Anda di halaman 1dari 21

Pendahuluan

• Obsesif – kompulsif (OCD) sering terjadi sebelum manifestasi


anoreksia nervosa (AN)

• Banyak pasien gangguan manifestasi signifikan AN karena


gejala utama OCD, yang sama keparahan yang ditemukan
pada gejala primer OCD

• Electroconvulsive therapy (ECT)  tidak efektif dalam OCD 


60% OCD respon positif (sebagian besar OCD parah)
Laporan Kasus
• Pria, 24 tahun
• Riwayat AN
• BB : 58 kg, T : 187 cm, BMI 16,5 kg/m2

Dirawat di unit rawat jalan (5 tahun sebelumnya di


Fasilitas rawat jalan kejiwaan yang berbeda)

Perubahan pola makan


Setelah kematian ayahnya saat ia berusia 16 tahun

Tertekan dan berada di kamarnya sebagian besar waktu


Makan lebih sedikit dengan keluarganya
Sakit perut dan distensi perut setelah makan
BB:102 kg, T:187 cm, BMI:28,57 kg/m2

BB : 58 kg, T : 187 cm, BMI 16,5 kg/m2

Riwayat pengobatan
Klinik kejiwaan  depresi berat
Sertraline (100 mg / hari)

Bulan berikutnya  pencahar (bisacodyl 100-125 mg/hari) dan


diuretik (furosemid 20 mg/hari)
6 bulan kemudian

Didiagnosis AN oleh psikiater


85 kg (BMI: 24.2 kg/m2)
Kebingungan dan halusinasi  IGD

Rawat jalan (setengah patuh)

BMI selama sakit : 16,5 – 18,8 kg/m2

Di unit eating disorder:


Mood : disforik
Afek : restriktif
Keluhan fisik:
• Kelemahan umum
• Rambut menipis
• Rambut rontok
• Jaundice ringan
• Rasa takut naik berat badan dan citra tubuh terdistorsi
• Makan sekali sehari sendirian (5 tahun terakhir)
• Memaksa ibunya menyuntikkan furosemide

terapi
Clomipramine dititrasi 75mg/hari
Olanzapine dititrasi 10mg/hari

Protokol rawat jalan spesialis ED : psikiater, ahli gizi, spesialis


penyakit dalam
• Makanan 60000KJ/hari

Naik BB 4 kg
Makan dua kali sehari
Pencahar dan diuretik berhenti
Tingkat kecemasan makan menurun
Gejala OCD
• Memakan merk yogurt yang sama
• Makan satu kali sehari
• Makan pada waktu yang sama setiap hari

Terapi OCD
Paroxetine dititrasi 60mh/hari
Aripiprazole dititrasi 10mg/hari

Tidak ada perbaikan signifikan (6 minggu)


1 tahun pengobatan  mengembangkan OCD

• Tidak bisa menyentuh apapun tanpa mencuci tangan dan


mandi berlebihan
• Benci disentuh orang lain
• Tidak bisa pergi sekolah

Selama interview psikiatri


• Duduk tak nyaman
• Kedua tangan diangkat  takut menyentuh permukaan
apapun
• Sifat-sifat OCD: perfeksionis dan rigiditas
Yale-Brown Obsessive–Compulsive Scale (YBOCS) score : 41

Hamilton Depression (HAM-D) Scale score : 23

Disarankan cognitive behavioral therapy (CBT)  kurang patuh


efek kognitif dari kelaparan kronis, kurang motivasi,
kegelisahan

Rawat inap  ditolak  rawat jalan

Farmakoterapi  kurang efektif  ECT


ECT
Perangkat MECTA spektrum 4000Q
Metode titrasi dosis standar
Penempatan brief pulse bitemporal electroda
Pulse width 100 ms
Frekuensi 60 Hz
Durasi 29 detik
Current 800 mA
Charge 2.500 mC

Anastesi : propofol 2,5 mg/kg, suxamethonium 1 mg/kg


ECT : 2 kali semingu (6 minggu)

Tidak ada efek signifikan

Selama 4 ECT pertama, lanjut degan paroxetine (60 mg/hari),


aripiprazole (10 mg/hari), olanzapine (10 mg/hari).

