Anda di halaman 1dari 11

Komunikasi Pada Usia Pra Sekolah (2-6 tahun)

Masa prasekolah atau masa anak-anak awal adalah periode pada saat
anak berusia 2-6 tahun. Pada masa ini, anak mulai mandiri,dan
mengembangkan keterampilan dirinya untuk berinteraksi dengan
orang lain.
Pada usia ini cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberi tahu
apa yang terjadi pada dirinya, memberi kesempatan pada mereka
untuk menyentuh alat pemeriksaan yang akan digunakan,
menggunakan nada suara , bicara lambat jika tidak dijawab harus
diulang lebih jelas dengan pengarahan sederhana, hindarkan sikap
mendesak untuk dijawab seperti kata-kata “jawab dong” mengalihkan
aktivitas saat komunikasi, memberikan mainan saat komunikasi
dengan maksud anak mudah diajak komunikasi dimana kita
berkomunikasi dengan anak sebaiknya mengatur jarak, adanya
kesadaran diri dimana kita harus menghindari konfrontasi langsung,
duduk yang terlalu dekat dan berhadapan.
 Anda dapat membicarkan aktifitas bermainya,
kemampuan makan mereka dan sebagainya.pada
masa ini anak ingin di tanyai tentang hal-hal yang
telah mereka lakukan. Salah satu karir komunikasi
pada anak ini adalah bahwa sebagian anak mengalami
“stranger anxiety” yaitu bahwa anak menjadi cemas
dan takut bila berhadapan dengan orang yang tidak
dikenalnya. Pada situasi ini anak akan sangat sensitip
terhadap berbagai bentuk perilaku orang yang tidak
dikenalnya baik secara perbal maupun non perbal.
 Adakalanya, perilaku dan gerak gerik yang dilakukan
orang lain sangat diperhatikannya untuk mengambil
kesimpulan, apakah orang tersebut mengancam
integritas dirinya atau tidak. selain itu, anak juga
mengalami peningkatan kecemasan bila ia mendengar
informasi yang membingungkan atau tidak
diketahuinya.
 Dalam pengembangan komunikasi pada anak, perlu diperhtikan tidak hanaya
diperhatikan pesan yang diucapkan saja, tetapi juga memperhatikan situasi
nonverbal yang disampaikan.
 Tugas perkembangan anak pada masa prasekolah:
 · Belajar membedakan jenis kelamin
 · Membentuk konsep diri dari kenyataan sosial dan fisik yang sederhana
 · Belajar menghubungkan dirinya dengan orang lain: teman bermain,
orang tua, saudara
 · Belajar mengembangkan kata hati, membedakan antara benar dan salah
 · Belajar keterampilan fisik dalam bentuk permainan
 · Belajar bergaul dengan teman-temannya
 · Mengembangkan konsep yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

