Anda di halaman 1dari 17

PENGEMBANGAN ASESMEN

ALTERNATIF
Traditional
assesment

Alternative Performance
assesment assesment

ISTILAH
ASESMEN

Achievement Authentic
assessment assesment

Portfolio
assessment
• TA refers to paper and pencil testing.
Traditional
Assesment
• Mengukur kognitif dan keterampilan sederhana

• Mendemonstrasikan kinerja nyata dlm penyelesaian tugas


Performance
assesment • Menilai hasil dan proses

• Kemampuan menerapkan pengetahuan dalam dunia nyata


Authentic
assessment
• Didasarkan pada performance assessment

• Upaya, proses, hasil, kemajuan belajar


Portfolio
assessment
• Menunjukkan pencapaian dan perkembangan hasil belajar

• Semua usaha untuk mengukur, mengetahui, dan


Achievement
assessment
mendskripsikan hasil belajar siswa

Alternative
• Asesmen yang tidak hanya tergantung pada tes tertulis
assessment
LANDASAN TEORI

Teori fleksibilitas kognitif (Spiro)


Hakekat belajar adalah kompleks dan
tidak terstruktur, spontanitas
menghasilkan restrukturisasi
pengetahuan, belajar tidak akan pernah
berakhir, diperlukan penyesuaian dg
situasi yang terus berubah.
LANDASAN TEORI

Teori belajar (Bruner)


“Belajar adalah suatu proses
mengkonstruksi gagasan baru atas
dasar konsep, pengetahuan, dan
kemampuan yang telah dimiliki.”
LANDASAN TEORI

Generative learning model (Osborne dan


Wittrock)
Otak bersifat aktif dalam membentuk,
menginterpretasikan, dan menarik
kesimpulan suatu informasi.
Otak menyeleksi dan merekam informasi
dari lingkungannya serta memaknai.
LANDASAN TEORI

Experiential learning theory (C. Rogers)


Membedakan jenis belajar cognitive
learning dan experiential learning.
Melibatkan pribadi siswa, inisiatif siswa,
penilaian diri siswa, dan dampak langsung
yg terjadi pada diri siswa dalam proses
belajar.
Siswa aktif, guru sebagi fasilitator.
LANDASAN TEORI

Multiple intelligent theory (Howard


Garner)
Intelegensia adalah kemampuan seseorang
untuk memecahkan masalah atau
kemampuan menunjukkan suatu produk
yang dihargari oleh satu atau lebih budaya.
Macam intelegensia: Linguistic,
logicalmathematic, visual-spatial, bodily
kinesthetic, musical, intrapersonal,
interpersonal, dan naturalist.
Peningkatan
transferabilitas
hasil belajar

Dapat menilai Menilai hasil


efektivitas belajar yg
pembelajaran kompleks

KEUNGGULAN
ASESMEN
ALTERNATIF

Meningkatkan
motivasi siswa
Selfevaluation krn siswa tahu
kegiatan yg
akan dilakukan

Mendorong
pembelajaran
nyata
Banyak
waktu

Tidak tepat Subyektivitas


unt kelas KELEMAHAN dalm
besar penskoran

Ketetapan
penskoran
rendah
ASESMEN KINERJA
JENIS TAGIHAN

1. Tes pilihan ganda yang diperluas


2. Tes uraian terbuka
3. Tugas individu
4. Tugas kelompok
5. Proyek
6. Interview
7. Pengamatan
LANGKAH-LANGKAH DALAM MENYUSUN TUGAS

1. Mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan


siswa setelah mendapat tugas:
a. Keterampilan atau atribut kognitif apa yang harus
dikuasai siswa?
b. Keterampilan atau atribut afektif apa yang harus
dikuasai siswa?
c. Keterampilan metakognitif apa yang harus
dikembangkan siswa?
d. Tipe masalah apa yang harus dipecahkan siswa?
e. Konsep atau prinsip apa yang harus harus diterapkan
siswa?
2. Merancang tugas yang dapat mendorong siswa
untuk berfikir dan terampil.
a. Apakah kinerja yang diberikan ke siswa sudah sesuai dengan kinerja
yang diukur
b. Apakah tugas sudah meminta siswa berpikir kritis dan menggunakan
keterampilannya
c. Apakah tugas layak diberikan dalam pembelajaran tersebut?
d. Apakah tugas sesuai dengan realitas kehidupan siswa?
e. Apakah asesmen dapat digunakan untuk mengukur beberapa
kinerja?
f. Apakah tugas adil?
g. Apakah tugas bebas dari bias?
h. Apakah tugas dapat dipertanggungjawabkan?
i. Apakah tugas dapat diselesaikan siswa?
j. Apakah tugas didefinisikan dengan jelas?
3. MENETAPKAN KRITERIA KEBERHASILAN
KRITERIA PENILAIAN
(RUBRIK)

Rubrik adalah pedoman pemberian skor


(Guidence score) yang digunakan untuk
menilai mutu kinerja siswa
Langkah mengembangkan rubrik
(Donna szpyrka & Ellyn B Smith)

1. Menentukan konsep, keterampilan, dan kinerja yang akan dinilai.


2. Merumuskan atau mendefinisikan serta menentukan urutan konsep
dan/atau keterampilan yang akan dinilai dalam rumusan yang
menggambarkan kinerja siswa.
3. Menentukan tugas yang akan dinilai.
4. Menentukan skala.
5. Mendeskripsikan kinerja mulai dari yang diharapkan sampai dengan
yang tidak diharapkan.
6. Melakukan uji coba.
7. Melakukan revisi berdasar hasil uji coba.
Berdasarkan kegunaan, Rubrik
dibagi menjadi 2 (dua)
• Deskripsi kinerja umum
• Aspek yg dinilai:kualitas pengerjaan tugas, kreativitas,
produk tugas.
Holistic • Aspek lain: kemampuan menggunakan prosedur kerja,
menunjukkan fungsi dari setiap langkah, memodifikasi
Rubric prosedur.
• Komponen dalam rubrik: dimensi kinerja, skor, deskripsi

• Dimensi atau aspek kinerjanya dibuat lebih rinci.


Analytic • Komponen dalam rubrik: aspek kinerja, indicator, skor,
deskripsi.
Rubric