Meningkat dramatis

Penghentian ECT
YBOCS : 10
HAM-D scale : 12
• Tika ada simtom OCD selama 1 tahun

Kunjungan rawat jalan


• Bekerja di perusahaan swasta 3 bulan
• Bisa makan siang dengan teman walau tidak nyaman
• seringnya sup, kebanyakan yogurt
• Masih ada pembatasan makanan
• Variasi makanan meningkat
• BMI 20,5 kg/m2
• Masih takut BB naik dan berpikir kelebihan BB
• Tidak menggunakan pencahar dan diuretik
Diskusi
• Pengobatan AN dengan komorbid sulit dengan
farmakoterapi saja

• ECT jarang dipertimbangkan, namun efektif dengan penyerta


yang berat (depresi yang signifikan, bunuh diri, katatonia,
OCD)

• Pasien dengan paroxetine dan aripiprazole  perbaikan tidak


signifikan  ECT  remisi lengkap

• Pola makan restriktif dan kebiasaan ritual makan masih ada


pada pasien
• OCD  respon terapi lama  disfungsi dan penderitaan
pasien lama  pertimbangkan ECT (OCD parah)

• Pasien ini tidak memenuhi terapi farmakologi 12 minggu dari


obat selective serotonin reuptake inhibitors (clomipramine)
selama CBT untuk didiagnosa resisten terapi.

• Farmakoterapi dan lini pertama obat OCD jarang


memperbaiki gejala pasien dengan OCD berat
Studi (Liu et al, Tomruk)

• ECT efektif pada OCD berat.

• Disarankan mempertimbangkan ECT pada pasien OCD berat


atau terapi refraksi OCD dengan depresi mayor atau gejala
depresif marked sambil memperhitungkan efek antidepresan
ECT

• Pasien depresif moderat, kebanyakan gejala OCD selama


fase awal ECT

• Terkadang ECT bisa mempunyai efek langsung pada gejala


OCD, yang independen pada gejala depresi
Studi (maletzky, McFarland, & Burt)

• 19 dari 32 pasien resisten terapi OCD tidak ada komorbid


depresi setelah di terapi ECT

• Setelah ECT  banyak perbaikan OCD terlepas dari komorbid


depresi

• Onset sering bertahap pada OCD, beberapa pasien onset


akut
Studi (Nobler et al)
Mekanisme yang mendasari tindakan ECT berhubungan dengan
penekanan aktifitas fungsi otak, khususnya di cortex prefrontal

• Gejala OCD  disfungsi sirkuit frontal subcortical otak

• ECT  mengurangi gejala OCD dan depresif

Keterbatasan ECT
• Efek samping kognitif  gangguan memori
• Anterograde dan retrograde amnesia
Studi (Semkovska & McLoughlin)
• Anterograde amnesia tidak bertahan lebih dari beberapa
bulan setelah ECT

• beberapa pasien mengeluh gangguan memori berbulan


sampai bertahun.

• ECT ditoleransi dengan baik oleh pasien ini karena terapi dua
kali seminggu dengan bilateral ECT untuk meningkatkan
efektifitas pengobatan
Studi meta analisis (Kolshus, Jelovac,& McLoughlin,)
• Dosis tinggi unilateral ECT sama efektif pada pasien depresi
mayor dan efek samping kognitif rendah

Tomruk
• Tidak diketahui jika dosis tinggi sama efektifitasnya dengan
dosis moderat bitemporal ECT pada pasien OCD parah
• Peningkatan ansietas dan agitasi karna ECT telah
dilaporkan,tapi efek samping dapat dikelola dengan mudah
• Sekian