Anda di halaman 1dari 62

SYSTEM

MUSCULOSKELETAL
dr. Jumiati

Free Powerpoint Templates


Page 1
Sistem Rangka :
• Rangka manusia dewasa → 206 tulang → kerangka
• Fungsi sistem rangka :
• Menopang dan memberikan bentuk pada tubuh
• Pergerakan
• Perlindungan → organ-organ lunak pada tubuh
• Pembentukan sel darah merah ( hematopoesis) →sternum,
tulang iga,corpus vertebrae, cranium
• Tempat penyimpanan mineral → mengandung 99% kalsium
tubuh
• Jenis-jenis sel pada tulang : osteoblast, osteosit, osteoklas
• Matriks tulang : serat kolagen dan garam-garam anorganik tulang
seperti fosofor dan kalsium

Free Powerpoint Templates


Page 2
Jenis-jenis jaringan tulang

1. Tulang kompak
2. Tulang cancellus
3. Lakuna
4. Periosteum dan
endosteum

Free Powerpoint Templates


Page 3
Tulang Panjang
Ciri-ciri tulang panjang
1.Diafisis ( batang )
2.Epifisis
Contoh tulang panjang : femur

Free Powerpoint Templates


Page 4
Diafisis
• Tulang kompak ,silinder tebal
yang membungkus medulla dan
rongga sumsum
• R. sumsum : sumsumg tulang
kuning (adiposa), sumsum
merah → usia
• Endosteum melapisi r. sumsum
• Periosteum melapisi diafisis
• Fungsi periosteum :
– Pertumbuhan tulang
– Nutrisi
– Regenerasi → pasca fraktur
Free Powerpoint Templates
– Sarana perlekatan Page 5
Epifisis
• Ujung tulang yang
membesar → rongga sumsum
mudah bersambungan
• Tersusun dari tulang cancellus
internal, diselubungi tulang
kompak dan dibungkus
cartilago artikular
• Kartilago artikular → ujung-
ujung tulang yang
berartikulasi, dilumasi cairan
sinovial → pergerakan sendi
Free Powerpoint Templates
Page 6
Perkembangan Tulang
( Osteogenesis)

• Proses pembentukan tulang dalam tubuh


• Ada 2 jenis pembentukan tulang :
1. Osifikasi intramembranosa
2. Osifikasi endokondral

Free Powerpoint Templates


Page 7
Osifikasi intramembranosa
• Langsung dalam jar mesenkim janin
• Banyak terjadi pada tulang pipih tengkorak →
“tulang membran”
• Proses :
1. Kelompok sel mesenkim berdiferensiasi→ osteoblast dan
membentu pusat osifikasi
2. Osteoblas mensekresi osteoid (matriks organik yang belum
terkalsifikasi)
3. Osteoblast yang sudah terkalsifikasi → osteosit, yang
kemudian terisolasi dalam lakuna → tidak mensekresi zat
intraseluler
4. Pulau-pulau pertumbuhan tulang (spikula), menyatu dan
membentuk jaringan tulang cancellus
Free Powerpoint atau trabekula
Templates
Page 8
5. Hasil osifikasi secara dini :
tulang-tulang primitif, yang
dikelilingi mesenkim
terkondensasi → periosteum
6. Pada area tulang berongga →
tulang kompak, trabekula
menjadi tebal → menghentikan
intervensi jar ikat
7. Pada area tulang → tulang
cancellus → ruang jaringan ikat
diganti dengan sumsum tulang

Free Powerpoint Templates


Page 9
Osifikasi Endokondral
• Pembentukan sebagian besar tulang
rangka
• Proses :
1. Terbentuk rangka embrionik → kartilago hialin
yang terbungkus perikondrium
2. Terbentuk pusat osifikasi primer pada diafisis
3. Meningkatnya jumlah dan ukuransel-sel kartilago
(kondrosit) pada pusat osifikasi
4. Kalsifikasi matriks kartilago di sekitarnya →
pengendapan kalsium
5. Perubahan perikondrium menjadi
Free Powerpoint Templates
periosteum
Page 10
6. Kondrosit akan berdegenerasi dan kehilangan
kemampuan untuk mempertahankan matriks
kartilago
7. Kalsifikasi kuncup periosteal
8. Jika kuncup mencapa pusat →osteoblast
meletakkan zat-zat tulang pada spikula kartilago
terkalsifikasi. Pertumbuhan tulang menyebar kedua
arah menuju epifisis
9. Setelah lahir, pusat osifikasi sekundertumbuh
dalam kartilago epifisis pada kedua ujung tulang

