Anda di halaman 1dari 72

Gangguan neurotik yang banyak ditemukan:

1. Gangguan Stres akut


2. Gangguan Stres Pasca Trauma
3. Gangguan Depresi
4. Gangguan Fobik
5. Gangguan Panik
6. Gangguan Anxietas Menyeluruh
7. Gangguan Tidur
8. Gangguan penyesuaian
9. Gangguan disosiatif (konversi)
10. Gangguan somatik tak terinci
GANGGUAN DEPRESI
Gejala Depresi1
Sedih/murung Kehilangan Tidak bertenaga,
setiap waktu minat mudah lelah

Rasa tidak berguna/ Konsentrasi/


rasa bersalah perhatian
berkurang
Depresi
Pandangan masa
depan yang suram Gangguan
dan pesimistis pola makan

Harga diri dan Gagasan/perbuatan


kepercayaan diri membahayakan diri/
berkurang Gangguan Tidur bunuh diri

1. PPDGJ – III , 1993/ICD-10 4


Epidemiologi
 Gejala depresi ditampilkan pada 20% to 30%
pasien yg berkunjung ke klinik umum1
 Prevalensi sepanjang hidup (lifetime prevalence)
depresi berkisar 1.5 – 12 %2
 Pada wanita, depresi muncul 2 kali lebih banyak
dibanding pria3
 Depresi akan menjadi gangguan yang bersifat
kronis pada beberapa pasien4

1. Zung WK, et al. J Fam Pract. 1993;37:337-344.


2. Kessler R. J Affective Disord. 1993;29:85-96.
3. Wibisono, S., Simp Depresi, 2001 5
3. AHCPR Guidelines: Depression in Primary Care. Vol 2. US Department of Health and Human Services. 1993.
6
Faktor Risiko
Faktor Biologik Faktor Psikologik
• Genetik • Tipe kepribadian
• Perubahan (dependen, perfeksionis,
neurotransmiter/ introvert)
neuroendokrin • Relasi interpersonal
• Perubahan struktural otak (disharmoni keluarga)
• Vascular risk factors
• Penyakit/kelemahan fisik
(Kondisi Medik Kronik &
Kondisi Terminal)

7
Faktor Pencetus
 Peristiwa kehidupan
- Berduka, perpisahan, kehilangan orang dicintai
- Kesulitan ekonomi
- Perubahan situasi  pindah rumah
 Stres Kronis
- disfungsi kehidupan berkeluarga
 Penggunaan obat obatan tertentu
- Antihipertensi, Pemblok H2, Kontrasepsi Oral
- Kortikosteroid, AntiReumatik,
8
Faktor Pelindung
 Dukungan Sosial
- kekerabatan
- kehidupan religius
 Mekanisme Koping yang sehat
- Mudah beradaptasi dengan lingkungan
- Kepribadian yang matur
 Pola hidup sehat
- Gizi seimbang
- Olah raga, hidup teratur

9
Keluhan Pasien
 Pasien medik yang juga menderita gangguan mental
lazimnya datang dengan keluhan:
- kelelahan
- insomnia
- nyeri
- gejala gastrointestinal atau
- gejala somatik lain

 Bukan mengatakan:
- “saya depresi” atau
- “ada yang tidak beres dengan mental saya”

10
Katon W et all, 1982
Kapan mencurigai depresi?
 Gejala yang banyak dan  Umur lanjut
kabur (misal gastro-  Obesitas
intestinal,kardiovaskular,
neurologis)  Kerabat tingkat pertama
dengan riwayat depresi
 Kelelahan atau gangguan
tidur  Lingkungan rumah yang
miskin
 Nyeri kronik ( mis. nyeri
punggung , nyeri kepala)  Kesulitan keuangan
 Penyalahgunaan zat  Perubahan hidup yang
(alkohol atau obat-obatan) besar
 Dua atau lebih penyakit  Kehamilan atau pasca
kronik persalinan
 Kehilangan minat terhadap  Terisolasi dari pergaulan
aktivitas seksual sosial

11
KELUHAN UTAMA
 SEDIH, MURUNG hampir setiap waktu
 Kehilangan minat dan kesenangan pada hampir
seluruh kegiatan
 Tidak bertenaga, mudah lelah dan aktivitas menurun

