Anda di halaman 1dari 8

Kasus UDD (Unit Dispensing Dose)

 Unit Farmasi rawat inap rumah sakit X menggunakan


system distribusi UDD tersentral (semua obat dikirim
dari instalasi farmasi dalam single package) untuk
pasien rawat inap. Kemarin, ditemukan kasus
keterlambatan pemberian obat kepada pasien di
bangsal
Definisi Masalah
 Ditemukan kasus keterlambatan pemberian obat kepada
pasien di bangsal rawat inap rumah sakit X
Identifikasi Penyebab
 Personil (Man)
 Jumlah personil yang kurang dan kurangnya keterlibatan perawat dalam menyiapkan obat
 Jobdesc yang kurang terstruktur
 Jumlah pasien terlalu banyak menyebabkan beban kerja distribusi obat melebihi kapasitas personil instalasi
RS
 Pelayanan distribusi obat bergantung pada ketersediaan tenaga teknis kefarmasiaan seperti asisten apoteker
ataupun teknisi yang bermutu lainnya untuk secara efektif mengorganisasikan waktu pemberian obat
 Kurangnya training dan knowledge terkait sistem UDD
 Kurangnya pengawasan oleh apoteker penanggungjawab
 Machine
 Teknologi UDD (prosedur komputerisasi) yang kurang memadai
 Method
 Sistem metode komunikasi pengorderan dan pengantaran obat yang kurang baik
 Metode double checked tidak diterapkan sewaktu penyiapan obat pada pasien
 Kurangnya metode pencatatan terkait obat yang akan didistribusikan
 Pengendalian inventaris obat di instalasi RS secara keseluruhan rumit dan karena banyaknya lokasi ruangan
yang harus diantarkan sehingga terjadi keterlambatan
Identifikasi Akar Masalah (Root Cause)
Machine Personil (Man)
Kurangnya ketersediaan tenaga secara efektif
Jobdesc yang kurang mengorganisasikan waktu pemberian obat
Teknologi UDD terstruktur Jumlah pasien terlalu banyak menyebabkan
yang kurang
beban kerja distribusi obat melebihi kapasitas
memadai
Kurangnya training personil instalasi RS
dan knowledge terkait Kurangnya pengawasan oleh
sistem UDD
apoteker penanggungjawab

Keterlambatan pemberian
obat kepada pasien di
Kurangnya pencatatan bangsal rawat inap rumah
terkait obat yang akan sakit X
didistribusikan
Metode double checked
tidak diterapkan sewaktu
Metode komunikasi penyiapan obat pada
pengorderan dan pasien
pengantaran obat
yang kurang baik Pengendalian inventaris obat di instalasi RS
secara keseluruhan rumit dan karena banyaknya
Method lokasi ruangan yang harus diantarkan sehingga
terjadi keterlambatan
Solusi yang Ditawarkan
 Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah muncul kembali ?
 Penambahan jumlah personel diikuti dengan peningkatan jumlah pasien
 Penjelasan tentang tahapan/langkah kerja penyiapan UDD untuk 1 hari pemberian obat.
 Melakukan training dan memperdalam knowledge terkait sistem UDD yang melibatkan dokter,
perawat, dan apoteker.
 Melakukan evaluasi terhadap sistem UDD di Rumah Sakit secara berkala dalam kurun waktu yang
ditetapkan sehingga dapat diketahui letak kekurangan sistem UDD
 Membuat form checklist/penandaan khusus bila obat telah didistribusikan ke pasien
 Dilakukan pencantatan khusus sehingga terlacak obat mana yang sudah didistribusikan ke pasien
dan mana obat yang belum terdistribusikan ke pasien.
 Dilakukan perbaikan sistem UDD supaya obat bisa terdistribusi dengan tepat waktu dan semua
pasien mendapatkan obat yang sesuai dengan yang diresepkan dokter
 Dilakukan pengawasan yang lebih ketat terkait pelaksanaan sistem UDD
 Bagaimana solusi yang telah dirumuskan dapat dijalankan?
 Melakukan recruitment untuk mencari personil tambahan (perawat, dokter, maupun tenaga teknis
kefarmasiaan)
 Mengadakan training yang dilakukan oleh orang yang professional dan berpengalaman terhadap
sistem UDD.
 Melakukan evaluasi secara berkala
 Membuat SOP terkait pelaksanaan sistem UDD supaya lebih teratur dan seragam meskipun
dilakukan oleh orang yang berbeda
 Melakukan dokumentasi untuk obat-obat yang sudah dikirimkan ke pasien
 Membuat back-up data untuk mencegah hilangnya data-data yang terkait pasien sehingga
mengetahui mana pasien yang belum terdistribusi obatnya.
 Perlu adanya PIC (Personal in Charge) yang mengawasi terkait pelaksanaan sistem UDD
 Siapa yang akan bertanggung jawab dalam implementasi solusi?
 Seluruh tenaga kesehatan di Rumah Sakit ( dokter, apoteker, dan perawat)
 Adakah risiko yang harus ditanggung ketika solusi diimplementasikan?
 Ada, pengetahuan terkait penggunaan UDD di tenaga kesehatan di Rumah Sakit
(dokter,apoteker, dan perawat) masih kurang sehingga tidak bisa melaksanakan
sistem UDD dengan baik maka perlu dilakukan pelatihan/training guna
meningkatkan knowledge tentang sistem UDD
 Ada, apoteker sebagai penanggungjawab dalam pelaksanaan UDD harus
mengedukasi dan memastikan bahwa sistem UDD dipahami dan mampu
diterapkan oleh seluruh tenaga kesehatan di RS baik dokter, perawat, dan seluruh
teman sejawat apoteker.