Free Powerpoint Templates


Page 11
Free Powerpoint Templates
Page 12
• Pada osifikasi endokonral
ada 2 area kartilago yang
tidak diganti tulang keras :
1. Ujung tulang tetap kartilago
artikular
2. Lempeng epifisi
• Saat pertumbuhan penuh
telah tercapai →seluruh
kartilago dan lempeng epifisis
diganti tulang →pertumbuhan
tulang terhenti

Free Powerpoint Templates


Page 13
Reorganisasi Tulang
• Bentuk eksternal tulang selama masa
pertumbuhan dipertahankan → reorganisasi
yang konstan, proses pengerasan tulang oleh
osteoblas dan proses resorpsi oleh osteoklast
dipermukaan tulang
• Keseimbangan kerja osteoblas dan osteoklast
dipengaruhi oleh :
1. Hormon : hormon pertumbuhan, hormon tyroid,
kalsitonin, paratiroid, hormon kelamin (androgen
dan estrogen)
2. Nutrisi : kalsium, fosfor , vitamin A dan D
Free Powerpoint Templates
Page 14
Perbaikan Fraktur
• Sel dan matriks tulang tidak dapat memperbaiki diri
sendiri , →jaringan yang berhubungan
• Proses :
1. Pembentukan hematoma, pembuluh darah pada area
yg cedera → hemoragi dan pembekuan
2. Regenerasi pembuluh darah, osteoblast dan osteoclast
dari periosteum dan endosteum :
– Makrofag → bekuan dan fragmen jaringan mati (debris)
– Osteoblast → matriks tulang yang rusak
3. Pembentukan kalus eksternal dan internal kartilago
hialin

Free Powerpoint Templates


Page 15
4. Osifikasi endokondral dan osifikasi intra
membranosa → fragmen kartilago kecil
dalam kalus internal dan eksternal
5. Reorganisasi kalus → tulang kompak →
tulang sembuh

Free Powerpoint Templates


Page 16
Klasifikasi tulang menurut bentuknya

1. Tulang panjang
– Bentuk silindris
– Terdiri dari diafisis dan epifisis
– Tungkai
2. Tulang pendek
– Bentuk kuboid
– Tulang pergelangan tangan (karpal ) dan tulang
pergelangan kaki (tarsal)
– Sebagian besar tulang pendek adalah tulang cancellus,
dikelilingi lapisan tipis tulang kompak

Free Powerpoint Templates


Page 17
3. Tulang pipih
– Strukutur seperti lempeng → permukaan luas →
perlekatan otot dan perlindungan
– Tengkorak, iga dan tulang dada
4. Tulang ireguler
– Bentuknya tidak beraturan
– Struktur : tulang cancellus yag ditutupi lapisan tipis
tulang kompak
– Vertebra, osikel telinga
5. Tulang sesamoid
– Tulang kecil, bulat, masuk ke formasi persendian atau
bersambungan dengan kartilago, ligamen
– Tulang patella → tulang sesamoid terbesar

Free Powerpoint Templates


Page 18
Rangka Aksial
• Terdiri dari tulang dan kartilago yang
melindungi dan menyangga organ-organ
kepala, leher dan dada
• Meliputi : tengkorak, os hyoid, os auditori,
columna vertebrae, os sternum