12
KELUHAN SEKUNDER
 Gangguan pola makan
 Gangguan tidur
 Gelisah, atau lamban
 Kepercayaan / harga diri menurun
 Kesulitan konsentrasi atau mengambil keputusan
 Rasa tak berguna / putus asa / rasa bersalah
 Berpikir tentang kematian atau bunuh diri

13
KELUHAN FISIK (penyerta)
 Keluhan lambung
 Keluhan sakit kepala
 Keluhan saluran nafas
 Keluhan nyeri yg tak jelas sumbernya
 Keluhan somatik ini sering menyulitkan pemeriksaan
depresi  Depresi terselubung

14
Kunci menentukan diagnosis depresi
 Ditemukan minimal 2 keluhan utama
 Ditambah minimal 2 keluhan sekunder
 Berlangsung minimal 2 minggu
 Disertai hendaya fungsi psikososial

15
Depresi Pada Anak & Remaja
Gejala yang sering tampak pada kelompok usia ini
adalah :
 Perilaku antisosial
 Prestasi disekolah menurun
 Menarik diri dari pergaulan atau aktivitas sosial
 Berat badan bertambah atau menurun dengan drastis
 Penyalahgunaan zat
 Agresi
 Agitasi atau iritabilitas

16
Anak dan Remaja
 Lakukan juga pemeriksaan status mental pada orang
tua.
 Ada tidaknya kemungkinan perlakuan salah atau
kekerasan pada anak di rumah maupun sekolah
Depresi Pasca Persalinan
 Dialami oleh sekitar 10% perempuan pasca
melahirkan. Berlangsung beberapa minggu pasca
melahirkan hingga beberapa bulan atau 1 tahun
 Berisiko terhadap ibu dan bayi, termasuk memiliki
dampak jangka panjang dalam tumbuh kembang anak
Depresi Pada Lansia
 Depresi pada lansia 1–2 % gejala di bawah ambang kriteria
depresi sampai 20%
 Depresi pada lansia yang ada di RS atau institusi lain sd
40%
 Gejala kurang jelas
- Keluhan tidur
- Nafsu makan ↓
- Berat badan ↓
- Apatis, anergi
- Penarikan diri
 Risiko penurunan fungsi fisik meningkat

Reynold et al. 1994, Koenig et al. 1997, Pennix et al. 1998 19


Tujuan Pengelolaan Depresi

Mengurangi risiko
Disabilitas/
Mengurangi/ mortalitas
Hilangkan gejala
Terapi

Mengembalikan Mengurangi
Peran dan Fungsi risiko kekambuhan

Kualitas hidup
Yang Baik

20
Prosedur tatalaksana DEPRESI
 Mengenali gejala
 Memastikan diagnosisnya

antidepresan

 Membina rapport solusi


 Memahami problem/penderitaan

21
Faktor faktor yg berpengaruh terhadap
pemulihan
 Predisposisi genetik
 Kepribadian pramorbid
 Dukungan psikososial dari lingkungan
 Keberadaan stressor psikososial
 Komorbiditas dengan penyakit lain
 Jenis dan beratnya Depresi
 Manajemen pengobatan
Depresi:
 Identifikasi masalah atau stres sosial yang ada
 Konsentrasi pada langkah kecil yang spesifik yang dapat
diambil oleh penderita untuk mengurangi atau
mengatasi masalah tersebut
 Hindari pengambilan keputusan atau perubahan hidup
yang besar
Depresi:
 Informasikan:
 Depresi adalah penyakit yang lazim  ada pengobatan
yang efektif
 Depresi bukanlah kelemahan atau kemalasan. Penderita
sebenarnya berusaha untuk mengatasinya.
 Jika ada gangguan fisik, diskusikan tentang hubungan
antara gangguan fisik dan mood.
Psikofarmaka Lini Pertama

