
• Riwayat tinggal di daerah endemis
malaria
Diagnosis Laboratorium
1. Menemukan parasit stadium trofozoit muda (bentuk cincin) tanpa atau dengan
stadium gametosit dalam sediaan darah tepi.
2. Pada autopsi dapat ditemukan pigmen dan parasit dalam kapiler otak dan alat-
alat dalam.
3. Rapid test malaria dapat juga digunakan untuk menegakan diagnosis secara
cepat, tetapi tidak dapat menggantikan pemeriksaan mikroskop.

Beberapa sifat perbandingan dan diagnostik pada 4 spesies Plasmodium pada


manusia.
P. Falciparum P. Vivax P. Ovale P. Malariae
Daur
5,5 hari 8 hari 9 hari 10-15 hari
praeritrosit
Hipnozoit - + + -
Jumlah
40.000 10.000 15.000 15.000
merozoit hati
Skizon hati 60 mikron 45 mikron 70 mikron 55 mikron
Daur eritrosit 48 jam 48 jam 50 jam 72 jam
Diagnosis Laboratorium
P. Falciparum P. Vivax P. Ovale P. Malariae
Eritrosit yang Muda, tua, dan Retikulosit dan Retikulosit dan
Tua
dihinggapi normosit normosit normosit muda
Pembesaran
- ++ + -
eritrosit
Titik-titik Schuffner
Maurer Schuffner Ziemann
eritrosit (James)
Kuning
Pigmen Hitam Tengguli tua Tengguli hitam
tengguli
Jumlah
merozoit 8-24 12-18 8-10 8
eritrosit
Daur dalam
nyamuk pada 10 hari 8-9 hari 12-14 hari 16-18 hari
270 𝐶
Malaria Berat
• Ditemukan plasmodium falciparum stadium aseksual dengan minimal satu
manifestasi klinis ata di dapatkan temuan hasil laboratorium :
1. GCS<11
2. Spasme otot
3. Kejang berulang
4. Gagal sirkulasi
5. Distres pernafasan
6. Jaundice
7. Hemaglobinuria
8. Perdarahan spontan abnora
9. Edema paru
• Gambaran laboratorium :
1. Hipoglikemi
2. Asidosis metabolik
3. Anemia Berat
4. Hiperparasitemia
5. Hiperlaktemia
6. Hemoglobinuria
7. Gangguan fungsi ginjal
Diagnosis Banding
• Demam tifoid • Infeksi berat
• Demam dengue • Stroke
• Leptospirosis • Tifoid ensefalopati
• Hepatitis A
• Leptospirosis berat
• Glomerulonefritis akut
• Sepsis
• DBD
Pencegahan
1. Menggunakan kelambu (bed net) pada waktu tidur, lebih baik lagi denvan kelambu
berinsektisida.
2. Mengolesi badan dengan obat anti gigitan nyamuk (repellent).
3. Menggunakan pembasmi nyamuk, baik bakar, semprot, maupun lainnya.
4. Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi.
5. Letak tempat tinggal diusahakan jauh dari kandang ternak.
6. Mencegah penderita malaria dan gigitan nyamuk agar infeksi tidak menyebar.
7. Membersihkan tempat hinggap atau istirahat nyamuk dan memberantas sarang
nyamuk.
8. Hindari keadaan rumah yang lembab, gelap, kotor, dan pakaian bergantungan serta
genangan air.
9. Membunuh jentik nyamuk dengan menyemprotkan obat anti larva (bubuk abate)
pada genangan air atau menebarkan ikan atau hewan (cyclops) pemakan jentik.
Komplikasi
• Rupture lienalis
• Malaria cerebral
• Anemia hemolitik
• Black water fever
• Algid malaria
Prognosis
• Berhubungan dengan tingginya parasitemia. Jika parasit dlm darah >
100.000/mm3 dan hemotokrit < 30% maka prognosis buruk