Anda di halaman 1dari 20

FISIOLOGI HEWAN

PENDAHULUAN
Pengertian dan Ruang Lingkup Fisiologi
• Fisiologi merupakan ilmu yang
mempelajari fungsi normal
tubuh dengan berbagai gejala
yang ada pada sistem hidup,
serta pengaturan atas segala
fungsi dalam sistem tersebut.
• Berbagai peristiwa dan aktivitas
yang terjadi pada sistem hidup
selanjutnya disebut fungsi
kehidupan atau fungsi hidup
• Fisiologi berfokus pada mekanisme
kerja
• Secara spesifik, kajian fisiologi
hewan akan berkisar pada sistem-
sistem fungsional meliputi
• sistem pencernaan,
• sistem saraf
• sistem endokrin
• sistem ekskresi
• sistem pernafasan
• sistem sirkulasi
• sistem imun
• sistem gerak
• sistem reproduksi
Aspek Kajian Fisiologi Hewan

• Bagaimana sistem-sistem kehidupan bekerja,


dari level molekuler hingga sistem organ dan
organisme utuh
• Bagaimana hewan merespons aktivitas fisik
dan lingkungan sekitarnya, baik di ruang yang
kosong maupun di dasar lautan
• Bagaimana berbagai gangguan dapat
mempengaruhi fungsi-fungsi kerja normal
dari sistem-sistem tersebut.
• Bagaimana genom ditranslasi menjadi suatu
fungsi kerja baik di dalam satu sel maupun
dalam tubuh hewan secara utuh.
Pengamatan Aktivitas Tubuh
• * Metode Observasi
• * Metode Histokimia
• * Metoda kultur jaringan
• * Metode perfusi
• * Metode Grafting
• * Metode monoclonal antibody
• * Metode policlonal antibody
OBSERVASI
• Mengamati aktivitas dan perubahan yang terjadi di dalam suatu alat
tubuh karena pengaruh berbagai keadaan lingkungan.
HISTOKIMIA
• Histokimia : Metode untuk mengetahui senyawa kimia yang
terkadung dalam jaringan hewan

Histokimia : menggabungkan metode histologi dengan


kimia/biokimia, untuk mengungkapkan komposisi biokimia dari sel
dan jaringan di luar distribusi asam-basa  ditunjukkan
oleh metode pewarnaan standar (HE), tanpa mengganggu distribusi
normal dari bahan kimia.
Aplikasi
Mengidentifikasi, mengukur, dan melokalisasi zat
kimia ,ekspresi gen biologi, struktur organel
spesifik, Jenis sel, Memperjelas sel
dan struktur jaringan dan morfologi.
KULTUR JARINGAN
• Dengan mengamati pertumbuhan sel yang telah diambil dari tubuh
dan ditempatkan dalam kultur medium.
• Teknik kultur jaringan merupakan teknik untuk mengembangbiakkan
sel, jaringan maupun organ di dalam media yang sesuai yang
dilakukan di luar tubuh organisme
PERFUSI
• Merupakan suatu cara dimana seluruh bagian dari suatu alat tubuh
dan larutan nutrisi atau darah dialirkan dengan sirkulasi buatan ke
alat tubuh tersebut.

• Adalah tehnik persiapan preparat dengan mengeluarkan darah dari


tubuh sebanyak-banyaknya, kemudian digantikan dengan cairan latex
GRAFTING
• Metode pencakokan yaitu engan memindahkan suatu jaringan dari satu
bagian tubuh hewan ke bagian tubuh hewan yang lain (Transplantasi)
• Organ yang ditransplantasikan disebut Graft.
• Ada 5 macam Graft:
• - Allograft. Terjadi pada 2 orang yang sama spesisnya
• - Isograft. Terjadi pada kembar identik
• - Autograft. Terjadi dengan bahan tubuh sendiri. Contohnya operasi plastik.
• - Xenograft. Transplantasi organ yang berasal dari orang lain ataupun binatang
spesies lain.
• - Syhthetic graft. Transplantasi bahan buatan untuk menggantikan atau menambah
fungsi aslinya.
ANTIBODI

Poliklonal Monoklonal
Antibodi yang diperoleh dari hewan Sel B disfusikan dengan sel myeloma
yang kebal terhadap antigen tertentu ditumbuhkan dalam kultur sel dan
antibodi diambil dari mediumnya

