Anda di halaman 1dari 19

ASPEK PRODUKSI

EUGENIA 5
DEFINISI PRODUKSI

Produksi dalam ekonomi mengacu pada kegiatan


yang berhubungan dengan usaha penciptaan dan
penambahan kegunaan atau utilitas suatu barang
dan jasa
• Kegiatan menghasilkan barang dan jasa
Contoh : usaha pertanian, peternakan, dan
perikanan.
• Kegiatan menambah nilai guna barang dan jasa
Contoh : membuat tempe dari kedelai, membuat
keripik singkong dari singkong atau membuat
pakaian dari kain.
KEBUTUHAN PROSES PRODUKSI

Dapat di artikan sebagai faktor-faktor produksi,yaitu


segala hal yang dibutuhkan dalam proses produksi
agar proses produksi dapat terlaksana sesuai
dengan apa yang diinginkan, meliputi :

Bahan Biaya (Uang)

Tenaga kerja Proses produksi

Mesin/peralatan
1. BAHAN BAKU

Bahan mentah yang menjadi dasar pembuatan


produk, bahan tersebut dapat diolah melalui proses
tertentu untuk dijadikan wujud yang lain. Bahan baku
dapat dibedakan menjadi 2 macam:

1. Langsung (direct material)


semua bahan baku yang merupakan bagian daripada barang jadi
yang di hasilkan. Biaya yang di keluarkan sebanding dengan jumlah
barang jadi yang di hasilkan.

2. Tidak langsung (indirect material)


bahan baku yang ikut berperan dalam proses produksi tetapi tidak
secara langsung tampak pada barang jadi yang di hasilkan
LANJUTAN…..

Agar produksi dapat berjalan lancar, maka dalam


pemilihan bahan baku yang akan digunakan
setidaknya memenuhi syarat:
• Kualitasnya Baik
• Dalam pemilihan bahan baku, diperlukan bahan
yang berkualitas baik,
• Mudah diperoleh
• Mudah diolah
• Harga yang relatif murah
2. TENAGA KERJA

Alat kekuasaan fisik dan otak manusia yang tidak


dapat dipisahkan dari manusia dan ditujukan
kepada usaha produksi.
Tenaga kerja merupakan faktor produksi insani yang
secara langsung maupun tidak langsung
menjalankan kegiatan produksi
JENIS TENAGA KERJA YANG DIGUNAKAN PADA PERUSAHAAN
PADA DASARNYA TERDIRI DARI:

1. Tenaga kerja upahan a. Tenaga kerja tetap


terikat hubungan kerja dengan secara teratur memperoleh hak-
perusahaan dan memiliki hak dan haknya seperti upah dan cuti,
kewajiban
b. Tenaga kerja tidak tetap
tidak memiliki hak dan kewajiban
secara teratur, akan kehilangan
hak tertentu apabila tidak bekerja.

2. Tenaga kerja borongan


menjalankan pekerjaan tertentu atas
perjanjian dengan ketentuan yang
jelas

3. Tenaga kerja keluarga


berasal dari keluarga yang umumnya
tidak diupah
JENIS TENAGA KERJA BERDASARKAN KUALITASNYA

1. Tenaga kerja Terdidik


memerlukan pendidikan tertentu sehingga memiliki keahlian di
bidangnya, misalnya dokter, insinyur, akuntan, dan ahli hukum.

2. Tenaga kerja Terampil


memerlukan kursus atau latihan di bidang keterampilan
tertentu. Misalnya tukang listrik, montir, tukang las, dan sopir.

3. Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih


tidak membutuhkan pendidikan dan latihan dalam
menjalankan pekerjaannya. Misalnya tukang sapu, pemulung,
dan lain-lain
3. MESIN / PERALATAN

Ditujukan bagi peningkatan produktivitas dalam memperbanyak


produk, baik dari segi variasinya maupun jumlahnya. Mencakup
berbagai sarana dalam proses Produksi, berupa mesin atau jenis-
jenis perkakas lain.
Jenis mesin dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

1. Mesin yang bersifat umum atau serbaguna


dapat digunakan untuk mengerjakan berbagai macam pekerjaan.
Misalnya mesin gergaji pada perusahaan pemotong kayu.

2. Mesin yang bersifat khusus


mesin-mesin yang penggunaannya hanya satu macam pekerjaan
saja. Misalnya mesin pembuat gula pasir.
UPAYA PEMELIHARAAN
MESIN/PERALATAN PRODUKSI

1. Pemeliharaan breakdown
yakni pemeliharaan yang dilakukan setelah mesin/peralatan
produksi mengalami kerusakan.

2. Pemeliharaan terencana
yakni pemeliharaan yang dilakukan secara terjadwal.

3. Pemeliharaan pencegahan
yakni pemeliharaan yang dilakukan dengan mempertimbangkan
masa pakai dari komponen pada mesin/peralatan produksi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PEMILIHAN ALAT DAN MESIN PRODUKSI

• Kapasitas mesin
• Kecocokan (compatibility)
• Tersedianya peralatan pelengkap yang diperlukan
• Keterandalan dan purna jual
• Kemudahan persiapan dan instalasi, penggunaan
dan pemeliharaan
• Keamanan
• Penyerahan
• Keadaan pengembangan
• Pengaruh terhadap organisasi yang ada
4. BIAYA PRODUKSI

Semua pengeluaran ekonomis yang harus di


keluarkan untuk memproduksi suatu barang
Biaya produksi dapat dibagi menjadi dua :

1. Biaya Eksplisit
ialah biaya yang nyata-nyata dikeluarkan dalam memperoleh
faktor produksi
Contoh: biaya tenaga kerja, sewa gedung, dll.