SSRI SNRI & NaSSA TCA

Fluoxetine Venlafaxine Amitriptilin

Sertraline Duloxetine Clomipramin

Citalopram Mirtazapine Imipramine

Fluvoxamine
Pengobatan Awal
Evaluasi setelah 4-6 minggu

Perhatikan efek samping

Komorbiditas

Bunuh Diri
Pilihan Antidepresan
 Semua antidepresan efektif
 Pemilihan antidepresan didasarkan atas
 Efektivitas
 Keamanan/efek samping
 Riwayat keluarga / respons terhadap terapi
 Riwayat respons terhadap antidepresan sebelumnya
 Pertimbangan interaksi obat

27
Efek Samping
 Antidepresan Generasi Lama:
 Profil efek samping merugikan; antikolinergik,
hipotensi ortostatik, gangguan konduksi jantung.
 Antidepresan Generasi Baru (SNRI &SSRI):
 Profil efek samping lebih baik, keluhan tersering adalah
sakit kepala, gangguan gastrointestinal.
 Interaksi obat khususnya berkaitan dengan
metabolisme di hati; generasi baru lebih baik
dibanding trisiklik

28
PENGARUH EFEK SAMPING OBAT THD
STATUS MEDIK & FUNGSIONAL
 Efek samping antikolinergik
- gangguan sensorium & fungsi kognitif
- pandangan kabur
- retensi urin / alvi
- mulut kering

 Efek samping Kardiovaskuler


- Hipotensi ortostatik  hipoksia sereberal
- Quinidine like effect  aritmia berat
 Efek samping lainnya
 Gangguan GI Tract (mual-muntah-diare)
 Sedasi
 Agitasi psikomotor
 Gejala ekstrapiramidal
 Sindrom hiperserotonin
Beberapa Dosis Antidepresan
Nama Dosis
Amitriptilin, imipramin 75 – 150 mg/hr
Maprotilin 75 – 150 mg/hr
Moclobemid 150 – 300 mg/hr
Sertraline 50 – 200 mg/hr
Fluvoxamine 50 – 200 mg/hr
Fluoxetine 20 – 60 mg/hr
Citalopram 20 – 60 mg/hr
Tianeptine 37,5 mg/hr
Venlavaxine 75 -375 mg/hr
Mirtazapine 15 – 45 mg/hr
31
Depresi:
 Informasi tentang obat:
 Obat harus diminum tiap hari
 Perbaikan akan mulai dirasakan 2-3 minggu setelah
minum obat
 Efek samping ringan dapat terjadi dan biasanya
menghilang dalam 7-10 hari
 Harus berkonsultasi dengan dokter sebelum
menghentikan obat
Edukasi terhadap Ketidakpatuhan
1. Minum obat setiap hari
2. Antidepresan harus diminum sekitar 4-6 minggu agar
hasilnya nyata
3. Lanjutkan minum obat sekalipun Anda merasa lebih baik
4. Jangan berhenti minum satu antidepresan tanpa konsultasi
dengan dokter
5. Instruksi khusus mengenai apa yang harus dilakukan untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai pengobatan.
6. Penjadwalan aktivitas yang menyenangkan.
Kesalahan yang lazim
 Mengunakan benzodiazepin atau anxiolitik sebagai
obat tunggal
 Tidak memonitor pengobatan, efek samping dan
ketaatberobatan
 Dosis tidak cukup
 Terlalu cepat menghentikan
 Polifarmasi
 Tidak mengedukasi pasien dan keluarga

34
Malawati
Gangguan Anxietas Menyeluruh

Penderita mungkin datang dengan keluhan fisik


yang berhubungan dengan ketegangan atau
dengan insomnia
Lanjutan....

Gejala anxietas atau ketegangan yang multiple


Ketegangan mental :
– Khawatir, merasa tegang atau was-was,
konsentrasi buruk
Ketegangan fisik :
– Tidak tenang, nyeri kepala, tremor, tidak bisa
relaks, nyeri perut
Kesiagaan fisik (physical arousal):
– Pusing, berkeringat, jantung berdebar, mulut
kering,
Lanjutan....

