Anda di halaman 1dari 6

Penyimpanan dengan Teknik Kering Beku

• Teknik kering beku atau teknik liofilisasi merupakan teknik penyimpanan yang
banyak digunakan untuk penyimpanan jangka panjang mikroba. Teknik ini cocok
untuk menyimpan berbagai jenis mikroorganisme termasuk virus, bakteri, khamir,
jamur berspora dan jamur yang tidak berspora, bahkan algae dan protozoa.
• Proses kering beku merupakan kombinasi dua teknik penyimpanan jangka panjang
yang paling baik, yaitu pembekuan dan pengeringan. Garis besar tahapan proses ini
meliputi pembuangan uap air dengan cara sublimasi vakum dari status beku.
Sebelum proses pengeringan, teknik ini menggunakan salah satu dari dua cara
pembekuan suspensi sel.
1. Tahap pembekuan (preFreezing), suspensi sel mikroba dibekukan dengan
menambahkan campuran pendingin seperti es Kering (dry ice) dalam etanol. Alternatif
lain adalah pembekuan dengan cara pembekuan sentrifugal, di mana suspensi sel
dibekukan dengan cara pendinginan dan penguapan pada kondisi vakum, sementara
ampulnya diputar dengan kecepatan rendah untuk menghindari timbulnya buih.
2. suspensi beku mikroba di dalam ampul dikeringkan dalam kondisi vakum
3. ampul kering beku dapat disimpan pada suhu ruang di tempat gelap. Kemampuan
bertahan hidup jangka panjang mikroba dapat ditingkatkan dengan penyimpanan di
kulkas.
4. Hal yang perlu diperhatikan adalah cairan pengawet (preservatif) yang akan digunakan
untuk pembuatan suspensi sel untuk mencegah kerusakan sel hidup pada tahap
pembekuan dan pengeringan.
*Fungsi preservatif adalah menstabilkan protein, mencegah kerusakan akibat pembekuan,
dan melindungi dari kekeringan yang berlebihan. Pemilihan preservatif tergantung pada
mikroba yang akan disimpan.
Penyimpanan secara Kriogenik
• Virus, bakteriofah, khamir, jamur, beberapa jenis algae, dan protozoa dapat disimpan lama dalam
kondisi beku dengan cara mereduksi sebagian besar aktivitas atau kecepatan metabolismenya.
Mikroba tersebut telah disimpan dalam freezer yang bersuhu -20oC dan -70oC.
• Pembekuan pada proses kriopreservasi sebaiknya dilakukan secara pelan-pelan dan diatur hingga
mencapai suhu -0oC atau -40oC, selanjutnya didinginkan dengan cepat hingga mencapai suhu akhir
pendinginan (-196oC).
• Tahapan teknik kriopreservasi adalah sebagai berikut:
1. Penyediaan Ampul -> Ampul (ukuran 1 ml) yang akan digunakan untuk menyimpan mikroba
diberi label di dalamnya dengan potongan kertas filter dan dibagian luarnya juga diberi label
dengan menggunakan spidol permanen. Ampul ditutup kertas aluminium dan disterilkan dengan
oven kering suhu 160oC.
2. Penumbuhan Biakan
3. Suspensi Sel dalam Medium Preservasi
4. Penutupan Ampul
5. Penyimpanan Ampul
6. Penumbuhan Kembali Mikroba
Perbaikan Strain Untuk Industri
• Sumber asal mikroorganisme industri adalah lingkungan alaminya,
tetapi isolat asal tersebut akan dimodifikasi secara besar besaran di
laboratorium. Sebagai akibat modifikasi tersebut, dapat diharapkan
penambahan perbaikan dalam menghasilkan suatu produk.
• Peningkatan perbaikan yang paling dramatik, contohnya terjadi pada
penisilin, antibiotik yang dihasilkan oleh fungi Penicillium
chrysogenum, sebagai hasil perbaikan strain dengan merubah kondisi
pertumbuhan dan medium, hasilnya meningkat menjadi 50.000
mg/ml.Yang menarik ialah, peningkatan hasil sampai 50.000 kali-lipat
diperoleh melalui mutasi dan seleksi.
• Mutasi genetik adalah perubahan dalam kromosom yang diturunkan
ke generasi penerusnya. Dalam proses mutasi terjadi perubahan
rangkaian nukleotida DNA
• Mutasi Frame-Shift, terdiri dari : (a) penyisipan (insersi), yaitu
penyisipan sepasang nukleotida dari rantai molekul DNA. Komponen
mutagenik yaitu komponen yang dapat meningkatkan laju mutasi,
diantaranya adalah senywa kimia, sinar X, dan sinar ultra violet. Laju
mutasi yang terjadi yaitu satu untuk setiap 103-105 duplikasi gen
pada mutan penghasil metabolit sekunder, dan 10-100 pada mutan
auksotrop. Mutasi yang disebabkan oleh komponen mutagen disebut
mutasi terinduksi.
• Seleksi mutan merupakan prosedur untuk mendeteksi dan mengisolasi sel
mikroba yang diinginkan dari sekian banyak populasi mikroba alami, atau
yang telah mendapat perlakuan dengan komponen mutagen.
• Seleksi mutan dapat dilakukan dengan beberapa cara :
a. Isolasi secara selektif, seleksi pada kondisi pertumbuhan mikroa dan
komposisi medium yang dapat merangsang pertumbuhan mutan yang ingin
diseleksi.
b. Isolasi mutan auksotrop, mutan auksotrop adalh mutan yang sama
sekali tidak dapat menghasilkan metabolit, atau menghasilkan dalam jumlah
yang sangat sedikit karena dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroba dan
untuk mensintesis produk tertentu.
c. Isolasi berdasarkan penampakan koloni, mutan dapat diisolasi dari media
yang diberi reagen tertentu.
• Setelah dilakukan mutasi dan seleksi dilakukan pengembangan galur
bertujuan untuk mendapatkan mikroba hasil mutasi (mutan) yang bersifat
lebih unggul