Anda di halaman 1dari 21

SISTEM INFORMASI PERTANAHAN

ANALISIS KEBUTUHAN
PENGGUNA
SISTEM INFORMASI
I. IDENTIFIKASI KEBU
Permasalahan Utama
Tidak adanya data spasial yang
terintegrasi antara Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Kementerian Agraria dan Tata
Ruang/Badan Pertanahan Nasional,
Pemerintah Provisi/Daerah dan
Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral berkaitan dengan Izin Usaha
Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam
Hutan Alam (IUPHHK-HA) dan izin
lokasi yang lain juga hak atas tanah.
Tujuan Pembangunan
Sistem Informasi

Diharapkan tidak terjadi lagi


overlap IUPHHK-HA dengan
izin lokasi untuk
pertambangan maupun
perkebunan atau usaha lain
dan juga dengan Hak Guna
Usaha dan hak lain yang
dimiliki oleh masyarakat.
Pengguna Utama
Sistem Informasi

Pegawai
Kementerian
Lingkungan Hidup
dan Kehutanan.
Stake Holder yang Terlibat
1. Kementerian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan

2. Kementerian Agraria dan Tata


Ruang/BPN

3. Pemerintah Daerah

4. Kementerian Energi dan


Sumber daya Mineral
Manfaat Sistem Informasi

Bisa memberi
informasi
tentang
wilayah mana
yang kiranya Bisa mendeteksi
bisa diberikan jika terjadi
IUPHHK-HA. overlap antara
IUPHHK-HA
dengan perizinan
yang lain dan
juga penerbitan
hak atas tanah
(HGU).
Penerima Manfaat
• Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
1.

• Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN


2.

• Pemerintah Daerah
3.

• Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral


4.

• Masyarakat Hukum Adat (MHA)


5.
Isu Utama
Berkaitan dengan
pemanfaatan lahan,
pemanfaatan hasil hutan
dan juga pemanfaatan
Sumber Daya Agraria
tentu harus memandang
dari segi membawa
dampak kepada
kesejahteraan
masyarakat.
Contoh Kasus
Kasus di Kabupaten Kutai
Kartanegara dimana terdapat
overlaping (tumpang tindih) atas
permohonan izin lokasi, karena
pada lokasi tersebut sudah
pernah diterbitkan pertimbangan
teknis pertanahan oleh Kantor
Pertanahan Kabupaten Kutai
Kartanegara atas nama PT.
Gunung Surya dan PT. Mangulai
Prima Energi untuk kebun kelapa
sawit. Selain itu, sebagian dari
lokasi yang diajukan tersebut
telah dibebani Izin Usaha
Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu
dalam Hutan Alam (IUPHHK-HA)
PT Kartika Kapuas Sari.
II . IDENTIFIKASI FUNGSI
APLIKASI
1. Identifikasi
Kemampuan Utama
Sistem Informasi yang
Dibutuhkan

Basis data (One


Map Policy) antara
berbagai stake
holder terkait.
2. Identifikasi yang Bisa Dilakukan
oleh Sistem Informasi

Penyebaran lokasi yang sudah diterbitkan izin lokasi


pemanfaatan hasil hutan, perkebunan, dan pertambangan

Penyebaran lokasi yang sudah diterbitkan hak atas tanah.

Penyebaran lokasi yang sudah ditetapkan sebagai hutan adat.

Mengetahui lokasi mana yang belum ada izin pemanfaatan,


izin lokasi, hak atas tanah dan hutan adat.
3. Identifikasi Instansi
yang Terlibat Dalam
Fungsi Tersebut
Kementerian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan

Kementerian Agraria dan


Tata Ruang/BPN

Pemerintah Daerah

Kementerian Energi dan


Sumber Daya Mineral
4. Identifikasi
Ketersediaan Data

Peta Peta Peta


Kawasan Pemberian
Izin Hutan
Hutan Pemanfaatan Adat
Hasil Hutan
5. Identifikasi Data yang
Dibutuhkan

Peta GeoKKP yang Memuat Persil


Hak atas Tanah

Peta Izin Lokasi Perkebunan

Peta Izin Lokasi Pertambangan


6. Identifikasi Siapa
yang Bertanggung
Jawab

Ditjen Pengelolaan Hutan


Produksi Lestari
III. KEBIJAKAN DAN
PENGATURAN
1. Sudah Adakah
Kebijakan/Pengatur
an Mengenai Isu
Utama yang Akan
Diselesaikan ?

Sampai saat ini


terkait perizinan
BELUM ADA antar instansi masih
menggunakan
peta sendiri-sendiri
yang mana sangat
riskan ada overlap
wilayah perizinan.
2. Perlukah Menyusun
Kebijakan Baru Terkait Sistem
Informasi dan Isu yang Akan
Diselesaikan? Tentu saja.

Mendeteksi dan
Mencegah Menghitung
Adanya Overlap Berapa Luas
Wilayah Wilayah yang
Masih Tersedia

Sistem
Peta
Tunggal
(One Map
Policy)
TERIMA KASIH