Informasikan
 Stres dan kekhawatiran mempunyai efek pada
mental dan fisik
 Belajar cara untuk mengurangi efek stres
adalah cara paling efektif untuk mengatasi
bukan dengan obat sedative
 Kecemasan yg berlebihan dan mempengaruhi
berbagai aspek kehidupan
 Ketegangan motorik sepeerti bergetar, kelelahan dan
sakit kepala
 Hiperaktivitas otonom dlm bentuk pernafasan
pendek, berkeringat, palpitasi, gejala saluran
pencernaan
 Kewaspadaan secara kognitif dlm bentuk iritabilitas
 Biasa datang dgn keluhan somatik, dgn perilaku
mencari perhatian
Diagnosis (DSM IV TR)
 Kecemasan atau kekhawatiran yg berlebihan yg timbul
hampir setiap hari, sepanjang hari, terjadi selama
sekurangnya 6 bulan, ttg sejumlah aktivitas atau
kejadian (seperti pekerjaan atau aktivitas sekolah)
 Penderita merasa sulit mengendalikan
kekhawatirannya

Redayani P. Gangguan Cemas Menyeluruh dalam Buku Ajar Psikiatri.


2010
Diagnosis (2)
 Kecemasan dan kekhawatiran disertai 3 atau > 6 gejala
berikut ini (dgn sekurangnya bbrp gejala lebih banyak
terjadi dibanding tdk terjadi selama 6 bulan)
 Kegelisahan
 Merasa mudah lelah
 Sulit berkonsentrasi atau pikiran menjadi kosong
 Iritabilitas
 Ketegangan otot
 Ggn tidur

Redayani P. Gangguan Cemas Menyeluruh dalam Buku Ajar Psikiatri.


2010
Penatalaksanaan
 Farmakoterapi
 Benzodiazepin
 Serotonin Selective Reuptake Inhibitor (cth: Sertralin,
Fluoxetin, dll)
 Buspiron
 Psikoterapi
 Terapi Suportif
 Terapi Kognitif Perilaku
 Psikoterapi dinamik

Redayani P. Gangguan Cemas Menyeluruh dalam Buku Ajar Psikiatri.


2010
Lanjutan....

Penatalaksanaan :
 Anjurkan penderita untuk berlatih metode
relaksasi tiap hari  mengurangi gejala
ketegangan fisik
 Mengidentifikasi dan melawan kekhawatiran
yang berlebihan
 Metode pemecahan masalah terstruktur dapat
membantu penderita untuk mengatasi
masalah atau stres kehidupan yang
mempengaruhi gejala anxietas.
Penatalaksanaan
 Medikasi:
 Obat merupakan hal yang sekunder
 Digunakan jika gejala anxietas yang signifikan tetap ada
meskipun telah mendapat konseling
 Obat antianxietas digunakan tidak lebih dari 2 minggu.
 Penggunaan yang lebih lama dapat menimbulkan
ketergantungan
Malawati
Pendahuluan
 ± 1,7% dari populasi orang dewasa

 Prevalensi sepanjang hidup 1,5-5%

 Laki-laki:perempuan = 2:3

Elvira SD. Kusumadewi I. Gangguan Panik dalam Buku Ajar


Psikiatri. 2010
Penyebab
 Faktor Biologi
 Genetik

 Abnormalitas struktur dan fungsi otak (amigdala,


kortek prefrontal, dan hipokampus

 Gangguan fungsi neurotransmiter (Serotonin, GABA,


Norefineprin)

Elvira SD. Kusumadewi I. Gangguan Panik dalam Buku Ajar


Psikiatri. 2010
Penyebab (2)
 Faktor Psikososial
 Pasien panik kesulitan mengendalikan rasa marah dan
fantasi nirsadar yang terkait

 Teori kelekatan  adanya gaya kelekatan yg bermasalah


 sensitifitas yang tinggi akan kehilangan kebebasan
maupun kehilangan akan rasa aman dan perlindungan

Elvira SD. Kusumadewi I. Gangguan Panik dalam Buku Ajar


Psikiatri. 2010
GangguanPanik
Serangan anxietas atau ketakutan yang tidak dapat
dijelaskan, timbulnya mendadak, menghebat dengan
cepat dan sering hanya berlangsung beberapa menit
saja
Sering disertai gejala fisik berupa :

– Palpitasi • Perasaan tidak nyata


– Nyeri dada • Atau merasa ada bencana:
– Rasa seperti kehilangan kontrol,menjadi
tercekik
gila, serangan jantung, akan
– Perut seperti
terbakar
mati
– Pusing
Lanjutan...