Tengkorak

• Tersusun dari 22 tulang : 8 tulang cranium, 14


tulang fsial
Free Powerpoint Templates
Page 19
CRANIUM
• Membungkus dan melindungi otak
1. Os Frontal
– Membentuk dahi, langit-langit
rongga nasal dan langit-langit orbita
– Arkus supersiliar : dua lengkungan
yang mencuat dan menyatu secara
medial → Glabela
– Foramen supra orbita : saraf dan PD
2. Os Parietal
– Membentuk sisi dan langit-langit
cranium
– Sutura Sagital → menyatukan
parietal dextra et sinistra
Free Powerpoint Templates
Page 20
2. Os Parietal
– Sutura coronal → os parital dan
os frontal
– Sutura lambdoidea →os
parietal dan os occipital
3. Os Occipital
– Membentuk bag dasar dan
belakang cranium
– Foramen magnum → rongga
cranium dan rongga spinal
– Protuberans occipital eksternal
→ proyeksi yang mencuat
diatas foramen magnum

Free Powerpoint Templates


Page 21
4. Os Temporal
– Membentuk dasar sisi cranium
– Terdiri dari empat bagian :
bagian skuamosa, bagian
petrous, bagian mastoid dan
bagian timpani
5. Os ethmoid
6. Os Sfenoid

Free Powerpoint Templates


Page 22
Tulang wajah

• Tidak bersentuhan dengan otak


• Disatukan sutura yang tidak dapat
bergerak kecuali os mandibula
• Tulang pembentuk wajah :
1. Tulang nasal → penyangga hidung,
berartikulasi dengan septum nasal
2. Tulang palatum →posterior langit-
langit mulut, bagian tulang orbital
dan rongga nasal
3. Tulang zigomatik

Free Powerpoint Templates


Page 23
4. Tulang maxilla → rahang atas :
– Sinus maxillar : ruang kosong sampai
ke rongga nasal
5. Tulang lakrimal
– Tulang lakrimal berisi celah untuk
duktus lacrimalis →mengalirkan air
mata
6. Tulang hyoid

Free Powerpoint Templates


Page 24
7. Sinus paranasal
– Merupakan ruang udara dlam
tulang tengkorak yang
berhubungan dengan rongga nasal
– Terdiri dari sinus frontalis,
sfenoidalis, ethmoidalis,
maxillaris)
– Fungsi :
• Memperingan tulang kepala
• Memberikan resonansi pada suara
dan membantu dalam proses
berbicara
• Memproduksi mukus → rongga
nasal, membantu menghangatkan
dan melembabkan udara yang masuk

Free Powerpoint Templates


Page 25
VERTEBRA
• Kolumna vertebra :
– Terdiri dari 7 vertebra serviks, 12
vertebra thoraks, 5 vertebra
lumbal, 5 vertebra sacrum →
menyatu menjadi sacrum, 3-5 OS
coccygeus menyatu → os
coccygeus
– 31 pasang saraf spinal keluar
melalui foramen intervertebralis,
diantara vertebra yang letaknya
bersebelahan

Free Powerpoint Templates


Page 26
• Struktur khas vertebra
– Badan / corpus → menyangga BB
– Lengkung saraf vertebra →
membungkus rongga saraf, menjadi
lintasan medulla spinalis
– Prosesus transversus
• Vertebra servicalis
– Vertebrae servicalis pertama dan
kedua dimodifikasi → menyangga
dan menggerakkan kepala
– Vertebra servicalis I → atlas→ tidak
memiliki corpus
– Vertebra servicalis II → aksis
→prosesus odontoid menonjol ke
atas, bersandar pada tulang atlas
Free Powerpoint Templates
Page 27
– Vertebra servicalis VII →prosesus
spinosus yang panjang → dapat
teraba dan terlihat dipangkal leher →
vertebrae prominens
• Vertebra thoraks
– Memiliki prosesus spinosus yang
panjang, mengarah ke bawah
• Vertebra lumbal
– Vertebra terpanjang dan terkuat
– Prosesus spinosusnya pendek dan
tebal

Free Powerpoint Templates


Page 28
• Sacrum
– Berartikulasi dengan
vertebra lumbalis ke lima
• Koksiks
– Menyatu dan berartikulasi
dengan ujung saccrum→
membentuk sendi dengan
sedikit pergerakan
– Pergerakan → selama
melahirkan untuk
membentuk jalur keluar
kepala janin