Mengenali banyak epitop Mengenali satu jenis epitop


ANTIBODI MONOKLONAL
• Antibodi monoklonal adalah antibodi yang homogen atau mempunyai
sifat yang spesifik karena dapat mengikat 1 epitop antigen dan dapat
dibuat dalam jumlah tidak terbatas.
• Antibodi monoklonal dibuat dengan cara penggabungan atau fusi dua
jenis sel yaitu sel limposit B yang memproduksi antibodi dengan sel
kanker (sel mieloma) yang dapat hidup dan membelah terus
menerus.
• Hasil fusi antara sel B dengan sel Kanker secara in vitro disebut
dengan Hibridoma.
MONOCLONAL ANTIBODI
• Teknologi menggunakan sel-sel sistem imunitas yang membuat
protein yang disebut antibodi.
• Sistem kekebalan kita tersusun dari sejumlah tipe sel yang bekerja
sama untuk melokalisir dan menghancurkan substansi yang dapat
memasuki tubuh kita.
• Tipe-tipe sel mempunyai tugas khusus. Beberapa dari sel tersebut
dapat membedakan dari sel tubuh sendiri (self) dan sel-sel asing (non
self).
• Salah satu dari sel tersebut adalah sel limfosit B yang mampu
menanggapi masuknya substansi asing dengan spesivitas yang luar
biasa.
 Dengan mengetahui cara kerja antibodi, kita dapat memanfaatkannya untuk keperluan deteksi,
kuantitasi dan lokalisasi.

 Pengukuran dengan pendeteksian dengan menggunakan Teknologi antibodi monoklonal relatif


cepat, lebih akurat, dan lebih peka karena spesifitasnya tinggi.

 Teknologi antibodi monoklonal saat ini digunakan untuk deteksi kehamilan, alat diagnosis
berbgai penyakit infeksi dan deteksi sel-sel kanker.

 Karena spesifitasnya yang tinggi maka Teknologi antibodi monoklonal dapat digunakan untuk
membunuh sel kanker tanpa mempengaruhi sel-sel yang sehat.

 Selain kegunaannya untuk mendiagnosis penyakit pada manusia, Teknologi antibodi


monoklonal juga banyak dipakai untuk mendeteksi penyakit-penyakit pada tanaman dan
hewan, kontaminasi pangan dan polutan lingkungan.
Aplikasi terapi dari Antibodi Monoklonal
1. Induksi imunisasi pasif
2. Diagnostik imaging. Antibodi monoklonal dapat digunakan untuk melihat
protein tertentu dalam tubuh.
3. Diagnosis molekuler. Antibodi monoklonal dapat diaplikasikan untuk
identifikasi penyakit yang lebih dikenal dengan imunologikal diagnostik. Di
mana deteksi imunologik merupakan deteksi imunologik merupakan sistem
deteksi yang spesifik dan sederhana, misal : membedakan DHF dan tifus.
4. Monitoring terapi obat (untuk live – saving drug)
5. Sistem penghantaran obat (Drug delivery system/DDS)
6. Isolasi dan atau purifikasi obat baru
7. Terapi kanker
Antibodi poliklonal
• Antibodi poliklonal
adalah campuran
antibodi heterogen yang
berikatan terhadap
berbagai epitop dari
antigen sama. Antibodi
ini dihasilkan oleh klon
sel B yang berbeda.
Antibodi poliklonal
Aplikasi antibodi Poliklonal
• Pada pengobatan Ebola.
Dalam penyakit seperti ebola ini efektif karena virus mengalikan dan
bertindak sangat cepat dalam tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh
tidak punya waktu untuk meningkatkan pertahanan sendiri. Ketika
seseorang terinfeksi virus ebola, dia meninggal jauh sebelum sistem
kekebalan tubuh dapat memerangi virus, oleh karena itu pengobatan
hanya efektif diberikan oleh antiserum dari seseorang yang
mengalami infeksi sebelumnya.
Perbedaan antibodi poliklonal & monoklonal
Antibodi Poliklonal Antibodi Monoklonal
Tidak mahal dalam pembuatannya Mahal dalam pembuatannya
Tidak butuh teknologi yang terlalu Membutuhkan teknologi yang sangat
canggih canggih
Waktu produksi relatif singkat Waktu produksi lama karena harus
membentuk hibridoma
Menghasilkan antibodi nonspesifik dalam Menghasilkan antibodi spesifik dalam
jumlah banyak jumlah banyak
Mengenal beberapa epitop pada antigen Hanya mengenal satu epitop pada antigen
Kumpulan yang terbentuk bervariasi Setelah hibridoma dibuat konstan dan
sumber yang terbarukan dan semua
kumpulan akan sam
SELESAI