Anda di halaman 1dari 34

REFERAT

EFUSI PLEURA
Pembimbing:
Dr. Johanes R.S., Sp.P

Disusun Oleh:
Tarukan Gabrilla Clara
1765050399
KEPANITERAAN KLINIK ILMU RADIOLOGI
PERIODE 6 MEI – 20 JULI 2019
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
Pleura Visceralis: Mengandung pembuluh ANATOMI
darah kapiler dari a. Pulmonalis dan a.
Brakhialis serta pembuluh limfe.Fungsinya
untuk mengabsorbsi cairan pleura. P. koloid
osmotik 10 mmHg, absorbsi oleh pleura
viseralis
Pleura parietalis: terdiri dari jaringan ikat
kolagen. mengandung kapiler dari a. Intercostalis
dan a. Mamaria interna, pembuluh limfe, dan
banyak reseptor saraf sensoris yang peka
terhadap rasa sakit dan perbedaan temperatur.
Fungsinya untuk memproduksi cairan pleura.
P. hidrostatik : 9 mmHg, produksi oleh pleura
parietalis
Cairan pada efusi
DEFINISI pleura

Efusi pleura adalah suatu keadaan


Cairan
dimana terdapat penumpukan cairan Cairan eksudat
pada ruangan antara lapisan parietalis transudat
dan viseralis dari pleura

Cairan getah
bening
Cairan darah
P
E
A
F
T
U
O
S
F
I
I
S
P
I
L
O
E
L
U
O
R
G
A
I
GEJALA

SESAK NYERI DADA


PLEURITIK
PEMERIKSAAN FISIK
• Inspeksi : Dinding dada lebih cembung dan penurunan
pergerakan dinding dada yg terkena efusi pada saat
inspirasi
• Palpasi : Vokal fremitus menurun
• Perkusi : perkusi pada sisi yang sakit redup
• Auskultasi : Bunyi pernafasan menurun
PEMERIKSAAN RADIOLOGI

RONTGEN THORAX Ultrasonografi


POSISI TEGAK POSTEROANTERIOR (PA)

Efusi pleura sinistra dan dextra. Sudut Costophrenicus


yang tumpul karena efusi pleura
Efusi pleura sinistra massif. Tampak
mediastinum terdorong kontralateral
Efusi pleura bilateral
POSISI LATERAL

Gambaran efusi pleura pada foto


posisi lateral

Bila cairan kurang dari 250 ml (100-200 ml),


dapat ditemukan pengisian cairan di sinus
costofrenicus posterior pada foto thoraks
lateral tegak.
POSISI LATERAL DECUBITUS

Efusi pleura pada posisi lateral decubitus


(penumpukan cairan yang ditunjukkan
dengan panah )
ULTRASONOGRAFI elbow position
Pasien diletakkan pada posisi lateral decubitus
selama 5 menit, kemudian pemeriksaan USG
dilakukan dengan pasien bertumpu pada siku
Kriteria USG untuk menentukan efusi pleura
adalah : setidaknya zona anechogenic
memiliki ketebalan 3mm diantara pleura
parietal dan visceral dan atau perubahan
ketebalan lapisan cairan antara ekspirasi dan
inspirasi
Sonogram pada pasien dengan
kanker paru lobus kanan atas.
Gambar menunjukkan adanya
akumulasi cairan selama
inspirasi (setebal 6 mm;
berbentuk kurva,-gambar kiri)
dan selama ekspirasi (setebal 11
mm ; berbentuk kurva-gambar
kanan).
Analisis Cairan Pleura - Thorakosentesis
• Pungsi dilakukan sebaiknya dalam posisi duduk
dibagian belakang rongga pleura di daerah IC
6,7, atau 8 linea mid axilla, jarum abocath
nomor 14 atau 16
• Bahan pemeriksaan sebaiknya gunakan 2
penampung untuk pemeriksaan kimiawi dan
imunologi:
• Tabung dengan antikoagulan K3EDT atau heparin
untuk hitung dan analisis sel
• Tabung steril atau tang biakan (botol Bactec atau
media aerob dan anerob lain) untuk pemeriksaan
mikrobiologi
• Analisis: Protein total, laktat dehydrogenase • Pengeluaran cairan tidak
(LDH), albumin, amilase, pH, dan glukosa, melebihi 1000 – 1500 cc
hitung sel dan diferensiasinya serta sitologi.
tiap aspirasi
• Pemeriksaan mikrobiologi: pewarnaan Gram,
ADA, PCR untuk mengetahui adanya
tuberkulosis
MAKROSKO
MAKROSKOPIS
PIS
PEMERIKSAAN LANJUTAN INTERPRETASI HASIL