Free Powerpoint Templates


Page 29
Lengkung columna vertebralis :
• Lengkung primer
– Konkaf/cembung → pada area thoraks dan pelvis →
pertumbuhan janin
• Lengkung sekunder
– Konveks/cekung → spina serviks setelah kelahiran-bayi
mengangkat kepala dan spina lumbal saat bayi mulai
berdiri-berjalan
• Lengkung abnormal
– Skoliosis : selama masa pertumbuhan yang cepat (remaja)
→ lengkungan lateral spina dengan rotasi pada vertebra
– Kifosis : kongenital, lengkung posterior yang berlebihan
pada thoraks → punggung bungkuk
– Lordosis : lengkung anterior berlebihan pada lumbal
Free Powerpoint Templates
Page 30
Free Powerpoint Templates
Page 31
Gangguan pada vertebra :
• Diskus terherniasi
→ Hernia nucleus pulposus

• Spina bifida
→ defek kongenital,paling sering terjadi area lumbal,
dua lamina pada lengkung vertebra gagal menyatu
digaris tengah

Free Powerpoint Templates


Page 32
TULANG STERNUM DAN IGA
STERNUM
• Terdiri dari manubrium , badan (gladiolus) dan
prosesus sifoid
• Bagian inferior prosesus sifoid adalah jaringan
kartilago

Free Powerpoint Templates


Page 33
Tulang iga ( os Clavicula)
• Ada 12 pasang
• Iga sejati : tujuh pasang iga pertama (1-7) berartikulasi
dengan sternum di sisi anterior
• Iga semu : iga 8-10, berartikulasi secara tidak langsung -
sternum melalui cartilago tulang tersebut dengan iga
diatasnya
• Iga melayang : iga 11-12 tidak memiliki perlekatan di sisi
anteriornya

Free Powerpoint Templates


Page 34
Rangka Apendicular
• Terdiri dari girdel pectoralis (bahu), girdel pelvis, tulang
lengan dan tungkai
• Girdel pectoral : clavicula dan scapula →
melekatkan tulang lengan ke rangka aksial

• a

Free Powerpoint Templates


Page 35
Lengan atas
• Tersusun oleh : humerus (tulang lengan atas), radius
dan ulna ( tulang lengan bawah ) dan karpal (tulang
pergelangan tangan )
• Radius dan ulna dihubungkan oleh jaringan ikaat →
membran interosseus

Free Powerpoint Templates


Page 36
Carpal ( tulang pergelangan tangan)
• Di bentuk oleh delapan tulang karpal irreguler,
tersusun dalam 2 baris
• Barisan tulang proksimal dari ibu jari terdiri dari :
– Navikular
– Lunatum
– Trikuetral
– Pisiform
• Barisan tulang carpal distal :
– Trapezium
– Trapezoid
– Kapitatum
– Hematum
Free Powerpoint Templates
Page 37
Tangan ( metacarpal)
• Tersusun : 5 tulang metacarpal
• Semua tulang sangat serupa kecuali ibu jari
• Setiap jari memiliki tiga tulang ( kecuali ibu jari ),
yaitu : falang proksimal, medial dan falang distal
• Ibu jari hanya memiliki falang proksimal dan medial

Free Powerpoint Templates


Page 38
GIRDEL PELVIS

• Mentransmisikan berat trunkus ke tungkai bawah


dan melindungi organ abdominal dan pelvis
• Terdiri dari 2 os coxae (tulang panggul), bertemu
pada sisi anterior simfisis pubis dan berartikulasi di
sisi posterior dengan os sacrum

Free Powerpoint Templates


Page 39
Tulang Panggul ( Os Coxae)
Bagian-bagian tulang panggul :
• Asetabulum
– Menerima kepala femur di persendian
panggul
• Ilium
– SIAS → tempat perlekatan otot dan lig
– SIPS, SIAI, SIPI
• Tulang iskium (os ischii)
• Tulang pubis (os pubis)
– Foramen obturator : foramen terbesar
dan dilapisi membrana obturator
Free Powerpoint Templates
Page 40
• Perbedan pelvis menurus jenis kelamin:
– 50 % perempuan : pelvis ginekoid → pelvis
sejati perempuan → diameternya lebih
lebar dan lapang
– Laki-laki : pelvis android → pelvis sejati
laki-laki
• Hubungan anatomis pelvis:
– Pelvis semu (besar) : yang menjulang dari
kedua ilia dan konkavitasnya, serta 2 sayap
pada dasar sacrum
– Pelvis sejati (kecil) : terbentuk dari os
sacrum, koksiks, ilium, pubis dan iskium