2. Biaya Implisit
disebut juga imputed cost (ongkos tersembunyi), ialah taksiran
biaya atas faktor produksi yang dimiliki sendiri oleh perusahaan dan
ikut digunakan dalam proses produksi yang dimiliki oleh
perusahaan.
BIAYA PRODUKSI DIGOLONGKAN DALAM
TIGA JENIS

1. Biaya bahan baku (direct material Cost)


Biaya bahan secara langsung digunakan dalam produksi

2. Biaya tenaga kerja langsung (direct labour cost)


biaya-biaya bagi para tenaga kerja

3. Biaya overhead pabrik (factory overhead cost)


Biaya bahan tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung dan
biaya pabrik lainnya yang tidak secara mudah didefinisikan
atau dibebankan pada suatu pekerjaan.
4. PROSES PRODUKSI

• Proses produksi pada umumnya dapat dipisahkan


menurut berbagai segi. Pemilihan sudut pandang
yang akan digunakan untuk pemisahan proses
produksi dalam perusahaan ini akan tergantung
untuk apa pemisahan tersebut dilaksanakan serta
penentuan tipe produksi didasarkan faktor seperti
volume atau jumlah produk yang akan dihasilkan,
kualitas produk yang diisyaratkan dan peralatan
yang tersedia untuk melaksanakan proses.
JENIS PROSES PRODUKSI DITINJAU DARI SEGI WUJUD PROSES
PRODUKSI
1. Proses produksi kimiawi
Adanya proses analisa atau sintesa serta senyawa kimia. Contoh perusahaan
obat-obatan, perusahaan tambang minyak

2. Proses produksi perubahan bentuk


Ada perubahan masukan (input) menjadi keluaran (output). Contohnya
perusahaan mebel, perusahaan garmen

3. Proses produksi assembling


lebih mengutamakan pada proses penggabungan dari komponen-komponen
produk. Contohnya perusahaan yang memproduksi peralatan elektronika,
perakitan mobil

4. Proses produksi transportasi


menciptakan jasa pemindahan tempat dari barang ataupun manusia
Contohnya perusahaan kereta api, perusahaan angkutan

5. Proses produksi penciptaan jasa administrasi


memberikan jasa administrasi kepada perusahaan-perusahaan yang lain atau
lembaga-lembaga yang memerlukannya. Contohnya lembaga konsultan
manajemen dan akuntansi, biro konsultan manajemen
JENIS PROSES PRODUKSI DITINJAU DARI SEGI ARUS
PROSES PRODUKSI

1. Proses produksi terus-menerus (continuous processes)


mempunyai pola atau urutan yang selalu sama dalam
pelaksanaan proses produksi di dalam perusahaan.

2. Proses produksi terputus-putus (intermitten processes)


dimana arus proses yang ada dalam perusahaan tidak selalu
sama

3. Proses produksi campuran


penggabungan dari proses produksi terus-menerus dan terputus-
putus. Penggabungan ini digunakan berdasarkan kenyataan
bahwa setiap perusahaan berusaha untuk memanfaatkan
kapasitas secara penuh.
JENIS PROSES PRODUKSI DITINJAU DARI SEGI
KEUTAMAAN PROSES PRODUKSI

Proses produksi utama


meliputi:
Proses produksi bukan utama
1. Proses produksi terus-
menerus meliputi:
2. Proses produksi terputus-
1. Penelitian
putus
3. Proses produksi proses 2. Model
4. Proses produksi proses yang
3. Prototipe
sama
5. Proses produksi proyek 4. Percobaan
khusus
5. Demonstrasi
6. Proses produksi industri
berat
JENIS PROSES PRODUKSI DITINJAU DARI SEGI
PENYELESAIAN PROSES PRODUKSI
1. Proses produksi tipe A
setiap tahap proses produksi yang dilaksanakan dalam perusahaan dapat
diperiksa secara mudah.Sehingga pengendalian proses dapat dilaksanakan
pada setiap tahap proses

2. Proses produksi tipe B


terdapat beberapa ketergantungan dari masing-masing tahap proses produksi,
pemeriksaan hanya dapat dilaksanakan pada beberapa tahap tertentu saja.
Sehingga pengendalian proses produksi terbatas pada tahap proses yang dapat
diperiksa secara mudah.

3. Proses produksi tipe C


melaksanakan proses penggabungan atau pemasangan (assembling)

4. Proses produksi tipe D


menggunakan mesin dan peralatan produksi otomatis, yang dilengkapi peralatan
khusus untuk pengendalian proses produksi

5. Proses produksi tipe E


merupakan proses produksi dari perusahaan-perusahaan dagang dan jasa.