Cairan berwarna merah Hematokrit  < 1% : Tidak bermakna


 > 1% : hitung rasio Ht cairan terhadap Ht darah tepi
 Rasio Ht > 0,5 (hematotoraks
Rasio Ht antara 0,1 – 0,5 : sesuai dengan keganasan pleura
(kanker), emboli paru atau trauma
Cairan keruh Sentrifus Keruh pada supernatan : kadar lemak tinggi
(adanya sel atau lemak)

Kekeruhan pada Kadar trigliserida  >110 mg/dl, terdapat kilomikron: efusi kilus
supernatan 50 – 110 mg/dl: memerlukan analisis lipoprotein : adanya
khilomikron →khilotorak
 <50 mg.dl, tidak ada khilomikron→efusi pseudokilus
Bau seperti feses Pewarnaan gram dan Kemungkinan adanya kuman anaerob
biakan

Berat Jenis BJ 1.015 : urinometer Kadar protein < 3 g/dl : transudat


BJ 1.020 : refraktometer Kadar protein > 3 g/dl : eksudat
WARNA
Cairan Eksudat
• Cairan yang terbentuk melalui membran kapiler yang permeabelnya
abnormal dan berisi protein berkonsentrasi tinggi dibandingkan
protein transudat.
• Protein terdapat pada cairan pleura berasal akibat kegagalan aliran
protein dari saluran getah bening.
Penyebab Efusi Pleura Eksudat
• Infeksi (tuberkulosis, pneumonia)
• Tumor pada pleura
• Iinfark paru,
• Karsinoma bronkogenik
• Radiasi,
• Penyakit dan jaringan ikat/ kolagen/ SLE (Sistemic Lupus
Eritematosis).
Cairan Eksudat - Kriteria Light
• Dianggap cairan eksudat jika memenuhi Light’s Criteria:
• Protein cairan pleura / protein serum > 0,5
• LDH cairan pleura / serum LDH> 0,6
• LDH cairan pleura lebih dari dua-pertiga batas atas normal serum
• Atau kadar kolesterol >45 mg/dL
• Warna cairan lebih keruh
• Jika memenuhi satu atau lebih kriteria eksudat, secara klinis diduga
menghasilkan efusi transudat
Cairan Eksudat
Cairan Transudat
• Apabila terjadi ketidakseimbangan antara tekanan kapiler hidrostatik
dan koloid osmotik, sehingga terbentuknya cairan pada satu sisi
pleura melebihi reabsorpsinya oleh pleura lainnya
• Biasanya hal ini terjadi pada:
• Meningkatnya tekanan kapiler sistemik
• Meningkatnya tekanan kapiler pulmoner
• Menurunnya tekanan koloid osmotik dalam pleura
• Menurunnya tekanan intra pleura
Penyebab Cairan Transudat
• Gagal jantung kiri (terbanyak)
• Sindrom nefrotik
• Obstruksi vena cava superior
• Asites pada sirosis hati (asites menembus suatu defek diafragma atau
masuk melalui saluran getah bening)
Cairan Transudat – Albumin dan serum
• Perbedaan antara albumin cairan dan serum >1,2 g/dL
• Dapat dilakukan pemeriksaan bilirubin cairan, perbandingannya <0,6
dengan kadarnya di serum
• Jika gradient protein dalam serum >3,1 g/dL
Perbedaan Cairan Transudat dan Eksudat
Parameter Transudat Eksudat
Warna jernih keruh
Berat Jenis < 1.015 > 1.015
Protein Total <3.0g/dL <3.0g/dL
Rasio < 0.5 > 0.5
LDH (Laktat Dehidrogenase < 200 IU > 200 IU
Rasio LDH cairan/serum < 0.6 > 0.6
Jumlah sel < 1000uL > 1000uL
Bekuan spontan Tak ada Kemungkinan
ada
Kolesterol cairan < 55 mg/dL > 55 mg/dL
Pemeriksaan Laboratorium Pungsi
Hitung sel total Hitung diferensial, hitung sel darah
merah, sel jaringan
Protein total Rasio protein cairan pleura terhadap
seum > 0,5 menunjukkan suatu
eksudat
Laktat dahidrogenase Bila terdapat organisme, menunjukkan
Pewarnaan Gram dan tahan asam empiema