Free Powerpoint Templates


Page 41
Tungkai Bawah
• Secara anatomis : paha, tungkai dan
pergelangan kaki
Femur (paha)
• Tulang terpanjang, terkuat dan terberat
• Ujung proksimal femur → bulat berartikulasi
dengan asetabulum
• Kepal femur masuk ke asetabulum → sudut
125⁰ dari bag leher → dapat bergerak bebas
• Sudut femoral pada wanita lebih miring (<
125⁰) → pelvis lebih lebar, femur pendek
• Patela

Free Powerpoint Templates


Page 42
Tulang Tungkai
• Terdiri tulang tibia di medial dan
tulang ulna di lateral
• Tibia
– Membagi berat tubuh dari femur → kaki
– Ujung bawah tibia terdapat maleolus
medial : tonjolan yang membentuk
benjolan (mata kaki) → medial
pergelangan kaki
• Fibula
– Tulang paling ramping
– Ujung bawah terdapat maleolus lateral
(mata kaki) → lateral pergelangan kaki

Free Powerpoint Templates


Page 43
Pergelangan kaki dan kaki
• 26 tulang diatur dalam 3
rangkaian
• Tulang tarsal
– Ada tujuh tulang tarsal : talus,
calcaneus, navicular, os cuneiform,
tulang cuboid
• Telapak kaki
– Terbentuk dari lima tulang
metatarsal

Free Powerpoint Templates


Page 44
Persendian
• Adalah suatu artikulasi atau persendian, terjadi saat
permukaan dari dua tulang bertemu, pergerakan sendi
tergantung pada sambungannya
• Klasifikasi persendian berdasarkan struktur dan fungsi
• Klasifikasi struktural persendian :
1. Persendian fibrosa
– Tidak memilik rongga sendi, diperkokoh jaringan ikat
fibrosa
2. Persendian kartilago
– Tidak memiliki rongga sendi, diperkokoh jaringan
kartilago
3. Persendian sinovial
– Memiliki rongga sendi, diperkokoh kapsul dan ligamen
artikuler yang membungkusnya
Free Powerpoint Templates
Page 45
Klasifikasi fungsional sendi :
1.Sendi sinartrosis atau sendi mati →
dibungkus jar ikat firosa atau kartilago
a. Sutura : dihubungkan jaringan ikat
fibrosa, hanya ditemukan pada tulang
tengkorak (co : sutura sagital)
b. Sinkondrosis : dihubungkan kartilago
hialin (co : lempeng epifisis dan diafisis
pada tulang panjang anak → sinostosis
2.Amfiartrosis →sendi dengan
pergerakan terbatas sebagai respon
terhadap torsi dan kompresi
a. Simfisis : dihubungkan diskus kartilago
(co : simfisis pubis, discus intervertebralis
Free Powerpoint Templates
Page 46
b. Sindesmosis : terbentuk saat tulang yang
bersisian dihubungkan dengan serat jaringan ikat
kolagen dan membran interosseus (co : radius-
ulna, tibia-fibula)
c. Gomposis : sendi tulang berbentuk kerucut
masuk dalam kantong tulang (co : gigi)
3. Diartrosis atau sendi sinovial
– Dapat bergerak bebas
– Memiliki rongga sendi yang berisi cairan sinovial
– Fungsi cairan sinovial : melumasi dan
memberikan nutrisi pada permukaan kartilago
artikular
– Cairan sinovial mengandung sel fagosit untuk
mengeluarkan fragmen jaringan mati (debris)
dari rongga sendi yang cedera atau terinfeksi

Free Powerpoint Templates


Page 47
Klasifikasi persendian sinovial :
1.Sendi sferoidal
– Sendi traksial/multi aksial → gerak yang
lebih besar
– Tulang dengan kepala bulat → r. bentuk
cangkir tulang lain
– Co : sendi panggul, sendi bahu
2.Sendi engsel
– Sendi uni aksial → gerakan ke satu arah
– Permukaan konveks tulang →
permukaan konkaf tulang kedua
– Co : sendi lutut, sendi siku