Informasikan
- Panik itu lazim dan dapat diobati
- Anxietas sering menimbulkan perasaan tubuh yang
menakutkan
- Anxietas panik juga menyebabkan pikiran yang
menakutkan
- Anxietas psikis dan fisik saling memperkuat.
Berkonsentrasi pada gejala fisik akan menambah
ketakutan.
- Orang yang lari atau menghindar dari situasi tempat
terjadinya serangan anxietas hanya akan memperkuat
kecemasannya
Tanda dan Gejala
 Serangan panik berulang
 Terjadi scr spontan, tidak
terduga, dimulai selama 10
menit dan meningkat secara
cepat (20-30 menit)
 Gejala menyerupai gangguan
jantung : nyeri di dada,
berdebar2, keringat dingin,
hingga perasaan tercekik

Elvira SD. Kusumadewi I. Gangguan Panik dalam Buku Ajar


Tanda dan Gejala (2)
 Kondisi berulang  timbul perasaan khwatir akan
terjadi lagi  antisipatory anxiety
 Pernafasan pendek dan cepat
 Gejala mental : rasa takut yang hebat dan ancaman
kematian, depersonalisasi, derealisasi

Elvira SD. Kusumadewi I. Gangguan Panik dalam Buku Ajar


Psikiatri. 2010
Tanda dan Gejala (3)
Menurut PPDGJ III
 Untuk diagnosis pasti, harus ditemukan adanya beberapa
kali serangan ansietas berat (severe attacks of autonomic
anxiety) dalam masa kira-kira satu bulan :
 Pada keadaan2 dimana sebenarnya scr obyektif tidak ada
bahaya;
 Tidak teratas pada situasi yang telah diketahui atau yang
dapat diduga sebelumnya
 Dengan keadaan yg relatif bebas dari gejala2 ansietas pd
periode diantara serangan2 (dapat terjadi ansietas
antisipatorik)
Elvira SD. Kusumadewi I. Gangguan Panik dalam Buku Ajar
Psikiatri. 2010
Penatalaksanaan
 Farmakoterapi
 Serotonin Selective Reuptake Inhibitor (cth: Sertralin,
Fluoxetin, dll)
Obat diberikan 3-6 bln (tergantung kondisi pasien)
 Alprazolam
Obat diberikan 4-6minggu  diturunkan perlahan
 Psikoterapi
 Terapi Relaksasi
 Terapi Kognitif Perilaku
 Psikoterapi dinamik

Elvira SD. Kusumadewi I. Gangguan Panik dalam Buku Ajar


Psikiatri. 2010
Lanjutan...

Penatalaksanaan
– Nasihatkan penderita untuk melakukan
langkah berikut jika terjadi serangan panik :
• Tetap tinggal ditempat sampai serangan
berlalu
• Pusatkan perhatian untuk mengendalikan
anxietas, bukan pada gejala fisik
• Bernapas dengan lambat dan relaks. Napas
yang terlalu dalam dan cepat (hiperventilasi)
 gejala fisik panik
Lanjutan...

Penatalaksanaan
– Konsultasi
◦ Jika serangan yang parah tetap berlangsung
meskipun telah dilakukan cara-cara diatas
◦ Jika tersedia, rujukan untuk psikoterapi
kognitif dan perilaku.
◦ Panik sering menimbulkan gejala fisik 
hindari konsultasi medis yang tidak perlu
Penatalaksanaan
 Penatalaksanaan:
 Konsultasi:
 Jika ketakutan menetap dan menimbulkan
hendaya
 Jika tersedia, rujukan untuk terapi perilaku
Definisi Stres
 Kondisi psikologis yang
berhubungan dengan
perubahan fisiologis dan
hormon karena konflik,
trauma atau gangguan
lainnya (stresor)
Pendahuluan
 Manusia sejak lahir dihadapkan ke
lingkungan yg menjadi sumber stres.

 Semua perubahan yg berhubungan dgn fisik


dan psikis dapat menyebabkan stres.

