Anda di halaman 1dari 9

Kewaspadaan Nasional

dan Bela Negara


Kelompok 4
Aufa Nuril A'laina
Dhia Nisrina
Dini Amalia
Diesna Hayin Chumaida
Sufyan Assaury
Ilfa Rahmah
Pengertian Kewaspadaan Nasional
• Kewaspadaan nasional adalah kualitas kesiapan dan
kesiagaan yang dimiliki oleh bangsa indonesia untuk
mampu mendeteksi, mengantisipasi sejak dini dan
melakukan aksi pencegahan terhadap berbagai
bentuk dan sifat potensi ancaman terhadap NKRI.
• Kewaspadaan nasional juga bisa diartikan
dengan suatu sikap dalam hubungannya dengan
nasionalisme yang dibangun dari rasa peduli dan
tanggung jawab seorang warga negaraterhadap
kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara dari suatu ancaman.
Fungsi Kewaspadaan Nasional
• 1.Membina kepastian hukum
• 2.Membina ketenteraman dan ketertiban
masyarakat
• 3.Penegakan hukum dan keadilan
• 4.Membangun kemampuan pertahanan
• 5.Melindungi rakyat dari berbagai bencana (alam,
kesengajaan, lalai) termasuk perlindungan hak-hak
rakyat.
Pengertian Bela Negara
• Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara
yang dijiwai oleh kecintaannyakepada Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam
menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara
yang seutuhnya.
• Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan
berbakti pada negara dan kesediaanberkorban
membela negara.
Unsur Dasar Bela Negara
• a. Cinta tanah air.
• b. Kesadaran Berbangsa dan bernegara.
• c. Yakin akan pancasila sebagai ideologi Negara.
• d. Rela berkorban untuk bangsa dan Negara.
• e. Memiliki kemampuan awal bela Negara.
Dasar Hukum Bela Negara
• Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 30 tertulis bahwa "Tiap-tiap
warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan
negara."
• 1. Tap MPR No. VI Tahun 1973 tentang konsep Wawasan Nusantara dan
Keamanan nasional.
• 2. Undang-Undang No.29 tahun 1954 tentang Pokok-Pokok Perlawanan
Rakyat.
• 3. Undang-Undang No.20 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam
Negara Rl. Diubah oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1988.
• 4. Tap MPR No. VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan POLRI.
• 5. Tap MPR No. VII Tahun 2000 tentang Peranan TNI dan POLRI.
• 6. Amandemen UUD '45 Pasal 30 ayat 1-5 dan pasal 27 ayat 3.
• 7. Undang-Undang No.3 tahun 2002 tenteng Pertahanan Negara.
Bela Negara sebagai Hak dan
Kewajiban Warga Negara
• Bela negara secara fisik
Keterlibatan warga negara sipil dalam upaya pertahanan
negara merupakan hak dan kewajiban konstitusional
setiap warga negara republik indonesia.
Seperti diatur dalam uu no 3 tahun 2002 dan sesuai
dengan doktrin sistem pertahanan semesta, maka
pelaksanaannya dilakukan oleh rakyat terlatih (ratih)
yang terdiri dari berbagai unsur misalnya resimen
mahasiswa, perlawanan rakyat, pertahanan sipil, mitra
babinsa, okp yang telah mengikuti pendidikan dasar
militer dan lainnya.
• Bela Negara secara Non-fisik
a. meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara,
termasuk menghayati arti demokrasi dengan
menghargai perbedaan pendapat dan tidak
memaksakan kehendak
b. menanamkan kecintaan terhadap tanah air, melalui
pengabdian yang tulus kepada masyarakat
c. berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara
dengan berkarya nyata (bukan retorika)
d. meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap
hukum/undang-undang dan menjunjung tinggi hak
azasi manusia
e. pembekalan mental spiritual di kalangan masyarakat
THANK YOU