Free Powerpoint Templates


Page 48
3. Sendi kisar (pivot joint)
– Tulang berbentuk kerucut
– Sendi uniaksial → rotasi di sekitar
aksis sentral→ gerak semua arah
– Co : sendi atlas,
4. Sendi kondiloid
– Kondilus oval tulang → rongga elips
– Sendi biaksial → gerakan kedua arah
disudut kanan setiap tulang
– Sendi tulang radius – tulang carpal
5. Sendi pelana
– Tulang berbentuk konkaf di satu sisi
dan konveks di sisi lainnya
– Co : sendi antara tulang carpal dan
metakarpal pada ibuFreejari
Powerpoint Templates
Page 49
5. Sendi peluru
– Permukaan kedua tulang berartikulasi
berbentuk datar → gerakan meluncur
– Persendian intervertebra
Pergerakan pada sendi sinovial
• Fleksi ( dorsofleksi dan plantarfleksi)
• Ekstensi (ekstensi, hiperekstensi)
• Abduksi , adduksi
• Rotasi ( pronasi, supinasi)
• Sirkumduksi
• Inversi, eversi
• Protraksi, retraksi
• Elevasi, depresi Free Powerpoint Templates Page 50
Gangguan pada persendian
1.Terkilir : cedera sendi → meregangkan atau
melukai ligamen/tendon sendi
2.Dislokasi/luksasi : kesalahan letak permukaan
artikulasi persendian
3.Bursitis : peradangan pada bursa yang
menyatu dengan sendi akibat eksersi sendi yang
belebihan atau infeksi
4.Arthritis : sebutan umum untuk peradangan
sendi yang ditandai dengan color,
rubor,tumor,calor (4 or) dan fungsiolesa

Free Powerpoint Templates


Page 51
SISTEM MUSCULAR
• Sekitar 40% - 50% berat tubuh →jaringan otot
• Fungsi sistem muscular :
– Pergerakan
– Penopang tubuh dan mempertahankan postur
– Produksi panas
• Ciri-ciri otot
– Kontraktilitas : serabut otot berkontraksi
– Eksitabilitas : serabut otot → merespon kuat jika
distimulasi oleh impuls saraf
– Elastisitas : serabut otot dapat kembali ke ukuran semula
setelah dirangsang
– Ektensibilitas : serabut otot dapat meregang melebihi
panjang otot saatFree
relaks
Powerpoint Templates
Page 52
Klasifikasi Otot
Otot rangka Otot polos Otot jantung
Struktur Otot lurik Otot tidak berlurik Otot lurik
Fungsional volunter involunter involunter
Serabut Sangat panjang, Bentuk spindel, Serabut terengolasi
sampai 30 cm, berukuran kecil dan membentuk
silinder cabang
Inti sel (nucleus) perifer sentral sentral
Jumlah nucleus banyak satu satu
Kontraksi Cepat dan kuat Kuat dan lamban Kuat dan berirama
Tempat Rangka Dinding organ Jantung
berongga (PD,
kandung kemih, sal
cerna dan nafas )

Free Powerpoint Templates


Page 53
OTOT RANGKA
• Terdiri dari serabut yang tersusun dalam berkas →
fasikel
• Semakin besar otot semakin banyak jumlah serabutnya
• Lapisan jaringan ikat fibrosa :
– Epimisium : melapisi seluruh otot sampai fasia dalam
– Perimisium : melapisi berkas fasikel
– Endomisium : melapisi setiap serabut otot individual