Biakan Biakan kuman aerob dan anerob,


biakan jamur dan mikobakteria harus
ditanam pada lempeng
Glukosa Glukosa yang rendah (< 20 mg/dL) bila
gula darah normal menunjukkan
infeksi atau penyakit reumatoid
Amylase Meningkat pada pankreatitis, robekan
esofagus
pH Efusi parapneumonik dengan pH > 7,2
dapat diharapkan untuk sembuh tanpa
drainase kecuali bila berlokusi. Keadaan
dengan pH < 7,0 menunjukkan infeksi yang
memerlukan drainase atau adanya robekan
esophagus.
Sitologi Dapat mengidentifikasi neoplasma
Hematokrit Pada cairan efusi yang banyak darahnya,
dapat membantu membedakan
hemotoraks dari torasentesis traumatik
Komplemen Dapat rendah pada lupus eritematosus
sistemik
Preparat sel LE Bila positif, mempunyai korelasi yang tinggi
dengan diagnosis lupus aritematosus
sistemik
Tatalaksana
1. Obati penyakit yang mendasarinya
2. Torakosentesis
3. Chest tube atau WSD
4. Pleurodesis
5. Pembedahan
1. Obati Penyakit yang mendasari
• Hemotoraks: WSD or Chest Tube disertai obat antikoagulan
• Kilotoraks: pemberian obat anti kanker yang menyumbat aliran getah
bening
• Empiema: WSD or Chest Tube disertai pemberian antibiotic
• Pleuritis TB: OAT (6-12 bulan) + torakosentesis untuk menghilangkan
eksudat dengan cepat
2. Torakosentesis
• Pelaksanaannya sebaiknya dengan posisi
duduk.
• Aspirasi dilakukan pada bagian bawah
paru sela iga garis aksilaris posterior
dengan jarum abbocath nomor 14 atau
16.
• Pengeluaran cairan pleura sebaiknya
tidak melebihi 1000-1500 cc pada setiap
aspirasi.
3. Pemasangan Water Seal Drainage / Chest Tube

• Jika jumlah cairan cukup


banyak, sebaiknya dipasang
selang toraks dihubungkan
dengan Chest tube atau WSD,
sehingga cairan dapat
dikeluarkan secara lambat dan
aman.
4. Pleurodesis
• Bertujuan melekatkan pleura viseralis dengan pleura parietalis. Hal ini
dipertimbangkan untuk efusi pleura yang rekuren seperti pada efusi
karena keganasan Sebelum dilakukan pleurodeSis cairan dikeluarkan
terlebih dahulu melalui selang dada dan paru dalam keadaan
mengembang
• Pleurodesis dilakukan dengan memakai bahan sklerosis yang
dimasukkan ke dalam rongga pleura Bahan yang dugunakana seperti
tiotepa, bleomisin, nitrogen mustard, 5-fluorourasil, adramisin, dan
doksorubisin.
5. Pembedahan
• Pleurektomi
• Jarang dilakukan, dilakukan jika penderita dengan prognosis
• Pleuropritoneal
• menghubungkan rongga pleura dengan rongga peritoneum sehingga cairan
pleura mengalir ke rongga peritoneum
• Dilakukan bila tindakan torakosentesis maupun pleurodesis