 Tujuan komunikasi pada masa prasekolah
 · Melatih keterampilan penggunaan pancaindra
 · Meningkatkan keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotor
 · Sebagai bentuk pembelajaran dan permainan dalam melakukan hubungan
dengan orang lain
 · Mengembangkan konsep diri
 Beberapa cara yang dapat digunakan dalam berkomunikasi dengan anak,
antara lain :
 1. Melalui orang lain atau pihak ketiga
 Cara berkomunikasi ini pertama dilakukan oleh anak dalam menum-buhkan
kepercayaan diri anak, dengan menghindari secara langsung berkomunikasi
dengan melibatkan orang tua secara langsung yang sedang berada di samping
anak.
 2. Bercerita
 Melalui cara ini pesan yang akan disampaikan kepada anak dapat mudah
diterima, mengingat anak sangat suka sekali dengan cerita, tetapi cerita yang
disampaikan hendaknya sesuai dengan pesan yang akan disampaikan, yang
dapat diekspresikan melalui tulisan maupun gambar.
 3. Memfasilitasi
 Memfasilitasi anak adalah bagian cara berkomunikasi, melalui ini ekspresi
anak atau respon anak terhadap pesan dapat diterima.
 4. Biblioterapi
 Melalui pemberian buku atau majalah dapat digunakan untuk
mengekspresikan perasaan, dengan menceritakan isi buku atau majalah yang
sesuai dengan pesan yang akan disampaikan kepada anak.
 5. Meminta untuk menyebutkan keinginan
 D. Komunikasi Pada Usia Remaja
 Pada usia ini pola pikir sudah mulai menunjukkan ke arah
yang lebih positif, terjadi konseptualisasi mengingat masa
ini adalah masa peralihan anak menjadi dewasa.
Komunikasi yang dapat dilakukan pada usia ini adalah
berdiskusi atau curah pendapat pada teman sebaya ,
hindari beberapa pertanyaan yang dapat menimbulkan
rasa malu dan jaga kerahasiaan dalam komunikasi
mengingat awal terwujudnya kepercayaan anak dan
merupakan masa transisi dalam bersikap dewasa.
 Batas usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli
adalah antara 12 hingga 21 tahun. Rentang waktu usia
remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12-15 tahun =
masa remaja awal, 15-18 tahun = masa remaja pertengahan,
dan 18-21 tahun = masa remaja akhir.
 Tugas perkembangan pada masa remaja menurut
Garison:
 · Menerima keadaan diri sendiri.
 · Mendapatkan hubungan baru yang lebih
matang dengan teman sebaya dari kedua jenis kelamin
 · Menerima keberadaan sebagai pria atau wanita
dan belajar hidup sesuai dengan keadaan ibu
 · Mendapatkan kebebasan emosional dari orang
tua dan orang-orang dewasa lain
 · Mendapatkan kemampuan untuk bertanggung
jawab dalam masalah ekonomi dan keuangan
 · Mendapatkan nilai hidup dan falsafah hidup.
 F. Komunikasi Pada Lansia
 Komunikasi pada lansia berbeda dengan komunikasi
dengan individu lain karena lansia itu pada dasarnya unik .
 Kemampuan komunikasi pada lansia (lanjut usia) dapat
mengalami penurunan akibat penurunan fungsi berbagai
sistem organ, seperti penglihatan, pendengaran, wicara,
dan persepsi. Semua ini menyebabkan penurunan
kemampuan lansia menangkap pesan atau infomasi dan
melakukan transfer informasi. Penurunan kemampuan
melakukan komunikasi berlangsung bertahap dan
bergantung pada seberapa jauh gangguan indra dan
gangguan otak yang dialami lansia.
 Gangguan ingatan (demensia) berdampak pada
penerimaan dan pengiriman pesan. Dampak pada
penerimaan pesan,antara lain : lanjut usia mudah lupa
terhadap pesan yang baru saja diterimanya,kurang mampu
membuat kordinasi dan mengaitkan pesan dengan konteks
yang menyertai,dan bahkan salah menangkap pesan
 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi
dengan lansia antara lain:
 a. Perubahan fisisk lansia seperti pendengaran.
 Gangguan pendengaran menyebabkan lansia hanya
dapat mendengar suara yang relatif keras dan pada
tempo suara yang lebih lambat.
 b. Normal Agging Process
 c. Perubahan sosial
 d. Pengalaman hidup dan latar belakang
budaya.
 Tips Berkomunikasi Dengan Lansia adalah :
 1. Menyedikan waktu ekstra
 2. Mengurangi kebisingan
 3. Duduk berhadapan
 4. Menjaga kontak mata
 5. Mendengar aktif
 6. Berbicara pelan, jelas, dan keras
 7. Gunakan kata- kata atau kalimat yang sederhana dan
pendek
 8. Menetapkan satu topic dalam satu waktu
 9. Awali percakapan dengan topic sederhana
 10. Bicarakan tentang topic yang familiar dan menarik
bagi lansia
 11. Beri kesempatan pada lansia untuk menegenang masa
lalu
 12. Menyampaikan instruksi secara tertulis dan sederhana.
TERIMA KASIH