Free Powerpoint Templates


Page 54
• Dasar molekular kontraksi otot :
– Molekul miosin
– Molekul aktin
• Rigor mortis : ketidak mampuan menghasilkan ATP
→ perlekatan aktin miosin → rigiditas otot
• Mekanisme kontraksi otot :
1. ATP → kepala miosin pada enzim yang
menghidrolisis : ATPase
2. ATPase memecah ATP → ADP dan fosfat organik
3. Energi → posis miosin siap mengikat aktin
4. Ion kalsium yang dilepas retikulum sarkoplasma
berikatan dengan troponin yang melekat pada
tropomiosin dan aktin
Free Powerpoint Templates
Page 55
5. Kompleks troponin-ion kalsium → perubahan
susunan→ tropomiosin menjauhi posisi penghalang
aktinnya
6. Sisi pengikat miosin pada aktin terbuka → terjadi
perlekatan pada sisi pengikat aktin di kepala miosin
7. Saat pengikatan ADP dan fosfat organik dilepas dari
kepala miosin → bergerak dan berputar ke arah yang
berlawanan
8. Kepala miosin tetap terikat kuat pada aktin sampai
molekul baru ATP melekat padanya dan melemahkan
ikatan aktin-miosin
• Relaksasi terjadi saat stimulasi saraf berhenti dan ion
kalsium tidak lagi dilepas
Free Powerpoint Templates
Page 56
• Sumber energi untuk kontraksi :
1. Kreatin fosfat (CP)
– Senyawa berenergi tinngi untuk memperbaharui ATP dari
ADP
2. Reaksi anaerob (jalur glikolisis)
– Tidak memerlukan oksigen
– Berlangsung cepat, tidak efisien → 2 molATP/molekul glukosa
– Terjadi pembentukan asam laktat → akumulasi → nyeri otot
3. Reaksi aerob (memakai oksigen)
– Berlangsung lambat, efisien → 36 mol ATP/mol glukosa
– Glukosa terurai sempurna → CO₂, air dan energi (ATP)
4. Oxygen debt
– Oksigen ekstra yang harus dihirup setelah aktivitas berat
Free Powerpoint Templates
Page 57
• Jenis serabut otot :
1. Serabut merah kedut lambat : mengandung mioglobin
(pigmen merah) sangat banyak → mengikat oksigen.
Kontraksinya lambat dan resisten terhadap keletihan,
serabutnya berdiameter kecil
2. Serabut putih kedut cepat : tidak memiliki mioglobin,
serabut lbih tebal, kontraksinya tinggi,cepat letih
3. Serabut pertengahan : mengandung mioglobin, resisten
keletihan tingkat menengah
• Hipertrofi : pembesaran otot →hasil aktifitas muskular
yang kuat dan berulang, jumlah serabut tidak
bertambah, peningkatan diameter dan panjang serabut
• Atrofi : otot mengecil → tidak dipakai, serabut →
jaringan ikat fibrosaFree
dan lemak Templates
Powerpoint
Page 58
• Prinsip dasar pergerakan otot :
– Ketika kontraksi : pemendekan menarik otot pada tulang
ke arah otot lainnya pada persendian
– Beberapa otot tidak melekat pada tulang, co : wajah →
kulit
• Perlekatan dan penyusunan otot rangka :
– Origo (pangkal) : titik perlekatan yang lebih kuat pada
tulang dan biasanya merupakan ujung proksimal
– Insersio : titik perlekatan yang dapat bergerak dan
biasanya merupakan ujung distal

Free Powerpoint Templates


Page 59
• Otot bekerja berkelompok, tidak sendirian :
1. Penggerak utama : otot yang melakukan sebagian
besar kerja untuk membuat gerakan
2. Sinergis atau fiksator : membantu penggerak utama
dengan berkontraksi pada waktu yang sama
3. Antagonis : otot yang berelaksasi saat otot
penggerak utama berkontraksi
Co : kontraksi bisep saat fleksi
• Nama otot pada dasarnya menggambarkan satu
cirinya atau lebih
– Aksi : fleksor ibu jari
– Lokasi : tibialis
– Arah serabut : rektus abdominis
Free Powerpoint Templates
Page 60
Tugas

Buat deskripsi origo, insersio dan aksi otot


• Kelp 1 : Skletal
• Kelp 2 : Otot
• Kelp 3 : Fascia
• Kelp 4 : Mekanisme Refleks dan gerak
• Kelp 5 : Mekanisme postur tubuh

Free Powerpoint Templates


Page 61
Rajin belajar dan berdoa
Terima kasih

Free Powerpoint Templates


Page 62