 Stres  akumulasi reaksi tubuh thd


perubahan tsb.
 Stres dapat berdampak positif dan negatif.
 Stres dalam status fisiologis dibutuhkan oleh
manusia.
 Stres dapat berdampak pada masalah fisik dan
psikologis.
 Perlu penyesuaian diri yang baik untuk dapat
mengelola stres.
Stres, Daya Tahan Tubuh, dan
Mekanisme Koping
 Stres dapat mempengaruh daya tahan tubuh.
 Stres yang parah dan kronik berperan besar dalam
perkembangan penyakit somatik/fisik.
 Faktor penting yang berpengaruh terhadap stres
adalah strategi penanggulangan adaptif (coping
mechanism).
 Coping mechanism yang negatif dapat memperburuk
kesehatan dan memperbesar potensi menjadi sakit.
Tahapan stres
 Menurut Hans Selye (1974), ada 3 tahap reaksi
adaptasi seseorang terhadap stres, yaitu:
 Tahap 1: Alarm Reaction. Gejala muncul sebagai
respons permulaan terhadap adanya stres,.
 Tahap 2: Resistance. Seseorang yang sudah terbiasa
menghadapi stres pada akhirnya akan lebih tahan
(resisten) terhadap stres.
 Tahap 3: Exhaustion. Tahap ini adalah suatu keadaan
dimana seseorang benar-benar sakit.
Sumber-sumber stres
Luthans (1992) menyebutkan bahwa penyebab stres
(stressor) terdiri atas empat hal utama, yakni:3,4
 Extra organizational stressors, yang terdiri dari
perubahan sosial/teknologi, keluarga.
 Organizational stressors, yang terdiri dari
kebijakan organisasi, struktur organisasi.
 Group stressors, yang terdiri dari kurangnya
kebersamaan dalam grup, kurangnya dukungan
sosial.
 Individual stressors, yang terdiri dari terjadinya
konflik dan ketidakjelasan peran.
Stresor
Biasanya terdiri dari :
1. Peristiwa traumatik diluar pengalaman manusia
umumnya
2. Kejadian yg tdk dapat dikontrol
3. Kejadian yg tdk dpt diprediksi
4. Kejadian yg menantang kemampuan dan konsep
diri
5. Konflik internal
Peristiwa traumatik diluar pengalaman
manusia umumnya
 Bencana alam(cth: banjir, tsunami)
 Bencana karena manusia (cth : perang, terorisme,
nuklir)
 Catastrophic accidents (cth: kecelakaan mobil/
pesawat)
 Physical assaults (cth : pemerkosaan / physical assault)

Dapat berlangsung lama


Kejadian yang tidak dapat dikontrol:
 Meninggal orang yg dikasihi
 Hilang pekerjaan
 Sakit berat, Rawat inap
 Perampokan
 Cuaca yg ekstrim
 Noise pollution
Respon terhadap stres
Cara mengatasi stres dikelompokkan dalam dua
kategori:
 Cara spontan yg tidak disadari, dimana pengelolaan
stres berpusat pada emosi yang dirasakan (defense
mechanism).
 Cara yang disadari, yang disebut direct coping, yaitu
seseorang secara sadar melakukan upaya untuk
mengatasi stres.
Manajemen stres
 Jika stres mulai mengganggu diperlukan penanganan
dengan segera terhadap stres tersebut dengan
manajemen pengelolaan yang baik dan pendekatan
yang menyeluruh (holistic), yakni mencakup
pengelolaan secara fisik (organobiologik), psikologi-
psikiatri, psikososial, dan psikoreligious.
 Terdapat dua tahap yakni tahap pencegahan dan
terapi.
Tahap pencegahan
 Diperlukan gaya hidup yang sehat, hidup teratur,
serasi, selaras, dan seimbang secara horizontal antara
dirinya dan sesama orang lain dan lingkungan
sekitarnya, serta secara vertikal antara dirinya dan
penciptanya Allah SWT, yang menciptakan alam
semesta.
Tahap terapi
 Terapi somatik
 Penggunaan obat-obatan psikofarmaka yakni golongan
psikotropika, seperti obat anti psikotik, obat anti
anxietas, obat anti depresan, dan lain-lain.

 Intervensi psikososial
 Memberikan perhatian dan mendengarkan keluhan.
 Dapat juga dengan pendekatan psikoterapi keluarga.